Setia Atau Terpaksa? Mau-Maunya Harry Kane Bertahan di Spurs

spot_img

Harry Kane, oh Harry Kane, sampai kapan, sih, dirimu betah tak menggenggam satu pun trofi? Sebagai pencetak rekor gol beberapa musim, aneh rasanya melihat tak ada satu pun trofi yang diraih Harry Kane.

Sudah saatnya ia mencari klub baru di musim depan. Umur dan kontraknya juga memungkinkan untuk menyudahi petualangannya dengan klub berlogo ayam itu. Toh, kondisinya kini di Spurs belum sepenuhnya menjamin untuk dirinya meraih gelar satu pun.

Akan tetapi, kesetiaan yang selama ini diucapkan Kane ketika menolak pinangan beberapa klub, menjadi pertanyaan semua pihak. Apakah kesetiaan Kane itu adalah benar-benar dari hati yang dalam? Ataukah itu hanya terpaksa?

Janji Surga Daniel Levy

Hubungan Kane dengan Spurs yang sudah terjalin sejak debutnya di musim 2011/12, membuat dirinya merasa dihargai sebagai salah satu bagian terpenting klub. Sang presiden, Daniel Levy pun bangga melihat produknya berhasil menjadi bintang dan membawa klubnya ke tingkat yang lebih tinggi.

Celakanya, hubungan baik itu lama-kelamaan berubah. Seiring apa yang selalu Levy janjikan kepada Kane. Karena janji itu ternyata selalu berakhir dengan janji palsu. Dari mulai dijanjikan pelatih yang berpengalaman dalam hal trofi, sampai janji pribadinya kepada sang bintang yang diakui banyak pihak telah diingkari.

Berangkat dari masalah trofi. Levy tentu tahu masalah utama Kane tersebut. Namun, ia selalu meyakinkan Kane bahwa ia dapat meraih trofi bersama The Lilywhites. Sebagai contoh, ketika Kane sudah merasa nyaman dan berhasil bersama Pochettino, dengan mencapai final Liga Champions.

Di musim berikutnya Kane dijanjikan seorang Jose Mourinho, pelatih yang kaya akan gelar dan bermental juara. Kane pun tentunya sangat berambisi. Namun kenyataannya, Mou pun dipecat Levy ketika hampir selangkah lagi berjuang di final Carabao Cup.

Sejak itu Kane sudah merasa cukup untuk tinggal lebih lama di Spurs. Pernyataan pertama dari mulut Kane soal rencana masa depannya untuk tidak lagi di Spurs, muncul pada 17 Mei 2021, tepat sebulan setelah Mourinho pergi dari Spurs.

Tiga hari setelahnya, Gary Neville mengkonfirmasi pernyataan Kane tersebut dalam wawancaranya eksklusifnya. Dan benar, Kane mengiyakan dirinya mungkin di masa depan tak akan lagi bersama Spurs.

Pernyataan yang keluar dari mulut Kane itu bukan tanpa sebab. Karena sebelumnya, ia pernah muak dengan janji-janji surga Levy. Kane diketahui ternyata sudah punya ikatan janji pribadi dengan Levy di akhir musim 2019/20.

Kurang lebih ikatan janjinya adalah kalau sampai Kane tidak dapat trofi, dan lolos Liga Champions musim 2020/21 bersama Mourinho, baru ia boleh pergi dari Spurs. Itulah janji palsu yang ditagih Kane setelah Spurs hanya finis di peringkat 7 Liga Inggris dan nol gelar pada musim 2020/21.

Kane tak salah menagih janji itu kepada Levy. Namun kenyataannya, Levy mengkhianatinya dengan menolak beberapa tawaran klub besar termasuk City di bursa transfer musim panas 2021/22.

Tawaran City, Kemarahan Kane, hingga Datangnya Conte

Tawaran gila-gilaan dari City yang sedang mencari striker baru pun ditolak Levy. Di sisi lain Levy sudah pernah bilang kepada pihak City, jika ia akan melepas Kane hanya dengan harga 150 juta pounds. Setelah City berusaha menawar, eh ternyata tak dilepas juga tuh sama si Levy.

Kane merasa kembali dipermainkan Levy. Ia pun sempat absen di laga-laga awal Spurs di Liga Inggris. Kane tampaknya sudah kadung marah besar pada Levy. Namun, mau bagaimana lagi, ia tak jadi dijual. Ia menjalani musim yang penuh paksaan bersama pelatih yang dianggapnya juga kurang meyakinkan, yakni Nuno Espirito Santo.

Seiring dengan performa Spurs yang anjlok bersama Nuno, semakin menguat juga bahwa Kane cepat atau lambat akan hengkang. Sampai akhirnya pada bulan November 2021, Nuno dipecat dan Levy kembali memberikan angin surga pada Kane.

Pelatih kaliber juara yang pernah sukses di Inggris, Antonio Conte didatangkan. Levy kembali meyakinkan Harry Kane, bahwa ia akan sukses meraih trofi bersama pelatih Italia tersebut. Sampailah Kane pada rasa nyaman dan percaya pada cara Conte. Setelah di akhir musim itu, Spurs kembali lagi masuk Liga Champions dan mencapai semifinal Piala Liga.

Kontrak Sampai 2024

Musim penuh Conte pada 2022/23, menjadi ajang pembuktian sebetah apa Kane sama Conte. Dari pihak Conte sendiri tentu terus mendesak agar Kane bersamanya hingga meraih kesuksesan. Mengingat kontrak Kane kini hanya sampai 2024. Kalau tak segera ditentukan nasib kontraknya pada tahun 2023 ini, maka di 2024 ia bisa berstatus free transfer.

Masalahnya, walaupun dilatih Antonio Conte, Spurs tak kunjung mentereng. Tentu seberapa jauh langkah Spurs di Liga Champions, mendapat trofi di Piala domestik, serta kembali masuk Liga Champions musim depan adalah kunci mereka untuk menahan Kane. Akan tetapi kalau tidak bagaimana? Mengingat inkonsistensi masih melanda Spurs di bawah Conte hingga lewat paruh musim.

Modric Kedua?

Atau jangan-jangan, ia akan menjadi Modric kedua di Spurs? Bagi yang belum tahu, Modric dulu pernah bernasib seperti Kane, ketika ia ditolak pindah klub dan merasa marah pada Levy. Cerita itu berawal dari tawaran menggiurkan yang datang dari Chelsea pada 2011.

Levy awalnya menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Modric pun merasa kesal dan merasa dibohongi karena ia juga pernah dijanjikan seperti Kane. Kalau ada klub yang menawarnya tinggi, Levy pasti akan melepasnya. Namun, semua itu omong kosong.

Kemarahan Modric terhadap Levy pun tak terhindarkan. Sampai-sampai ia mogok latihan. Tapi uniknya, seiring berjalannya waktu si Levy luluh juga dan bersedia melepas Modric ke Madrid pada 2012 dengan tawaran yang juga menggiurkan. Nah, apakah ini akan sama ending-nya dengan kasus Harry Kane?

MU dan Madrid

Kini Kane mau tidak mau harus menyelesaikan musimnya di Spurs apa pun hasilnya. Syukur-syukur bisa meraih trofi. Tapi jika tidak, itu akan langsung berefek pada masa depan Kane.

Pasalnya, di musim panas nanti, akan ada dua klub besar yang serius untuk menanti mesin gol Inggris tersebut. MU seperti dilansir Sky Sports, menunjukan ketertarikan merekrut Kane dengan iming-iming gaji dan trofi.

Bukan tidak mungkin, ia akan bernasib seperti Van Persie yang dulunya pindah ke MU dan langsung mendapat gelar. Gerak-gerik MU pun sepertinya sudah mantap untuk meminang Harry Kane. Ketika rencana menunjuk Weghorst sebagai pengisi sementara kekosongan striker dengan hanya berstatus pinjaman.

MU tampaknya tak sendirian. Kane juga diminati serius oleh Real Madrid. Los Blancos juga perlahan sedang mencari penerus Benzema yang sudah terbukti. Harry Kane dirasa tepat untuk menggantikan Benzema. Soal trofi dan gaji, Real Madrid lebih dari sanggup untuk memenuhi itu.

Semuanya kini tinggal kesepakatan Kane dan Levy. Memilih masa depannya untuk tetap setia sebagai “one man club” yang tanpa trofi, atau sesegera mungkin hijrah dan meraih trofi sebelum kepalang menua dan pensiun. Apa kata dunia kalau pemain sehebat Harry Kane dalam karirnya tak mampu meraih sebiji pun trofi?

Sumber Referensi : theathletic, dailymail, reuters, mirror, sportbible, mirror

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru