Manuel Neuer merupakan salah satu penjaga gawang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, penampilan kiper 32 tahun ini semakin jauh dari kata sempurna.
Pada laga melawan Liverpool beberapa waktu lalu, dirinya yang kurang jeli bahkan membuat Sadio Mane mampu mencetak gol yang cukup unik. Gol pertama The Kop tersebut benar-benar membuat banyak pasang mata terbelalak.
Tepat di menit 26, Mane bergerak cepat meninggalkan Rafinha demi menerima umpan mengejutkan yang dilancarkan Virgil van Dijk dari zona pertahanan Liverpool. Pergerakan Mane ini membuat struktur pertahanan Bayern hancur, sehingga Manuel Neuer bergegas meninggalkan gawangnya.
Ketika bola telah mendarat sempurna, Mane berhadapan sangat dekat dengan Neuer di ujung kotak penalti. Menariknya, Mane tak panik ketika dihadapkan dengan kiper berkebangsaan Jerman itu. Dia memantulkan bola ke belakang dengan kaki kirinya, sebelum memutar tubuh dengan jarak yang cukup jauh.
Tindakan ini membuat Neuer, Rafinha dan Niklas Sule yang berada di dekatnya sempat membeku seperti manekun sepersekian detik. Mengetahui hal itu, Mane kembali mengambil bola dan sedikit berputar sebelum akhirnya menceploskan bola kedalam gawang.
Kiper Liverpool, Alisson, yang juga tampil cukup gemilang seolah membuat nama besar Neuer tampak biasa-biasa saja.
Di era sepak bola modern, nama Neuer sudah mulai ditinggalkan. Dirinya tak segemilang dan tak seindah dulu. Ketenarannya di Bundesliga bahkan mulai runtuh dengan kecemerlangan Roman Burki dibawah mistar Borussia Dortmund.
Menurut statistik pergerakan keduanya dalam setiap laga, Neuer bukanlah kiper yang paling ‘berani’ lagi. Burki tercatat lebih sering melakukan penyelamatan dan umpan diluar area penalti. Di era sepakbola sekarang, kreatifitas Neuer dalam menjaga gawang sudah tidak seapik penjaga gawang yang mulai tampil gemilang seperti Alisson Beker, Ederson Moraes, bahkan Roman Burki.
Performanya cenderung menurun dan layak untuk menyerahkan tugasnya kepada yang lebih muda dan tentunya berbakat nan kreatif.
Yang paling mencolok adalah saat kegagalannya dalam menjaga gawang tim nasional Jerman pada gelaran Piala Dunia 2018 lalu, Dirinya bahkan tak mampu membawa Tim Panser lolos dari fase grup. Banyak yang menyayangkan jika Low lebih memilih Neuer sebagai kiper. Padahal ia baru saja pulih dari cedera dan disitu ada nama kiper berbakat yang bermain untuk FC Barcelona, Ter Stegen.
Anehnya lagi, pelatih Jerman itu masih akan memakai jasa sang kiper pada gelaran Piala Eropa 2020 mendatang. Meskipun secara penampilan menurun, namun Low masih tetap membuka peluang untuk memainkan Neuer di Piala Eropa 2020.
Akan tetapi pelatih berusia 58 tahun itu juga tidak menepis kemungkinan akan menjadikan kiper andalan Barcelona, Marc-Andre ter Stegen sebagai kiper nomer satu Jerman di kejuaraan terbesar se antero Eropa tersebut.
“Jika tidak ada yang luar biasa terjadi, Neuer akan menjadi Nomor 1 sampai Piala Eropa,”
“Aku tidak ingin mengesampingkan performa Marc-Andre. Dia juga kelas dunia sekarang. Marc telah meningkat luar biasa, tetapi kami berencana dengan Manu sebagai No. 1 hingga 2020.”
Sementara itu, legenda Jerman, Lothar Matthaeus, menyarankan Joachim Loew untuk mencadangkan Manuel Neuer. Menurutnya, sudah saatnya Jerman memercayakan kiper utama kepada Marc Andre Ter Stegen. Matthaeus beranggapan bahwa cedera panjang yang diderita Neuer membuat performanya menurun. Kendati sudah pulih dan kembali bermain bersama Bayern Munich musim ini, ia mengatakan kemampuan terbaik sang kiper belum cukup maksimal.
“Manuel Neuer saat ini tidak dalam bentuk terbaiknya setelah mengalami cedera serius. Dia belum kembali ke performa yang membuatnya menjadi kiper terbaik di dunia empat kali,” kata Matthaeus seperti dilansir dari goal.
Semakin menurunnya performa Neuer, masih pantaskah ia disebut sebagai salah satu kiper terbaik di dunia?


