Newcastle kembali menampilkan performa yang meyakinkan. Setelah membantai Tottenham 6-1, kini the magpies hancurkan Everton dengan skor 4-1. Dengan kemenangan ini, anak asuh Eddie Howe semakin memantapkan kaki mereka ke Liga Champions musim depan. Dan dengan catatan 10 gol dalam 4 hari, menunjukan ketajaman Newcastle yang bakal jadi bekal berharga di Champions League musim depan.
Daftar Isi
Kemenangan Tandang Besar
Di pertandingan ini, Eddie Howe melakukan rotasi. Ia membangku cadangkan Alexander Isak dan menjadikan Callum Wilson sebagai starter. Mungkin karena catatan Wilson yang bagus selama melawan Everton.
Asap biru yang mengepul mengelilingi stadion Goodison Park tidak cukup membuat Newcastle yang bertandang ke markas Everton jadi goyah. Tim tuan rumah sebenarnya bisa memberikan ancaman terlebih dahulu namun usaha dari Alex Iwobi tidak malah tidak mencapai target.
Justru Newcastle yang bisa mencetak gol lebih dulu lewat bola rebound yang dimanfaatkan dengan baik oleh Callum Wilson di menit ke-28. Everton seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Tapi gol dari Calvert Lewin dianulir oleh wasit setelah ia tertangkap offside dari tayangan VAR. Tidak ada gol tambahan sampai babak pertama berakhir.
Masuk ke babak kedua, Newcastle bermain semakin solid. Gol kedua datang di menit ke-72 lewat sundulan Joelinton. Tidak lebih dari tiga menit kemudian, the magpies kembali melebarkan jarak jadi 3-0 setelah Wilson Callum mencetak gol cantik ke gawang Pickford.
Dwight McNeil mencatatkan namanya di papan skor Everton di menit ke-80. Tapi gol itu tidak berarti apapun setelah Jacob Murphy membawa Newcastle unggul 4-1 hanya semenit kemudian. Itu jadi gol terakhir yang tercipta di malam itu. Dengan hasil ini, Everton duduk di peringkat ke-19 dan menghadapi ancaman degradasi. Sedangkan Newcastle semakin kokoh di peringkat ketiga setelah di pertandingan lain, MU hanya bermain imbang 2-2 lawan Tottenham.
Callum Wilson Jadi Top Skor Klub
Kemenangan ini juga tercatat di buku rekor Newcastle. Ini adalah kemenangan tandang ke-8 the magpies musim ini. Itu jumlah terbanyak sejak musim 2011/12. Sedangkan rekor terbanyak mereka adalah 9 kali yang diraih di musim 2001/2002.
Newcastle juga telah mencetak 10 gol hanya dari dua pertandingan. Ini pertama kali mereka dapatkan sejak bulan September 1999. Itu adalah masa dimana Alan Shearer masih bermain untuk Newcastle United.
Fakta lainnya adalah Callum Wilson telah mencetak total 13 gol di musim ini. Catatan itu membuatnya jadi pencetak gol terbanyak di Newcastle. Ia juga bisa memecahkan rekornya sendiri, dimana gol terbanyak yang pernah ia cetak dalam satu musim Premier League adalah di musim 2018/19 ketika dirinya masih bermain untuk Bournemouth.
Kembalinya Duo Penyerang Newcastle
Catatan itu memberikan arti lain. Newcastle tidak hanya menang dan mengokohkan kaki mereka di zona Liga Champions, tapi juga menunjukan bahwa mereka kembali punya duo penyerang yang mematikan. Mereka siap menebar teror kepada lawan di sisa pertandingan liga musim ini, dan jadi bekal utama Newcastle menghadapi Champions League musim depan.
Mereka adalah Alexander Isak dan Callum Wilson. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka telah menunjukan kualitasnya sebagai penyerang papan atas di Premier League. Sepanjang musim 2022/23, duo ini sudah mengoleksi total gabungan 22 gol dan masih menunjukan performa konsisten.
