Sudahi kesedihanmu wahai para fans MU. Nangis boleh, tapi sebentar saja. Janganlah terlalu lama termurung dalam goa. Kekalahan memalukan dari Liverpool itu hanyalah satu pertandingan. Itu hanya bernilai tiga poin, tidak lebih. Artinya, masih banyak pertandingan yang harus dijalani dengan penuh tekad. Tentu saja, demi impian meraih tsunami trofi.
Kini, alangkah baiknya menyusun siasat untuk bangkit dari pelecehan tragis 7-0 itu. Toh, bagi Red Devils, secara catatan sejarah terbukti ampuh kalau masalah kebangkitan mental. Hal itu terbukti dari beberapa pembantaian yang dialami sang setan selama ini. Dimana mereka selalu bangkit dari keterpurukan itu.
Daftar Isi
Pasca Dibantai Liverpool 1-4 (2009)
Di tahun 2009, MU sudah pernah dibantai Liverpool di Old Trafford dengan skor 1-4. Ketika itu MU masih berada pada masa kejayaan mereka di tangan Sir Alex Ferguson. The Reds pergi ke Old Trafford menantang sang juara bertahan Liga Inggris waktu itu. Namun diluar dugaan, Liverpool tiba-tiba tampil mengejutkan.
📆 #OnThisDay in 2009
— The Redmen TV (@TheRedmenTV) March 14, 2022
Manchester United 1-4 Liverpool.
13 YEARS AGO 🤯
Some say Vidic is still on the floor. Again.
pic.twitter.com/dmSbLSfcCA
Tetapi setelah kekalahan memalukan itu, MU justru bangkit. Fergie selalu bilang ke anak asuhnya bahwa “kita harus selalu bereaksi dengan cepat untuk bangkit, dan itu adalah hal yang harus selalu ada dalam diri kita” Kata Fergie setelah kekalahan itu.
Hasilnya terbukti, MU bangkit di laga lanjutan Liga inggris berikutnya, bahkan hingga akhir musim. Dengan catatan 8 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah. Berkat itu, mereka akhirnya mampu kembali menjadi juara Liga Inggris.
Pasca Dibantai City 1-6 (2011)
Pembantaian berikutnya terjadi di 2011. Masih di tempat yang sama Old Trafford. Siapa yang ingat Balotelli dengan kaos bertuliskan “Why Always Me?” Ya, itulah momen menyedihkan si iblis merah ketika dilecehkan oleh tetangga berisiknya Manchester City dengan skor 1-6.
ON THIS DAY 2011: Manchester United 1-6 Manchester City #MUFC #MCFC pic.twitter.com/5AGMcd4jnR
— FootballAwaydays (@Awaydays23) October 23, 2020
Pembantaian tersebut masih di jaman Fergie. Kekalahan tragis MU itu pun diakui Fergie sendiri sebagai kekalahan memalukan dalam sejarah karir kepelatihannya.
Meski kalah telak, tapi Fergie tetap yakin anak asuhnya akan bangkit dan kembali berusaha mendekati City yang sedang berada di puncak klasemen. “Kami akan kembali. Kami akan kembali ke jalur juara” kata Fergie setelah laga itu.
Dan terbukti hasilnya, setelah pembantaian itu mereka tak terkalahkan dalam 9 laga di Liga Inggris. Tapi hasil itu tak cukup membawa United mempertahankan mahkota Liga Inggris. Karena di pekan terakhir gelar mereka direbut paksa oleh tetangga kurang ajar yang sudah membantainya itu.
Pasca Dibantai Liverpool dan City 0-3 (2014)
Begitupun yang terjadi di jaman pelatih “Lord Moyes”. Pembantaian itu terjadi dua kali oleh City dan Liverpool. Bahkan terjadi di bulan yang sama yakni Maret 2014. Ketika itu dua kali Old Trafford jadi “lapangan latihan” bagi City dan Liverpool. Liverpool dan City kompak membantai MU dengan skor yang sama 0-3.
