Manchester United KALAH TERUS, Ambil Hikmahnya Saja!

spot_img

Manchester United kembali kalah di rumahnya sendiri. Kali ini dari Galatasaray di Liga Champions. Pagi yang kelabu pun menyelimuti fans United di seluruh dunia. Selain memalukan ini juga menjadi kemenangan pertama dalam sejarah Galatasaray bertandang di Inggris, sekaligus jadi kekalahan keenam Manchester United dalam dua bulan ini.

Namun, meski performa tim kesayangan sedang kacau, fans tak perlu risau. Karena pasti ada hikmah yang bisa diambil dari datangnya sebuah musibah. Dan berikut adalah hikmah yang bisa diambil dari serangkaian kekalahan United versi Starting Eleven. Siapa tahu bisa menghibur fans Manchester United.

Hojlund Mulai Tunjukan Potensinya

Salah satu hikmah yang patut disyukuri oleh fans Manchester United adalah keberadaan Rasmus Hojlund. Meski timnya tidak sedang dalam performa terbaik, Hojlund terlihat menunjukan perkembangan positif. Kehadirannya di lini depan memberikan warna yang berbeda dari musim-musim sebelumnya.

Sebetulnya dampak positif dari adanya Hojlund sudah terasa sejak laga debutnya melawan Arsenal. Masuk menggantikan Anthony Martial di babak kedua, Hojlund langsung membuat United terlihat lebih kreatif dan berbahaya dalam membongkar pertahanan lawan.

Itu bisa dilihat ketika Hojlund terlibat dalam membangun serangan balik yang membuahkan gol Alejandro Garnacho. Meskipun pada akhirnya dianulir, pemain berusia 20 tahun itu backheel sederhana pemain 20 tahun itu berhasil membongkar pertahanan Meriam London.

Pergerakannya di lini depan juga sering merepotkan bek-bek lawan. Hojlund bukan striker yang malas. Pergerakan dengan atau tanpa bolanya mampu menarik beberapa pemain bertahan untuk menciptakan ruang bagi rekan satu timnya. Sesekali ia juga menciptakan peluang untuk rekannya.

Lantas bagaimana soal urusan mencetak gol? Sudah terbukti di Liga Champions kemarin. Dari dua laga, Hojlund sudah mengemas tiga gol. Salah satu golnya di laga kontra Galatasaray diciptakan dengan kecepatan lari yang luar biasa.

Mason Mount Mulai Nyaman di Lini Tengah MU

Selain performa Hojlund yang makin oke, lini tengah United juga menunjukan kemajuan. Terutama bagi Mason Mount. Ia jadi sorotan dalam tiga pertandingan terakhir. Dalam kemenangan 3-0 atas Crystal Palace di Carabao Cup, Mount terlihat mulai nyetel dengan permainan Ten Hag. 

Pergerakannya mulai menyesuaikan rekan-rekan satu timnya. Gesturnya yang bingung dan situasi out position sudah jauh berkurang. Kontribusinya juga meningkat dibuktikan dengan catatan satu assist dan 4 umpan kunci yang tercipta di Carabao Cup kontra Palace.

Mount membuktikan sekali lagi kalau dirinya bisa menyeimbangkan lini tengah MU pada saat melawan Galatasaray. Mount sesekali bisa meloloskan diri dari pressing lawan dan memberikan opsi umpan saat United menguasai bola. Ia bahkan hampir kembali mencatatkan assist apabila gol kedua Hojlund tak dianulir wasit. Kemajuan ini patut diapresiasi karena sang pemain sempat kesulitan di beberapa pertandingan awal.

Ego Rashford

Nah, yang satu ini mungkin jadi yang paling disyukuri oleh sebagian besar fans Manchester United. Apalagi kalau bukan menurunnya ego Marcus Rashford. Para fans United pasti kesal melihat permainan lulusan akademi Manchester United ini yang tampil egois di beberapa pertandingan terakhir.

Untuk disclaimer saja, Rashford emang nggak ada duanya kalau soal menggiring bola. Tapi akhir-akhir ini ia seperti dibutakan oleh ego. Semua peluang seakan ingin dilahap sendiri. Sampai akhirnya Rashford disebut-sebut biang keladi kekalahan MU. Rashy kerap merusak momentum serangan dengan tidak memberikan bola ke Hojlund atau pemain MU yang lain.

Tapi hal kontradiktif terjadi di laga kontra Galatasaray semalam. Di luar assist yang diciptakan, Rashford benar-benar melunturkan egonya demi tim. Pemain berkebangsaan Inggris itu selalu menengadahkan kepalanya untuk mencari rekan yang berdiri bebas. Produk akhir dari dribble-nya pun jelas: umpan kunci ke lini bertahan lawan.

