Kalah Dari Mallorca! Ancelotti Isyaratkan Selamat Tinggal Gelar La Liga?

spot_img

Real Madrid mengalami kemunduran dalam perebutan gelar La Liga yang semakin menuju akhir ini. Mereka sudah tertinggal lima poin dari Barcelona, tapi bukannya memperkecil ketertinggalan, anak asuh Carlo Ancelotti malah menambah jarak dengan kalah melawan Mallorca 1-0.

Ancelotti pun mendapat kritikan dari fans. Terutama karena tidak menjadikan dua pemain kuncinya sebagai starter di lini tengah. Adalah Toni Kroos dan Luca Modric yang harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Padahal saat wawancara sebelum pertandingan, Ancelotti ditanyai soal susunan pemain yang akan digunakan.

Dilansir dari managing madrid.com, Ancelotti berkata “Akan menurunkan susunan pemain terbaiknya. Itu termasuk Kross dan Modric, atau juga bisa tidak” Dan di pertandingan ini Don Carlo memasang trio Aurelien Tchouameni, Fede Valverde, dan Dani Ceballos.

Itu tentu bukan line up terbaik Real Madrid. Tapi apakah ini mengisyaratkan kalau itu adalah susunan pemain terbaik yang bisa dimainkan Ancelotti di La Liga. Atau ini isyarat pernyataan selamat tinggal kepada gelar juara La Liga.

Kekalahan Memalukan

Bermain di Stadion Iberostar di depan para pendukung tim lawan, Real Madrid sudah tertinggal lebih dulu di menit ke-13. Bukan karena pemain lawan membobol gawang Lunin. Melainkan gol bunuh diri dari Nacho. Bek asal Spanyol itu berniat menyapu bola keluar lapangan, tapi malah masuk ke gawang sendiri.

Real Madrid berusaha tetap tenang dan melakukan serangkaian serangan. Di menit ke-41 Valverde melepaskan tembakan dari luar kotak, tapi bola melambung terlalu jauh di atas mistar gawang. Kedudukan 1-0 pun bertahan sampai babak pertama berakhir.

Di babak kedua Madrid masih menguasai permainan. Tapi los merengues kesulitan menembus pertahanan berlapis dari Mallorca. Kesempatan emas datang ketika Vinicius menerima pelanggaran di kotak penalti. Namun sayang, Asensio yang jadi eksekutor tidak mampu merubahnya menjadi gol.

Anak asuh Ancelotti terkenal dengan melakukan comeback dramatis di menit akhir. Tapi tidak dengan kali ini. Tidak ada gol tambahan tercipta sampai pertandingan berakhir. Real Madrid kalah dengan total penguasaan bola sampai 74%.

Terlebih lagi, los blancos mencatatkan 20 tembakan percobaan dengan hanya satu diantaranya yang tepat sasaran. Ya, hanya penalti gagal Asensio itu. Catatan ini mengartikan kalau Madrid tidak sedang baik-baik saja.

Rentetan Nasib Sial El Real

Real Madrid adalah klub terbesar di dunia. Jadi agaknya kurang tepat kalau menyalahkan keadaan pada faktor eksternal. Mengingat skuad yang dimiliki ditambah manajer kelas dunia, kekalahan di liga terutama ketika sedang berusaha mengejar posisi pucak tidak dapat diterima. Tapi nyatanya el real sedang berada dalam rentetan nasib sial. Itu seolah mengaktifkan efek domino yang berujung kekalahan Madrid di laga ini.

Dimulai dari sebelum kick-off, Karim Benzema dan Eder Militao harus diistirahatkan karena menerima cedera di laga sebelumnya. Kehilangan Benzema ternyata sangat berpengaruh terhadap ketajaman daya gedor pasukan Ancelotti.

Nasib sial tidak berhenti sampai disitu. Satu lagi pemain andalan yang harus diistirahatkan. Dialah Thibaut Courtois yang mengalami cedera saat pemanasan. Ancelotti akhirnya harus menurunkan kiper kedua, Andriy Lunin.

Dan hanya 13 menit laga berjalan, Nacho sudah melakukan gol bunuh diri. Terkait gol bunuh diri itu, Nacho mengatakan kalau itu adalah hal yang lumrah di sepak bola. Namun, unggul di menit awal membuat Mallorca bisa fokus untuk bertahan sampai sisa waktu pertandingan.

Ancelotti Ucapkan Selamat Tinggal Pada La Liga?

Ancelotti juga setuju dengan ketidak beruntungannya di laga ini. Selain itu, pelatih asal Italia itu menganggap anak asuhnya terlalu banyak menerima pelanggaran. Dirinya juga tidak memungkiri kalau laga ini memang pertandingan yang sulit dijalani.

“Ini adalah pertandingan yang sudah kita persiapkan jadi pertandingan sulit. Kami tidak memiliki keberuntungan yang kami butuhkan.”

Kekalahan ini membuat jarak Madrid dengan Barcelona semakin jauh. Setelah Barca mengalahkan Sevilla dengan skor 3-0, kini selisih poin menjadi delapan. Carlo Ancelotti mengatakan ini adalah kekalahan yang sangat menyakitkan. Ia juga menyadari posisinya kini dalam perburuan gelar La Liga.

“Selamat tinggal kepada La Liga? Ini kekalahan yang sangat sulit. Kami telah bersiap untuk laga ini, tapi ini adalah laga yang sulit. Secara keseluruhan, kami tidak memainkan permainan yang buruk. Gol yang kami terima dan penalti yang gagal itu sangat mempengaruhi kami.”

Sepenting Itulah Benzema

Dari kekalahan ini, seharusnya Ancelotti sadar betapa pentingnya Benzema dalam skuad. Atau setidaknya pemain yang bisa menggantikan Benzema sebagai seorang Target Man. Ini terbukti ketika Mariano Diaz masuk ke lapangan. Dari situ Madrid bisa terlihat memiliki lebih banyak peluang untuk menyamakan kedudukan.

Tapi Mariano adalah pemain yang jarang dimainkan. Mungkin karena sudah berkarat, jadi ketika dapa peluang pun pemain berusia 29 tahun itu tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Rodrygo sebenarnya bisa beberapa kali menggantikan peran Benzema, tapi itu bukan posisi naturalnya.

Benzema sudah melewati 34% pertandingan bersama Madrid karena cedera. Ini adalah peringatan penting untuk Ancelotti mencari backup atau suksesor Karim Benzema sebagai seorang striker dan target man no.9 di Real Madrid.

Sumber referensi: ESPN, One, Managing Madrid, 90min

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru