Setiap fase Piala Dunia akan selalu punya cerita menarik yang tak akan terlupakan di benak para pecinta sepakbola. Tak terkecuali beberapa peristiwa menarik yang terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar kali ini.
Dari mulai rekor, kejutan, serta hal-hal ikonik telah menjadi sejarah baru yang akan dicatat di buku besar Piala Dunia. Berikut beberapa catatan menarik babak 16 besar Piala Dunia 2022 yang akan selalu dikenang
Daftar Isi
Spanyol Kandas, Enrique Kena Batunya
Ketika semua tim unggulan memastikan lolos ke perempat final, tidak halnya dengan Spanyol. La Furia Roja secara mengejutkan kandas dan pulang kampung. Padahal di laga fase grup Spanyol berhasil menang telak 7-0. Namun, anak asuh Enrique harus bertekuk lutut di hadapan Maroko di babak 16 besar melalui adu penalti.
Spain have lost more penalty shoot-outs than any other team in World Cup history 😳 pic.twitter.com/oiTIcuQaJh
— GOAL (@goal) December 6, 2022
Spanyol yang menguasai bola 63 persen lebih, tapi tetap tak bisa ciptakan gol, membuat Luis Enrique jadi sasaran tembak. Sampai-sampai kasus tidak dipanggilnya De Gea, Ramos, dan Thiago kini mulai menjadi alasan bagi kesalahan Enrique. Namun Enrique pasang badan.
“Ini adalah tanggung jawab penuh saya, kami mengakui sulit dalam pertandingan ini, dan kami tetap bangga pada skuad saya,” kata Luis Enrique setelah pertandingan.
Luis Enrique: “Next week we will speak and discuss about my future, now it’s not the right moment — I’m the one responsible”. 🚨🇪🇸 #Qatar2022 pic.twitter.com/r3tOQDim9z
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) December 6, 2022
Maroko Catatkan Banyak Rekor Sekaligus Menuai Simpati Banyak Fans Muslim
Catatan mengejutkan telah ditorehkan sang pembunuh Spanyol yakni Maroko. Skuad besutan Walid Regragui di luar dugaan mampu mengejutkan di babak 16 dengan memulangkan sang juara dunia 2010, Spanyol.
MOROCCO SEND SPAIN HOME 🇲🇦 pic.twitter.com/E1jpJoWK8c
— GOAL (@goal) December 6, 2022
Kelolosan dramatis lewat adu penalti ini membuat kagum dunia. Maroko di Piala Dunia 2022 hingga babak 16 besar menjadi tim yang baru kebobolan sekali dan belum terkalahkan. Rekor lain pun bermunculan.
Maroko menjadi tim Afrika keempat setelah Kamerun, Senegal, dan Ghana yang bisa lolos ke perempat final Piala Dunia. Mereka juga satu-satunya tim Afrika Utara yang bisa ke perempat final. Rekor sebagai tim Afrika pertama yang menang lewat adu penalti pun mereka torehkan.
The fourth African team to reach the men’s World Cup quarterfinals.
MOROCCO MAKE HISTORY 🇲🇦🌍 pic.twitter.com/z8aNIWOsZd
— B/R Football (@brfootball) December 6, 2022
Berkat momen-momen yang terjadi ketika Maroko lolos ke perempat final tersebut, mereka mampu meraih hati para fans, terutama yang beragama muslim. Momen tersebut di antaranya apa yang dilakukan oleh Hakimi maupun sang pelatih Walid yang notabene seorang muslim.
Achraf Hakimi celebrating with his mother after defeating Spain in the Round of 16 is everything ❤️🇲🇦 pic.twitter.com/XPiBNtHpNc
— ESPN FC (@ESPNFC) December 6, 2022
Mereka berdua menunjukan ketaatannya kepada sang ibu dengan memeluk dan menciumnya setelah laga usai. Selain itu, sujud syukur seluruh pemain sambil berfoto dengan bendera Palestina juga menjadi momen ikonik tersendiri.
Thanking Allah, reciting Surat Al Fatiha and waving Palestine flags.
This Moroccan team are the moral and spiritual winners of this year’s World Cup already. #Morocco #Islam #FIFAWorldCup pic.twitter.com/SwtBCr7DXw
— Robert Carter (@Bob_cart124) December 6, 2022
Cerita Cristiano Ronaldo Dicadangkan dan Portugal Berpesta
Sebelum laga kontra Swiss, Cristiano Ronaldo sudah diterpa isu tak sedap. Ia dianggap tidak menghargai sang pelatih, Fernando Santos. Oleh karena itu, isu lain pun muncul kala Santos mencadangkan Ronaldo di babak 16 besar. CR7 dianggap tidak respek dan akhirnya dicadangkan.
OFFICIAL: Ronaldo is on the bench for Portugal’s last 16 match against Switzerland pic.twitter.com/YCrdm1zbxx
— B/R Football (@brfootball) December 6, 2022
Namun, Santos membantah hal itu. Ia berdalih mencadangkan Ronaldo hanya karena taktik saja. Tidak ada masalah. Yang luar biasa, meski mencadangkan Ronaldo, Seleccao tetap bisa menang atas Swiss. Tak tanggung-tanggung anak asuh Santos berpesta 6 gol ke gawang Yann Sommer dan hanya mampu dibalas satu gol oleh Swiss.
Setelah laga usai, Ronaldo yang akhirnya dimasukkan pun kembali membuat ulah. Ia tertangkap kamera meninggalkan lapangan lebih cepat dari teman-temannya yang sedang bersukacita merayakan kelolosan timnya ke perempat final.
🚨 Cristiano Ronaldo walks ‘straight off’ pitch at full-time as Portugal players celebrate with fans pic.twitter.com/FxaRtrL8cL
— SPORTbible (@sportbible) December 6, 2022
Sterling Kerampokan dan Pulang ke Inggris
Berikutnya ada cerita sesaat menjelang laga 16 besar Inggris vs Senegal. Di mana pemain sayap inti Inggris, Raheem Sterling tiba-tiba memilih untuk pulang ke Inggris. Hal itu terjadi karena rumah Sterling yang terletak di daerah Surrey tiba-tiba kerampokan.
FA refuse to disclose which version of events Gareth Southgate was given about the break-in at Raheem Sterling’s house | @MikeKeegan_DM https://t.co/OaUMiBRaSY
— MailOnline Sport (@MailSport) December 7, 2022
Sampai saat ini, peristiwa itu masih diselidiki pihak polisi setempat. Sterling memilih pulang ketimbang membela The Three Lions yang akan berlaga melawan Senegal di babak penentuan. Alasannya karena ia ingin memastikan keamanan keluarga serta kerugian yang diterima akibat peristiwa tersebut.
Southgate dan FA pun menyetujui izin pemain City tersebut kembali ke Inggris. “Keluarga dan keamanannya adalah yang utama,” kata Southgate. Sampai sekarang, menjelang partai melawan Prancis di perempat final, Sterling belum juga dikabarkan apakah akan kembali lagi ke Qatar atau tidak.
Southgate: “Sterling is flying back to England. He needs time with his family to deal with it and I don’t want to put him under any pressure to deal with it”. 🚨🏴 #Qatar2022
“Will Sterling return? I don’t know. The priority for him at the moment is to be with his family”. pic.twitter.com/UBLgAuWa1T
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) December 4, 2022
Kisah Heroik Tiga Wakil Asia yang Terhenti
Berikutnya ada kisah heroik para wakil Asia yang kali ini memecahkan rekor dengan tiga wakilnya yang menembus babak 16 besar. Jepang, Korea Selatan, dan Australia berjuang sampai titik darah penghabisan di babak ini.
Namun sayang kisah heroik tiga wakil asia itu berhenti sampai di babak ini. Dari ketiganya yang lebih ikonik tentu timnas Jepang. Mereka di Piala Dunia kali ini banyak mendapat pujian karena sikap mereka di dalam dan di luar lapangan, terutama sang pelatih Hajime Moriyasu
Sikap membungkuk pelatih Jepang tersebut seusai kalah melawan Kroasia sangatlah penuh makna. Dia melakukannya dengan gerakan tradisional khas jepang yang bertujuan untuk meminta maaf dan mengungkapkan rasa terima kasih. Gerakan itu sering dikenal di Jepang “Seikerei”.
Japan manager Hajime Moriyasu bows to the fans to thank them for their support 👏 pic.twitter.com/kCTG6VOoix
— GOAL (@goal) December 5, 2022
Mbappe Lewati Rekor Pele, Prancis Terhindar dari Kutukan
Dari partai Prancis vs Polandia, terdapat rekor baru yang terpecahkan. Kemenangan fantastis Prancis 3-1 tersebut terasa spesial bagi bintang mereka, Kylian Mbappe. Dua golnya mengantarkan Prancis sementara terhindar dari kutukan juara bertahan. Les Blues melangkah ke perempat final dan akan menghadapi Inggris.
Dua gol Mbappe ke gawang Szczesny itu merupakan gol kesembilannya di ajang Piala Dunia. Artinya, jumlah gol itu telah melewati jumlah gol dari legenda hidup Brasil, Pele yang hanya mengoleksi 7 gol. Di usia yang masih 24 tahun, ia juga menjadi pemain termuda yang mengoleksi gol terbanyak di Piala Dunia.
🇫🇷Kylian Mbappe now holds the record for the most FIFA World Cup goals scored before turning 24 yrs old.
