Timnas Indonesia bermain dengan gaya Eropa, kenapa tidak? Di ajang Piala Dunia U-17 yang sudah di depan mata, timnas Garuda Muda kita kelihatannya sudah makin siap untuk bertempur. Bermain di rumah sendiri, dukungan penuh rakyat pasti membuat nilai lebih pasukan Garuda Muda di lapangan.
Nilai plus lainnya adalah, timnas kini punya penasihat tim yang nggak kaleng-kaleng dari Jerman. Rekam jejaknya juga mentereng, salah satunya menelurkan pemain hebat di Jerman. Ya, ia adalah Frank Wormuth. Pria inilah yang menjadi otak di balik Timnas U-17 nanti di Piala Dunia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan penunjukkan pelatih asal Jerman, Frank Wormuth sebagai konsultan pelatih tim U-17 akan mampu meningkatkan kualitas dan strategi permainan tim Merah Putih menuju FIFA World Cup U-17.
— PSSI (@PSSI) July 23, 2023
Kapasitas pelatih yang terakhir menukangi FC Groningen,… pic.twitter.com/up7FCy6Tr8
Daftar Isi
Siapa Frank Wormuth
Pria 63 tahun kelahiran Berlin itu adalah mantan pelatih Timnas Jerman U-20 periode 2010 hingga 2016. Selain itu, Wormuth juga pernah menjadi tangan kanan Joachim Loew saat melatih Fenerbahce di era 1990-an. Sebelum dikontrak Timnas Indonesia U-17, karier Wormuth terbilang lumayan.
⌛️ 1998/99 #Fenerbahçe
— Türk & Alman Futbol Arşivi (@FutbolTRDE) November 28, 2021
📸 Joachim Löw – Frank Wormuth – Tercüman Metin Tekin – Ilie Datcu – İsmail Kartal pic.twitter.com/q98ZdLcT5r
Ia menukangi salah satu klub penghasil talenta hebat di Jerman, FC Groningen pada tahun 2022. Sebelum itu, pada tahun 2004, Wormuth juga pernah menukangi Union Berlin. Salah satu perjalanannya yang paling menarik adalah saat menukangi Timnas Jerman U-20. Di sana para pemain hebat Jerman berhasil ditemukan olehnya.
Selama enam tahun menukangi Der Panzer U-20, ia berhasil menciptakan para pemain top dunia. Sebut saja Antonio Rudiger, Sead Kolasinac, Shkodran Mustafi, Niklas Sule, hingga Julian Brandt.
🗣️ Frank #Wormuth ehemaliger U20 Bundestrainer: ,,Julian #Brandt war schon damals ein überragender Kicker, seine Einstellung bei uns fand ich aber nicht so überragend. Dass er beispielsweise bei der WM in Neuseeland 2015 mitspielen […] #BVB
— Toni Cantona (@DonToni_7) July 5, 2021
🗞️ @just_Duit_ via @GoalDeutschland pic.twitter.com/1iNj2RaQ9T
Apa Tugas Wormuth?
Wormuth dikontrak oleh PSSI memang khusus untuk menangani Tim U-17 yang akan mentas di Piala Dunia, pada November hingga Desember 2023. Maka dari itu, kontraknya pun jangka pendek, yakni empat bulan saja. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan kalau kontrak Wormuth akan diperpanjang. Sebab menurut Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, jika sukses di Piala Dunia U-17, waktu empat bulan saja rasanya tidaklah cukup.
PSSI menunjuk Frank Wormuth sebagai pendamping Bima Sakti di Timnas U-17 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-17 2023. Frank diberi kontrak pendek 4 bulan.
— Spieltag Indonesia (@SpieltagIndo) July 23, 2023
Frank sempat 10 tahun menjadi instruktur kepelatihan DFB. Terakhir, dia melatih Heracles dan Groningen di Eredivisie. pic.twitter.com/umm0yY2ZJp
Lalu apa tugas yang akan diemban Wormuth di timnas dengan waktu yang singkat ini? Peran Wormuth adalah konsultan atau penasehat tim yang nantinya akan tiap hari membisiki program maupun pengamatan langsung tentang kondisi tim kepada pelatih.
