Cuma butuh semusim, Chelsea merengkuh trofi setelah hancur dalam beberapa musim. Musim 2024/25 menjadi masya Allah tabarakallah bagi The Blues. Di musim itu dua trofi mayor diraih: Liga Konferensi Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Padahal itu Chelsea dipimpin pelatih anyar.
Dari sudut pandang fans Manchester United, ini tentu tidak masuk akal. Namun demikian, terlalu sempit jika mengatakan keberhasilan The Pensioners hanya karena Enzo Maresca seorang. Sebab yang kita lihat hanya kulitnya saja. Di balik itu Chelsea telah menyiapkan ramuan khusus.
Misinya bukan lagi jadi pesaing Arsenal, karena udah nggak level. Tapi mendominasi Inggris dan Eropa. Starting Eleven akan membongkar dapur Chelsea yang usut punya usut, resep rahasianya diambil dari Manchester City. Penasaran?
Daftar Isi
Sejak 2023
“Barang bekas adalah barang baru buat orang lain.” Mungkin adagium yang pas buat menggambarkan Chelsea. Bagai tukang rongsok, Chelsea keliling mencari barang bekas. Tapi The Blues tidak mendatangi rumah ke rumah atau dari satu pasar loak ke pasar loak lain, tapi hanya menuju satu rumah orang kaya yang diyakini punya barang bekas berkualitas.
Siapa rumah orang kaya itu? Ya, Manchester City. The Citizens itu hartawan yang tiap minggu beli barang baru, padahal yang lama masih ada atau malah belum kepake. Lihat saja, demi menggantikan Scott Carson sebagai kiper pelapis, City sampai merasa perlu membeli Marcus Bettinelli.
Maksudnya, kalau cuma nyari pelapis, kenapa City nggak ambil dari tim mudanya saja? Kalau sekadar buat pelapis doang mah, di skuad U21 mereka masih ada True Grant, Spike Brits, atau Jack Wint. Situasi begini yang dilihat Chelsea.
Manchester City sering mengabaikan bakat yang mereka tempa sendiri. Tidak salah, karena Josep Guardiola punya keterbatasan dan kriteria. Kalau semua masuk tim utama, siapa yang akan memperkuat tim muda dan tim akademi? Oleh karena itu banyak pemain akademi yang melarikan diri ke tempat lain. Chelsea termasuk yang terobsesi pada alumni akademi City sejak 2023.
Eksodus Bekas City ke Chelsea
Selama kurang lebih dua setengah tahun, Chelsea merekrut para mantan pemain dari akademi Manchester City. Agustus 2023 lalu, kamu mungkin masih ingat saat Chelsea mendatangkan Romeo Lavia seharga 62 juta euro dari Southampton. Lavia memang diboyong dari St Mary, tapi ia produk akademi Manchester City.
Di musim yang sama, The Blues juga mendatangkan Cole Palmer. Kalau yang ini dibeli dari City langsung. Tak kurang dari 47 juta euro digelontorkan buat menebus Palmer dari Manchester City. Kisah kepindahan Palmer ke Chelsea juga sempat menjadi perbincangan menarik. Starting Eleven Story pernah membahasnya.
Palmer awalnya dianggap aset masa depan Manchester City. Tapi di mata Pep Guardiola, pemain keturunan Saint Kitts and Nevis itu hanya pemuda tanggung yang penampilannya juga nanggung. Ketika Palmer jadi pemain penting Chelsea, banyak yang bilang kalau Guardiola menyesal menjualnya. Tapi bapaknya Valentina itu bilang tak menyesal melepas Palmer.
Setelah Palmer dan Lavia, eksodus pemain bekas akademi Manchester City ke Chelsea makin mirip migrasi burung pelikan. Ada Tosin Adarabioyo dan Jadon Sancho yang merapat musim lalu. Tosin memang dibeli dari Fulham dan Sancho dipinjam dari Manchester United, tapi keduanya adalah produk akademi Manchester City.
Setelah itu? Chelsea kian terobsesi pada alumni akademi Manchester City. Dua dari sekian pemain yang didatangkan juga terdeteksi pernah menimba ilmu di akademi Manchester City. Dua pemain itu adalah Liam Delap dan Jamie Gittens.
Bahkan nih ya, informasi terbaru, Chelsea mengincar mesin Premier League dari Aston Villa, Morgan Rogers. Dan, kalian tahu, Rogers pernah belajar di akademi Manchester City.
Pelatihnya Mantan Pelatih Akademi Manchester City
“Lho min, jangankan pemain, pelatihnya saja dari Manchester City.”
Exactly. Kalian benar. Chelsea musim 2024/25 dan beberapa musim yang akan datang masih akan dilatih Enzo Maresca. Bukan sosok kawakan. Karier kepelatihan pria 45 tahun baru seumur jagung. Maresca tadinya pelatih Leicester City.
Orang yang dari jarak 500 meter dilihat mirip Pep Guardiola itu membawa Leicester City promosi pada musim 2023/24. Nah, Maresca bukan hanya mirip Guardiola, tapi juga pernah menjadi asistennya. Pria yang mengawali kariernya di AC Milan itu bergabung ke Manchester City pada 2020.
