Kisah Perjalanan Messi dan Ronaldo Meraih Mahkota Di Luar Eropa

spot_img

Sejak kepindahan CR7 ke Al-Nassr dan Messi ke Inter Miami, mungkin kiranya perdebatan duo GOAT ini tak lagi serame dulu. Mereka sudah uzur dan berhak menikmati hidup tenang tanpa adanya kasak-kusuk perdebatan siapa yang terbaik di antara mereka.

Namun entah mengapa, ketika duo GOAT itu keluar dari Eropa, mereka tetap jadi bahan perdebatan. Mereka ternyata masih punya pengaruh di timnya masing-masing. Bahkan sama-sama sukses gondol trofi pertamanya di luar Eropa.

Ronaldo Jadi Magnet

Setelah CR7 datang ke Arab Saudi pada Januari 2023 lalu, sepakbola Arab Saudi benar-benar jadi sorotan. Magnet Ronaldo bahkan menjadi tren kepindahan para superstar lain yang mau hijrah ke Liga Arab Saudi.

Memang sih tidak hanya faktor CR7. Faktor uang pun juga mempengaruhi para superstar Eropa berbondong-bondong ke Liga Arab Saudi. Bergabung bersama klub yang tak dikenal sebelumnya Al-Nassr, juga memunculkan beberapa pertanyaan. Apakah CR7 mampu mendongkrak performa Al-Nassr?

Perjalanan Tak Mudah Bersama Al-Nassr

Nyatanya awalnya tak mudah bagi CR7. Ia butuh waktu untuk bisa nyetel. Ia tak bisa sendirian mendongkrak tim. Racikan pelatih pun tentu juga akan berpengaruh. Memang sih, ia sempat beberapa kali mencetak gol penting bagi kemenangan Al-Nassr. Akan tetapi beberapa konflik pun perlahan menghampiri CR7.

Pelatih Al-Nassr, Rudi Garcia pun terkena imbasnya. Dilatarbelakangi performa yang anjlok, pelatih asal Prancis itupun dipecat. Entah kenapa berita yang berkembang dari pemecatan itu banyak disangkut-pautkan dengan sikap CR7.

Alhasil Al-Nassr hanya menjadi runner-up Saudi Pro League musim lalu di bawah Al-Ittihad. Trofi pun masih belum menghampiri CR7. Di ajang Kings Cup mereka terhenti oleh Al-Wehda di semifinal. Sedangkan di Saudi Super Cup, Al-Nassr juga kandas di semifinal oleh Al-Ittihad.

Trofi Liga Champions Arab

Namun bukan CR7 namanya kalau menyerah begitu saja. Ia berusaha mendedikasikan sisa kekuatannya demi berbuah trofi bagi Al-Nassr. Musim baru dimulai dan klub pun berbenah. Pemain seperti Brozovic, Seko Fofana, Alex Telles, hingga Sadio Mane pun menyusul CR7 berseragam Al-Nassr.

Nah dengan skuad racikan pelatih asal Portugal, Luis Castro, Al-Nassr berpotensi merebut gelar pertamanya bersama CR7 yakni Liga Champions Arab. Al-Nassr memulainya di fase Grup C bersama Al-Shabab, Zamalek klub dari Mesir, dan Union Monastirienne klub dari Tunisia. Namun hasilnya, Al-Nassr hanya jadi runner-up grup di bawah Al-Shabab.

Di babak perempatfinal, Al-Nassr bertemu juara Grup D, Raja Casablanca klub dari Maroko. Satu gol dari CR7 mampu membawa Al-Nassr menang 3-1 dan lolos ke semifinal bertemu wakil dari Iraq, Al-Shorta. Tuah CR7 pun kembali terbukti. Gol semata wayangnya mampu membawa Al-Nassr menang 1-0, dan lolos ke partai final melawan sesama wakil dari Arab Saudi, Al-Hilal.

Adu kuat para pemain baru kedua klub pun tak terhindarkan. Di Al-Hilal juga berjejer bintang baru seperti Koulibaly, Ruben Neves, Milinkovic Savic, Malcolm, maupun Michel.
Namun kekuatan bintang Al-Hilal tersebut luntur seketika tersengat oleh performa ciamik CR7. Brace-nya ke gawang Al-Hilal menyudahi laga tersebut dengan skor 2-1. Trofi pertama CR7 di luar Eropa pun sukses diraih.

Messi Pilih Jalan Berbeda

Kisah manis CR7 tersebut ternyata tak membuat salah satu GOAT lainnya Lionel Messi meniru jejaknya. Messi tak memilih hijrah ke Liga Arab Saudi, melainkan ke negeri Paman Sam. La Pulga memilih jalan berbeda dengan bergabung ke klub milik David Beckham, Inter Miami.

