Raksasa sepakbola, FC Barcelona, yang kini tengah berada dalam masa transisi, telah menjadi rumah bagi sebagian besar pemain bintang. Oleh sebab itu, sampai saat ini, meski masih menghadapi berbagai krisis, La Blaugrana sebisa mungkin bertahan untuk bisa bersaing di level tertinggi.
Namun begitu, meski tergolong sebagai klub besar, bukan sebuah kesalahan ketika seorang pemain memutuskan hengkang. Beberapa bintang sepakbola, yang tidak terpakai di Camp Nou malah berhasil masuk ke level terbaiknya, ketika mendapatkan destinasi baru.
Berikut ini kami sajikan deretan pemain yang disia-siakan oleh FC Barcelona, namun malah sukses menjadi bintang.
Adama Traore
Pemain bertubuh kekar ini lahir dan tumbuh besar di Barcelona. Wajar apabila Adama Traore kemudian merintis karirnya sebagai pesepakbola lewat akademi La Masia. Dia masuk akademi La Masia pada 2004 lalu. Bakatnya terasah dengan baik hingga akhirnya dipanggil memperkuat Barcelona B pada musim 2013/14.
Tapi sayang, Traore sulit menembus tim utama Barcelona yang kala itu diperkuat trio striker Lionel Messi, Neymar Jr, dan Luis Suarez. Pemain berdarah Mali itu hanya empat kali tampil bersama tim senior.
Minimnya kesempatan tampil yang diberikan kepadanya membuat Traore hengkang ke klub Premier League, Aston Villa pada 2015. Selanjutnya Traore pindah ke Middlesbrough dan berlabuh di Wolverhampton Wanderers pada musim panas 2018. Berkat kerja kerasnya yang gigih, Traore kini dipercaya memperkuat Timnas Spanyol.
Bahkan, karena berhasil tunjukkan permainan terbaiknya bersama Wolverhampton, Barcelona dikabarkan tertarik merekrut kembali Adama Traore. Namun Barcelona dalam posisi bukan favorit dalam perburuan jasa Adama Traore. Sejauh ini, ada nama Manchester City dan Juventus yang dalam posisi terdepan untuk mengamankan jasa Traore.
Manchester City menjadikan Adama Traore sebagai kandidat yang tepat untuk menggantikan Leroy Sane. Adapun Juventus ingin meremajakan lini sayap karena para pemain semisal Juan Cuadrado hingga Cristiano Ronaldo sudah tak lagi muda.
Adama Traore juga ingin kepastian tempat utama di Barcelona. Jika hal itu sulit direalisasikan, maka kubu Camp Nou bakal kesulitan mendatangkan Adama Traore.
Eric Garcia
Eric Garcia menjadi salah satu talenta terpanas La Masia yang tengah bermukim di Inggris. Eric Garcia bergabung bersama La Masia pada 2009. Saat itu, usianya baru menginjak delapan tahun. Garcia berkembang dengan baik semenjak menapakkan kaki di La Masia. Namun, Garcia baru mendapatkan sorotan ketika masuk ke tim U14 Barcelona.
Kala itu, Garcia sudah menunjukkan karakteristik yang paling utama dari pelajar di La Masia, yaitu kemampuan olah bola dan distribusi yang ciamik. Pada 2017 lalu, bakat Garcia terendus Manchester City. Dilaporkan, The Citizens melayangkan tawaran senilai sekitar 900 ribu poundsterling. Jumlah yang kecil, tetapi Barcelona dengan senang hati menerima itu.
Pada musim pertamanya, ia berkontribusi besar terhadap kesuksesan Tim U 18 City masuk ke semifinal UEFA Youth League. Musim berikutnya, ia mulai berlatih bersama tim utama. Kini, Garcia sudah menjadi andalan di tim utama City.
Pep Guardiola sudah berani memasangnya sebagai andalan di lini belakang. Tidak heran, bila Barcelona begitu ngebet merayunya untuk pulang seiring menuanya Gerard Pique dan kebutuhan akan bek tengah mumpuni.
Menurut kabar yang beredar, Barcelona terus dikaitkan dengan Eric Garcia yang kontraknya bersama City berakhir pada 2021. Pelatih Barcelona, Ronald Koeman dilaporkan tertarik mendatangkan Garcia ke Camp Nou. Chief Operating Officer Manchester City, Omar Berrada mengklaim sudah mengetahui mengenai minat Barcelona dan sejumlah klub lain kepada Garcia. Klub kaya raya itu pun ingin semua klub yang meminati bakat Garcia untuk memenuhi permintaan harga yang ditetapkan City, yakni sebesar 25 juta pounds.
