Habis manis sepah dibuang. Kisah Vincent Aboubakar yang didepak Al-Nassr gara-gara kedatangan Ronaldo, seolah mengingatkan kita pada beberapa pemain yang sempat menjadi tumbal berkat kebijakan transfer sebuah klub, termasuk yang sering dilakukan klub lama Ronaldo, Real Madrid.
Madrid yang doyan banget jajan pemain bintang tak dipungkiri sering seenak jidat mendepak para pemainnya yang telah berjasa besar. Dengan berbagai alasan, silih berganti para bintang Madrid sempat jadi tumbal kedatangan bintang baru. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Makelele Karena Beckham
Pada musim 2003/04 ketika Madrid membangun era Galacticos jilid 1, salah satu pilar penting penyeimbang tim yakni Claude Makelele dijanjikan kontrak baru dengan nilai gaji yang diatur lebih tinggi oleh Perez.
Namun era Galacticos itu terbukti kejam dan memakan korban. Dengan rekor pembelian fantastis, rencana Galacticos dengan mendatangkan David Beckham membuat Perez tega mengkhianati Makelele.
Quieroz: Real Madrid sold Makelele so Beckham could sell shirtshttps://t.co/zYIdwXKqOI pic.twitter.com/WhQhMOp8wS
— GOAL (@goal) October 12, 2018
Madrid tidak punya uang tambahan lagi untuk memperbarui kontrak sang gelandang. Apalagi dengan memberinya kenaikan gaji. Hal ini sempat menyebabkan serangkaian perselisihan antara Perez dan Makelele. Hasil akhirnya, ya mau bagaimana lagi, Makelele rela pamit dan hijrah ke London.
Madrid terlihat kehilangan sosok jangkar penyeimbang lini tengah proyek Galacticos ketika itu. Los Blancos keropos dengan kebobolan 54 gol dalam satu musim di La Liga. Menurun dari yang sebelumnya hanya 42 gol.
Hal itu membuat Madrid terpental dari yang semula jadi juara ke peringkat 4 La Liga. Apes bagi Madrid, namun bukan bagi Makelele. Karena ia masih berprestasi dan menjadi andalan Ranieri dan Mourinho di Chelsea.
Sneijder dan Arjen Robben
Berikutnya ada Arjen Robben. Ia mengungkapkan kepindahannya karena jadi tumbal kedatangan para bintang baru yang dijuluki Los Galacticos jilid 2 pada musim 2009/10. Apalagi pemain yang dibeli ketika itu juga berposisi sebagai winger yakni superstar MU, Cristiano Ronaldo.
Selain itu, Madrid di bawah presiden baru rasa lama yakni Florentino Perez perlu memulihkan dana yang dihabiskan selama perombakan besar-besaran Galacticos jilid 2 tersebut.
Real Madrid signed Cristiano Ronaldo, Kaká, Karim Benzema and Xabi Alonso in the same summer in 2009.
Still wild 🤯 pic.twitter.com/Y5O49AfSVk
— B/R Football (@brfootball) July 9, 2022
Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih dalam, menurut penuturan Robben yang dilansir Goal, ia pindah dari Madrid juga terkait alasan politik perpindahan kekuasaan dari presiden lama ke presiden baru.
Dirinya merasa jadi tumbal. “Saya sebenarnya merasa sangat nyaman di sana dan bermain sangat baik, tetapi ketika politik mulai bermain, anda harus membuat keputusan segera,” kata Robben.
Arjen Robben reveals why joining Bayern Munich in 2009 was the toughest decision of his career. https://t.co/J77NXigqWb pic.twitter.com/WUho9vsEcC
— Rabona (@RabonaApp) January 3, 2017
Hal sama terjadi juga pada teman Robben sesama Belanda, Wesley Sneijder. Kurang lebih mempunyai alasan yang sama dengan Robben. Bedanya kalau Robben karena kedatangan Ronaldo, sementara Sneijder karena Kaka. Tak dipungkiri bahwa posisi playmaker sebelum adanya Kaka adalah milik Sneijder.
Namun nasib apes yang diterima kedua pemain Belanda tersebut justru berbuah hasil di klub barunya. Mereka jadi bintang di klub barunya dan meraih mahkota Liga Champions di tempat barunya itu.
#OnThisDay in 2009, Wesley Sneijder joined Inter Milan 🙌🔥🏆 pic.twitter.com/ICHm7Zjfv7
— VBET News (@VBETnews) August 28, 2020
Ozil Karena Bale
Disela-sela perkenalan bintang baru Gareth Bale di Santiago Bernabeu, ada satu hati yang menangis. Ya dia adalah Mesut Ozil. Tidak terkait posisinya di lapangan, namun karena nilai fantastis pembelian Bale otomatis membuat neraca keuangan Madrid tak seimbang.
Yang dijual ketika itu macam Higuain, Albiol, maupun Callejon juga nilainya tak seberapa.
Squawka: In 2013, Gareth Bale became the first player in football history to be signed for €100m when he joined Real Madrid from Tottenham Hotspur.
◉ 258 games
◉ 106 goals
◉ 16 trophiesHe scored more goals for Los Blancos than R9 and Zizou. pic.twitter.com/Jkl6BoFssi
— footainment (@F00tainment) January 9, 2023
Para penggemar pun sempat meneriakan “Jangan jual Ozil”. Namun Perez bungkam seribu bahasa. Alhasil, bungkamnya Perez itu berakhir di fase akhir bursa transfer. Ozil pun pergi. Faktor kepergian Ozil juga dikaitkan dengan permintaan gajinya yang tinggi setara dengan Ronaldo.
Mesut Ozil(Germany)2010-2013 pic.twitter.com/TvCFsVO8qf
— Real Madrid players (@madrid_players) January 5, 2023
Mourinho pun terkejut ketika ia didepak. Padahal menurutnya, Ozil adalah gelandang “nomor 10” yang unik dan masih yang terbaik. Dalam hal posisi, pelatih baru Madrid, Ancelotti lebih memilih mempertahankan Di Maria ketimbang Ozil. Ancelotti ingin memaksimalkan trio penyerangnya dengan kedatangan Bale dibanding sering bermain dengan menggunakan playmaker nomor sepuluh yang stylish.
Navas karena Courtois
Di posisi kiper Madrid juga pernah menumbalkan seorang Keylor Navas. Kiper kawakan Kosta Rika yang sudah membawa banyak kesuksesan bagi Madrid merengkuh beberapa titel juara. Ia akhirnya memilih hengkang dari Madrid pada musim 2019/10 ke PSG.
Sebab utama Navas hengkang tentu salah satunya adalah kedatangan Thibaut Courtois. Kiper Belgia yang dibeli dari Chelsea itu dikontrak 6 tahun pada musim 2018/19. Musim itu di bawah Lopetegui, Solari, maupun Zidane, dua-duanya benar-benar dihadapkan pada persaingan yang ketat.
Dengan persaingan tersebut, tampaknya Navas sering terlihat “dingin” menanggapi kedatangan rekan barunya. Suatu ketika dalam latihan dilaporkan L’equipe keduanya terlihat jarang berkomunikasi.
Quand Thibaut Courtois est arrivé au Real Madrid, Keylor Navas ne l’a pas considéré comme un coéquipier, mais juste comme un rival. La relation entre les deux était froide. Navas l’a accueilli lors de son premier entraînement, puis plus rien. @diarioas pic.twitter.com/7DKWCxA6F1
— Real Madrid FR (@FranceRMCF) March 7, 2022
Menurut Diario AS, hubungan keduanya merenggang. Navas yang merasa sudah berkorban lama untuk klub, merasa sengaja ingin didepak karena kedatangan kiper hebat lain. Dari jumlah tampilnya saja, musim itu Courtois lebih unggul dengan 35 tampil di semua kompetisi, sedangkan Navas hanya 21 kali.
