Rumor soal siapa pelatih Real Madrid berikutnya mengemuka lagi belum lama ini. Xabi Alonso, pelatih yang masih menukangi Bayer Leverkusen keluar sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Carlo Ancelotti di masa yang akan datang. Sebelumnya, Carletto sudah tidak berniat memperpanjang kontraknya.
Saat musim ini tuntas, Carletto akan cabut dari Bernabeu dan merapat ke Timnas Brasil. Menurut laporan Radio Marca seperti dikutip beberapa media, termasuk Sky Sports, Real Madrid dikabarkan “memilih” Xabi Alonso sebagai suksesor Ancelotti. Kabar itu disambut hangat, terutama oleh penggemar Real Madrid.
Jika Xabi Alonso benar-benar menjadi pelatih Real Madrid, ia akan berduel lagi dengan Xavi Hernandez yang sudah lebih dulu menukangi Barcelona. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Xabi Alonso pantas menjadi pelatih Real Madrid?
Daftar Isi
Xabi Alonso Sudah Diprediksi Jadi Pelatih Hebat
Sebelum Alonso menukangi Die Werkself, pada 2019 Jose Mourinho yang pandai meneropong masa depan pernah mengatakan bahwa mantan anak asuhnya itu suatu hari akan menjadi pelatih hebat.
“Dia (Xabi Alonso) bermain di Spanyol, Inggris, dan Jerman. Ayahnya seorang manajer, dia tumbuh seperti saya. Dia (Xabi Alonso) menjadi pemain, tentu saja lebih baik dari saya. Posisinya di lapangan dan pengetahuannya tentang permainan sangat baik,” kata Mourinho.
José Mourinho predicted 4 years ago that, out of his former players, Xabi Alonso would become a good manager.
— IM🇵🇹 (@Iconic_Mourinho) May 10, 2023
Now, Xabi Alonso did become a manager and has taken Leverkusen to the Europa League semifinals, where he will face José Mourinho's Roma.pic.twitter.com/5WmNRwhYPO
Puji Tuhan Mourinho diberi umur panjang dan bisa melihat kesuksesan Xabi Alonso sebagai pelatih. Bahkan Mourinho sempat menjajal kemampuan Alonso ketika timnya, AS Roma berjumpa Bayer Leverkusen di semifinal Liga Eropa musim lalu. Kala itu Mourinho menang tipis dengan agregat 1-0.
Di akhir laga Mourinho memuji Alonso. Ia masih meyakini bahwa mantan anak asuhnya itu akan menjadi pelatih yang hebat. Kata Mourinho, masih ada banyak waktu buat Alonso untuk berkembang lebih baik lagi sebagai seorang pelatih.
Prestasi Bagus Bersama Leverkusen
Pujian yang dilontarkan Mourinho itu tidak muncul dari ruang hampa. Setelah ditunjuk pada Oktober 2022 lalu, Xabi Alonso langsung membayar kepercayaan manajemen Leverkusen. Ia mengangkat Die Werkself yang sebelum kedatangannya duduk di papan bawah menjadi finis di peringkat enam.
Selain itu, Alonso juga mengantarkan Die Werkself ke semifinal Liga Eropa. Xabi Alonso juga mencatatkan rekor tersendiri sebagai pelatih Bayer Leverkusen. Hanya dalam waktu enam bulan menduduki kursi pelatih Leverkusen, Alonso membimbing tim itu untuk meraih tujuh kemenangan beruntun.
Rekor itu membuatnya menyamai Klaus Toppmoller pada tahun 2002. Meski hanya sebentar, berkat rekor itu, nama Xabi Alonso masuk dalam buku sejarah Die Werkself.
Bayer Leverkusen have been on a tear to start the season:
— B/R Football (@brfootball) September 26, 2023
▪️ 7 games
▪️ 6 wins, 1 draw
▪️ 29 goals scored
▪️ 6 goals conceded
▪️ Joint top of Bundesliga
Xabi Alonso learned from the best 🧠 pic.twitter.com/cu8JGCLtcM
Pernah Dilatih Pelatih Hebat
Satu hal yang membikin Xabi Alonso canggih saat menukangi Leverkusen adalah karena ia mantan anak asuh pelatih hebat. Hal itu juga dikatakan langsung oleh Jose Mourinho. Pengalamannya menjadi pemain di klub yang berbeda membuat Alonso bisa belajar dengan pelatih yang berbeda-beda.