Di pertandingan Newcastle sebelumnya lawan Tottenham, Isak dan Wilson menunjukan dominasi mereka dengan mencetak tiga dari enam gol yang tercipta di laga itu. Isak mencetak dua gol, yaitu di menit 19 dan 21. Itu membantu tim menjaga momentum untuk tetap memimpin. Sampai akhirnya Wilson mencetak gol di menit ke-67 setelah memulai dari bangku cadangan.
Bagi Isak, dua gol ini menandakan gol ke-10 dan ke-11nya musim ini. Di tujuh pertandingan sebelumnya, ia telah mencetak delapan gol serta memegang peran penting dalam enam kemenangan terakhir. Ia juga dinobatkan sebagai PFA Fan Player of The Month di bulan Maret.
Sedangkan bagi Wilson, musim ini dipenuhi dengan pasang surut. Ia sempat jadi pilihan utama ketika Isak sedang cedera. Tapi kembali jadi cadangan setelah Isak kembali dari peristirahatannya. Meskipun begitu, ia masih bisa membuktikan ketajamannya dengan mencetak 11 gol dan lima assist musim ini. Kemudian di laga lawan Everton ini ia kembali menunjukan kemampuannya dengan mencetak dua gol.
Wilson semakin bisa memanfaatkan perannya sebagai pemain pengganti yang dapat memberikan perubahan ketika dimainkan. Dan seperti di laga ini, ia selalu siap jika Eddie Howe sewaktu-waktu membutuhkannya sebagai penyerang utama.
Siapkah Newcastle Bertempur di UCL?
Duo penyerang itu memang sudah menunjukan ketajaman dan membuktikan kedalaman lini serang Newcastle. Tapi apakah itu cukup untuk the magpies bertarung di liga elit klub-klub Eropa bernama Champions League?
UCL adalah liga yang berbeda. Jika Newcastle mampu memastikan tiket putaran final Champions League musim depan, mereka punya potensi berhadapan dengan tim-tim yang lebih besar. Bisa saja kita menyaksikan Newcastle harus bertarung lawan Real Madrid di Bernabeu, Barcelona, atau PSG. Tim-tim itu bagaikan tim dari dimensi lain jika dibandingkan dengan Newcastle.
Perlu diingat kalau masuk ke Liga Champions bukanlah tujuan, tapi sebuah awal. Targetnya adalah bagaimana Newcastle bisa terus bertahan di Liga Champions untuk musim-musim kedepannya. Ini akan menegaskan kembali bahwa Newcastle adalah tim elit di Inggris.
Selain itu dengan bermain di Liga Champions, Newcastle juga bisa mendapat aliran dana baru. The Magpies memang kini dimiliki oleh pengusaha dari Arab yang kaya raya. Tapi peraturan FFP membuat mereka tidak bisa seenak jidat mengambil dana dari pemilik. Mereka harus punya sumber pendapatan yang besar untuk bisa belanja besar.
Liga Champions bisa benar-benar mengubah kebijakan transfer Newcastle. Meskipun ini adalah sebuah evolusi bukan revolusi. Artinya perubahan akan dilakukan secara bertahap dan tidak jor-joran. Namun dengan aliran dana yang masuk dari pemasukan pertandingan Liga Champions bisa memberikan mereka dana lebih banyak dari musim ini.
Itu yang perlu diperhatikan oleh manajemen Newcastle. Untuk saat ini, kedalaman skuad adalah masalah yang paling utama. Jika dibandingkan tim-tim Inggris yang bermain di Eropa saat ini, Newcastle paling sedikit dalam melakukan rotasi pemain.
Membeli pemain yang punya mentalitas di tingkat Eropa juga sangat berguna untuk Newcastle nantinya. Diperlukan lebih banyak lagi pemain-pemain yang sudah berpengalaman di kompetisi-kompetisi atau turnamen besar. Jangan sampai nasib mereka sama seperti Leicester.
Sumber referensi: Sky, NT, Independent, Athletic, SportsBrief