“Keylor Navas itu sebenarnya tidak pernah ingin meninggalkan Real Madrid. Dia didepak oleh para pemimpin Madrid yang tidak pernah benar-benar menghargai profil dan pengorbanan pemainnya,” begitu laporan L’equipe.
Di Maria karena James Rodriguez
Yang berikutnya ada Di Maria, sayap juara dunia itu pernah dijadikan tumbal pemain lain ketika di Madrid. Di musim awal Ancelotti datang, sebenarnya Di Maria sempat masuk dalam evaluasi. Namun ia dipertahankan dan berhasil memberikan kontribusi meraih La Decima.
Namun, setelah kedatangan seorang top skor Piala dunia 2014, James Rodriguez semuanya menjadi lain. Sebenarnya, sikap Madrid untuk mendepak Di Maria sudah terendus sebelum James datang.
Florentino Pérez & James Rodríguez pic.twitter.com/wnIkWIZhjz
— Pasión Madridista (@real_pasion) July 23, 2014
Di Maria pernah dikirimi sepotong “surat cinta” yang berisi bahwa dia tidak boleh cedera selama membela Argentina di Piala Dunia. Di Maria pun berfirasat bahwa itu hanya alasan Madrid agar ia bisa dijual dengan harga yang sesuai di bursa transfer musim panas. Surat itu pun disobeknya.
🗣️ “Para los negocios es un fenómeno. Vende jugadores que para mi capaz que no valen lo que valen y los vende a fortuna. Vende y trae como si nada”
❓ ¿Qué te parecen las declas de Di María sobre Florentino Pérez?
🔗 https://t.co/PjjhYr7dnL pic.twitter.com/chyuVjc9SF
— Diario AS (@diarioas) September 2, 2021
Firasat Di Maria benar. Ia dijadikan tumbal bagi jalan mulus James Rodriguez mengisi posisinya di lini serang Madrid. Di Maria pun merasa dikhianati dan langsung memilih hengkang ke MU.
Alonso karena ditukar Kroos
Yang terakhir ada “pertukaran akbar” yang melibatkan dua gelandang kelas dunia Xabi Alonso dan Toni Kroos. Faktanya, Toni Kroos diboyong ke Madrid sebagai pelengkap dari beberapa gelandang terbaik yang sudah ada macam Alonso, Khedira, Modric, maupun Isco.
Xabi Alonso vs Toni Kroos. 🔥 pic.twitter.com/Dm55bxYaJb
— REAL MADRID❤️ (@AdriRM33) June 21, 2022
Dengan mendatangkan Kroos, tampaknya masalah margin pembukuan gaji Madrid menjadi tak seimbang. Beberapa pemain pun dikabarkan bakal dijadikan tumbal.
Yang paling mendekati kemiripan posisi tentu saja adalah Khedira dan Xabi Alonso. Dari keduanya ada satu yang pergi yakni Alonso. Meski begitu, Alonso beralasan bahwa kepergiannya bukan karena kedatangan Kroos.
“Bukan klub yang menginginkan saya pergi, melainkan ini keputusan saya sendiri untuk mencari tantangan berbeda setelah peroleh La Decima,” kata dia.
Namun fakta Kroos datang lebih dulu dan sempat berpartner dengan Alonso hingga menjelang bursa transfer ditutup, memunculkan spekulasi bahwa Madrid memang sudah berniat mendepak Alonso. Selain itu, dilansir Sportsmole, cedera metatarsal yang diderita Alonso jadi pertimbangan klub melepasnya, selain faktor usia.
¿TRIUNFARÁ TONI KROOS COMO LO HIZO XABI ALONSO EN EL REAL MADRID?
– SÍ: HAZ RT
– NO: PINCHA EN FAV pic.twitter.com/mmKTKKmngS— bwin España (@bwin_es) August 29, 2014
https://youtu.be/9hjVB2_DPeA
Sumber Referensi : si,com, planetfootball, goal, bleacherreport, thesun, sportsmole, bleacherreport