Jobdesk itu sudah disepakati Wormuth dengan PSSI. PSSI juga berharap tidak ada overlap tugas dari Frank Wormuth terhadap Bima Sakti. Keputusan terakhir tetap ada pada diri Coach Bima. Coach Bima pun menyambut baik akan hal itu. Malah Coach Bima meminta secara khusus kepada Frank Wormuth agar bersama-sama menyusun taktik sekaligus analisa calon lawan Timnas di Piala Dunia U-17 nanti.
Pelatim timnas U17 Indonesia, Bima Sakti, berkolaborasi dengan Indra Sjafri dan Frank Wormuth untuk menganalisis kekuatan lawan di Piala Dunia U17. https://t.co/cu7qar1eQK
— Kompas.com (@kompascom) October 31, 2023
Selain itu, Coach Bima juga meminta kepada Coach Wormuth dalam mencari pemain diaspora yang cocok untuk masuk dalam timnya. Coach Wormuth nantinya yang akan memantau langsung para calon pemain diaspora. Selain itu, tugas tambahan Coach Wormuth juga untuk memilih lawan tanding yang tepat untuk uji coba.
PR Wormuth
Sejak memantau langsung Timnas U-17, Coach Wormuth dihadapkan pada PR utama Timnas U-17. Yang pertama adalah masalah klasik, yakni fisik. Dan yang kedua yakni kebutuhan pemain yang tepat di tiap posisi.
Hal itu diungkapkan sendiri Coach Wormuth setelah memantau untuk pertama kalinya sejak ia ditunjuk oleh PSSI. Bahkan dua PR besar tersebut sudah dipaparkan langsung di hadapan Erick Thohir, Zainudin Amali, maupun Direktur Teknis Indra Sjafri.
Mendengar catatan dari Frank Wormuth terkait hasil laga uji coba Timnas U-17 kemarin.
— Update Score Bola (@UpdateBolabola) August 7, 2023
Apa saja kira2 yg perlu diperbaiki? pic.twitter.com/CFmdImApqA
Langkah nyata kemudian dilakukan oleh PSSI terhadap dua PR besar tersebut. Di antaranya dengan melakukan seleksi terbuka lagi bagi pemain yang akan dinilai langsung Coach Wormuth. Siapakah nantinya yang akan pantas menempati setiap posisi yang akan diraciknya bersama Bima Sakti. Termasuk para pemain diaspora yang tak asal pilih.
“Memang kami harus teliti benar soal pemilihan pemain yang tepat di setiap posisi. Karena kita akan menerapkan permainan gaya Eropa yang lebih taktikal dan fisikal. Sistem yang akan kita bangun harus konsisten dan harus berada di level dunia,” kata Wormuth.
Nilai Plus Wormuth
Tujuan penerapan permainan gaya Eropa yang dijanjikan Wormuth tak bisa dianggap remeh. Setidaknya Coach Wormuth ini punya jaminan ketika dirinya sukses menelurkan pemain-pemain berbakat di Timnas Jerman U-20.
Pengalaman sepakbola Eropa-nya juga tak usah diragukan lagi. Erick Thohir menganggap kehadiran Frank Wormuth sejalan dengan apa yang direncanakan PSSI yang ingin melakukan TC di Jerman. Adanya Coach Frank dinilai akan mempermudah timnas muda kita karena jaringan dan pengalaman sepakbolanya di Jerman sudah sangat banyak.
Timnas Indonesia U17 yg sedang training camp di Jerman, berkunjung ke Borussia Mönchengladbach dan disambut Kô Itakura 🤩 pic.twitter.com/pWF2Isr7s1
— Spieltag Indonesia (@SpieltagIndo) October 3, 2023
Selain itu, analisis pengamatan selama ini dari Coach Wormuth juga dirasakan langsung oleh Coach Bima. Coach Bima menganggap analisis serta evaluasi dari pengamatan Coach Wormuth telah banyak membantu dirinya selama ini dengan baik dan cepat guna menyongsong ajang Piala Dunia U-17 yang makin dekat.