Jalan berbeda Messi ini patut jadi sorotan. Pasalnya, MLS tentu jauh kompetitif ketimbang Liga Arab Saudi. Artinya liga ini bakal jadi batu sandungan bagi La Pulga. Apalagi klub yang dipilih Messi, Inter Miami adalah klub medioker belaka. Prestasinya pun tak banyak.

Artinya, benar-benar butuh effort lebih agar Messi benar-benar bisa mendongkrak tim ini. Ia pun awalnya sendirian. Namun barulah kemudian rekan-rekannya seperti Alba maupun Busquets menyusul untuk membantunya.

Inter Miami Sebelum Kedatangan Messi

Inter Miami ini musim lalu hanya finish di papan 12 MLS bersama pelatih Phil Neville. Tapi di awal musim 2023/24 ini, Phil Neville sudah dipecat dan digantikan mantan pelatih Messi di Barca, Gerardo Tata Martino.

Namun keadaan Inter Miami saat itu masih compang-camping. Mereka adalah juru kunci di MLS. Mereka tak pernah menang 11 kali beruntun sebelum Messi datang. Di jeda paruh musim MLS Agustus 2023, Inter Miami berharap tuah Messi segera datang. Pasalnya mereka akan menghadapi turnamen Piala Liga.

Perjalanan Meraih Piala Liga MLS

Inilah awal perjalanan baru sekaligus pembuktian Inter Miami sebelum paruh kedua MLS nanti dimulai. Piala Liga MLS juga tepat buat debut Tata Martino, Messi, Alba, maupun Busquets.

Mengawali di babak grup bersama Cruz Azul klub dari Meksiko dan Atlanta United, Messi terbukti bisa kok mendongkrak tim ini. Menjadi juara grup dengan tak terkalahkan jadi bukti. Plus sumbangan tiga golnya di fase grup membuat Inter Miami masuk babak 32 besar melawan Orlando City. Messi kembali jadi malaikat. Ia mencetak brace guna melangkahkan klubnya ke babak 16 besar dengan kemenangan 3-1 atas Orlando City.

Di 16 besar, brace pun kembali dicetak La Pulga kala melawan Dallas FC. Namun sayang laga tersebut harus diselesaikan lewat adu penalti. Untung saja Inter Miami lolos dengan kemenangan 3-5. Di perempat final melawan Charlotte FC, Messi kembali cetak gol untuk melengkapi kemenangan telak 4-0.

Nah di semifinal, klub besar MLS, Philadelphia Union sudah menanti. Tak disangka mereka pun diterkam Messi cs dengan skor telak 1-4. Messi juga turut andil dengan satu golnya.

Di final, Inter Miami bertemu klub Nashville SC. Peluang mendapatkan trofi bagi La Pulga pun terbuka lebar. Tapi perjuangan keras Messi di laga ini dengan satu golnya harus diselesaikan dengan babak tos-tosan. Messi pun kembali beruntung. Inter Miami secara heroik sukses meraih kemenangan 9-10 dan berhak atas meraih trofi Piala Liga 2023.

Statistik Messi Mirip Ronaldo

Messi pun tersenyum. Ini adalah gelar pertamanya setelah keluar dari Eropa. Pencapaian ini juga mirip dengan pencapaian CR7. Dua GOAT yang sama-sama terbukti mendongkrak timnya masing-masing untuk memperoleh gelar.

Dari segi rekornya pun mereka hampir mirip. CR7 dan Messi sama-sama menjadi top skor di kompetisi tersebut. CR7 dengan 6 gol di Liga Champions Arab, sedangkan Messi 10 gol di Piala Liga Amerika. Mereka juga sama-sama menjadi Man of The Match di kedua final tersebut.

Namun sayang ada yang berbeda dari keduanya. Yakni soal penghargan pemain terbaik di turnamen tersebut. Di Piala Liga Amerika 2023, Messi dianugerahi pemain terbaik turnamen. Sedangkan di Liga Champions Arab 2023, yang jadi pemain terbaik adalah pemain Al-Hilal Sergey Milinkovic-Savic.

Sebuah cerita manis di antara dua GOAT yang memilih jalan berbeda. CR7 dan La Pulga kini tersenyum dengan caranya masing-masing. Namun kini kerja keras tetap masih menunggu mereka kedepannya. trofi mana lagi yang akan mereka raih?

https://youtu.be/lxrAMVHZ1M8

Sumber Referensi : si.com, eurosport, arabnews, sportsmanor, marca, theathletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru