Timnas Maroko memberikan kejutan yang luar biasa di Piala Dunia 2022. Mereka menaklukkan Portugal yang di dalamnya ada mega bintang Cristiano Ronaldo. Kemenangan 1-0 atas Portugal adalah kemenangan berharga. Sebab karena itu, pasukan Singa Atlas bisa melenggang ke semifinal
Usai menghajar sang juara EURO 2016, Maroko akan menghadapi juara bertahan Piala Dunia, Prancis di babak semifinal. Duel antara Maroko dan Prancis di semifinal Piala Dunia 2022 menjadi sangat menarik.
Selain memiliki latar belakang yang sama yakni di dominasi pemain keturunan, duel antara Prancis dan Maroko akan menampilkan pertarungan tiada akhir antara kedua punggawa PSG, yakni Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi. Siapakah yang akan terakhir tertawa?
Daftar Isi
Head To Head
Menariknya, laga yang Insya Allah akan berlangsung di Stadion Al Bayt nanti merupakan pertemuan pertama kedua negara di kompetisi resmi. Dilansir Telegraph, di luar kompetisi resmi seperti Piala Dunia, kedua tim tercatat pernah berhadapan sebanyak 11 kali di ajang uji coba.
Statistiknya cukup mencolok dengan Maroko hanya mampu menang satu kali dan Prancis sudah memenangkan duel sebanyak tujuh kali. Tiga pertandingan sisanya berakhir imbang. Kedua tim terakhir bertemu sudah sangat lama, yaitu tahun 2007. Ketika itu Maroko berhasil menangani Prancis dengan menahan imbang 2-2 dalam laga persahabatan.
Retweet 🔁 untuk Prancis 🇫🇷
Like ❤️ untuk Maroko 🇲🇦#beINFWC2022 pic.twitter.com/B5kaHQrCCS— beIN SPORTS (@beINSPORTSid) December 11, 2022
Meski secara statistik kalah, skuad Maroko yang akan kembali menghadapi Prancis di Piala Dunia 2022 bukanlah tim yang sama dengan 15 tahun lalu. Kini The Lion of Atlas datang dengan kekuatan baru. Mereka telah berevolusi!
Latar Belakang yang Sama
Salah satu evolusi yang paling terlihat adalah soal materi pemain Timnas Maroko. Dalam beberapa tahun terakhir, tim yang pernah dikalahkan Timnas Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) pada tahun 2013 itu telah berbenah. Maroko memanggil bakat-bakat terbaik yang tersebar di berbagai belahan dunia, tak terkecuali dari Prancis.
Di Piala Dunia 2022 kali ini, Sportingnews mewartakan kalau 14 dari 26 skuad yang dibawa Walid Regragui merupakan pemain yang lahir di luar Maroko. Hal itu menjadikan Maroko sebagai tim diaspora terbesar di turnamen ini. Bahkan sang pelatih, Walid Regragui bukan kelahiran Maroko, melainkan Prancis.
Yang bikin timnas Maroko ini mengerikan, karena para pemainnya didikan akademi Eropa, tapi dengan mentalitas pengubah nasib ala bocah-bocah imigran. Jadinya skill oke, mental tangguh. pic.twitter.com/W6vApFT9FF
— Ilhamzada (@iIhamzada) December 6, 2022
Dari penjaga gawang, Bono merupakan pemain kelahiran Kanada, Achraf Hakimi lahir di Spanyol dan kemarin memulangkan negara kelahirannya itu melalui sepakan penaltinya. Lalu ada Sofyan Amrabat dan Hakim Ziyech yang lahir di Belanda.
Mereka semua dipanggil untuk membela Maroko. Hal itu memberikan campuran pemain lokal dengan pemain yang skill olah bolanya terbentuk di benua lain. Sehingga membantu timnas Maroko menciptakan generasi baru.
Hal serupa tapi tak sama juga terjadi di kubu Prancis. Dalam perkembangan sepakbolanya, skuad Les Bleus selalu diwarnai oleh pemain-pemain imigran. Mungkin salah satu yang paling sukses ada Zinedine Zidane. Dan saat ini ada Kylian Mbappe, Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, sampai Ousmane Dembele pemain yang bukan asli Prancis.
Meski kehadiran pemain-pemain dari luar Prancis itu sempat dipandang sebelah mata, nyatanya para imigran yang menjadi tulang punggung Timnas Prancis hingga kini. Contohnya saja, ketika Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, 15 pemain dalam skuad tersebut lahir dari keluarga imigran.
Performa di Piala Dunia 2022
Secara head to head, Les Bleus boleh unggul atas Singa Atlas. Namun apabila yang dijadikan indikator perbandingan adalah performa mereka di ajang Piala Dunia 2022, Maroko asuhan Walid Regragui lebih baik daripada skuad asuhan Didier Deschamp.
