Indonesia memainkan laga pertamanya di ajang AFF 2022 pada jumat sore kemarin. Berlaga di stadion kebanggaan Gelora Bung Karno, Indonesia mampu mengalahkan Kamboja dengan skor 2-1.
Gol pertama diciptakan oleh Egy Maulana Vikri di menit ke-7. Lalu sempat dibalas oleh gol dari Sareth Kriya di menit ke-15. Di menit ke-35 Witan Sulaiman mampu mengembalikan keunggulan Indonesia. Meskipun menang, tapi sulit untuk optimis melihat penampilan timnas Indonesia itu.
Banyak peluang terbuang di babak kedua, hasil dari lini depan yang tumpul bahkan sampai membuat Shin Tae Yong marah-marah. Setidaknya kita dipertontonkan aksi Jordi Amat yang melakukan debutnya bersama timnas di laga itu.
Jordi Amat Pamer Skill
Jordi Amat adalah salah satu pemain yang paling dinanti-nantikan aksinya oleh pendukung timnas Indonesia. Namanya pun diteriakan oleh para suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Suporter yang sama yang membentangkan spanduk bertuliskan “mereka bukan meninggal tapi dibunuh” dan “usut tuntas kanjuruhan”
Debut Jordi Amat ini memang belum menemui kata sempurna. Ia sempat kecolongan beberapa kali di pertandingan itu. Ia juga tidak mampu mengawal Sareth Krya sehingga gol Kamboja tercipta.
Meskipun begitu, pemain kelahiran Spanyol itu mempertontonkan umpan-umpan yang memanjakan mata. Meskipun seringkali umpannya gagal dimanfaatkan, Ini seolah jadi penyegar di tengah keringnya lini serang Indonesia. Jordi punya ketenangan dan visi bermain yang jelas. Itu adalah aset bagi Indonesia untuk bisa memulai serangan dari belakang. Dan yang ia tampilkan sore kemarin sangatlah menjanjikan.
Ia juga melakukan tugas utamanya sebagai bek dengan baik. Beberapa kali ia mampu menyapu bola yang dapat mengancam gawang Indonesia. mantan pemain Swansea City itu tidak ragu dalam memotong bola lawan yang datang ke lini pertahanan. Spirit di menit ke-40, ia menyapu bersih umpan silang dari pemain Kamboja.
Shin Tae Yong juga puas dengan performa bek berusia 30 tahun itu. Selain itu ia juga puas dengan para pemain naturalisasi lainnya seperti Marc Klok dan Ilija Spasojevic.
“Ini memang sangat baik, saya puas dengan dengan penampilan Jordi Amat sebagai defender. Penilaian terhadap mereka cukup baik tapi ini adalah pertandingan pertama, dan ini bukan laga uji coba. Memang ada kekurangan tapi saya ucapkan terimakasih karena telah bermain cukup baik”
Menang, Shin Tae Yong Malah Marah
Meskipun begitu, coach STY sempat terlihat marah-marah di pinggir lapangan melihat anak asuhnya bermain. Ia seakan frustasi dengan bagaimana timnya menjalani laga. Khususnya di babak kedua. Coach STY sempat marah dengan Marselino Ferdinand di menit-menit akhir. Gelandang Persebaya itu tidak langsung bangkit dan membuang-buang waktu ketika dilanggar pemain kamboja.
Lalu setelahnya, Shin Tae-yong kembali terlihat ngamuk di pinggir lapangan. Kali ini berkat ulah Ilija Spasojevic di masa injury time. Ia terlalu lama menahan bola di daerah pertahanan Kamboja ketimbang membawanya langsung masuk ke dalam lini pertahanan lawan.
Setelah laga, Shin Tae Yong menjelaskan mengapa dirinya tidak puas dengan permainan Indonesia sore itu. Baginya, timnas garuda tidak memberikan permainan yang seru untuk para pendukung Indonesia.
“Memang saya berterima kasih dan bersyukur atas kemenangan timnas Indonesia. Akan tetapi hal yang membuat saya marah adalah karena menurut saya mereka tidak bisa menunjukan permainan yang seru kepada fans”
Coach STY kemudian menambahkan bahwa seharusnya anak asuhnya bisa mencetak lebih banyak gol. Unggul selisih gol akan sangat menguntungkan Indonesia di fase grup AFF ini.
“Harusnya kami bisa lebih banyak mencetak gol. Tapi kenyataannya tidak, jadi itu yang membuat saya lebih marah.”
Meskipun begitu, ia menyadari bahwa ini dikarenakan performa para pemainnya yang sedang kurang fit. Shin Tae-yong pun berjanji akan lebih baik lagi untuk kedepannya.
“Secara keseluruhan memang para pemain kami performanya sedang kurang baik. Apalagi fisik mereka masih belum maksimal. Akhirnya tadi saya mengambil keputusan untuk mengganti beberapa pemain. Kedepannya pasti akan menjadi lebih baik.”


