Timnas Spanyol resmi gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2022. La Furia Roja kandas di tangan Maroko melalui babak adu penalti. Kegagalan Spanyol tentu tak lepas dari sosok pelatih, Luis Enrique yang dianggap keras kepala dan kerap mengambil keputusan-keputusan kontroversial.
Salah satunya ihwal pemilihan pemain yang diberangkatkan ke Qatar. Mantan pelatih Barcelona itu mengutamakan pemain-pemain muda dan mengabaikan pemain berpengalaman yang dipercaya bisa mendongkrak performa La Roja. Dan berikut daftar pemain yang seharusnya dibawa oleh Enrique.
Daftar Isi
Kepa Arrizabalaga
Salah satu sektor yang harus dikritisi adalah penjaga gawang. Luis Enrique ngotot hanya ingin membawa penjaga gawang yang piawai memainkan bola dari kaki ke kaki dan memiliki akurasi umpan yang oke. Sehingga penjaga gawang yang ia pilih bisa terlibat dalam proses membangun serangan.
il a sauvé le penalty vs Frankfurt et ramené l’Europa League,
il a sauvé le penalty vs Villarreal et ramené la Supercoupe d’Europe,
Kepa Arrizabalaga 🏆💙 pic.twitter.com/wSNacRkV0j
— . (@mhichem84) August 12, 2021
Maka dari itu, Enrique mengabaikan sosok David De Gea yang dirasa tak memiliki kapasitas itu. Namun, selain De Gea, masih ada nama yang tak kalah penting, yakni Kepa Arrizabalaga. Meski jarang mendapat menit bermain di Chelsea, reflek dan kemampuannya dalam mengantisipasi tendangan penalti tak perlu diragukan lagi.
Ketika menghadapi situasi adu tos-tosan, Kepa selalu menjadi tulang punggung The Blues. Contohnya saja di laga UEFA Super Cup kontra Villarreal 2021 lalu. Chelsea hanya mampu bermain imbang 1-1 sehingga laga harus dilanjut ke babak adu penalti. Kepa berhasil menepis dua penalti pemain Villarreal sehingga Chelsea menang dengan skor akhir 6-5.
Catatan penyelamatan penalti di waktu normal Kepa juga masih lebih baik daripada Unai Simon. Menurut Transfermarkt, Kepa sudah menggagalkan tujuh penalti sepanjang karirnya. Sedangkan Simon baru enam kali. Jadi tak ada salahnya apabila Enrique membawa Kepa untuk mengatasi permasalahan adu penalti Spanyol. Apalagi dalam edisi kemarin, Spanyol juga kalah melalui babak adu penalti.
Sergio Ramos
Sergio Ramos jadi salah satu pemain senior yang tak dibawa oleh Enrique ke Qatar. Dan keputusan itu menuai banyak tanda tanya. Pasalnya, pengalaman Ramos di edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya dirasa sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain-pemain muda. Terlebih ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk tampil konsisten selama awal musim 2022/23 bersama PSG.
Ça vous apprendra à ne pas sélectionner le grand SERGIO RAMOS pic.twitter.com/TbbXDbcPEa
— CHAKAL KAGA🇬🇧 (@Sosaaaaaaaw) December 6, 2022
Meski sudah berusia 36 tahun, Ramos masih tampil kokoh di lini bertahan PSG. Sejauh ini, posisinya sebagai bek tengah tak tergantikan. Ia hanya absen lantaran skorsing kartu merah yang didapat kala menghadapi Marseille Oktober lalu. Membangun trio bersama Marquinhos dan Kimpembe, Ramos membuat PSG hanya kebobolan sembilan gol dari 15 pertandingan liga.
Selain itu, sosok kepemimpinannya di lini belakang juga sangat penting bagi skuad La Furia Roja di Piala Dunia 2022. Namun Marca mewartakan bahwa Enrique tak mengindahkan saran itu, ia tetap kekeh dengan pendiriannya untuk tak membawa Ramos ke pesta sepakbola paling akbar tersebut. Ia lebih percaya pemain muda macam Eric Garcia dan Diego Llorente yang minim pengalaman di Piala Dunia.
Alex Grimaldo
Sektor bek kiri Spanyol juga seharusnya bisa lebih diperkuat lagi, apabila Enrique mau membuka mata lebar-lebar pada opsi yang tersebar di berbagai kompetisi top Eropa. Di Liga Portugal contohnya, di sana ada nama Alejandro Grimaldo. Bek kiri yang performanya tengah menanjak bersama Benfica.
Untuk musim ini saja, Grimaldo sudah mencatatkan tiga gol dan lima assist. Itu menandakan bahwa naluri menyerangnya cukup baik sebagai seorang bek. Performa solidnya di lini bertahan juga membantu Benfica jadi tim yang belum terkalahkan di liga. Bahkan pemain berusia 27 tahun itu membantu The Eagles lolos ke fase gugur Liga Champions dengan memuncaki klasemen Grup H.