Garnacho dan Hannibal Layak Diberi Kepercayaan Lebih

Sebelum Rashford waras, Alejandro Garnacho lah yang memberikan harapan di sektor sayap Manchester United. Garnacho tampil sempurna kala menggantikan peran Rashy di dua laga kontra Crystal Palace. Di Carabao Cup, pemain asal Argentina itu mencetak satu gol dan jadi pemain yang paling sibuk lantaran naik turun mengcover area kiri yang kerap ditinggal Sofyan Amrabat. 

Di Liga Inggris makin keren lagi. Masuk di babak kedua, Garnacho menambah daya gedor United di lini depan. Perbedaannya bahkan cukup signifikan. Sebelum Garnacho masuk, United hanya melepaskan tujuh tembakan, tapi setelah ia berada di lapangan, United langsung menambah 12 tembakan lagi ke gawang Palace.

Seakan tak mau kalah dengan Garnacho, Hannibal Mejbri pun mulai menunjukan kelasnya. Pemain asal Tunisia ini menunjukan apa itu kerja keras dan pantang menyerah. Sama halnya dengan Garnacho, Hannibal seperti tak mempunyai rasa lelah untuk terus berlari mengejar bola. Apabila melihat performa keduanya dalam beberapa pertandingan terakhir, tampaknya mereka layak untuk mendapat menit bermain yang lebih.

Sofyan Amrabat

Untuk lini belakang tak banyak yang bisa dikomentari. Pertahanan United ya masih gitu-gitu aja, ceroboh dan sering kecolongan oleh pergerakan tanpa bola pemain lawan. Tapi ada satu yang patut mendapat perhatian lebih. Ia adalah Sofyan Amrabat. Iya, iyaaa, doi emang bukan bek, tapi dalam tiga pertandingan terakhir, Amrabat selalu diturunkan sebagai bek kiri.

Perlu diketahui, United memang tengah mengalami krisis bek kiri. Pemain andalan Ten Hag, Luke Shaw masih harus menjalani perawatan untuk memulihkan cederanya. Tyrell Malacia dan Sergio Reguilon yang diharapkan jadi back up pun ikutan cedera. Alhasil Amrabat pula yang harus dikorbankan.

Meski bukan posisi aslinya, Amrabat menunaikan tugasnya dengan baik. Ia bahkan sempat berbicara kalau dirinya siap dimainkan di posisi mana saja. Konon ia bahkan siap apabila Ten Hag menginginkannya bermain di posisi penjaga gawang. Anyway, memiliki pemain versatile dan rela berkorban untuk tim adalah suatu keuntungan tersendiri. Amrabat adalah rahmat bagi United.

Antony Is Back!

Selain bek kiri, sayap kanan merupakan elemen penting dalam skema permainan Erik Ten Hag. Dalam beberapa pertandingan terakhir, MU kesulitan menentukan siapa yang akan mengisi posisi tersebut karena pemain-pemain andalannya mesti absen. Jadon Sancho gara-gara konflik internal, sedangkan Antony masih disibukan dengan drama rumah tangga.

Namun di pertandingan melawan Galatasaray semalam, Antony terlihat sudah kembali merumput. Meski hanya lima menit, ini jadi angin segar bagi MU. Dengan kembalinya Antony, Ten Hag semakin leluasa untuk meracik skuadnya. Keberadaan pemain asal Brazil itu akan membantu Ten Hag untuk memaksimalkan taktik yang ingin diterapkan. 

Altay Bayindir Perlu Dicoba

Selain hikmah, rangkaian kekalahan Manchester United membuat para fans bermuhasabah diri. Fans United musti sadar kalau mereka tak boleh menaruh harap yang berlebih kepada pemain. Terutama kepada sang penjaga gawang, Andre Onana. Bagaimana tidak? sejak berseragam United, Onana belum membuktikan kalau dirinya adalah kiper kelas dunia.

Onana memang jago dalam distribusi bola, tapi Onana harus paham kalau tugas utama seorang kiper ya menghalau bola masuk gawang. Dalam 10 pertandingan, Onana sudah kebobolan 18 gol. Itu angka yang menyedihkan untuk seorang penjaga gawang yang musim lalu tampil di final Liga Champions.

Melihat statistik yang mengkhawatirkan itu, sudah sepatutnya Ten Hag memberikan kesempatan pada Altay Bayindir. Kiper asal Turki itu sama sekali belum merasakan tampil bersama United. Dirinya mungkin bukan tipe penjaga gawang modern, tapi setidaknya ia merupakan shoot stopper handal yang layak dicoba.

Sumber: The Athletic, Goal, 90min, Sofascore

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru