Erik ten Hag mendarat di Oslo, Amerika Serikat dengan kondisi mabuk berat. Bukan karena perutnya kembung atau baru saja menenggak lima liter Bourbon. Melainkan manuver Manchester United yang tersengal-sengal jelang musim baru. Bahkan di pertandingan pra-musim pertama mereka, United masih dihantui beragam masalah.
Masalah-masalah itu tak ubahnya batu karang yang menghalangi langkah Manchester United. Itu pula yang bikin Ten Hag kesulitan untuk menyusun rencana, membangun skuat, menyongsong musim baru.
Ten Hag dibuat sulit tidur. Sampai hari ini, United juga belum sepenuhnya siap memasuki musim baru. Well, masalah apa sebenarnya yang terjadi di kubu United sampai-sampai membuat Erik ten Hag pusing?
Daftar Isi
Akuisisi Sheikh Jassim
Pertama dan boleh jadi yang utama adalah proses akuisisi Sheikh Jassim. Saga pembelian Manchester United oleh konglomerat Qatar itu sempat menjadi perbincangan hangat. Bahkan sampai hari ini berita pengakuisisian Manchester United masih terus bermunculan. Namun, proses akuisisinya tidak segencar beritanya.
Menurut beberapa laporan, betul bahwa Sheikh Jassim bin Hamad al-Thani melalui konsorsiumnya telah mengajukan tawaran 6 miliar poundsterling (Rp116 triliun) sesuai harga yang diminta Glazer.
Dilaporkan Reuters, keluarga Glazer kabarnya juga sudah dalam pembicaraan dengan Sheikh Jassim. Menutup kemungkinan munculnya tawaran lain Singkatnya, tinggal selangkah lagi pembelian itu mencapai kata selesai. Akan tetapi, yang tinggal selangkah itu saja belum kunjung melangkah.
Sheikh Jassim’s most recent bid for Manchester United appears to be in the ballpark of £6 billion ($7.3 billion), the amount the Glazer family is asking for.
— Football Talk (@FootballTalkHQ) March 25, 2023
Al Thani, the president of the Qatar Islamic Bank (QIB), had two more rounds of meetings with the Glazers last week.… pic.twitter.com/HBo6PA3h02
Malahan proses akuisisi itu cenderung jalan di tempat. Glazer tampaknya mengulur-ulur waktu. Mereka masih belum sepenuhnya menerima tawaran Sheikh Jassim. Setidaknya sampai naskah video ini dibuat, proses akuisisi itu masih menggantung.
Memang betul ada beberapa informasi yang menunjukkan bahwa Sheikh Jassim akan melakukan ini dan itu. Tapi mana? Karena proses akuisisi yang berlarut-larut ini pula, saham Manchester United justru sampai turun hingga 2,62 persen, menurut New York Stock Exchange.
Sedikitnya Dana Transfer
Selain itu, Ten Hag pun harus berhadapan dengan dana transfer yang tidak banyak. Dilaporkan ESPN seperti dikutip One Football, Manchester United hanya punya anggaran transfer 100-150 juta poundsterling (Rp1,9 triliun-Rp2,9 triliun). Andai Setan Merah tidak bisa melepas pemainnya.
Tentu saja dana segitu tidak cukup untuk membangun skuat baru yang dimau Ten Hag. Sudahlah sedikit dananya, pergerakan transfer United juga dibatasi aturan Financial Fair Play atau FFP. Menurut laporan ESPN, ketidakpastian soal pemilik United menjadi penyebab masalah ini.
🚨 Manchester United have told agents to find the best free transfer this summer — as they do not have a huge budget.
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) May 10, 2022
Erik ten Hag will be given a budget of around £100m, which is not enough to fund a major overhaul.
(Source: Sun Sport) pic.twitter.com/AluBS7islf
Setan Merah hanya berharap pada pemilik baru. Jadi, Ten Hag dan John Murtough bisa bekerja lebih leluasa. MU juga menghindari pergolakan yang terjadi di Chelsea berkat akuisisi Todd Boehly. Sayangnya akuisisi yang tak sampai kata selesai dan dana transfer yang sedikit benar-benar membatasi ruang gerak Ten Hag.
Dengan kata lain, MU hanya bisa mendapatkan pemain dengan harga serendah mungkin. Mereka harus menawar keras hanya untuk membeli satu pemain saja. Ingat bagaimana untuk mendatangkan Mason Mount saja, Manchester United terus-menerus menawar dengan harga lebih rendah dari yang diinginkan The Blues?
Manchester United Kesulitan Menjual Pemain
Sedikitnya dana transfer bisa diurai andai Manchester United bisa menjual pemain-pemainnya. Tapi kan, United tidak bisa melakukan itu. Meskipun MU juga terbuka untuk menjual beberapa pemainnya, seperti Harry Maguire, Jadon Sancho, Scott McTominay, Donny van de Beek, dan masih banyak lagi.
Jumlahnya sekitar 12 pemain yang bisa dijual MU. Namun, sampai ketika naskah video ini dibuat, hampir tidak ada klub yang sungguh-sungguh serius tertarik dengan salah satu pemain yang akan dijual itu. Selain mungkin Fred yang kabarnya diminati klub Liga Inggris, Fulham.
Terlepas dari siapa pemainnya, Manchester United sulit menjual para pemainnya karena selama di Old Trafford mereka mendapat gaji yang tinggi. Gaji tinggi kalau kualitasnya bagus sih tidak masalah.
🚨 #MUFC have slapped these asking prices on the following six players:
— UnitedReds (@UnitedRedscom) June 26, 2023
Harry Maguire £40m 💰
Jadon Sancho £45m 💰
Anthony Martial £25m 💰
Fred £20m 💰
Scott McTominay £40m 💰
Anthony Elanga £20m 💰
[Daily Mail] pic.twitter.com/U5Y4w8Luky
Namun, para pemain yang akan dijual ini tampil tidak sesuai harapan selama berada di Manchester United. Belum lagi pemain-pemain yang akan dijual ini mesti menghadapi penurunan gaji setelah dibeli klub lain. Dengan kata lain, penjualan ini juga harus sesuai dengan keinginan sang pemain.
Label harga yang dipatok United juga jadi penghambat. Misal, Harry Maguire yang dibanderol 40 juta poundsterling (Rp778 miliar). Padahal harga pasarannya, menurut Transfermarkt hanya di kisaran 17 juta poundsterling (Rp331 miliar). Harga tinggi inilah yang boleh jadi membuat Tottenham Hotspur yang awalnya berminat mundur teratur.
Bukan hanya Maguire, hal yang sama juga terjadi untuk Scott McTominay. Newcastle United kabarnya mengagumi pemain yang satu ini. Namun, The Magpies tidak mau membayar 40 juta poundsterling (Rp779 miliar) yang diminta United. Bukan karena Newcastle tak punya duit, memang McTominay saja yang tidak cocok dengan harga segitu.
Masalah Kontrak Rashford
Setan Merah juga terancam kehilangan bomber terbaiknya musim lalu. Marcus Rashford yang kontraknya akan habis pada 2024 kabarnya diminati beberapa klub. Yang mengerikan Paris Saint-Germain masuk sebagai salah satu peminatnya. Nah, problemnya, Manchester United juga masih belum memperbarui kontrak Rashford.
🚨🚨| PSG are looking to sign Marcus Rashford as they brace for the departure of Kylian Mbappe, as per @BILD 😳🇫🇷 pic.twitter.com/e0LHBY2KUu
— Pubity Sport (@pubitysport) July 10, 2023
Dilansir Mirror, Rashford sebetulnya siap untuk memperpanjang kontraknya di Manchester United. Ia siap meneken perjanjian baru dengan gaji sekitar 375 ribu poundsterling (Rp7,3 miliar) per pekan. Akan tetapi belum ada kabar terbaru bahwa Rashford sudah meneken kontrak barunya.
Gaji mungkin saja menjadi masalah bagi United. Barangkali United masih berpikiran untuk mengurangi gaji Rashford. Namun, hal itu bisa jadi malah membuat mereka kehilangan pemain seperti apa yang terjadi pada kasus David De Gea. Jika United tak mau kehilangan Rashford, mereka semestinya bergerak cepat untuk memperbarui kontraknya.
Mencari Striker Baru
Nah, setelah ditinggal De Gea, Manchester United bermasalah di posisi kiper. Ten Hag sibuk mencari kiper yang sesuai dengan skemanya. Andre Onana masuk menjadi opsi. Beberapa sumber, termasuk Fabrizio Romano menyebut United akan segera merampungkan transfer Onana.
Understand Thursday is the crucial day to make André Onana deal happen. Man United and Inter will speak tomorrow 🚨🔴🇨🇲 #MUFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 12, 2023
Optimism remains after negotiations in last hours — after some tense moment.
Next 24h will be very important for this deal, as expected since last week. pic.twitter.com/kSefOzEy22
Per 13 Juli 2023 Manchester United sudah menjalin kesepakatan verbal dengan Inter. Kalau Manchester United berhasil merekrut Onana, itu artinya masalah kiper utama selesai. Namun, masalah United tidak benar-benar selesai. Ten Hag masih pusing karena Manchester United masih belum mendapatkan penyerang nomor sembilan.
MU gagal mendatangkan Harry Kane karena tidak bisa memenuhi permintaan Spurs. Setan Merah juga berhenti mengejar Victor Osimhen. Satu-satunya harapan adalah Rasmus Hojlund. Pemain Atalanta itu menjadi opsi penyerang baru Ten Hag. Hanya saja proses transfer Hojlund ke United masih mandek.
🚨🚨
— عاصمة كرة القدم🇶🇦 (@QatariFC) July 8, 2023
Erik Ten Hag wants Joao Felix and Rasmus Hojlund at Manutd.#MUFC #JoaoFelix #RasmusHojlund pic.twitter.com/C0zg1iSUIo
Protes Pendukung MU
Manchester United juga masih harus menghadapi protes dari para pendukungnya sendiri. Penggemar sepertinya menganggap proses akuisisi sengaja diulur-ulur oleh Glazer. Mereka tidak berhenti memprotes dan terus mendengungkan “Glazers Out”. Misalnya pada peluncuran jersey baru United musim 2023/24.
Manchester United’s kit launch was cut short yesterday due to protests from fans towards the Glazer family ownership. 😱
— Football Daily (@footballdaily) June 28, 2023
The Glazer family are still considering bids for the club.💰
Summer recruitment will NOT be impacted by the takeover. ❌
FFP will limit what the club spend. pic.twitter.com/o0mTT4TXlI
Protes anti-Glazer itu sempat mengganggu peluncuran jersey kandang United. Memang, penggemar United sering melakukan aksi protes. Ini akan terus terjadi apabila United tak kunjung dibeli 100% oleh Sheikh Jassim.
Masalah-masalah tadi sudah semestinya segera selesai. Ten Hag jadi bisa lebih lepas untuk menyiapkan musim depan. Tapi ya, namanya juga Manchester United.
Sumber: MEN, TheSun, Mirror, Reuters, OneFootball, TellMagazine, TheAthletic, MEN2, Goal