Menurut Aiscore, dalam lima pertandingan yang sudah dimainkan oleh masing-masing tim, statistik Maroko masih unggul dengan belum menelan satu pun kekalahan. Sedangkan Prancis sudah menerima satu kekalahan atas Timnas Tunisia di babak penyisihan Grup D. Meskipun di laga itu yang turun bukan skuad utama, tapi kekalahan tetap dihitung kekalahan.
FRANCE ADVANCE TO THE WORLD CUP SEMI-FINALS 🇫🇷 pic.twitter.com/dhg3CLTmoe
— GOAL (@goal) December 10, 2022
Masih ada statistik lain yang membuat tim Singa Atlas unggul dari Ayam Jantan. Meski sudah menghadapi tim raksasa macam Spanyol dan Portugal, Maroko jadi satu-satunya tim yang belum pernah dibobol oleh pemain lawan. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Yassine Bounou adalah gol bunuh diri pemain Maroko sendiri, Nayef Aguerd kala menghadapi Kanada di babak penyisihan Grup F.
Sedangkan Timnas Prancis sudah kebobolan lima gol dari lima pertandingan. Meski demikian, nyatanya Prancis tetap superior dalam produktivitas gol. Les Bleus bahkan sudah mencetak 11 gol dalam lima pertandingan. Sedangkan Maroko hanya mampu mencetak lima gol saja.
Pemain Kunci dan Situasi yang Akan Terjadi
Dari total jumlah gol yang dicetak Prancis, lima di antaranya lahir dari kaki pemain 23 tahun, Kylian Mbappe. Maka dari itu, penyerang Paris Saint-Germain ini memiliki peran vital di skuad Prancis. Timnas Maroko harus mewaspadai pergerakan mantan punggawa AS Monaco tersebut.
Jika ingin menang dan melaju ke partai puncak, Timnas Maroko harus bisa menghentikan laju Kylian Mbappe. Dan tampaknya, Walid sudah menyiapkan obat penawar untuk meredam kekuatan Kylian Mbappe di sisi kanan.
Taktik dan susunan pemain yang dipilih Walid akan sangat menentukan. Sisi kanan harus diperkuat. Di posisi ini, Walid sudah pasti akan mengandalkan Achraf Hakimi. Terlebih sang pemain juga bermain di klub yang sama dengan Mbappe, jadi Walid akan mengandalkan Hakimi yang sudah paham betul bagaimana gaya bermain Kylian Mbappe.
Selain itu, Hakimi akan dibantu oleh Sofyan Amrabat yang tampil solid dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia diprediksi akan bekerja lebih ekstra untuk meredam lini tengah Prancis sekaligus mengover Hakimi apabila sang pemain naik membantu lini serang. Mungkin Amrabat harus mengeluarkan jurus seribu bayangannya lagi seperti saat menghadapi Timnas Spanyol.
Allé, on s’endort sur cette séquence de Sofyan Amrabat mixant le mitar espagnol.
La nuit va être belle, les rêves vont fuser ✨🤲🏼❤️ pic.twitter.com/QiMmc1H1Od
— Ilan Merhaba (@ilan_merhaba) December 7, 2022
Hal serupa juga sudah dilakukan Inggris di babak perempat final kemarin. Strategi tersebut bisa dibilang berhasil, karena Mbappe tak mampu bergerak bebas di area pertahanan Inggris. Namun Southgate lupa bahwa Prancis bukan hanya soal Mbappe. Deschamp masih memiliki pemain andalan lain macam Olivier Giroud dan Antoine Griezmann.
Jika Mbappe terkunci, Giroud dan Griezmann dipercaya untuk memecah kebuntuan. Giroud akan menjadi target man. Sedangkan Griezmann dengan peran barunya di lini tengah bisa membongkar garis pertahanan rendah yang diusung oleh Timnas Maroko. Ia sudah mencatatkan tiga assist dari lima pertandingan Piala Dunia 2022.
Peluang Kedua Tim
Lantas siapa yang akan menang dan mengamankan satu tiket ke partai puncak? Cukup sulit menebak siapa yang akan memenangkan duel antara tim yang sedang ingin mempertahankan gelar juara dengan tim yang dijuluki The Giant Killer ini. Terlebih Piala Dunia 2022 dianggap sebagai kompetisi yang sangat sulit untuk diprediksi.
Statistik dan peta kekuatan di atas kertas hanyalah sebuah data. Bola itu bundar, apa pun masih bisa terjadi selama peluit panjang belum dibunyikan. Jika Dewi Fortuna masih berpihak pada Maroko dan kutukan juara bertahan masih berlaku, bukan tidak mungkin Maroko akan kembali memberi kejutan.
https://youtu.be/jEBabjLfbXA
Sumber: Telegraph, Foxsport, France24, Sportingnews, 90min


