Jika Cristiano Ronaldo sekarang mulai ramai menghiasi linimasa YouTube sepak bola, kita malah kehilangan jejak Lionel Messi. Terakhir kali, berita-berita mengenai King Leo menghiasi linimasa dunia maya adalah ketika dirinya berbahagia menyabet trofi Copa America keduanya.
Sebenarnya, apa yang terjadi dengan GOAT kita ini? Apa jangan-jangan Leo diam-diam sudah pensiun? Mengingat usianya sudah menyentuh angka 37 tahun ini. Apa malah Leo diam-diam buka usaha makanan seperti mantan klubnya? Daripada spekulasi kita makin lama makin ngawur, mendingan kita bahas aja deh.
Leo Messi Terkena Cedera
Lionel Andres Messi terakhir kali terlihat pada tanggal 15 Juli 2024. Kala itu Messi sedang berbahagia bersama rekan-rekannya setelah mereka berhasil melewati capaian sang tetangga, Uruguay, di ajang Copa America. Trofi yang King Leo angkat di Miami tersebut membuat Argentina memiliki satu trofi lebih banyak dari Uruguay, yakni 16 trofi.
Meskipun demikian, perayaan terhadap kemenangan ini tak segegap gempita saat mereka meraih Piala Dunia 2022. Tak ada lagi Leo Messi tidur dengan trofi dan tak ada lagi Leo Messi ikut arak-arakan trofi. King Leo tiba-tiba menghilang di kegelapan malam. Keberadaannya menguap begitu saja, seperti angin yang masih menjadi misteri di Stadion Kanjuruhan.
Tapi coba kalian ingat-ingat dulu deh, apakah Leo Messi bermain penuh di laga final lawan Kolombia lalu? Tidak, kan. Lantas, kenapa King Leo ditarik oleh Lionel Scaloni kala itu? Alasan taktikal? Duh, berani bener menarik keluar GOAT demi urusan taktikal. Ya jawabannya tak lain dan tak bukan karena King Leo mengalami cedera.
King Leo mengalami masalah di kaki kanannya setelah kakinya diganggu oleh Santiago Arias. King Leo terkapar dan mengerang kesakitan. Seakan reputasinya akan berakhir jika mereka kalah dari Kolombia. Ia pun akhirnya divonis tak bisa lagi melanjutkan pertandingan. Gimana mau lanjut main, wong buat jalan aja pincang?
Sebenarnya, sejak awal kompetisi, Leo sudah mengalami masalah dengan kakinya. Pada laga perdana, ia dihajar kapten Kanada, Moise Bambito, namun belum bereaksi apa-apa. Barulah di laga kedua, ia sampai harus menerima penanganan medis setelah dinakali pemain Chile, Gabriel Suazo.
Untungnya, ketakutan Leo Messi tadi tidak terjadi. Seluruh dunia tidak jadi menyorot kegagalannya. Gol semata wayang Lautaro Martinez di babak tambahan waktu membuat Argentina menang dan King Leo tersenyum girang.
Setelah momen itu, Leo Messi menghilang karena harus melakukan perawatan intensif. Kaki kanannya yang membengkak tak bisa ditinggal tidur lantas sembuh dengan sendirinya. Ini bukan koreng, Bos! Pun setelah dirinya langsung terbang ke Miami untuk menjalani perawatan, anklenya tak kunjung sembuh.
Awalnya, Messi diperkirakan sudah bisa bermain pada tanggal 27 Juli 2024 di ajang League Cup. Tapi pada kenyataannya, Lionel Messi masih harus menepi lebih lama. Setidaknya hingga minggu pertama bulan September, Messi masih belum terlihat saat Inter Miami berhasil mengalahkan Chicago Fire pada pekan ke-29 MLS 2024.
Leo Messi is back out after an injury scare 🤕 pic.twitter.com/IuvtG1sv2P
— B/R Football (@brfootball) July 15, 2024
Argentina Ketergantungan Leo Messi?
Cedera yang Leo alami ini pun tak hanya memberi dampak untuk Inter Miami, tapi juga terhadap Timnas Argentina. Karena tak kunjung sembuh, Lionel Scaloni akhirnya tak membawa Messi pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONMEBOL. Nomor 10 yang Leo warisi dari Juan Roman Riquelme akhirnya dipakai oleh Paulo Dybala. Ban kapten pun sementara berpindah ke lengan Nicolas Otamendi.
