Enam tahun lalu, nama Sadio Mane masih terdengar asing di telinga pecinta sepak bola. Namun, pemain kelahiran Senegal itu, kini menjelma menjadi seorang superstar lapangan hijau. Bahkan Mane menjadi salah satu kandidat kuat peraih Balon D’or 2019.
Dalam tiga musim terakhir, Mane kerap kali menjadi sorotan berkat penampilannya yang impresif bersama Liverpool. Kualitas individu Mane tak perlu untuk diragukan lagi. Selain memiliki kemampuan teknik berkualitas, Mane juga punya etos kerja tinggi dan mau berkorban demi tim.
Di Inggris, Mane menjadi salah satu striker yang ditakuti oleh bek-bek lawan. Torehan 70 gol dari 140 penampilan di semua kompetisi juga sudah ia persembahkan untuk Liverpool.
Selama berkarir menjadi pesepakbola, berbagai prestasi sudah Mane dapatkan. Mulai dari gelar liga Austria, Austrian Cup, hingga trofi liga champions. Serta beberapa penghargaan individu, salah satunya adalah gelar pemain terbaik Liverpool pada musim pertamanya.
Selain dikenal sebagai pemain bintang, Mane juga dikenal karena mempunyai sisi kemanusiaan yang luar biasa. Kesuksesan karirnya dalam sepak bola ternyata tidak membuatnya tinggi hati dan melupakan jati diri.
Meskipun berstatus pemain bintang, Mane memilih hidup biasa-biasa saja dan sederhana. Pemain timnas Senegal itu pernah mengatakan bahwa pakaian bermerek, mobil mahal, dan rumah mewah bukan prioritas dalam hidupnya.
Kemudian, Mane menilai kalau semua kemewahan tersebut tidak bermanfaat bagi orang lain. Ia justru lebih senang menggunakan harta kekayaan miliknya untuk membantu orang lain.
Sebagai pemain, Mane kerap di sanjung karena kerendahan dan kemurahan hatinya. Liku-liku hidup yang ia jalani tampaknya ikut menempanya menjadi sosok seperti itu. Berkat gaji yang cukup banyak, Mane kerap membantu orang yang membutuhkan.
Liverpool FC footballer Sadio Mane cleaning the mosque toilets and wudhu area. mA #humbling pic.twitter.com/eNIxZzSLTf
— Khalil Laher (@khalillaher) September 1, 2018
Beberapa bulan lalu, seperti yang dilansir dari The Sun. Mane, yang baru saja memimpin timnas senegal ke final Piala Afrika 2019 menuju tempat kelahirannya di desa Bambali untuk memeriksa salah satu proyek yang ia danai, yakni pembangunan sekolah.
Mane membangun sekolah di desanya dengan tujuan agar anak-anak di lingkungan tersebut dapat menempuh pendidikan dengan layak dan kelak menjadi orang yang sukses.
Pemain yang biasa beroperasi di sayap kiri itu mendonasikan 200 ribu poundsterling atau Rp 3,4 miliar pada April tahun 2018 untuk pembangunan sekolah tersebut.
Sadio Mane visiting a school he is helping to build in his home village of Bambali in the region of Sedhiou, Senegal. pic.twitter.com/W8ElYNLJrw
— DaveOCKOP (@DaveOCKOP) July 28, 2019
Selain membantu membiayai pembangunan sekolah, Mane juga dikabarkan pernah membantu perombakan masjid tempat ayahnya biasa menjadi imam. Bahkan, Pada akhir tahun 2018, Ia juga sempat menghebohkan publik karena mau membersihkan toilet di sebuah masjid.
Sisi kemanusiaan lain penyerang berusia 27 ini adalah mengirimkan bantuan dana untuk para keluarga miskin di kampung halamannya. Mane sering membagikan uang sekitar 70 paun atau sekitar Rp 1,2 Juta kepada para penduduk miskin di desanya.
The Imam of a Liverpool Mosque : “Sadio often comes to the mosque , at home he has a Bentley but he comes to us in an ordinary car “. He’s not out seeking attention and nor is he arrogant. He even helps clean the Mosque toilet.” The simplicity of Sadio Mane ❤️ #LFC. pic.twitter.com/Qj4cxewiLU
— Grizz* (@GrizzKhan) January 11, 2020
Sedangkan untuk pengembangan sepak bola, Mane membagikan alat-alat permainan, seperti bola dan kostum kepada beberapa akademi sepak bola di Senegal.
Baru-baru ini, Aksi mulia Mane kembali viral di media sosial. Sadio Mane yang tengah bersama Timnas Senegal dalam mengarungi kualifikasi piala Afrika 2021, tak malu membantu tim pelatih mengangkut botol-botol air untuk minum rekan setimnya.
Dalam video berdurasi 19 menit, Mane tampak membawa beberapa krat botol air putih. Terlihat dalam video itu, Mane menjadi salah satu pemain yang berhenti dan membantu para staff, padahal rekan tim yang lebih dulu turun dari Mane tampak melewati staff tersebut.
Sadio Manè helping carry water off the bus with Senegal! Team player off the pitch too! Great example and role model to all young players and others who don’t work together! Values off the pitch have positive outcomes on the pitch! #TeamBehindTheTeam #AlwaysHelpTheKitMan pic.twitter.com/gwUjm0xWzT
— Gareth Davies (@g5davies) November 15, 2019
Kini berkat sisi kerendahan hatinya, Mane menjadi pemain yang hebat baik di dalam dan luar lapangan.