📆 2014’te bugün: Manchester United 0-3 Manchester City
— ManCity Türkiye (@ManCityTurkiye) March 25, 2020
⚽️ Edin Dzeko x2
⚽️ Yaya Tourepic.twitter.com/U3giRED73A
Tapi, dua kekalahan yang mencoreng harga diri Theater of Dream itu, mampu dibalas di laga berikutnya. Sebagai contoh, sesudah dibantai Liverpool, pasukan Moyes bangkit dan menang atas West Ham 2-0.
Begitupun setelah dibantai City. Mereka bangkit dan tak tanggung-tanggung membantai dua lawan berikutnya yakni Aston Villa 4-1 dan Newcastle 4-0.
Namun sayang, Comeback dari pembantaian itu tak berlangsung lama. Musim itu mereka sering bangkit dan sering pula tersungkur kembali. Sampai akhirnya MU hanya sanggup finis di peringkat 7 klasemen, dan puncaknya, Moyes pun dipecat.
#OnThisDay in 2014!
— Юлиян Динев (@forever96juli) March 16, 2021
Manchester United-Liverpool 0-3
0-2 S.Gerrard(34 pen,46 pen),0-3 L.Suarez(84)
S.Gerrard misses a penalty(79)@LFC #LFC pic.twitter.com/vkeQH93x1Q
Pasca Dibantai Spurs 1-6 (2020)
Pembantaian di Old Trafford juga terjadi di jaman Ole Gunnar Solskjaer. Dimana mereka dipermalukan Tottenham Hotspurs 1-6. Skor mencolok itu terjadi di zaman The Lilywhites masih dilatih mantan juru taktik MU Jose Mourinho.
⏮️ Man United vs Spurs
— Tottenham From The Lane (@Tottenham_ftl) October 19, 2022
📆 2020 – Manchester United were torn apart 1-6 by confident and impressive Spurs, who ran riot at Old Trafford.#THFC #MUNTOT #MUFC pic.twitter.com/j7GfWN1yCo
Laga tersebut diwarnai blunder dan kartu merah bagi Red Devils. Sampai akhirnya Spurs memanfaatkannya untuk membungkam seantero Old Trafford. Sang juru taktik Ole Gunnar Solskjaer pun mencoba membangkitkan mental anak asuhnya dengan cara berkaca pada pembantaian yang pernah dialami MU dulu di jaman Fergie.
“Saya mengakui ini hal terburuk dalam karir saya, namun ini bukan hari yang terburuk. Kita belajar dari hal terdahulu, bahwa kita mampu cepat bangkit”. Kata Ole pasca laga.
Benar saja, semangat Ole itu akhirnya mujarab. MU sejak pembantaian Oktober 2020 itu, hanya kalah 4 kali sampai akhir musim. Bahkan di laga setelah itu, MU balik membantai Newcastle 4-1. Berkat kebangkitan itu, akhirnya Ole mampu membawa setan merah finish sebagai runner up Liga Inggris.
Pasca Dibantai Liverpool 0-5 dan City 1-4 (2021/22)
Tak hanya itu pembantaian di jaman Ole. Liverpool juga pernah datang mengobrak-abrik seisi Old Trafford dengan kemenangan 0-5 pada bulan Oktober 2021. Laga yang diwarnai para suporter MU yang pulang duluan sebelum laga usai itu, menjadi aib. Karena sebelumnya, MU belum pernah kalah sebanyak itu oleh Liverpool.
Manchester United 0-5 Liverpool: player ratings from Old Trafford.
— Guardian sport (@guardian_sport) October 25, 2021
By @JamieJackson___ https://t.co/xxwvSq9eyX
Akan tetapi, MU tetap bangkit setelah itu. Ole kembali sukses membangkitkan mental anak asuhnya. Dilansir Manchester Evening News, Ole rupanya sangat kesal dengan skuadnya dan sempat menahan anak asuhnya di ruang ganti Old Trafford selama dua jam untuk membuat mereka paham betapa besarnya efek dari kekalahan memalukan itu.