Hasilnya? Argentina kalah saat bertandang ke Kolombia. James Rodriguez dan kolega berhasil membalaskan dendamnya pada laga final dengan skor 2-1. Sebenarnya, pada laga pertama, Tim Tango berhasil menang 3-0 dari Chile. Tapi sudahlah, wong Chile memang sedang terseok-seok di papan bawah, pun Argentina main di kandang.
Kekalahan Argentina dari Kolombia ini langsung memunculkan narasi bahwa Argentina sepertinya sangat ketergantungan terhadap Messi. Wajar sih, sejak debut pada tahun 2005, Messi perlahan tapi pasti menjelma menjadi sosok sentral Argentina. Bahkan setelah Piala Dunia 2010, Leo akhirnya ditunjuk sebagai kapten.
Pengaruhnya selama hampir dua dekade di Argentina masih sulit untuk dihilangkan. Argentina seakan kecanduan dengan kehadiran Leo Messi. Ia seakan narkoba yang telah mempengaruhi tubuh Tim Tango selama dua dekade terakhir. Kebayangkan butuh berapa lama waktu rehabilitasinya?
Meskipun seharusnya Argentina mulai menyiapkan plan permainan tanpa Leo Messi, ketakutan akan pensiunnya Lionel Messi dari tim nasional tetap ada. Mengingat, usia Leo sudah tidak muda lagi. Apabila kelak dirinya masih tampil di Piala Dunia 2026, berarti usianya sudah menyentuh 39 tahun. Kasihan juga, sesepuh itu masih harus menggendong satu negara.
Namun, Scaloni masih percaya bahwa Leo Messi masih bisa bermain lebih lama lagi untuk Argentina. Ia yakin bahwa pada jeda internasional bulan Oktober nanti, Messi sudah bisa merumput kembali.
Jika memang Messi masih diproyeksikan hingga Piala Dunia 2026, tahun 2025 nanti kita berarti akan menemukan sebuah momen unik pada Finalissima 2025. Sebab, Leo Messi akan bertanding melawan bocah yang pernah dimandikannya, Lamine Yamal.
🇨🇴 COLOMBIA 2-1 ARGENTINA 🇦🇷
The World Champions are BEATEN! #Eliminatorias
Wow! 🤯 pic.twitter.com/I5nWKJ250g
— ⭐ Football Experts (@Futball_Experts) September 10, 2024
Alhamdulillah, Leo Messi Hampir Sembuh dan Berbahagia
Terbaru, kondisi Messi dikabarkan sudah cukup membaik. Dirinya kini sudah tak lagi pincang. Ia pun sebenarnya sudah mulai mengikuti sesi latihan Inter Miami. Namun, jajaran kepelatihan Inter Miami memilih untuk menunggunya pulih total.
“Aku pikir Leo Messi pun memutuskan untuk menepi beberapa minggu lagi. Sebab, kali ini kami pun masih menjalani laga jeda internasional,” ujar rekan setim Leo Messi, Julian Gressel, dikutip dari Goal.
Rekan setim Messi tersebut pun meyakini bahwa kembalinya sang mega bintang ke starting line up Inter Miami akan membuat para lawannya gentar. Kembalinya peraih 8 gelar Ballon d’Or tersebut pun akan sangat berguna untuk perjuangan Inter Miami di kancah domestik.
Inter Miami memang sementara masih bertengger di posisi teratas MLS Wilayah Timur hingga jeda internasional bulan September berlangsung. Kendati begitu, perolehan poin mereka masih sangat bisa dikejar oleh Cincinnati dan Columbus Crew yang berada di posisi dua dan tiga. Oleh karena itu, kembalinya King Leo bisa membantu Inter Miami mengunci gelar sebagai jawara Wilayah Timur.
Selain itu, Leo Messi pun sedang berbahagia, sebab buah hatinya, Thiago, sedang tampil apik bersama tim junior Inter Miami. Terakhir, anak tertua Leo Messi dan Antonela Roccuzzo ini berhasil mencetak sebuah gol spektakuler kala Inter Miami U13 melumat Orlando City Youth 10-1 pada awal bulan September 2024. Sebelumnya, pada bulan Februari 2024, bocah yang konon penggemar Cristiano Ronaldo tersebut juga mencetak gol penting yang membuat Inter Miami U13 menyabet trofi.
@trimsksh_ Thiago messi!! GOAL!!!🔥⚽ start new season with a goals against Orlando FC!!!😎🔥#thiagomessi #messi #fyp ♬ Pink Lemonade (Hood Trap) – LeoStayTrill & Mr Reload It


