Sepakbola menjadi olahraga yang menarik untuk disaksikan. Bukan soal kalah atau menang, namun lebih kepada permainan menawan di atas lapangan. Bagi penggemar sepakbola sejati, kalian pasti sering menonton kompetisi sepakbola entah itu Liga Inggris, Spanyol atau Italia tiap akhir pekan.
Jika dicermati, dalam pertandingan sepakbola pasti ada satu pemain yang mengenakan atribut berbeda dibanding yang lainnya. Pemain itu adalah seorang penjaga gawang yang memakai jersey yang berbeda dengan rekan satu timnya.
Hal itu merupakan salah satu dari sekian banyak aturan yang ada dalam dunia sepakbola. Terkait dengan seragam kiper yang berbeda, hal itu memang diwajibkan oleh FIFA. Penjaga gawang harus memakai seragam yang membedakan mereka dari para pemain lain dan wasit.
Aturan tersebut tercantum dalam Laws of the Game FIFA dalam Aturan 4 Tentang Perlengkapan Pemain di bagian pembahasan Warna yang berbunyi bahwa ‘Setiap penjaga gawang harus memakai warna yang membedakannya dari pemain lain, wasit dan asisten wasit’
Umumnya seorang penjaga gawang memakai jersey khusus kiper saat bertanding di atas lapangan. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Bernd Leno saat membela Arsenal melawan Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-10 Liga Primer Inggris 2020/21.
Biasanya Leno memakai kostum kiper berwarna hijau terang, tapi untuk laga yang berlangsung di Emirates Stadium tersebut, ia mengenakan kostum tandang pemain biasa atau non-kiper berwarna putih, sedangkan 10 pemain Arsenal lainnya mengenakan baju kebesaran berwarna merah.
Leno memakai jersey tandang Arsenal itu bukannya tanpa alasan. Bukan untuk gaya-gayaan, ataupun menarik simpati penonton. Tapi ada alasan khusus yang memaksa kiper asal Jerman itu menggunakan kostum tandang Arsenal berwarna putih.
Alasan pemilihan seragam yang tak biasa tersebut dikarenakan penjaga Wolverhampton Wanderers, yakni Rui Patricio juga menggunakan jersey yang berwarna hijau. Dalam aturan Premier League, penjaga gawang tidak boleh mengenakan serangan dengan warna sama, meski berada di ujung lapangan yang berbeda.
Aturan itu dibuat mungkin untuk menghindari kebingungan yang bisa terjadi apabila salah satu kiper meninggalkan gawangnya untuk menyambut sepak pojok atau tendangan bebas. Hal tersebut biasanya terjadi di menit-menit akhir pertandingan, meski tidak menutup kemungkinan terjadi di tengah laga.
Sebenarnya Wolves sebagai tim tamu yang bertanggung jawab atas kesamaan warna kostum kiper, tapi mereka tiba di Emirates Stadium tanpa membawa warna cadangan, yang berarti memaksa Leno untuk berganti pakaian.
Tim berjuluk Meriam London pun mengonfirmasi perubahan seragam tersebut beberapa saat sebelum kick off. Namun, tidak dijelaskan lebih jauh mengapa mereka lebih memilih jersey tandang yang berwarna putih untuk dikenakan Bernd Leno.
Padahal, skuad asuhan Mikel Arteta itu masih memiliki seragam kiper lainnya yang berwarna. Sayangnya, warna hitam mungkin saja juga tidak boleh dipakai untuk saat itu karena sama seperti seragam wasit yang digunakan oleh Michael Oliver.
Pada laga itu sendiri, seragam putih Leno tampaknya tidak bertuah, pasalnya Arsenal takluk di tangan Wolves dengan skor tipis 2-1. Gol tim tamu dicetak oleh Pedro Neto dan Daniel Podence. Sedangkan the Gunners membuat gol melalui aksi Gabriel.


