Setelah dari pesta sepakbola akbar di seluruh dunia, kita akan menyambut pesta sepakbola akbar se-Asia Tenggara. Meski ya, sebetulnya nggak akbar-akbar banget. Adalah Piala AFF 2022 di mana Timnas Indonesia yang berjuluk Macan Asia itu, belum pernah sekalipun mencicipi rasanya juara.
Barangkali tahun ini adalah kesempatannya. Betul. Setiap edisi memang Indonesia selalu berkesempatan untuk meraih trofi itu. Namun kenapa kok tidak pernah meraih sungguhan, hanya berpeluang saja?
Timnas Indonesia memang tim yang perkasa. Ya, kita semua mesti mengakui itu. Kalau tak perkasa, bagaimana mungkin dijuluki Macan Asia? Tapi, kita juga harus sadar Indonesia masih kesulitan menghadapi tim-tim yang levelnya di atas, termasuk tim sesama Asia Tenggara. Katakanlah Thailand dan Vietnam.
Khusus Thailand, entah bagaimana Indonesia sangat sulit untuk mengalahkannya. Sangat sulit bukan berarti tidak bisa. Hanya saja, dalam beberapa tahun, Thailand memang menjadi musuh yang sangat sulit dikalahkan oleh Timnas Indonesia.
Daftar Isi
Head to Head
Berbicara soal rekor pertemuan, tak afdol kiranya jika tidak menilik head to head antara Indonesia dan Thailand. Tentu sebagai bangsa yang rendah hati, kita harus mengakui bahwa Thailand jauh lebih unggul dari Timnas Indonesia. Dalam 10 laga terakhir saja, sejak 2008, berdasarkan data 11v11, Indonesia hanya bisa menang dua kali.
Di antaranya ketika Indonesia menaklukkan Thailand di AFF Championship 2010. Lalu kemenangan Indonesia lainnya terjadi saat kedua tim berjumpa di ajang yang sama, tapi di tahun 2016.
Pada 7 Desember 2010, ketika itu Indonesia menang dramatis di babak penyisihan Grup A Piala AFF. Dua gol Bambang Pamungkas di menit ke-82 dan 90+1 membawa Indonesia menang. Sementara dari kubu Thailand hanya bisa mencetak satu gol di menit ke-69 melalui aksi Suree Sukha.
Kemenangan itu bahkan memaksa Thailand pulang lebih cepat di Piala AFF. Pasukan Gajah Perang saat itu hanya bisa berakhir di peringkat ketiga. Kalau kemenangan itu terjadi di Gelora Utama Bung Karno, kemenangan di tahun 2016 terjadi di Stadion Pakansari.
Timnas Indonesia yang kala itu masih dilatih mendiang Alfred Riedl berhasil melibas Thailand di final Piala AFF leg 1 dengan skor 2-1. Gajah Perang sempat unggul lebih dulu pada menit ke-33, tapi Indonesia bangkit lewat gol Rizky Pora pada menit ke-65 dan gol Hansamu Yama Pranata di menit 70.
Ya, hanya dua kali itu saja Indonesia menang. Sisanya Indonesia kalah 6 kali dan cuma bisa menahan imbang 2 kali. Sampai sekarang rekor belum pernah menang melawan Thailand masih dipertahankan, setidaknya sejak 2018.
Terjadi Juga di Level Junior
Harapan Indonesia sebetulnya bertumpu pada timnas kelompok umur. Jadi, seumpama Indonesia sulit juara di level senior, toh di level junior Indonesia bisa juara Piala AFF. Namun, untuk mengalahkan Thailand, baik level junior maupun senior ternyata tidak jauh berbeda.
Timnas Indonesia selalu lungkrah ketika berhadapan dengan Changsuek. Di level U-19, misalnya. Indonesia hanya bisa memanen kekalahan dengan Timnas Changsuek di Piala AFF U-19. Dari delapan pertemuan di Piala AFF U-19, Indonesia hanya bisa menang melawan Thailand satu kali.
Itu terjadi pada tahun 2013. Ya, kamu benar. Ketika itu, Timnas Indonesia U-19 adalah generasi yang diagung-agungkan. Generasi yang kita tahu ada nama-nama seperti Evan Dimas, Ravi Murdianto, Dinan Javier, Zulfiandi, Hargianto, sampai Muchlis Hadi Ning Syaifullah dengan pelatihnya, Indra Sjafri.
Ketika itu, Indonesia U-19 menaklukkan Thailand dengan skor mencolok 3-1 di fase Grup B. Tiga gol pasukan Indra Sjafri diborong oleh Evan Dimas seorang. Masing-masing pada menit ke-14, ke-75, dan 90+4. Sementara, gol semata wayang Thailand dicetak oleh Ratchanon Phunklai di menit ke-46.
Sayang, cuma kemenangan di Stadion Delta Sidoarjo itulah yang hingga kini masih sering dibanggakan oleh Timnas U-19. Karena dari 8 kali bertemu, Timnas Indonesia U-19 sudah kalah dari Thailand 6 kali. Yang teranyar, di AFF U-19 2022 lalu, Indonesia bisa menahan imbang Thailand 0-0.
Kualitas Sepakbola Thailand
Kembali ke pertanyaan awal, mengapa Indonesia sulit kalahkan Thailand? Ketimpangan kualitas sepakbola menjadi penyebabnya. Jika Thailand adalah kue red velvet, Indonesia adalah roti tawar yang dijual di toko kelontong.
Maka, jujur saja, untuk mencari informasi bagaimana perkembangan sepakbola Indonesia bukanlah perkara gampang. Berbeda jika kita mencari bagaimana perkembangan sepakbola Thailand. Negeri Gajah Putih itu ternyata hampir menjelma Brasil-nya Asia Tenggara.