Selain pada Jose Mourinho saat di Real Madrid, Alonso juga belajar kepada Carlo Ancelotti di klub yang sama. Sampai naskah video ini dibuat bahkan Carletto juga merestui Alonso untuk menggantikannya mengelola Real Madrid. Di samping dua nama itu, Alonso juga pernah menjadi anak didik Rafael Benitez kala berseragam Liverpool.
Pep Guardiola: Xabi Alonso Gelandang Terbaik Yang Pernah Ada https://t.co/f4SaJzQ8wj pic.twitter.com/bVnEbnZEQV
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) March 11, 2017
Benitez adalah pelatih yang mendulang sukses bersama Liverpool. Xabi Alonso juga pernah dilatih oleh sang maestro taktik masa kini, Josep Guardiola. Alonso malah terus terang mengakui kalau ia mengidolakan pelatih Manchester City itu. Guardiola bahkan menjadi alasannya untuk pindah dari Real Madrid ke Bayern Munchen pada tahun 2014.
“Saya sangat penasaran untuk mengetahui rahasia Guardiola,” kata Xabi Alonso dikutip The Athletic.
Alonso mengagumi Guardiola, terutama etos kerjanya. Menurut Alonso, sepak bola adalah sesuatu yang panjang, lama, dan melelahkan. Tapi Guardiola, kata Alonso, tidak pernah lelah dan selalu waspada dan siap.
Prestasi Sebagai Pemain
Memang, sebagai pelatih prestasi Xabi Alonso belum banyak. Akan tetapi, saat menjadi pemain, lemari piala Alonso penuh sesak. Alonso pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama Real Madrid dan Liverpool. Selain itu, Alonso juga mendapatkan trofi Liga Spanyol bersama El Real.
Tiga trofi Bundesliga dan satu Piala DFB saat berseragam Bayern Munchen juga sudah ia bawa. Alonso juga meraih dua kali Piala Super Eropa, dua Community Shield, satu Piala Super Jerman, dan satu Piala Super Spanyol. Di level tim nasional, selain mengantarkan Spanyol juara di Piala Dunia 2010, Alonso juga terlibat dalam perolehan back to back EURO Timnas Spanyol tahun 2008 dan 2012.
Perolehan prestasi saat menjadi pemain itulah yang jadi pertimbangan Bayer Leverkusen. Real Madrid juga kabarnya mempertimbangan hal tersebut sebelum memilih Xabi Alonso sebagai suksesor Ancelotti.
Happy birthday to Xabi Alonso:
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) November 25, 2020
🏟️ Games: 691
⚽ Goals: 43
🎯 Assists: 62
🏆 Bundesliga: 3
🏆 Champions League: 2
🏆 Euros: 2
🏆 Copa Del Rey: 2
🏆 World Cup: 1
🏆 La Liga: 1
🏆 FA Cup: 1
🏆 Community Shield: 1
🏆 DFB Pokal: 1
🏆 Super Cup: 1
🏆 Supercopa de Espana: 1 pic.twitter.com/JAQjYXsHzF
Perjalanan Melatih
Kalau Alonso menerima untuk menjadi pelatih Real Madrid, ini akan menjadi lompatan karier yang luar biasa. Mengingat Alonso telah merakit pelan-pelan pengalamannya sebagai pelatih. Setelah gantung sepatu, Alonso kembali ke sepak bola pada tahun 2018 usai menyelesaikan kursus kepelatihan UEFA Elite.
Pada waktu itu Alonso kembali ke Real Madrid untuk melatih tim U-14. Hanya kurang lebih semusim di sana, Alonso mengambil peran untuk melatih tim B Real Sociedad yang tiada lain juga mantan klubnya dulu. Sejak melatih Real Sociedad B tahun 2019, Alonso sudah memberi pengaruh yang luar biasa.
