AC Milan 2011: Klub Terakhir Yang Jadi Juara Sebelum Dominasi Juventus

spot_img

Juventus, masih menjadi nama yang terus mendominasi kompetisi Serie A hingga sekarang. Klub yang saat ini dikomandoi oleh Andrea Pirlo masih terus berada di jalur juara untuk kembali tegaskan dominasi. Dari tahun ke tahun, mereka juga konsisten berada di kompetisi Eropa. Selain diisi oleh skuad mumpuni, mental juara Juventus sebagai sang jawara Italia belum juga pudar.

Dalam hal ini, banyak yang mengatakan bila kompetisi Serie A berjalan begitu membosankan, dengan alasan sang jawara akhir musim sudah bisa ditebak. Pernyataan itu memang tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, klub terakhir yang menjadi jawara Serie A sebelum era dominasi Juventus adalah AC Milan, dimana itu terjadi nyaris sepuluh tahun lalu.

Pada perbincangan kali ini, kami akan mengajak kalian untuk lebih menitik beratkan pembahasan menuju era dimana AC Milan menjadi sang jawara terakhir Serie A sebelum era Juventus.

Ketika itu, Milan memang masih tergolong sebagai salah satu klub penantang gelar juara. Mereka masih punya reputasi terbaik sebagai klub juara dan juga diisi oleh banyak nama besar. Pada saat itu, Milan masih mengandalkan para pemain berpengalaman, atau cenderung tua. Maka wajar bila banyak yang menjuluki skuad I Rossoneri sebagai ‘gerbong tua’

Namun, julukan tersebut malah membuat Milan mampu mendominasi Serie A. Mereka tampil luar biasa dengan skuad berpengalaman, dengan langsung mengambil alih singgasana di puncak klasemen Serie A dari Inter Milan.

Seperti diketahui, Inter sempat terus-terusan meraih gelar juara, pasca mendapat ‘hadiah’ Serie A, menyusul degradasinya Juventus menuju kompetisi Serie B. Kala itu, Inter Milan yang ditangani Roberto Mancini untuk kemudian diteruskan oleh Jose Mourinho berhasil merengkuh titel juara Serie A secara beruntun.

Pada momen itulah, AC Milan sebagai rival sekota Inter coba menghentikan hegemoni klub yang identik dengan warna kebesaran Hitam-Biru tersebut.

Langkah pertama Milan untuk bisa menjadi juara adalah menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru. Saat itu, Massimiliano Allegri dianggap sebagai pelatih muda dengan prospek besar di Italia usai sukses di Cagliari. Selain itu, transfer jitu juga sukses dilakukan oleh klub yang bermarkas di San Siro.

Mereka mendatangkan Antonio Cassano, Robinho, dan juga Zlatan Ibrahimovic. Sejumlah pembelian penting lainnya adalah Kevin Prince Boateng dan Mark van Bommel.

Para pemain tersebut berhasil melengkapi komposisi yang sebelumnya ada, seperti Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf. Perpaduan para pemain tersebut dianggap sudah menunjukkan gaya dan materi yang cukup untuk menjadikan mereka juara sejati musim 2010/11.

Dari segala lini, AC Milan memang pantas meraih gelar juara. Dari mulai kiper yang diisi Abbiati. Kiper tersebut mampu menunjukkan kelas sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Serie A, dengan mengantar skuadnya meraih scudetto dan menjaga gawangnya 17 kali clean sheets.

Lalu di lini belakang ada duet Alessandro Nesta dan Thiago Silva yang terbilang sangat mengerikan. Kualitas Alessandro Nesta tak diragukan lagi. Di usia yang terus bertambah, hanya kecepatan saja yang sedikit berkurang. Tapi pengalaman dan kemampuan membaca permainan membuat Nesta menjadi andalan di sektor belakang AC Milan. Sementara itu Thiago Silva berhasil menjadi tandem terbaik seniornya.

Berikutnya ada nama Gianluca Zambrotta dan juga Marek Jankulovski. Jangan lupakan pula pemain seperti Daniele Bonera plus Mario Yepes yang jadi pendatang baru di usia yang tergolong tua.

Di lini tengah, Mark van Bommel berhasil menjadi pemain yang mampu menggantikan peran Pirlo kala cedera. Kepemimpinan Massimo Ambrosini dan juga Clarence seedorf juga tak bisa dibantahkan. Lalu ada nama si bengal Kevin Prince Boateng dan Gennaro Gattuso. Kekuatan lini tengah Milan pun semakin terlihat kokoh dengan keberadaan Mathieu Flamini yang masih terlihat gagah kala tampil di atas lapangan.

Di lini serang, trio Alexandre Pato, Zlatan Ibrahimovic, dan juga eks wonderkid asal Brasil Robinho sukses membuat serangan Milan sulit dihadang. Belum lagi peran Antonio Cassano yang semakin membuat serangan mereka tak tergoyahkan.

AC Milan memulai musim 2010/11 dengan hasil yang gemilang. Rossoneri menang mudah ketika menjamu Lecce dengan skor 4-0 di San Siro. Sayangnya, setelah laga berjalan sebanyak empat kali, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan itu saja.

Tak mau tinggal diam dengan memanfaatkan para pemain berpengalaman, serta kreativitas lini tengah, Milan perlahan bangkit. Mereka berhasil meraih kemenangan tipis atas Genoa dan juga Parma. Lebih dari itu, kemenangan melawan Inter Milan pada pertengahan November sukses membuat I Rossoneri bercokol di tangga teratas liga.

Sejak saat itu, mereka berhasil mempertahankan tahta teratas liga. Hingga tepat pada 7 Mei 2011 saat berjumpa AS Roma, Milan yang mendapat tambahan satu poin berhasil mengamankan gelar scudetto.

Saat itu laga memang tak berjalan sesuai kehendak Milan. Roma berhasil mendominasi dan menciptakan banyak peluang. Akan tetapi, hasil imbang 0-0 sudah cukup mengantar Milan meraih gelar juara ke 18.

Pada akhir musim, Milan meraih 82 poin. Inter Milan berada di posisi kedua dengan 76 poin dan Napoli di posisi ketiga dengan 70 poin.

Mereka berhasil melakukan pesta di musim tersebut dan membuat sejarah dengan meruntuhkan dominasi Inter di kompetisi Serie A. Sayang, performa di kompetisi domestik tidak dibarengi dengan performa kala tampil di kompetisi Liga Champions Eropa.

Lolos dari fase grup dengan susah payah, AC Milan berjumpa Tottenham pada babak 16 Besar. Pada leg pertama, yang digelar di San Siro, AC Milan kalah dengan skor 0-1. Gol tunggal Tottenham dicetak penyerang jangkung Peter Crouch pada menit ke-80. Menjalani misi yang sulit ketika bertandang ke London, Zlatan Ibrahimovic dan kolega hanya mampu meraih hasil imbang 0-0. AC Milan pun tersingkir pada babak 16 Besar.

Pada Serie A musim selanjutnya, Milan juga gagal pertahankan gelar. Mereka harus mengakui keunggulan Juventus yang berhasil merebut trofi juara, untuk kemudian sukses dipertahankan hingga sekarang.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru