Setelah pulang dari Jeddah, Timnas Indonesia akan disambangi Australia yang akan mencoba mencuri poin di Gelora Bung Karno pada 10 September 2024. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya di Grup C dan pertemuan keduanya di tahun 2024.
Sebelumnya, Tim Garuda sudah bertemu Socceroos di Bulan Januari pada ajang Piala Asia. Kala itu, Indonesia dibabat habis oleh anak asuh Graham Arnold. Namun, kali ini Indonesia datang bertempur dengan semangat dan materi yang berbeda. Lantas, seperti apa kesiapan keduanya jelang laga seru yang akan digelar Selasa malam nanti?
Daftar Isi
Shin Tae-yong Siap Membalaskan Dendamnya
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, laga ini merupakan laga kedua Timnas Indonesia menghadapi Australia di tahun 2024. Pada pertemuan Socceroos melumat habis Tim Garuda 4-0. Namun, kali ini ceritanya bisa berbeda. STY siap untuk menjalankan misi balas dendamnya.
Apabila berkaca dari apa yang telah STY lakukan bersama Timnas U-23, anggapan misi balas dendam tersebut tentu bukan sesuatu yang muluk-muluk. Pada Bulan April 2024 lalu, Shin Tae-yong berhasil membawa Garuda Muda membalaskan kekalahannya atas Australia di ajang Piala Asia U-23.
Hal tersebut adalah sebuah peningkatan dari apa yang terjadi di ajang kualifikasi turnamen tersebut. Pada fase kualifikasi, Garuda Muda dihajar 2 kali dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Itu terjadi pada akhir Oktober 2021. Pun dari dua kekalahan tersebut, STY memperlihatkan bahwa ia belajar dari apa yang dialaminya.
Buktinya, STY hanya kalah 1-0 di laga kedua setelah pada laga pertama terbobol 3 gol dengan hasil akhir 2-3 untuk Australia. Uniknya lagi, pada dua laga tersebut, Graham Arnold adalah orang yang memegang nakhoda Socceroos muda. Artinya, STY sudah familiar dengan muslihat yang akan dimainkan mantan asisten Guus Hiddink tersebut.
Lagi pula, saat melatih Timnas Korea Selatan U-23, Shin Tae-yong juga sudah pernah mengalahkan Australia. Kala itu, mereka bertemu dua kali dalam ajang uji tanding untuk persiapan kualifikasi Olimpiade. Hasilnya? STY babat habis Socceroos muda dengan hasil akhir 2-0 dan 2-1.
Pun, pada 2 laga tersebut, ada 3 nama pemain yang ternyata nanti akan ikut dalam rombongan Graham Arnold yang akan melawat ke Jakarta. Mereka adalah Cameron Burgess, Adam Taggart, dan mas-mas kalcer, Jackson Irvine.
Masih belum yakin? Satu fakta lagi, deh. Saat masih melatih Seongnam Ilhwa, Shin Tae-yong pernah bertemu klub Australia, Central Coast Mariners, pada fase grup AFC Champions League 2012. STY saat itu meriah sebuah hasil imbang dan sebuah pesta gol 5-0 ke gawang Matthew Ryan, yang mana merupakan kiper Timnas Australia sekarang. Lalu, kalian tahu siapa pelatih klub yang STY bantai kala itu? Yap, tak lain dan tak bukan, Graham Arnold.
Dari sini sudah bisa dilihat bahwa Shin Tae-yong sudah kenyang pengalaman menghadapi Australia, khususnya Graham Arnold. Ditambah dengan amunisi-amunisi baru yang sudah didapatkan guna merampungkan puzzle skuad impiannya, Shin Tae-yong pasti akan belajar dari apa-apa yang sudah ia alami.
Amunisi Berbeda Timnas Indonesia
Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, amunisi Timnas Indonesia pun berbeda dengan yang Australia hadapi pada bulan Januari lalu. Setidaknya, ada 3 nama yang tak akan Australia temui dari Timnas Indonesia di tanggal 10 September nanti. 3 nama tersebut merupakan starter pada bulan Januari yang kali ini tak dipanggil STY lagi, yakni Jodi Amat, Yakob Sayuri, dan Elkan Baggot.
Jordi dan Yakob tak masuk ke dalam skuad Shin Tae-yong kali ini karena cedera, sementara untuk nama terakhir, kalian cari tahu sendiri aja ya. Tapi tenang saja, Indonesia masih punya pengganti ketiganya yang tentunya tak kalah gahar.
Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Maarten Paes merupakan nama-nama yang belum Australia hadapi pada Januari lalu. Ini jelas membuat Graham Arnold harus waspada. Senjata-senjata seperti merekalah yang bisa STY manfaatkan untuk mengeksploitasi ketidaktahuan lawan.
Pengalaman dan ketenangan Thom Haye jelas menjadi upgrade dari Ivar Jenner dan Justin Hubner yang kala itu dijadikan sebagai pemain tengah. Ragnar Oratmangoen bisa menjadi pengganti Yakob Sayuri. Jay Idzes jelas tak perlu kita ragukan lagi. Determinasi Calvin Verdonk siap meratakan sisi kanan tim Mathew Ryan. Serta Maarten Paes pasti tak akan rela debutnya hanya jadi pesta bagi Australia.
Meskipun, di atas kertas harus tetap kita akui, secara keseluruhan skuad Socceroos masih unggul dari anak asuh Shin Tae-yong. Kedalaman skuad tim lawan tetap lebih oke dari kedalaman tim Garuda. Sebab, banyak dari pemain mereka yang bermain di kompetisi yang kualitasnya lebih oke dari hampir setengah pemain Indonesia.