Kalian benar, itu persis setahun setelah Mikel Arteta keluar dari timnya Pep di Manchester City, dan memilih karier sebagai manajer Arsenal. Tapi saat itu Maresca bukan menjadi asisten Pep Guardiola, melainkan masuk ke Tim Pengembangan Elit Manchester City sebagai pelatih tim muda.
Asal kalian tahu, hanya butuh satu musim melatih tim muda, Maresca membawa Manchester City U23 menjuarai Premier League 2 pada musim 2020/21. Gelar itu mengantarnya ke kursi pelatih kepala Parma yang berkutat di Serie B pada 2021. Sayang, Maresca hanya sebentar di klub legendaris itu.
Pada 2022, Maresca mendapat panggilan lagi dari The Citizens. Kali ini dari Pep langsung. Manajer berkepala plontos itu menginginkan Maresca yang juga berkepala licin sebagai asistennya, menggantikan Juanma Lillo yang hijrah ke Qatar.
Semusim menukangi tim muda Manchester City, Maresca telah mengenal sejumlah pemain dengan baik. Para pemain yang ia kenal betul potensinya di tim muda City seperti Cole Palmer dan Romeo Lavia bahkan sudah membela Chelsea.
Jelang musim baru bergulir, Chelsea membeli Liam Delap juga tak ada lain karena Maresca mengerti betul potensi sang pemain. Selama melatih tim muda City, Delap jadi striker andalannya, di mana ia bisa mencetak 24 gol di Premier League 2.
Di Belakang Layar
Bukan hanya pemain dan pelatih, pejabat di belakang layar yang posisinya begitu krusial untuk membangun filosofi Chelsea dari akar, juga diambil dari Manchester City. Kita mundur pada Januari 2023. Ini barangkali baru kamu dengar informasinya. Jadi, perhatikan baik-baik.
Kala itu untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Chelsea punya direktur profesional sepak bola dan scouting. Joe Shields yang sebelumnya bekerja di Southampton sebagai kepala pencari bakat ditunjuk mengisi posisi tersebut. Tugasnya membantu Paul Winstanley dan Laurence Stewart. Kalian tahu siapa Joe Shields?
Shields memang direkrut dari Southampton, tapi pernah bekerja di Manchester City cukup lama, yakni sejak 2013 hingga 2022. Dari tahun 2013 sampai 2018, Shields hanya staf pencari bakat muda. Namun jabatannya naik menjadi kepala staf pencari bakat muda di Manchester City pada 2018.
Shields jugalah yang literally menemukan sejumlah pemain seperti Cole Palmer dan Phil Foden. Setelah tahu ini, jadi paham kan kenapa Palmer dibeli Chelsea? Tapi Shields bukan satu-satunya orang penting di akademi Manchester City yang melompat ke Stamford Bridge. Ada nama lain, yaitu Glenn van der Kraan. Baru denger?
Oktober tahun lalu, Chelsea merekrut Glenn sebagai direktur teknik akademi. Dan, pria yang mengambil master kepelatihan di Johan Cruyff Institute itu sebelumnya adalah kepala pelatih di akademi Manchester City.
Usaha Menjiplak Manchester City
Merekrut pemain, pelatih, bahkan staf dan kepala staf akademi Manchester City bisa dikatakan sebagai cara Chelsea untuk “mencuri” cetak biru Manchester Biru. The Blues sepertinya jatuh cinta pada cara Manchester City dalam mendominasi Premier League. Chelsea berhasrat ingin meniru hal tersebut.
Menariknya, yang jadi poin utama Todd Boehly dan Behdad Eghbali sepertinya dari sisi pengembangan pemain mudanya. Chelsea menyaksikan bahwa setiap tahunnya, City sukses menelurkan pemain hebat yang sayangnya, sering tak terpakai di tim utama.
Chelsea mungkin saja menginginkan hal serupa, makanya merekrut bekas pejabat di akademi Manchester City. Sebelum ini, tepatnya pada 2020, Chelsea pernah meniru City, tapi hanya dari segi taktiknya saja. Saat itu taktiknya Frank Lampard mirip dengan Guardiola.
Nah, musim ini dan musim-musim yang akan datang, bukan hanya taktik yang sedikit meniru City lewat Enzo Maresca, tapi juga pengembangan pemain. Buat apa? Yah, siapa tahu Chelsea bisa menjaring dan mengembangkan lebih banyak pemain muda. Bukan hanya buat Chelsea saja, melainkan bisa dijual ke klub lain.
Namun, yang mungkin tidak disadari, ketika Chelsea meniru City, City pun sejatinya meniru klub lain. Kerajaan sepak bola yang dibangun Sheikh Mansour itu juga idenya tidak diproduksi sendiri, melainkan mencurinya Barcelona.
Sumber: TheGuardian, ThePrideOfLondon, OneFootball, ChelseaFC, Detik, OneFootball