Sepakbola sudah mulai menyatu dalam sendi-sendi masyarakat Thailand. Mereka sudah diperkenalkan pada sepakbola dari sekolah formal. Jika Indonesia dikenalkan sepakbola oleh Belanda, yang konon akhirnya memiliki DNA yang sama, yaitu DNA runner-up, Thailand mengenal sepakbola dari Inggris.
Ni nder (Suankularb Wittayalai School) aka OSK pic.twitter.com/xhvaAf6bPu
— Me (@skincaskincare) March 28, 2020
Sekolah Suankularb Wittayalai yang berdiri tahun 1882 dan Sekolah Royal Pages atau kini adalah Universitas Chulalongkorn yang berdiri tahun 1899 menjadi cikal bakal Thailand mengenal sepakbola. Karena dulu guru yang mengajar di sana berasal dari Inggris atau alumni yang pernah menempuh pendidikan di Inggris.
Sepakbola Thailand Juga Tak Selamanya Mulus
Perkembangan sepakbola di Thailand juga tak bisa lepas dari peran mantan raja mereka, Raja Chulalongkorn atau Rama V. Raja yang pernah berkunjung ke Jawa itu menginginkan modernisasi kerajaannya. Salah satunya dengan mengembangkan sepakbola.
Namun, dalam perkembangannya di dunia modern, sepakbola Thailand sebenarnya tidak sebagus sekarang. Sejak bergabung dengan FIFA pada tahun 1925 dan AFC pada tahun 1954, sepakbola Thailand menemui jalan terjal.
Timnas Thailand bahkan tidak pernah lolos ke Piala Asia hingga tahun 1972. Akan tetapi, sekalinya lolos, Timnas Thailand bisa mencapai semifinal. Kini Thailand menjadi kekuatan Asia Tenggara. Final Piala AFF bagi Changsuek adalah hal yang sepele.
Thailand sudah 9 kali mencapai final Piala AFF. Changsuek melakukannya tahun 1996, 2000, 2002, 2007, 2008, 2012, 2014, 2016, dan 2021. Thailand menjuarainya enam kali dan empat di antaranya menaklukkan Indonesia, yaitu pada tahun 2000, 2002, 2016, dan 2021.
AFF Suzuki Cup 2021 Champions “THAILAND” pic.twitter.com/I5ICyfbGes
— Rukchai Plienparn (@RukGuZA) January 1, 2022
Perbedaan Kualitas Liga
Faktor lainnya tentu karena kualitas liga di Indonesia jauh lebih tertinggal dengan liga di Thailand. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga mengakui hal itu, meski ia mengungkapkannya secara tidak langsung.
“Mungkin bisa dilihat saja perbedaan kualitas liga Indonesia dan Thailand,” kata Shin Tae-yong dikutip Bola.
Shin Tae-yong memang tak jarang menyinggung perbedaan level liga Indonesia dengan Thailand. Ketika timnya gugur di SEA Games 2021, Coach Shin juga mengatakan demikian. Bahwa kualitas liga yang berbeda bisa menjadi penyebab mengapa Timnas Indonesia tidak mampu mengalahkan Thailand.
Kendati begitu, Shin Tae-yong tetap yakin Indonesia bisa mengalahkan Thailand, walaupun butuh waktu. Apalagi bukan hanya kualitas liganya saja, melainkan juga youth system yang dipakai. “Begitu saya jadi pelatih Timnas Indonesia, tidak bisa langsung menang melawan Thailand. Jerman saja butuh 10 tahun untuk jadi juara,” kata Shin Tae-yong.
Peluang AFF 2022
Selain faktor kualitas liga, infrastruktur dan mentalitas juga jadi alasan Indonesia masih sulit mengalahkan Thailand. Dengan kata lain, jika Timnas Indonesia ingin berkembang dan bisa mengalahkan Thailand, harus mulai menutupi kelemahannya itu. Infrastruktur, kualitas liga, dan mentalitas harus dikembangkan.
Well, Timnas Indonesia sendiri tengah menatap Piala AFF 2022. Indonesia jelas masih menginginkan untuk juara. Tentu malu jika sebagai founding father sepakbola Asia Tenggara, malah nggak pernah juara Piala AFF. Indonesia akan tergabung dengan Grup A untuk edisi kali ini.
Pasukan Shin Tae-yong satu grup dengan Thailand. Selain Changsuek, ada Brunei, Kamboja, dan Filipina. Indonesia dan Thailand harusnya bisa lolos dari grup ini. Kalau iya, kedua tim tidak akan bertemu di semifinal, tapi bisa bertemu kembali di final.
Timnas memanggil 🇮🇩
Inilah jadwal Timnas Indonesia untuk AFF 2022. 🔥⚡️
Siap nonton dan meramaikan GBK? pic.twitter.com/LspdEzG7Gb
— Regista (@registaco) December 15, 2022
Final menghadapi Thailand bisa jadi momok menakutkan. Sebab pasukan Mano Polking sudah mengalahkan Indonesia di edisi sebelumnya. Namun, Indonesia masih punya peluang untuk mengalahkan Thailand.
Terlebih Mano Polking tidak membawa beberapa pemain andalannya. Supachok Sarachat, Kawin Thamsatchanan, dan Chanathip Songkrasin tak dibawa ke Piala AFF kali ini. Jadi, apakah kali ini Indonesia akan mengalahkan Thailand?
https://youtu.be/sr94n2bjsWg
Sumber: TheDiplomat, ASEANFootball, DW, SIAMRAT, FootballGhana, TheAsianGame, CNNIndonesia, Bola, Detik, Tirto, 11v11, Bolasport, BolaBisnis


