Saat ini, harus diakui bila permainan sepakbola lebih kompetitif dari sebelumnya. Selama bertahun-tahun, ketatnya kompetisi sepakbola menyebabkan seorang pelatih kehilangan pekerjaan dalam waktu yang bahkan tergolong singkat.
Banyak terjadi pemecatan pelatih di berbagai klub yang bahkan berlabel raksasa. Hal itu yang pada akhirnya membuat sejumlah pelatih yang berlabel hebat sekalipun kehilangan pekerjaan.
Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan pelatih hebat yang masih menganggur.
Massimiliano Allegri (Italia) – Klub Terakhir: Juventus (2019)
Meski berhasil meneruskan konsistensi Juve di kompetisi Serie A, Massimiliano Allegri tetap kehilangan pekerjaannya pada tahun 2019 silam. Dia dipecat karena dinilai tak mampu memberi kejayaan bagi Juve di level Eropa.
Padahal ketika melihat perjalanannya, Allegri merupakan pelatih yang begitu luar biasa. Sejak ditunjuk sebagai pengganti Antonio Conte pada tahun 2014, Allegri sukses menunjukkan bahwa dia punya kualitas terbaik sebagai seorang juru taktik.
Allegri menerapkan strategi yang lebih halus dari Conte dan berhasil menumbuhkan mentalitas luar biasa kepada para pemainnya. Cara kerja tim yang diasuh Allegri tergolong efektif. Hal itulah yang pada akhirnya membuat Juve jadi tim yang begitu solid.
Lima tahun bertahan di Juve, Allegri menghasilkan 5 gelar Serie A untuk raksasa Turin, 4 Coppa Italia, 2 gelar Supercoppa Italia serta 2 medali perak kompetisi Liga Champions Eropa setelah menjadi runner-up dalam dua kesempatan.
Kini dirinya pun dinilai masih mencari klub yang ideal untuk bisa diajak kerja sama.
Mauricio Pochettino (Argentina) – Klub Terakhir: Tottenham Hotspur (2019)
Tidak bisa dipungkiri bila nama Mauricio Pochettino telah memberikan sejarah yang begitu luar biasa bagi Tottenham Hotspurs. Datang sebagai juru taktik yang tidak terlalu diperhitungkan, Poch muncul dengan segudang taktik jitu.
Dia berhasil menciptakan sebuah permainan luar biasa plus menjadi pihak yang pandai dalam menelurkan pemain-pemain muda berbakat. Namun sayang, meski berhasil membawa Tottenham ke final Liga Champions, tetapi hal tersebut dirasa kurang cukup oleh manajemen Tottenham hingga harus memecat pelatih berpaspor Argentina tersebut.
Masih berusia 48 tahun, mantan pelatih Southampton dan Espanyol itu masih dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Pochettino pun memiliki sejumlah opsi menarik untuk dipilih karena ia layak untuk direkrut.
Ernesto Valverde (Spanyol) – Klub Terakhir: FC Barcelona (2020)
Nama Ernesto Valverde sempat menjadi idola di Camp Nou. Namun sayang, seiring berjalanya waktu, taktik kurang jelas yang ditunjukkan membuat para penggemar geram hingga membuat klub mengambil tindakan.
Dia gagal menciptakan suasana nyaman bagi setiap dan dianggap tidak mampu mengangkat performa tim dikala mereka sangat membutuhkan pengakuan.
Pelatih berusia 56 tahun ini menjadi yang paling disalahkan saat Barcelona gagal menjuarai Piala Super Spanyol 2019 lalu. Sekali lagi, menurut rumor yang beredar, Ernesto Valverde memiliki hubungan buruk dengan sejumlah pemain sehingga jabatannya sebagai pelatih terpaksa dicopot oleh manajemen tim. Valverde sudah menganggur sejak Januari 2020. Sejauh ini belum ada klub maupun tim nasional yang dikaitkan dengannya.
Namun dibalik berita buruk yang terus menghampiri, tidak bisa dipungkiri bila el Barca mampu tampil konsisten di liga dan menjadi juara meski di Eropa mereka gagal persembahkan gelar.
Maurizio Sarri (Italia) – Klub Terakhir: Juventus (2020)
Sama seperti Pochettino, Sarri, yang kita kenal sebagai salah satu pelatih paling kreatif, juga belum menemukan pekerjaan baru saat ini setelah resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Juventus pada Agustus 2020.
Pemecatan itu dilakukan, meski Sarri berhasil membawa Juventus merebut gelar juara di Liga Italia 2019/20. Prestasi Sarri juga tak sampai disitu saja, pelatih asal Italia itu telah membuktikan diri mampu membawa timnya menorehkan prestasi manis. Selain membawa Juventus kampiun Liga Italia, Sarri juga berhasil mengangkat trofi bersama Chelsea di Liga Eropa pada musim 2018/19.
Laurent Blanc (Prancis) – Klub Terakhir: Paris Saint Germain (2016)
Siapa yang baru sadar bila nama Laurent Blanc belum melatih kembali sejak tahun 2016, di mana PSG adalah klub yang terakhir ditanganinya. Mantan pemain Timnas Prancis ini pernah membawa Les Parisiens merajai Liga Perancis tiga kali berturut-turut yaitu pada musim 2013/14, 2014/15, dan 2015/16.
Meskipun begitu manajemen masih belum puas karena Blanc belum bisa membuat PSG berjaya di kancah Eropa, hingga akhirnya Ia dipecat dan belum melatih klub lagi sampai saat ini. Dirinya pernah diisukan menjadi incaran Manchester United untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer.
Namun begitu sampai saat ini belum ada perkembangan tentang kabar tersebut.
Luciano Spalletti (Italia) – Klub Terakhir: Inter Milan (2019)
Nama Luciano Spalletti jelas menjadi salah satu pelatih terbaik asal Italia dalam dua dekade terakhir. Dia menjadi salah satu pelatih dengan taktik brilian yang tak jarang memanfaatkan kemampuan individu para pemain andalan.
Pelatih berkepala plontos ini pernah menemui kesuksesan besar bersama AS Roma. Ia berhasil membawa Roma finis di urutan kedua pada Liga Italia 2016/17. Sayangnya, ia tidak mempunyai hubungan baik dengan manajemen hingga akhirnya dipecat.
Saat bersama Inter, Spalletti yang berhasil membawa klub lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa juga dianggap tidak memenuhi harapan. Ia gagal memberikan penampilan terbaik untuk Inter hingga akhirnya ia dipecat. Kini, Spalletti pun menganggur.
Leonardo Jardim (Portugal) – Klub Terakhir: Monaco (2019)
Jardim termasuk dalam pelatih yang sukses dalam menangani tim. Beberapa tim yang pernah ia latih pun menuai kesuksesan seperti Braga, Olympiakos, Sporting Lisbon, dan AS Monaco. Sosoknya pun bersinar saat menukangi Monaco, dimana dia berhasil membawa Monaco lolos hingga ke semifinal Liga Champions 2016/17.
Namun setelah itu dia mengalami penurunan performa. Jardim dipecat AS Monaco karena ia hanya mampu membawa timnya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan yang dijalani. Meski sempat kembali datang untuk membawa kebangkitan bagi Monaco, tetapi sekali lagi ia dipecat oleh klub yang berkompetisi di Liga Prancis tersebut.