🔥He has now broken the legendary Pele’s record.
🥇🇫🇷 Mbappe-8 goals
🥈🇧🇷 Pele-7 goals#FIFAWorldCup|#FRA|#FRAPOL pic.twitter.com/bhUjEhFpFL— FIFA World Cup Stats (@alimo_philip) December 4, 2022
Pertandingan Ke-1000, Lewati Gol Maradona Sekaligus Gol Perdana Messi di Fase Gugur Piala Dunia
Rekor baru lain juga terjadi di partai Argentina vs Australia. Lionel Messi kembali tak henti-hentinya menciptakan rekor baru. Selain ia berhasil mengantarkan La Albiceleste melangkah ke perempat final, laga melawan Australia merupakan laga ke-1000 Messi selama karirnya.
In his 1000th game, Lionel Messi:
• Scored his first goal in a #FIFAWorldCup knockout game
• Surpassed Diego Maradona’s record for most World Cup goals for Argentina#GOAT𓃵 pic.twitter.com/aiBGblxWVG— ELEVEN Football (@ElevenSportsFB) December 3, 2022
Satu golnya Messi di laga itu pun menjadi gol ke-789 selama karirnya. Yang lebih spesial lagi, ini adalah gol pertama Messi di babak knockout Piala Dunia, sekaligus gol yang membuatnya melangkahi Maradona yang hanya mencetak 8 gol.
Kini Messi sudah mengoleksi 9 gol bersama timnas Argentina. Hanya selisih satu gol untuk melewati gol Gabriel Batistuta yang berjumlah 10.
🔥 Only 2 players from Argentina have now scored at least 3 goals at multiple FIFA World Cups;
🥇 Gabriel Batistuta-1994,1998
🆕 Lionel Messi-2014,2022🇦🇷Messi is now 1 goal away from equaling Batigol’s Argentina record of 10 #FIFAWorldCup goals.#Messi𓃵|#ARG|#ARGAUS pic.twitter.com/aFNRF9k3y4
— FIFA World Cup Stats (@alimo_philip) December 3, 2022
Para Pemain Australia Antre Ingin Foto Bareng Messi
Selain rekor Messi di partai Australia melawan Argentina, pemandangan ikonik juga terjadi setelah laga ini usai. Di mana para punggawa Socceroos satu per satu bergantian ingin berfoto dengan pemain idolanya yang juga sekaligus menjadi lawan mereka, Lionel Messi.
Terlihat di lorong stadion pemain Australia, Marco Tilio dan Joel King bergantian meminta berfoto bareng pemilik tujuh kali Ballon d’Or tersebut. Keberuntungan juga menaungi pemain Australia lainnya, Cameron Devlin yang bisa bertukar jersey dengan Messi. Tak ketinggalan juga pemain lain seperti Keanu Baccus yang juga sempat berfoto bersama La Pulga.
Australian players were fanboying over Messi after the match 😂 pic.twitter.com/uFIWWLt4m1
— R 🇦🇷 (@Lionel30i) December 4, 2022
Tarian Para Pemain Brasil Bersama Tite Saat Melibas Korea Selatan
Pemandangan ikonik lain juga terjadi di partai Brazil vs Korea Selatan. Di balik kemenangan telak tim Samba 4-1, terlahir sebuah tarian ala Samba oleh beberapa pemainnya setelah mereka mencetak gol.
Brazil coach Tite showing Roy Keane how to do the pigeon dance & have a good time! 😂😂 pic.twitter.com/xwoFv6m1xd
— Pundit Jay (@pundit_jay) December 6, 2022
Tak ketinggalan Tite, sang pelatih pun ikut dalam luapan tarian tersebut. Namun, seketika tarian tersebut dikomentari pundit dari Inggris, Roy Keane sebagai sebuah bentuk penghinaan bagi Korea Selatan. Keane menyatakan bahwa sikap Brasil itu layaknya tayangan televisi ajang pencarian bakat menari di Inggris “Strictly Come Dancing”
😤 Roy Keane: “I’m not happy with it, I don’t think it’s very good at all”
🇧🇷 Now Tite has had his say on Brazil’s goal celebrations https://t.co/FgjL1PkUGP
— Mirror Football (@MirrorFootball) December 6, 2022
Namun Tite angkat bicara soal hal tersebut. Ia menyangkal perkataan pundit Sky Sports tersebut. Bagi Tite tarian itu adalah hal yang wajar. “Tarian itu tidak ada kaitanya dengan interpretasi lain selain kebahagiaan tim maupun perayaan kinerja kami,” kata Tite.
Sumber Referensi : espn, en.as, foxsports, dailymail, beinsports, marca, goal, mirror, talksports, skysports


