Salah satu kriteria utama dalam membuat sebuah naskah film adalah menyusun plot atau alur cerita. Bakal menjadi sebuah film yang epic apabila alur cerita yang dihadirkan sulit untuk ditebak. Istilah kerennya, plot twist.
Di dunia si kulit bundar, Aurelio De Laurentiis adalah salah satu sosok pembuat naskah sepak bola terbaik. De Laurentiis atau yang biasa disingkat ADL memang seorang maestro dan produser film kenamaan asal Italia. Pemilik dan presiden Napoli tersebut adalah sosok yang menyelamatkan klub berjuluk “Il Partenopei” itu dari kebangkrutan hingga akhirnya mengakhiri penantian 33 tahun lamanya untuk kembali merengkuh scudetto.
Akan tetapi, hanya dalam beberapa bulan setelah meraih scudetto ketiganya, nasib Napoli berubah 180 derajat. Dari tim yang menjuarai Serie A dengan rekor menakjubkan, kini mereka terancam menjadi juara bertahan terburuk dalam sejarah Serie A. Dan, tak lain dan tak bukan, pusat semesta dari bencana ini adalah Aurelio De Laurentiis.
Daftar Isi
Penunjukan Rudi Garcia yang Kontroversial
Napoli memang memulai musim kompetisi 2023/2024 dengan sebuah tantangan berat. Tak lama setelah bereuforia merayakan scudetto 2023, Napoli ditinggal pergi dua figur vitalnya, yakni sang pelatih Luciano Spalletti dan direktur olahraga Cristian Guintoli.
Ditengah rumor yang mengaitkan Napoli dengan nama-nama tenar semacam Antonio Conte, Gian Piero Gasperini, Julian Nagelsmann, Luis Enrique, Thiago Motta, serta Igli Tare dan Frederic Massara, ADL justru menjatuhkan pilihannya kepada Rudi Garcia dan Mauro Meluso.
Sebuah penunjukan yang boleh dibilang aneh tapi nyata. Pasalnya, Rudi Garcia yang pernah melatih AS Roma itu baru saja dipecat oleh klub sekelas Al-Nassr. Sementara, Mauro Meluso hanya punya pengalaman di klub-klub medioker, seperti Frosinone, Cosenza, Lecce, dan Spezia. Hasilnya, aktivitas transfer Napoli sunyi senyap dan di atas lapangan performa mereka tidak menunjukkan seorang juara bertahan.
Hanya dalam 12 pertandingan pertama musim ini, Napoli sudah nyaris menyamai jumlah kekalahan mereka musim lalu. Di bawah asuhan Rudi Garcia, Napoli cuma meraih 6 kemenangan, 3 kali imbang, 3 kali kalah, mengumpulkan 21 poin, dan tertinggal 10 poin dari pimpinan klasemen, Inter Milan.
Sesuai prediksi, Rudi Garcia gagal meneruskan tongkat estafet kesuksesan Luciano Spalletti. Baru 5 bulan bekerja, ia dipecat pada 14 November 2023.
Walter Mazzarri Buat Napoli Makin Suram
Setelah pemecatan tersebut, nama Fabio Cannavaro dan Igor Tudor santer dikaitkan untuk mengisi kursi kosong pelatih Napoli. Cannavaro yang memulai kariernya di Napoli bahkan sudah terlihat menonton langsung pertandingan klub masa kecilnya itu bersama Aurelio De Laurentiis.
Namun, publik kembali dibuat heran dengan keputusan ADL. Pasalnya, sang pemilik justru memilih CLBK dengan Walter Mazzarri, allenatore yang pernah menukangi Napoli di musim 2009 hingga 2013.
Mazzarri memang pernah mempersembahkan trofi Coppa Italia di musim 2012. Akan tetapi, masa kejayaan pelatih berusia 62 tahun itu sudah habis. Terbukti! Bukannya membaik, Napoli di bawah asuhan Mazzarri justru makin suram.
De Laurentiis sebenarnya sudah mencoba membantu kawan lawanya tersebut dengan mendatangkan pemain anyar di bulan Januari, seperti Pasquale Mazzocchi, Hamed Traore, Cyril Ngonge, dan Leander Dendocker. Namun, perubahan positif yang dikehendaki tak kunjung tercapai.
Dalam 12 pertandingan bersama Mazzarri, Napoli cuma meraih 4 kemenangan, 3 kali imbang, menelan 5 kekalahan, dan hanya mengumpulkan 15 poin. Dibanding Rudi Garcia, capaian Walter Mazzarri jauh lebih buruk. Selain membuat Napoli kini duduk di peringkat 9 Serie A, Mazzarri juga membuat Napoli langsung tersingkir di ronde pertama Coppa Italia.
Selama ditangani Mazzarri, situasi ruang ganti Napoli juga makin panas. Victor Osimhen yang kerap mendapat ujaran rasis, bahkan dari admin tiktok Napoli sendiri, dikabarkan mendapat privilese khusus. Meski kerap tantrum hingga terlambat kembali dari Piala Afrika, Osimhen dirumorkan mendapat perlakuan ekstra dari klub.
Kondisi tersebut membuat beberapa pemain Napoli tak senang hingga menuntut perlakuan yang serupa. Ini menjadi gambaran kalau drama yang terjadi di Napoli tak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga terjadi hingga luar lapangan.
Terancam Menjadi Juara Bertahan Terburuk, Napoli Tunjuk Francesco Calzona
Akhirnya, sebelum situasinya menjadi semakin runyam, Napoli memutuskan untuk memecat Walter Mazzarri pada 19 Februari 2024. Pemecatan tersebut menandai musim yang gila dari Napoli. Sebab, pemecatan tersebut dilakukan hanya dua hari sebelum Napoli menjamu Barcelona di babak 16 besar UCL. Selain itu, pemecatan tersebut menjadikan Napoli sebagai tim pertama dalam sejarah yang memecat dua pelatih dalam satu musim usai menjadi juara Serie A.
Selain makin gila, alur cerita Napoli musim ini juga makin sulit ditebak. Seolah sudah dipersiapkan dengan matang oleh Aurelio De Laurentiis, pemecatan Walter Mazzarri langsung diikuti dengan penunjukan Francesco Calzona sebagai pelatih ketiga Napoli musim ini.
Calzona sendiri merupakan mantan asisten Maurizio Sarri saat menukangi Napoli di musim 2015 hingga 2018. Ia juga merupakan mantan asisten Luciano Spalletti di musim pertamanya di Napoli. Di musim panas 2022, Calzona mundur karena pinangan timnas Slovakia yang menjadikannya pelatih kepala. Calzona adalah sosok yang meloloskan Slovakia ke Euro 2024.
Artinya, dengan menerima pinangan ADL yang konon langsung disetujui hanya dalam waktu dua detik, Francesco Calzona bakal menjalani “double job”. Sebab, ia tak meninggalkan jabatannya di timnas Slovakia dan hanya dikontrak Napoli hingga Juni mendatang. Calzona adalah pelatih Serie A pertama di era modern yang bakal melakukan pekerjaan tersebut.
Mengutip dari Football Italia, Calzona ternyata merupakan pilihan pertama yang sudah dipersiapkan oleh ADL. Secara teori, Calzona yang pernah beberapa musim di Napoli setidaknya mengenal 80% dari skuad Napoli musim ini.
Akan tetapi, pekerjaannya di Napoli saat ini punya beban dan tantangan yang amat berat. Pasalnya, Napoli sedang terancam menjadi juara bertahan terburuk dalam sejarah Serie A.
Untuk sementara ini, predikat juara bertahan terburuk masih disandang AC Milan di musim 1997 yang finish di peringkat 11 usai meraih scudetto di musim sebelumnya. Namun, sebelum Milan, Napoli adalah tim yang menyandang status tersebut.
Ini terjadi di musim 1991. Skorsing Diego Maradona yang kecanduan kokain berimbas pada gagalnya Napoli mempertahankan scudetto dan mengakhiri musim di peringkat 8.
Kini, Napoli berada di jalur yang sama untuk mengulang sejarah kelam tersebut, bahkan bisa lebih buruk lagi. Musim lalu, Napoli mampu mengumpulkan 65 poin, mencetak 58 gol, dan hanya kebobolan 15 gol dalam 24 pertandingan Serie A. Di titik yang sama di musim ini, Il Partenopei cuma meraup 36 poin, hanya menghasilkan 33 gol, dan sudah kebobolan 28 gol.
Berjarak 27 poin dari pimpinan klasemen Inter Milan, peluang Napoli untuk mempertahankan scudetto memang belum sepenuhnya sirna, tetapi sudah pasti mustahil untuk mengejarnya. Dan sekali lagi, pusat semesta dari plot twist yang sungguh gila ini adalah Aurelio De Laurentiis.
Bagian dari Skenario De Laurentiis?
Tahukah kamu football lovers? Aurelio De Laurentiis tengah mempersiapkan film tentang gelar liga pertama Napoli dalam 33 tahun terakhir. Dikutip dari The Athletic, film tersebut telah memasuki tahap post-production dan ADL ingin merilisnya pada bulan April mendatang. Selain direncanakan untuk ditayangkan di Stadio Armado Maradona, film tersebut rencananya juga akan didistribusikan ke bioskop-bioskop dan dijual ke platform streaming.
Melihat nasib Napoli musim ini, jadwal penayangan dan rencana ADL untuk menjual film tersebut terlihat tidak beretika. Tentu saja, kita mesti melihat dulu hasil kinerja Francesco Calzona dalam beberapa bulan kedepan.
Jika Napoli selamat dari skenario terburuk musim ini, film tersebut berpotensi menjadi box office layaknya prestasi Napoli musim lalu. Namun, jika skenario terburuk itu terjadi dan Napoli mengakhiri musim sebagai juara bertahan terburuk dalam sejarah Serie A, film tersebut mungkin hanya sekedar menjadi hiburan bagi pendukung Napoli untuk mengenang masa lalu.
Akan menjadi plot twist yang makin tidak tertebak jika ternyata perjalanan Napoli musim ini juga bakal difilmkan oleh ADL. Atau jangan-jangan, ini semua adalah bagian dari naskah film epic yang tengah dijalankan oleh Aurelio De Laurentiis?
Referensi: Goal, GFNItaly, Transfermarkt, Cult of Calcio, Football-Italia, The Athletic.