Grimaldo sendiri sudah menjadi pilihan utama Benfica sejak bergabung dari Barcelona B pada tahun 2016. Dilansir Sportskeeda, kepindahannya itu ternyata ada kaitannya dengan Enrique yang kala itu masih melatih skuad utama Barcelona. Hubungan mereka tak begitu baik setelah Enrique mengabaikan Grimaldo, meski sang pemain menunjukan performa apik di tim cadangan.
Barangkali karena hubungan kurang baik di masa lalu atau memang hanya soal selera saja, Enrique tak memanggil Grimaldo. Padahal pemain Benfica itu dirasa jadi sosok yang paling tepat untuk menjadi pelapis Jordi Alba di timnas Spanyol. Sang juru taktik justru memanggil pemain muda Barcelona, Alex Balde untuk menjadi pelapis Alba. Padahal ia tak memiliki pengalaman apa pun. Ia bahkan bukan pilihan utama di Barca
Thiago Alcantara
Kreativitas serangan di lini tengah juga jadi salah satu permasalahan Timnas Spanyol di beberapa pertandingan Piala Dunia 2022 kemarin. Dalam partisipasinya di Piala Dunia 2022, Spanyol jarang membangun serangan dari tengah. Hampir 70% serangan La Roja selalu dibangun dari sisi sayap.
Pedri yang diharapkan menjadi otak serangan Spanyol nyatanya tak mampu berbuat banyak. Sedangkan Gavi belum cukup matang untuk memainkan pertandingan penting seperti lawan Maroko. Maka dari itu, Enrique dikritik keras ketika tak memasukan nama Thiago Alcantara di daftar pemain yang diberangkatkan ke Qatar.
🤤 This Thiago Alcántara pass = ______@Thiago6 | @LFC | #UCL pic.twitter.com/I2IDViv30v
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) March 22, 2021
Padahal Thiago sendiri memiliki banyak pengalaman bersama Timnas Spanyol. Ia kerap diandalkan untuk mengontrol jalannya pertandingan. Apabila dipanggil, ia bisa bermain di depan sang kapten, Sergio Busquets sehingga mampu membongkar pertahanan lawan yang memakai blok pertahanan rendah lewat tengah.
Pengalamannya saat membela Spanyol di Euro 2016, Piala Dunia 2018, dan Euro 2021 juga akan sangat berguna sebagai pembimbing yang baik bagi duo bocil Pedri dan Gavi. Sayang, Enrique tak memandang Thiago demikian. Sang juru taktik menganggap kebugaran Thiago tak dalam kondisi yang baik untuk Piala Dunia.
Gerard Moreno atau Iago Aspas
Lini serang La Furia Roja juga perlu jadi sorotan. Lantaran Enrique tak memanggil pemain-pemain macam Gerard Moreno atau Iago Aspas, yang mana di La Liga performanya lebih oke daripada Pablo Sarabia dan Ferran Torres yang bukan pilihan utama di klubnya masing-masing.
Khusus Torres, entah mengapa, Enrique sangat memfavoritkan sang pemain, mantan pelatih AS Roma itu sampai mencadangkan Morata dan memilih Torres di laga kontra Maroko. Dilansir Daily Mail, ini disinyalir lantaran Ferran Torres kabarnya dekat dengan putri Luis Enrique.
Anyway, balik lagi ke Gerard Moreno dan Iago Aspas, nama mereka memang tak mentereng Ferran Torres atau Marco Asensio. Namun soal skill Moreno dan Aspas tak bisa dipandang sebelah mata. Khusus Aspas, ia masuk skuad Spanyol di Piala Dunia 2018 lalu. Performanya usai Piala Dunia 2018 sebenarnya masih terjaga bersama Celta Vigo.
Aspas selalu menjadi lumbung gol Celta. Termasuk musim ini, di mana ia sudah mengemas tujuh gol dan dua assist dari 14 pertandingan La Liga. Namun ia tak dipanggil karena faktor usia. Enrique lebih menggemari pemain-pemain muda macam Nico Williams dan Yeremy Pino.
Sedangkan Gerard Moreno performanya di Villarreal terbilang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pemain berusia 30 tahun itu membantu The Yellow Submarine menjuarai Europa League musim 2020/21. Ia bahkan keluar sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut dengan catatan tujuh gol.
Sedangkan pemain dengan usia yang sama dengan Moreno, yakni Pablo Sarabia bukanlah pilihan utama di PSG. Catatan golnya di liga dalam beberapa musim terakhir juga jauh apabila dibandingkan dengan Moreno. Jadi daripada memanggil Sarabia, mending Gerard Moreno sih. Dan benar saja, akhirnya Luis Enrique menyesali keputusannya memasukkan Sarabia saat laga kontra Maroko.
Sumber: Football Espana, Daily Mail, Marca, Sportskeeda, The Analyst