Efek itu ternyata positif, setelah terbukti di laga berikutnya MU mampu menang atas Spurs bahkan dengan skor telak 0-3 di markas Spurs. Namun kebangkitan MU di musim itu tak berlangsung lama.
Manchester City DESTROYED Manchester United 4-1 at the Etihad #OnThisDay in 2022! 😎 pic.twitter.com/X2MMeELsLT
— mcfc lads (@mcfc_lads) March 6, 2023
Karena mereka kembali terbantai oleh City 4-1 di bulan Maret 2022. Dan dengan pola yang sama juga, MU bisa bangkit. Dimana laga setelah itu bertemu Spurs, MU mampu menang dengan skor 3-2.
Pasca Dibantai Brentford 4-0 (2022)
Nah di musim ini bersama Ten Hag, mereka juga shock di awal musim ketika dihadiahi empat gol oleh tim medioker macam Brentford. Hal yang sangat memalukan bagi pelatih baru yang digadang-gadang menjadi juru selamat MU.
Atas dasar itulah Ten Hag mengevaluasi penuh timnya dengan tak segan memberikan hukuman. Ten Hag marah pada timnya yang loyo dan hanya berlari sepanjang laga sejauh 95,6 km.
As per Sky Sports. After the 4-0 thrashing against Brentford, Erik Ten Hag told his Manchester United players to report to training by canceling Sunday’s planned day off.
— Football & Witball ⚽🎩 (@FootballWitball) August 15, 2022
He wanted to make them run hard because Brentford players ran 13.8 kilometers more than them yesterday. pic.twitter.com/DeYqxFLgax
Untuk itu, Ten Hag berupaya menghukum seluruh pemain MU berlari sejauh 13,8 km di sesi latihan hari libur pertamanya setelah kekalahan itu. Hukuman itu benar-benar efektif. Hasilnya terbukti, setelah laga itu, MU bangkit dan sapu bersih kemenangan di empat laga Liga Inggris secara beruntun.
Pasca Dibantai City 6-3 (2022)
Namun kebangkitan itu kembali dicoreng dengan pembantaian berikutnya yang dilakukan oleh City 6-3 di Etihad. Ten Hag kembali menanggung malu. Ten Hag sadar dalam laga itu anak asuhnya kurang pede dalam bermain.
Manchester City player ratings as they thrash Manchester United 6-3⬇️
— Manchester City News (@ManCityMEN) October 2, 2022
Silva 9️⃣
Haaland 🔟
Foden❓ pic.twitter.com/JWJyuUmxS6
Kata Ten Hag, mereka seperti minder duluan sebelum mereka berjuang penuh selama 90 menit. Baginya, ini adalah pelajaran. Ia pun berterima kasih pada City dan Pep bahwa skuadnya diingatkan bahwa masih jauh levelnya dibanding City. Maka dari itu, gemblengan serta kedisiplinan ala Ten Hag yang keras, patut diperlukan segera.
Setelah pembantaian itu berlalu, MU terbukti mampu bangkit kembali. Bahkan di lima laga berikutnya mereka tak pernah kalah. Sampai akhirnya terjadilah pembantaian 7-0 di Anfield pada Maret 2023. Kalau melihat catatan kebangkitan MU setelah dibantai dari musim ke musim, pertanyaanya apakah MU akan bangkit lagi?
Liverpool 7-0 Manchester United
— B/R Football (@brfootball) March 6, 2023
*adjusts eyes*
Yeah, it happened.
Liverpool provided one of the wildest scorelines in one of the biggest fixtures in Premier League history on Sunday.
When massive Premier League clashes go wrong. (Or right 🙃)
[THREAD] pic.twitter.com/PdGSaHQupL
Sumber Referensi : bleacherreport, bbc, manutd, dailymail, sportskeeda, dailymail