Namun, fakta bawah kali ini Indonesia akan bermain melawan Australia di Gelora Bung Karno pastinya akan membuat mental para penggawa meningkat berkali-kali lipat. Misi menjegal Australia mencuri poin bukan sekadar hiperbola, namun inilah saatnya memberi Australia pelajaran di Jakarta.
📊 STATS: 🇮🇩Calvin Verdonk (27/DF) bersama 🇳🇱NEC Nijmegen (1st tier) di 🇳🇱Eredivisie musim 2024/25
4 Laga (full)
95.5 Sentuhan/Laga
82% Akurasi Operan
51.8 Operan Sukses/Laga
73% Akurasi Operan (Daerah Lawan)
26.8 Operan Sukses/Laga (Daerah Lawan)
61% Akurasi Umpan Panjang
33%… https://t.co/R82ZDplvR2 pic.twitter.com/WdJt9n6Rwm— . (@Indostransfer) September 1, 2024
Australia Relatif Tak Berubah
Sementara itu, skuad Graham Arnold relatif tak berubah dari yang terakhir mereka pakai di bulan Juni 2024. Bedanya, Graham Arnold hanya memanggil kembali beberapa pemain yang sudah pulih dari cedera seperti Craig Goodwin, Awer Mabil, Lewis Miller, Aiden O’Neill, dan termasuk pemain pemain muda Bayern Munchen, Nestory Irankunda.
Dilansir dari Fox Sport, Graham Arnold memberi sedikit bocoran tentang skema seperti apa yang akan ia lakukan guna menaklukkan Timnas Indonesia. Banyaknya winger yang ia bawa tampak seperti sebuah clue. Australia akan mencoba memanfaatkan pemain sayap untuk mengeksploitasi lawan.
“Pada dua laga tersebut khususnya, kami akan sangat membutuhkan tipikal pemain sayap seperti mereka,” ujarnya dikutip dari Fox Sport.
Awer Mabil, Craig Goodwin, Sammy Silvera, Martin Boyle, dan Nestory Irankunda merupakan para winger yang Arnold bawa kali ini. Nama terakhir bisa sangat membahayakan, apabila pemain muda Die Roten tersebut diberi kesempatan bermain. Sebab, cedera yang sempat dialami Irankunda membuat Graham Arnold sedikit khawatir.
Bek kiri Australia mungkin bisa menjadi titik terlemah mereka. Sebab, sang kapten, Aziz Behich, sedang tidak berada dalam performa terbaiknya. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Graham Arnold. Ia mengakui pemanggilan pemain keturunan Turki tersebut didasarkan pada sosoknya sebagai seorang kapten tim. Fakta ini bisa jadi makanan para winger Indonesia.
The Socceroos squad is IN and Graham Arnold has picked a pair of Isuzu UTE A-League stars to represent our country 🇦🇺🙌
Congratulations to Adam Taggart and Aziz Behich, who have both been named for the upcoming 2026 FIFA Men’s World Cup qualifiers against Bahrain and Indonesia… pic.twitter.com/rBMfYXCv8F
— Isuzu UTE A-League (@aleaguemen) August 30, 2024
Prediksi Pertandingan
Berkaca dari kebiasaan Shin Tae-yong, Indonesia sepertinya akan bermain dengan build up dari bawah. Thom Haye sebagai jangkar di tengah akan memiliki fungsi yang sangat vital dalam hal mengalirkan bola. Ia harus cerdik membaca permainan agar kesempatan Timnas untuk mencetak peluang semakin besar.
Terlebih ia ditopang dengan bek jago dan tenang sekelas Jay Idzes sehingga Sang Profesor bisa sedikit lebih tenang apabila harus sesekali keluar dari posnya. Namun, bermain di hadapan publik sendiri juga tak boleh membuat Indonesia lengah. Para pemain harus tetap fokus sebab Australia siap menghukum kesalahan yang Tim Garuda lakukan kapan saja.
Sementara itu, Australia kemungkinan besar akan bermain seperti kisi-kisi yang sudah Graham Arnold bocorkan. Sayap muda seperti Nestory Irankunda ataupun yang kenyang pengalaman seperti Martin Boyle siap memanfaatkan kelengahan para wing back kiri Timnas. Calvin Verdonk harus menyiapkan ekstra tenaga agar bisa naik turun di sisi kiri Indonesia.
Meski Australia akan memanfaatkan pemain sayap, pada akhirnya pertarungan akan tetap terjadi di lini tengah. Ini akan jadi urusan siapa yang bisa pegang bola dan mengalirkannya dengan baik. Sialnya, Australia punya pemain kaya pengalaman seperti Jackson Irvine.
Laga ini akan berjalan dengan ketat jika kedua tim bermain sangat rapi. Kesalahan-kesalahan kecil bisa saja menjadi pembeda. Apabila Indonesia bisa bermain ideal seperti ini, maksimal, Australia hanya akan pulang dengan membawa satu poin.
Tiket Indonesia vs Australia masih tersedia di https://t.co/n6fFdhCzLp 🎫
Amankan tiketnya, kawal perjuangannya! 🤝🇮🇩 https://t.co/IWErgmtfUX
— Timnas Indonesia (@TimnasIndonesia) September 2, 2024
Sumber: Transfermarkt, Taeguk Warriors, PSSI, Tempo, dan Fox Sport


