Mereka yang mengenal Jose Mourinho tahu bahwa pelatih yang satu ini punya kekuatan magis sendiri. Kalau sudah memegang kendali di pinggir lapangan, tunggu saja magis Mourinho bekerja. Tentu yang dimaksud magis bukan hanya bisa mengantarkan timnya tampil apik.
Akan tetapi ia juga bertangan dingin. Siapa pun pemain yang tidak cocok dengannya, pasti akan disingkirkan. Namun dalam beberapa kasus, The Special One juga pernah menyesal menjual pemainnya.
Selama melatih tak sedikit pemain yang dijual tak sesuai kehendak Mourinho. Nah, berikut ini penjualan pemain yang paling disesali Jose Mourinho. Siapa saja pemain-pemain tersebut?
Daftar Isi
Mohamed Salah
Mohamed Salah yang tengah melempem itu merupakan salah satu anak didik Mourinho. Salah dibeli Chelsea pada tahun 2014. Pemuda Mesir itu datang dari Basel dengan banderol 11 juta poundsterling (Rp201 miliar).
Ia mengesankan Mourinho selama di Chelsea. Namun Salah hanya bermain 19 laga sebelum akhirnya dipinjamkan ke Fiorentina dan AS Roma. Salah pun justru akhirnya tiba di Liverpool pada Juni 2017 dengan banderol 34 juta poundsterling (Rp622 miliar) setelah sebelumnya dibeli AS Roma dari Chelsea.
Manajemen Chelsea memang berniat menjual Mohamed Salah, tapi Mourinho tidak. Hingga hari ini, Mourinho tidak pernah mengatakan dirinya yang menjual Salah. Mourinho sendiri menyesal tidak bisa menahan Salah pergi.
(🟢) NEW:
— The Anfield Talk (@TheAnfieldTalk) June 13, 2022
Liverpool remain optimistic they can convince Mohamed Salah to sign fresh terms. [Chris Bascombe] pic.twitter.com/gQyZbSrOVz
“Orang-orang mengidentifikasi bahwa saya yang menjual Salah. Padahal itu keliru. Saya hanya pelatih yang hanya benar-benar ingin membeli Salah,” kata Mourinho dikutip Sky Sports.
Kekaguman Mourinho pada Salah ditunjukkan ketika ia mendorong Chelsea untuk membelinya. Kendati sudah ada Eden Hazard dan Willian, Mourinho tetap yakin, Salah harus dibeli. “Dia (Salah) merupakan pemain sayap yang masuk ke dalam daripada seorang striker,” kata Mourinho.
Tapi karena keinginan Salah mendapat menit bermain lebih, ia pun dipinjamkan oleh manajemen Chelsea. Sayang, bagi manajemen, penampilan selama peminjaman itu belum cukup sehingga Salah pun dijual.
Memphis Depay
Nama lainnya adalah Memphis Depay. Mourinho tampak menyesal telah menjualnya ketika melatih Manchester United. Depay datang ke United tahun 2015.
Ia mengenakan nomor punggung 7 di Manchester United. Namun, itu justru membawa petaka baginya. Ketika Mourinho datang, Depay berusaha bertahan di United. Ia bertekad membuktikan kemampuannya di depan The Special One.
Namun dasar apes, Depay dilepas begitu saja oleh Mourinho. Depay tidak begitu terlihat di bawah asuhan Mourinho. Ia tak banyak diberikan menit bermain oleh sang pelatih. Pemain asal Belanda itu pun akhirnya dijual ke Olympique Lyon pada tahun 2017.
Ex #ManchesterUnited winger Memphis Depay has not ruled out a move to #Barcelona in January. The #Netherlands star stayed at #Lyon to see out the final year of his contract after interest from #Catalan club in summer but #French side could opt to sell him in next transfer window. pic.twitter.com/u7hbrW6wPP
— Football Views (@FootballViewsUK) October 12, 2020
Kelak Mourinho menyesali keputusannya menjual Depay. Mou menyesali perlakuannya pada Depay karena kurang memberi menit bermain padanya. Hal itu membuat Depay kesulitan untuk mempertontonkan penampilan terbaiknya.
“Saya masih punya perasaan buruk pada mereka yang tak saya beri kesempatan. Memphis Depay, saya tidak memberinya pertandingan untuk dimainkan, untuk dibuktikan,” kata Jose Mourinho dikutip Sky Sports.
Romelu Lukaku
Romelu Lukaku yakin dirinya akan menjadi pemain hebat ketika Chelsea datang memungutnya dari Anderlecht tahun 2011. Namun, ia justru hanya turun di 10 laga The Blues. Alih-alih menjadi andalan di Chelsea, Lukaku justru dipinjamkan.
Selama masa peminjamannya di West Bromwich itulah, Lukaku menemukan bahwa ia bisa jadi salah satu penyerang terbaik. Ia akhirnya kembali ke Stamford Bridge setelah menjalani masa peminjaman dari West Brom. Persis ketika Jose Mourinho sudah kembali menukangi Chelsea.
Tapi Lukaku lagi-lagi dipinjamkan. Kali ini ke Everton. Namun, ia sempat ditangani Jose Mourinho. Pada Juli 2014, Lukaku justru dilepas ke Everton. Laga melawan Bayern Munchen di final Piala Super Eropa tahun 2013 menjadi laga terakhir striker Belgia membela Chelsea, sebelum ia pulang lagi ke sana di era Tuchel.
