Titisan Fergie! Michael Carrick Selamatkan Middlesbrough dari Degradasi

spot_img

Bagi sebagian besar pesepakbola, impian terbesarnya ketika mendekati masa pensiun adalah menjadi pelatih sepakbola hebat. Berbekal ilmu dan pengalamannya mereka memiliki berambisi besar untuk tetap terlibat dalam dunia sepakbola meski hanya dari pinggir lapangan.

Begitupun Michael Carrick. Mantan pemain Manchester United ini juga sudah lama memiliki impian sebagai seorang pelatih. Apalagi pemain yang berposisi gelandang biasanya jauh lebih berpeluang menjadi seorang pelatih hebat.

Kini Carrick sedang menghidupkan mimpinya. Mantan gelandang Timnas Inggris tersebut sedang menjalani tugas sebagai pelatih di salah satu tim kasta kedua Liga Inggris, Middlesbrough. Menariknya, meski minim pengalaman, Boro justru tampil mengesankan bersama Carrick. 

Mimpi Michael Carrick

Selama hidupnya sebagai pesepakbola, Michael Carrick telah membangun reputasi sebagai salah satu gelandang terbaik di Inggris, bahkan mungkin di dunia. Carrick juga memiliki karir yang gemilang saat bermain untuk Manchester United. Belasan trofi sudah ia raih selama berseragam Setan Merah.

Namun, apakah itu akan menjamin kesuksesan ketika ia memutuskan untuk menjadi seorang pelatih suatu saat nanti? Tentu tidak, dan Carrick pun menyadari itu. Setelah bermain untuk Manchester United dan bertemu sosok Sir Alex Ferguson, Carrick mulai yakin kalau suatu saat nanti ia ingin menjadi pelatih hebat seperti dirinya.

Maka dari itu, Carrick telah merampungkan kursus kepelatihan guna mendapatkan Lisensi A UEFA. Bekal tersebut sangat berguna untuk meneruskan karir sebagai pelatih. Semasa masih bermain di bawah arahan Fergie, Carrick selalu didorong untuk mengambil kursus kepelatihan oleh pria asal Skotlandia tersebut. 

“Sir Alex selalu mendorong kami untuk menyelesaikan kursus kepelatihan. Ada sekira 10 orang yang melakukannya, termasuk Darren Fletcher dan beberapa pemain lain. Saya kemudian mengikuti jalan yang sama,” kata Michael Carrick di salah satu wawancaranya dengan Mirror 2018 lalu.

Belajar dari yang Terbaik

Selain Ferguson, Carrick juga belajar dari beberapa pelatih top yang pernah menangani Manchester United. Barangkali Louis van Gaal dan Jose Mourinho jadi manajer yang ilmunya paling banyak diambil oleh Carrick.

Mantan gelandang United itu mengatakan kalau memang ada perbedaan gaya bermain yang sangat signifikan antara Sir Alex Ferguson, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho. Meski demikian Carrick mengaku dirinya telah belajar banyak dari mereka. Terutama saat menjadi staf kepelatihan Jose Mourinho musim 2018/19.

Dilansir Manchester Evening News, Carrick menegaskan ketika bekerja di bawah Jose Mourinho berarti ia sedang belajar dari yang terbaik. Perlu kita ketahui, persis setelah pensiun pada tahun 2018 kemarin, Carrick langsung masuk staf kepelatihan Manchester United era Jose Mourinho.

Ini jadi bekal yang sempurna bagi Carrick yang memiliki impian menjadi pelatih muda berbakat. Kemauannya untuk terus belajar jadi pertanda baik sebagai salah satu generasi baru yang beralih menjadi pelatih setelah pensiun dari sepakbola profesional. Kini Carrick pun menyusul rekan-rekan seangkatannya seperti Frank Lampard dan Steven Gerrard untuk berkarir sebagai pelatih.

Kisah Singkat Melatih Manchester United

Tugas pertama Michael Carrick sebagai pelatih adalah saat masih bersama Manchester United. Ia ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat November 2021. Meski hanya berstatus sebagai pelatih sementara, kisah singkatnya ini bisa jadi tolak ukur bagaimana kinerja Carrick saat melatih sebuah klub.

Meski masa jabatannya singkat, Michael Carrick memiliki peran penting dalam membantu tim mengamankan satu tiket ke babak 16 besar Liga Champions musim 2021/22 dan meraih empat poin dari dua laga di Liga Inggris. Setelah laga pekan ke-14, Manchester United menempati peringkat ketujuh klasemen liga.

Carrick hanya memimpin tiga laga Manchester United. Dalam tiga pertandingan tersebut, rekor Carrick cukup oke. Ia mengantongi dua kemenangan dan satu hasil imbang. Jadi, bisa dibilang statistik Carrick di Manchester United itu sempurna, tanpa kekalahan.

Carrick membawa United memenangi laga tandang atas Villarreal dengan skor 2-0 di ajang Liga Champions. Selain itu, ia bermain imbang 1-1 melawan Chelsea di Liga Inggris. Mantan pemain Spurs itu menutup kisah singkatnya di MU dengan kemenangan 3-2 atas Arsenal. Carrick memilih mengundurkan diri sebagai pelatih interim Manchester United meski berhasil mengalahkan skuad asuhan Mikel Arteta.

Menerima Pinangan Middlesbrough

Setelah mengundurkan diri, Carrick tak terburu-buru untuk kembali ke dunia sepakbola. Carrick justru vakum dan memfokuskan diri pada yayasan yang ia dirikan. Michael Carrick Foundation telah menyediakan peralatan tulis-menulis kepada para siswa untuk membantu mempersiapkan diri masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Setelah urusannya rampung, Carrick mulai mempertimbangkan untuk kembali ke dunia sepakbola sebagai pelatih. Pada Oktober 2022, tawaran pun datang, tapi bukan dari Manchester United, melainkan dari tim kasta kedua, Middlesbrough. Carrick pun menerima tawaran tersebut untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Chris Wilder. Boro mengikat Carrick dengan kontrak berdurasi 3 tahun.

Di jabatan resmi pertamanya, Carrick langsung diberikan tugas berat. Pasalnya, saat Carrick datang, Boro hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Meski minim pengalaman, Presiden Middlesbrough, Steve Gibson tetap yakin kalau Carrick adalah sosok yang tepat untuk menyelamatkan klub dari zona degradasi.

Carrick Menyelamatkan Middlesbrough

Keputusan Boro dalam penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih baru tampaknya mulai membuahkan hasil. Dari 14 pertandingan Championship yang dipimpin Carrick, Boro sudah mengantongi sepuluh kemenangan, satu hasil imbang dan baru menelan tiga kekalahan.

Dampak yang diberikan Carrick cukup instan. Meski mengawali laga debutnya dengan kekalahan, Carrick telah menghidupkan kembali semangat skuad yang sempat padam karena menelan rangkaian hasil buruk. 

Chuba Akpom yang tadinya hanya mencetak empat gol saja hingga pekan ke 17, kini menjadi mesin gol di bawah arahan Michael Carrick. Sang pemain disulap menjadi penyerang haus gol yang telah mencetak 12 gol sejak Carrick mendarat di Riverside.

Beberapa pemain macam Ryan Giles, Riley McGree, dan Zack Steffen juga kembali tampil konsisten setelah kehadiran Michael Carrick. Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut mampu membangun kedekatan dengan para pemain. Itu yang tak didapat Middlesbrough dari pelatih-pelatih veteran sebelumnya.

Carrick mengubah filosofi bermain The Boro. Permainan Middlesbrough mengingatkan pada masa kejayaan Carrick di Manchester United. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk bermain simpel tapi dengan produk yang jelas, yakni gol. Di bawah asuhan Carrick, Boro mengandalkan penguasaan bola di area sepertiga lapangan lawan. Selain itu, umpan-umpan kejutan ke tiang jauh juga jadi senjata rahasia Carrick.

Asa Kembali ke Kasta Tertinggi

Berangkat dari peringkat 21 klasemen kini Middlesbrough melesat ke urutan ketiga klasemen sementara Divisi Championship. Dulu jadi tim yang berusaha mati-matian untuk terhindari dari zona degradasi, kini The Boro jadi tim yang bersaing memperebutkan satu tiket promosi ke Premier League.

Boro kini berada di zona kualifikasi dengan mengumpulkan 48 poin, selisih 10 poin dengan peringkat kedua, Sheffield United. Apabila performa Middlesbrough konsisten, bukan tidak mungkin, Carrick bisa membawa The Boro menyalip Sheffield guna mengamankan satu tiket langsung ke kasta tertinggi. Apabila ini benar-benar terjadi, akan menarik melihat Carrick berhadapan dengan mantan klubnya, Manchester United.

https://youtu.be/UCkgNWi_L24

Sumber: The Athletic, Breaking The Lines, Mirror, MEN, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru