Pemecatan Cristiano Ronaldo merupakan buntut dari perang mulut antara dirinya dengan Manchester United. Dengan kata lain, Ronaldo sudah dipastikan tak akan kembali ke Carrington setelah jeda Piala Dunia 2022 berakhir pada pertengahan Desember nanti.
Kepergian sang mega bintang dari Old Trafford tentunya meninggalkan kesedihan bagi sebagian pemuja setia Setan Merah dan Ronaldo itu sendiri. Ya biar bagaimanapun, pria berusia 37 tahun itu adalah sosok veteran yang dulu pernah berjuang selama enam musim di bawah panji klub yang sudah berdiri sejak 1878 itu.
Namun, secara tidak langsung kepergian Bang Do justru mendatangkan berkah bagi beberapa punggawa Manchester United lainnya. Mereka akan lebih berpeluang mendapat menit bermain lebih, kebebasan di lapangan, hingga kembali mendapatkan power-nya di ruang ganti. Kira-kira siapa saja mereka?
Daftar Isi
Marcus Rashford
Marcus Rashford jadi salah satu pemain yang paling berdampak setelah kepergian Cristiano Ronaldo dari Manchester United. Fakta itu diperkuat dengan sang juru taktik, Erik Ten Hag yang mengatakan kalau pemain bernomor punggung 10 itu memiliki kesamaan posisi dengan Ronaldo.
— Marcus Rashford (@MarcusRashford) October 31, 2022
Dilansir website resmi Manchester United, Ten Hag menjelaskan bahwa Rashford memang bisa bermain di segala pos lini serang United. Ia bisa berlari dan menusuk dari mana saja. Tapi pelatih berkepala plontos itu menegaskan kalau posisi terbaik Rashford adalah penyerang bernomor 9 atau striker tengah. Yang mana itu sama dengan Cristiano Ronaldo.
Rashford sendiri tumbuh dalam sistem sepakbola yang dinamis dan cepat bersama Manchester United. Di mana ia bisa merangsek masuk ke lini bertahan lawan dan membuat tembakan ketika sudah satu lawan satu dengan penjaga gawang. Dan ketika bermain bersama Ronaldo, Rashford jarang mendapatkan situasi itu, karena bola akan mengalir lebih lambat apabila Ronaldo berada di lapangan.
Tak bisa dipungkiri bahwa musim lalu jadi salah satu musim terburuk bagi Rashford, karena United terlalu berfokus untuk mendapatkan yang terbaik dari penyerang asal Portugal itu. Bermain di samping Ronaldo membuat catatan gol Rashford menurun. Ia hanya berkontribusi dalam satu gol saja dari 11 pertandingan liga yang ia mainkan sebagai sayap kiri.
Hal itu berbanding terbalik dengan musim ini. Ketika Ten Hag lebih sering mencadangkan Bang Do dan memasang Rashford sebagai penyerang tengah, Rashford sudah berkontribusi dalam lima gol hanya dalam tujuh pertandingan sebagai penyerang tengah. Jadi, dengan hengkangnya Ronaldo, Ten Hag bisa memaksimalkan Rashford sebagai penyerang tengah di paruh kedua musim 2022/23.
Anthony Martial
Sama halnya dengan Rashford, Anthony Martial juga jadi pemain yang diperkirakan bakal ngalap berkah dari kepergian Cristiano Ronaldo lantaran Martial memiliki posisi yang sama dengan CR7.
Saat kedatangan Ronaldo di musim 2021/22, Martial kerap dimainkan sebagai sayap yang mana itu bukan posisi terbaiknya. Ia hanya bermain sebagai striker sebanyak dua kali dari delapan laga yang ia mainkan. Dan itu tak berjalan dengan baik sehingga pada musim dingin ia harus dititipkan ke Sevilla hingga akhir musim.
Pemain yang sudah membela United selama tujuh tahun ini memang cukup unik. Musim ini, ia jarang main karena masalah kebugaran, tapi sekalinya main langsung gacor. Contohnya saja pada kekalahan 6-3 United atas Manchester City beberapa pekan lalu. Hanya bermain 30 menit, Martial justru mencetak dua gol dalam laga tersebut.
Di semua kompetisi, Martial telah mencetak rata-rata satu gol setiap 73 menit musim ini. Itu catatan terbaik yang pernah ia torehkan selama berseragam MU. Dan dengan kepergian Ronaldo, praktis penyerang asal Prancis itu akan mengincar posisi Nomor 9. Terlebih jika United tak bisa mendatangkan striker di bursa transfer musim dingin nanti, itu akan jadi kesempatan bagus bagi Martial.
Jadon Sancho
Pemain muda seperti Jadon Sancho juga akan mendapat efek domino setelah Cristiano Ronaldo mengemasi barangnya dari Manchester United. Sebelumnya dengan kedatangan Ronaldo, Manchester United sedikit mengubah komposisi lini depan, dan itu berdampak pada gaya bermain Sancho yang cepat dan dinamis, sehingga ia harus menyesuaikan dengan gaya main Ronaldo yang lebih lambat.
Jika tak ada Ronaldo, kemungkinan antara Marcus Rashford atau Anthony Martial akan mengisi pos penyerang tengah dan Sancho bisa mendapatkan kembali pos sayap kiri. Karena sayap kanan sudah pasti akan diisi oleh Antony.
Menurut The Sportsman, mantan punggawa Manchester City itu sejatinya berposisi sebagai sayap kanan murni. Tapi Jadon Sancho berhasil meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan posisi baru sebagai sayap kiri di era Ralf Rangnick. Itu sangat membantu untuk mengisi pos sayap kiri yang kemungkinan akan kosong.
Sancho juga terbukti lebih nyaman bermain bersama Marcus Rashford ketimbang Cristiano Ronaldo. tiga dari empat kontribusi golnya untuk Manchester United musim ini tercipta ketika ia bermain bersama Rashford, bukan Ronaldo.
Harry Maguire
Fans tak bisa menampik fakta kalau Harry Maguire tetaplah kapten Manchester United. Setelah kedatangan Ronaldo di ruang ganti, suara bek timnas Inggris ini kalah dari sang mega bintang. Suara Ronaldo yang mana jauh lebih berpengalaman lebih didengar oleh pemain-pemain lain.
Konflik itu bahkan sempat menjadi headline di beberapa media Inggris. Contohnya saja Mirror yang mewartakan bahwa kembalinya Ronaldo menimbulkan persaingan kecil antara dirinya dan Harry Maguire dalam perebutan kekuasaan di ruang ganti.
Maguire assist to Saka vs Iran💯Maguire is on 🔥 #maguire pic.twitter.com/1B5bDqKzda
— The Shenanigans Of Football ⚽️ (@TSF_0430) November 21, 2022
Sebagai pemimpin dalam tim, Maguire merasa direndahkan oleh kehadiran bintang Timnas Portugal itu. Ronaldo memposisikan dirinya sebagai orang yang memberi contoh bagi para pemain muda di dalam dan di luar lapangan. Dan itu sedikit banyak mengganggu power Maguire di ruang ganti. Permasalahan ini hanya menambah beban Maguire yang sudah mendapat cacian dari fans akibat performa buruk di lapangan.
Nah, dengan kepergian Ronaldo, Maguire bisa sedikit bernafas lega. Beban mental Maguire sebagai kapten dan sosok yang seharusnya paling didengar akan sedikit berkurang. Terlebih dengan performa yang terus membaik di Piala Dunia 2022, Maguire siap comeback di paruh kedua musim 2022/23.
Bruno Fernandes
Sama seperti pemain lain, Fernandes juga mengalami nasib apes di balik kepulangan Ronaldo dua tahun silam. Kontribusi gol mantan pemain Sporting Lisbon turun drastis. Musim lalu misalnya, gelandang berusia 28 tahun itu hanya mencatatkan 19 kontribusi gol dalam 49 pertandingan Premier League 2021/22. Padahal sebelum adanya Ronaldo, ia mampu berkontribusi 45 gol dalam 51 pertandingan.
Dengan adanya Ronaldo di dalam skuad, sinar pemain bernomor punggung delapan itu terhalang oleh nama besar Ronaldo. Bruno bukan lagi sentral serangan, karena bola selalu diarahkan kepada Ronaldo. Melalui Daily Mail, Bruno memang menyangkal kalau ia tak nyaman bermain bersama Ronaldo, tapi hasil di lapangan berkata demikian.
Statistik yang diungkapkan oleh The Athletic membuktikan bahwa mereka lebih baik tanpa satu sama lain. Bruno lebih aktif menciptakan peluang saat bermain tanpa Ronaldo. Pergerakannya di lini depan lebih leluasa apabila Ronaldo dicadangkan. Hal itu terbukti di laga kontra Southampton dan Arsenal kemarin.
Mungkin yang paling berpengaruh adalah soal pengambil bola mati. Tanpa Ronaldo, Bruno lebih difavoritkan untuk mengambil tendangan penalti dan tendangan bebas. Jadi, tanpa Ronaldo kemungkinan Bruno untuk mencetak gol lebih tinggi.
Sumber: Planetfootball, Manutd, Goal, Daily Mail, Mirror, The Sportsman