Hector Bellerin
Bek kanan Spanyol, Hector Bellerin, memulai karir sepakbolanya di akademi Barcelona pada usia 8 tahun. Setelah 8 tahun bersama raksasa Spanyol tersebut, Bellerin pindah ke Arsenal pada 2011.
Langkah ke Inggris pun menjadi sangat tepat baginya. Pada usia 19 tahun, Hector Bellerin menjadi pemain reguler di Emirates. Dia saat ini adalah salah satu bek kanan terbaik di Liga Inggris dan mendapatkan beberapa klub papan atas Eropa, termasuk Barcelona, tertarik kepadanya.
Saat ini, Bellerin masih berusia 25 tahun. Andai ia tak terbekap cedera, bisa dipastikan jebolan La Masia itu bisa memberikan build up serangan mematikan dari sisi kanan pertahanan Arsenal guna membantu Nicolas Pepe, Pierre-Emerick Aubameyang maupun Alexandre Lacazette mendulang gol untuk Gunners.
Namun meski sempat dibekap cedera, Bellerin tetap tunjukkan kualitas sebagai salah satu bek kanan terbaik dunia. Malah, kini talentanya tidak hanya diminati oleh Barcelona yang ingin memulangkannya, namun juga Juventus, yang menyampaikan kekagumannya melalui pelatih Andrea Pirlo.
Pirlo ingin Bellerin mengisi sektor bek kanan Juventus yang selama ini kerap diisi Juan Cuadrado. Padahal, Cuadrado bukan bek kanan asli melainkan gelandang sayap. Jika bergabung dengan Juventus, Bellerin akan bereuni dengan mantan rekan setimnya di Arsenal, Aaron Ramsey. Gelandang asal Wales itu hengkang pada bursa transfer awal musim lalu dengan status bebas transfer.
Mauro Icardi
Tak banyak yang tahu jika Icardi pernah menimba ilmu di akademi sepak bola terbaik dunia, La Masia, Barcelona. Icardi lalu datang ke Italia melalui Sampdoria, bergabung dari Barcelona dengan status pinjaman. Ia bermain di tim junior pada 2011/12 mencetak 19 gol dalam 23 laga di level Primavera.
Di musim pertamanya, sejak masuk ke tim utama Sampdoria, Icardi berhasil mencetak 10 gol dalam 31 laga. Pada 16 Juli 2014, Icardi resmi diumumkan sebagai pemain Inter Milan. Icardi kemudian diberikan nomor punggung 9. Icardi mengatakan, hijrah ke Inter adalah mimpi yang menjadi nyata. Ia menyebut ‘mendapat banyak tawaran tapi lebih memilih Inter’.
Meski sempat terbeli berbagai isu miring, Icardi sukses menjadi andalan La Beneamata. Semasa membela Inter, ia mampu mengemas 124 gol dalam 219 laga.
Setelah tampil luar biasa di Inter, kini nama Icardi menggema bersama tim asal ibukota Prancis, Paris Saint Germain.
Thiago Alcantara
Thiago berhasil mencuri perhatian pemandu bakat Barcelona saat masih berusia muda, tepatnya kala dirinya masih berada di klub bernama Ed Val Minor Nigran. Secara bertahap, Thiago menjajaki setiap level dalam hirarki klub mulai dari tim muda hingga Barcelona B. Di Barcelona B, ia bertemu dengan Guardiola untuk pertama kalinya.
Guardiola, yang mendapatkan promosi menjadi pelatih tim utama, memberinya kesempatan menjalani laga debut pada tahun 2009 lalu saat Barcelona melawan Real Mallorca. Thiago berhasil membuktikan dirinya sebagai produk berkualitas dari La Masia berikutnya setelah Lionel Messi dan Sergio Busquets.
Namun setelah itu, dia memilih pergi dari klub dan mengikuti jejak Guardiola menuju raksasa Jerman, FC Bayern. Saat itu, alasannya pergi adalah karena jarang mendapat kesempatan kala berada di bawah asuhan Tito Vilanova. Minimnya kesempatan tampil di Barcelona membuat Bayern Munchen tidak menemui kesulitan berarti untuk membawanya pindah ke Allianz Arena.
Pada musim terakhir Guardiola di Bayern Munchen, Thiago diberi kepercayaan tampil sebanyak 42 kali di berbagai ajang. Sejak saat itu pula, dia terus menjadi andalan Bayern hingga menjadi salah satu aktor penting The Bavaria yang sukses mengangkat trofi Liga Champions Eropa musim lalu.
Kini, berkat kegemilangannya di atas lapangan, Thiago melanjutkan petualangan ke Inggris dan berniat menuju panggung juara bersama Liverpool.