Lukaku gagal mengeksekusi penalti di laga itu. Di sisi lain Mourinho, pelatih Chelsea kala itu mengaku menyesal melepas begitu saja Lukaku. Terlebih Lukaku sejatinya masuk ke dalam rencana Mourinho berikutnya.
Nila setitik, rusak susu sebelanga, kegagalan mengeksekusi penalti ternyata termasuk salah satu alasan mengapa Lukaku dijual oleh Chelsea. Mourinho tidak bisa menahan Lukaku hengkang ke Everton.
Meski demikian, belakangan ini Mourinho merevisi omongannya. Bahwa ia tidak menyesal melepas Lukaku ke Everton.
Morgan Schneiderlin
Morgan Schneiderlin datang ke Manchester United dari Southampton tahun 2015. Ia menjadi salah satu bagian penting di lini tengah Manchester United. Tapi ketika Jose Mourinho datang, Morgan dijual ke Everton tahun 2017.
Sang pemain dijual seharga 22 juta poundsterling (Rp403 miliar) ke Everton. Namun, penjualannya membawa petaka, terutama bagi Manchester United asuhan Mourinho. Sebab pada akhirnya MU justru mengalami krisis di lini tengah.
Dilansir The Sun, Jose Mourinho mengatakan ia menyesal menjual Schneiderlin. Apalagi setelah itu MU dilanda krisis cedera pemain tengah. Hal yang bikin Mourinho bertambah menyesal adalah saat itu Morgan justru masih sangat gahar di lini tengah Everton.
Manchester United agree to sell Morgan Schneiderlin to Everton for a fee of £22m https://t.co/unDj8hdNHW pic.twitter.com/fjGm63Fqua
— Teejac Sports (@TeejacSports) January 10, 2017
Bastian Schweinsteiger
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Jose Mourinho tidak hanya menjual Morgan Schneiderlin. Namun pelatih berpaspor Portugal itu juga membiarkan gelandang United lainnya, Bastian Schweinsteiger pergi dari Theatre of Dream.
Mourinho mengatakan itu bukan sepenuhnya keinginan klub. Tapi Bastian memang ingin hengkang dari Manchester United. Penjualan dua gelandang United, termasuk Bastian muncul karena skuad United terlalu gemuk.
Tak sedikit pemain muda yang bisa dipakai oleh Mourinho. Hal itu membuat manajemen perlu membiarkan sebagian pemain keluar. “Jadi terkadang kami mengalami dilema untuk mempertahankan skuad yang lebih besar. Tapi kemudian para pemain tidak ingin bertahan,” kata Mourinho.
Kelak, sama seperti Schneiderlin, Mourinho menyesal telah menjual Bastian. Pemain yang akhirnya merapat ke Chicago itu harusnya bisa menjadi alternatif ketika gelandang MU mengalami krisis. Tapi karena dijual, Mourinho harus menerima akibatnya.
Sources: Manchester United are struggling to sell Marcos Rojo and Bastian Schweinsteiger. https://t.co/fyUv6RUnng pic.twitter.com/JT4wcJpjbH
— ESPN FC (@ESPNFC) August 31, 2016
Juan Mata
Gelandang kreatif Spanyol, Juan Mata bergabung ke Chelsea tahun 2011. The Pensioners harus mengeluarkan uang senilai Rp464 miliar demi menebusnya. Akan tetapi ia sepertinya kesulitan untuk menembus skuad Chelsea. The Special One justru lebih menyukai Oscar.
Namun, lambat laun performa Oscar dan Hazard yang jadi andalan Mourinho di Chelsea menurun. Chelsea pun kesulitan mencetak gol karena kehilangan Mata. Hal itu diakui oleh mantan pemain Chelsea dan partner Mata, Deco.
Of all the players that have left Chelsea in recent years, Juan Mata was the one that hurt me the most. The other players we let go we’re not at their peak of their powers. In Juan Mata this wasn’t the case, he had 2 fantastic seasons but Mourinho decided to sell him. pic.twitter.com/VyKl6kit0A
— Frank Khalid OBE (@FrankKhalidUK) October 24, 2020
Dilansir Express, ia tidak bisa memahami mengapa Mourinho menjual Juan Mata. Deco tahu bahwa Mourinho akan menyesal menjual Juan Mata ke Manchester United pada 2014. Pada gilirannya, Jose Mourinho juga mengakui hal itu.
“Saya menyesal tidak membuatnya (Mata) bahagia. Tetapi sepak bola adalah sepak bola,” kata Mourinho.
Juan Mata tampaknya tidak nyaman ketika digeser ke samping oleh Mourinho. Hal itulah yang akhirnya bikin ia hanya duduk di kursi cadangan. Menjadi cadangan mungkin sesuatu yang baru baginya dan membuatnya tidak betah. Mata akhirnya memutuskan pindah ke Manchester United, tim yang dia impikan sekaligus tempat di mana ia bertemu lagi dengan The Special One.
Sumber: SkySports, Mirror1, TheSun, Mirror2, Express1, Express2, Sportskeeda, RedDevilArmada