Read about Germany’s U-20s coach Frank Wormuth’s tactical innovation courtesy of @espn > http://t.co/DmwEIS2J5s pic.twitter.com/ayhQ6QmpUN
— Matchbook Betting Exchange (@TeamMatchbook) June 9, 2015
Catatan Wormuth Bagi Timnas U-17
Jelang kick-off Piala Dunia U-17 pada 10 November mendatang, Coach Wormuth sudah terlibat langsung di beberapa aspek sebagai penasihat timnas. Di antaranya pembentukan tim kepelatihan, mempersiapkan modul kepelatihan, pemaparan, implementasi program, serta melakukan pengawasan dan evaluasi.
Penasaran Sama Formasi Coach Bima Bareng Frank Wormuth di Piala Dunia U17
— berita bola 2023 (@beritabola_2023) October 5, 2023
Erick Thohir, Piala Dunia U17, World Cup U17#U17Mendunia #KitaGaruda #BersamaGaruda #GarudaMudaMendunia #GarudaMendunia #PialaDuniaU17 #WorldCupU17 pic.twitter.com/PZOdSIAgHv
Bukti kerja kerasnya termasuk hasil TC di Jerman. Bagaimanapun TC di Jerman dari bulan September sampai Oktober telah dijadikan Coach Wormuth untuk menggembleng para pemain muda kita agar terbiasa dengan gaya main sepakbola Eropa. Fisik, taktikal, maupun sistem bermain adalah poin-poin dari cara Coach Wormuth untuk membentuk Timnas Garuda Muda kita agar menerapkan gaya permainan khas Benua Biru.
Tak dipungkiri selama di Jerman, timnas kita menghadapi lawan-lawan yang berkualitas seperti tim U-17 dari FC Koln, Frankfurt, maupun Mainz. Sayangnya, Timnas Indonesia U-17 tidak menghadapi Timnas Jerman U-17 karena Coach Frank Wormuth sendiri yang menolaknya.
Penyebab Kegagalan Uji Coba Timnas U-17 di Jerman: Saran dari Frank Wormuthhttps://t.co/y1hBnFhhtl pic.twitter.com/dEpqvm0WCe
— idfeeds.com (@idfeedsdotcom) October 31, 2023
Bagi mantan pemain Hertha Berlin itu, Timnas U-17 hanya perlu menghadapi lawan yang sesuai, terutama dengan kekuatan calon lawan yang akan dihadapi di Piala Dunia U-17 nanti. Sementara itu, Timnas Jerman U-17 punya ketimpangan kekuatan yang jauh dibandingkan Ekuador, Panama, maupun Maroko. Lagi pula waktu pemusatan latihan yang sebentar. Coach Wormuth hanya ingin bekerja lebih efektif.
Timnas Sudah Siap
Kini tinggal menghitung hari saja timnas U-17 kita akan berlaga di Piala Dunia. Tim racikan Coach Bima dengan analisis dan masukan dari Coach Wormuth telah dikukuhkan. Tiga pemain diaspora seperti Ji Da Bin dari ASIOP, Amar Brkic dari TSG 1899 Hoffenheim, dan Welberlieskott Jardim dari Sao Paulo masuk dalam rombongan untuk melakoni Piala Dunia U-17.
Getting ready… 💪#KitaGaruda #BersamaGaruda #GarudaMendunia pic.twitter.com/IwAfxJt4Nd
— PSSI (@PSSI) November 1, 2023
Sayangnya, dua pemain diaspora lainnya tidak terpilih untuk memperkuat Timnas di Piala Dunia U-17. Chow Yun Damanik gagal berlaga di Piala Dunia U-17 karena terkendala administrasi, sedangkan Maori Ananda Yves belum memenuhi ekspektasi Coach Wormuth.
Ya, semua ikhtiar sudah dilakukan. Termasuk apa yang dijanjikan Frank Wormuth kepada rakyat Indonesia bahwa, Timnas U-17 akan bermain dengan gaya permainan Eropa di Piala Dunia U-17 nanti. Kita lihat saja. Doakan dulu saja yang terbaik bagi timnas Garuda Muda kita supaya bisa terbang setinggi mungkin di rumah sendiri.
Sumber Referensi : transfermarkt, sportdetik, bola.net, bolasport, vivagoal, tvonenews