OFFICIAL: Xabi Alonso has been appointed manager of Real Sociedad B.
— Squawka Live (@Squawka_Live) July 9, 2019
📸 via @RealSociedad pic.twitter.com/A87XekYzmn
Ia membawa tim itu promosi ke divisi dua Liga Spanyol. Setelah 98 pertandingan menemani Real Sociedad B, kemampuan Alonso tercium oleh Bayer Leverkusen. Leverkusen yang tidak puas dengan performa Gerardo Seoane akhirnya merekrut Xabi Alonso jadi suksesor.
Pengalamannya melatih tim muda Real Sociedad akan menjadi modal bagus apabila suatu saat melatih Real Madrid. Apalagi Real Madrid di masa depan diprediksi akan dipenuhi oleh pemain muda, seperti Endrick Felipe sampai Arda Guler.
Ancelotti on Xabi Alonso to Real links: “I have coached Xabi, he’s doing a great job at Bayer”. ⚪️🇪🇸
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 26, 2023
“He understands the game well, that’s why he’s very good coach”.
“I wish Xabi Alonso, Raul, Alvaro Arbeloa to become Real Madrid's manager one day. I love all of them”. pic.twitter.com/kPfhdVaBvB
Pengetahuan Soal Sepak bola
Selain itu, Xabi Alonso juga memiliki pengetahuan sepak bola yang mumpuni. Ayahnya, Periko Alonso adalah mantan pemain dan pelatih. Saudaranya, Mikel Alonso juga pernah menjadi pemain. Itu belum termasuk pengalamannya sebagai anak asuh pelatih-pelatih kenamaan.
Singkatnya, Alonso telah menyerap wawasan dan pengetahuan tentang sepak bola. DNA sepak bola sudah mengalir dalam darah dan nadi Alonso. Tidak hanya pengetahuan tentang sepak bola, Alonso juga mahir dalam berbahasa. Selain menguasai bahasa Spanyol, ia juga bisa berbahasa Jerman.
Kemampuannya berbahasa ini bisa memudahkan dalam berkomunikasi. Inilah yang membuat daya tawar Alonso naik. Tak ayal kalau Real Madrid kesengsem dengan pria kelahiran Tolosa ini.
Taktik
Bagaimana dengan taktik? Apakah gaya permainan Alonso cocok dengan Real Madrid? Secara permainan, Alonso mengedepankan penguasaan bola. Gaya permainannya sangat Spanyol sekali. Itu terlihat saat melatih Bayer Leverkusen. Penguasaan bola yang progresif menjadi ide permainan Alonso. Hal itu ia gabungkan dengan teknik menekan yang mirip dengan gaya sepak bola Jerman.
Lini tengah menjadi jantung permainan. Dengan dua sayap akan menusuk untuk menciptakan peluang. Alonso lebih suka bermain dengan 3-4-3. Meskipun kadang berubah di tengah permainan. Tapi dasar permainannya adalah 3-4-3. Besar kemungkinan taktik itu pula yang akan dibawanya ke Real Madrid kelak.
Xabi Alonso’s 3-4-3 -> 4-2-4 shape creating a goal;
— h (@htomufc) March 29, 2023
– Shifting the ops pressing structure.
– Wide CB steps up
– RWB & RW drop deep
– Invites opposition to press high onto them
– Triangle passing to break the press
– 4v3 transition & 5v3 box overloadpic.twitter.com/uvYeFgtSW3
Sayangnya, permainan Alonso masih punya kelemahan. Misalnya soal duel dan ruang terbuka. Selain itu, taktik penguasaan bola dengan serangan balik ini juga belum tentu cocok dengan Real Madrid. Apalagi di tangan Ancelotti, Los Galacticos kerap bermain pragmatis seperti ketika meraih gelar Liga Champions 2022 lalu.
Well, kalau menurut Football Lovers, Xabi Alonso apakah pantas untuk menjadi pelatih Real Madrid? Bisakah ia sukses di klub dengan torehan 14 trofi Liga Champions itu?
Sumber: Bundesliga, TheRealChamps, SkySports, PlanetFootball


