Terkuak! Alasan Tersembunyi Dibalik Mundurnya Agnelli dari Juventus

spot_img

Di sela-sela hiruk pikuk gemerlap Piala Dunia, kabar mengejutkan datang dari Kota Turin, Italia. Tak ada angin tak ada hujan, pemilik Juventus beserta jajarannya mengumumkan secara resmi bahwa mereka serempak mundur dan meninggalkan jabatannya di La Vecchia Signora per tanggal 29 November 2022. Pertanyaannya, kenapa?

Banyak alasan yang muncul, dan pihak pemilik pun juga sudah angkat bicara terkait hal ini. Di sisi lain pengunduran diri ini juga akan berdampak langsung bagi Juventus ke depannya.

12 Tahun Juventus Bersama Agnelli

Tak dipungkiri hubungan antara publik Turin dan sebagian besar fans Juve di seluruh dunia dengan keluarga Agnelli yang berjalan hingga 12 tahun lamanya sudah sangat harmonis. Bagaimana pengambilalihan Juventus sejak 2010 oleh keluarga Agnelli ini mengalami perubahan yang amat sangat besar.

Publik Turin harusnya berterima kasih atas jasa-jasanya membalikan Juventus dari keterpurukan setelah era Calciopoli. Sejak 2010, Juventus mengalami banyak perubahan di bawah Agnelli, termasuk menstabilkan keuangan tim.

Dari segi prestasi di bawah Agnelli, ada gelar Scudetto sembilan kali beruntun dan dua kali pencapaian final Liga Champions. Dan yang paling utama, Juventus di era Agnelli telah dibangunkan stadion besar nan megah yang tak dipunyai klub-klub Serie A lainnya.

Namun apalah daya, di tengah beberapa masalah beberapa tahun terakhir ini yang melanda Juventus, akhirnya membuat sang pemilik memilih jalan lain bagi keselamatan klub. Mereka memilih untuk meninggalkan klub ini dan menyerahkan tongkat estafet kepada presiden baru.

Sikap pengunduran diri Agnelli ini tiba-tiba terungkap setelah adanya pertemuan darurat para pemegang saham di Continassa, pusat pelatihan Juventus pada Senin malam 28 November 2022 waktu Turin.

Agnelli tidak mundur sendirian. Ia mundur bersama bersama sembilan pejabat lainnya. Selain dirinya, ada Wakil Presiden Pavel Nedved, CEO Maurizio Arrivabene, Direktur Klub Laurence Debroux, serta enam direktur independen juga ikut-ikutan angkat kaki.

Khusus untuk Arrivabene ia akan tetap diberi tugas untuk mengawasi pembentukan dewan baru pada rapat pemegang saham berikutnya, yang rencananya akan dilakukan pada 18 Januari 2023. Selain itu, pihak Juventus juga telah menunjuk Maurizio Scanavino sebagai general manajer mereka yang baru hingga presiden baru menjabat.

Alasan Pengunduran Dari Mulut Agnelli

Agnelli sendiri sudah mengumumkan pengunduran masal ini melalui keterangan resmi kepada anggota staf direksi. Keterangan resmi itu salah satunya dikutip oleh Bloomberg. Dalam keterangan resminya itu, Agnelli mengatakan bahwa mundurnya para petinggi Juventus itu karena sedang dalam momen yang sulit.

“Saat tim tidak bersatu, maka itu bisa berakibat fatal. Pada saat itu, Anda harus memiliki ketajaman pikiran untuk membendung kerusakan lebih parah lagi. Kini, lebih baik membiarkan semua orang bersama untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada jajaran baru untuk membalikkan situasi,” itulah bunyi pernyataan resmi langsung dari mulut Agnelli.

Selain itu, kegagalan mereka mewujudkan ambisi untuk berprestasi selama satu dekade terakhir di Eropa, juga disinyalir sebagai alasan di balik pengunduran diri mereka. Bahkan sekarang di kancah domestik, Juventus mulai keteteran dan tidak lagi menunjukkan dominasi seperti yang pernah mereka lakukan dulu.

Namun apakah yang dikatakan Agnelli itu adalah sebuah alasan yang bisa sepenuhnya diterima? Tidak, pasti ada alasan lain yang lebih besar yang menyebabkan pengunduran masal ini.

Terkait Kasus Besar

Kejadian pengunduran masal ini saja, bermula dari sebuah rapat umum darurat. Artinya, ada masalah besar di balik ini semua. Dan benar saja, banyak sumber di Turin yang mengatakan bahwa buruknya keuangan klub pada rapat umum tersebut menjadi salah satu faktor.

Tak hanya faktor tersebut. Faktor kasus besar lainnya juga disinyalir menjadi alasan kuat pengunduran masal tersebut. Kini Bianconeri sedang diselidiki atas dugaan transfer mencurigakan dengan nilai yang digelembungkan demi mendapatkan banyak keuntungan.

Penyidik juga telah turun dan memeriksa langsung laporan keuangan mereka terutama pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Juventus juga diperiksa oleh jaksa dan regulator pasar Italia Consob, untuk neraca keuangannya beberapa bulan terakhir ini yang diduga menggunakan akuntansi palsu dan manipulasi pasar. Dalam penyelidikan itu, Juventus disebutkan telah menerbitkan kerugian tahunan sebesar 254 juta euro pada musim lalu.

Selain itu, jaksa penuntut umum Turin juga telah turun langsung menyelidiki masalah terkait gaji pemain Juventus. Penyelidikan tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa para pemain Juventus itu tidak merelakan pemangkasan gaji akibat pandemi, akan tetapi hanya melewatkan satu bulan gaji dan kemudian menerimanya kembali berkat perjanjian pribadi dengan klub.

Agnelli, Liga Super, dan Banyak Musuh

Peliknya beberapa masalah yang dialami Juventus dan Agnelli tersebut, intinya bermuara pada kerugian finansial. Tak dipungkiri sebagai klub besar yang banyak pengeluaran besar beberapa tahun terakhir, keuangannya seketika anjlok. Hal itu terjadi berkat pendapatan yang tak seberapa dikarenakan pandemi, maupun penurunan prestasi.

Agnelli yang berusaha membuat ide baru untuk mendatangkan pundi-pundi uang baru lewat Liga Super pun kini urung terjadi. Arsitek Liga Super ini bahkan kemudian banyak menerima tuahnya atas sikap itu dengan dimusuhi oleh banyak pihak, terutama federasi sepakbola Eropa, UEFA.

Beberapa publik Turin pun menyatakan hal yang sama untuk tidak setuju terhadap proyek Agnelli tersebut. Bahkan, tahun lalu berkat isu Liga Super ia sempat berhubungan buruk dengan sepupunya yang juga CEO Exor, John Elkann. Atas dasar beberapa hubungan buruk itulah, sebenarnya kabar soal hengkangnya Agnelli dari tampuk pimpinan Juventus sudah begitu santer terdengar sejak tahun lalu.

Siapa Pengganti Agnelli?

Setelah pengunduran masal ini yang terpenting adalah bagaimana kelanjutannya. Siapa presiden Juve berikutnya? Tahun lalu, ada isu bahwa Alessandro Nasi adalah calon kuat penerus Agnelli berikutnya. Alessandro Nasi ini adalah sepupu dari Elkann dan juga Agnelli, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden Exor.

Kandidat kuat lain pun kini juga mulai terlihat pasca Agnelli Out. Exor, selaku perusahaan induk yang menaungi Bianconeri dilaporkan berencana untuk menunjuk Gianluca Ferrero sebagai pengganti Agnelli. Ferrero ini adalah ketua dewan auditor hukum perusahaan kapal Fincantieri. Ia juga menjabat sebagai wakil ketua bank kenamaan Italia, CDA Banca del Piemonte.

Siapa pun yang terpilih sebagai presiden berikutnya bagi Juventus, yang terpenting adalah harus segera membenahi keuangan yang sudah kadung carut marut di tubuh La Vecchia Signora. Inilah akhir dari sebuah era kejayaan Juventus bersama Agnelli. Dan ini juga sekaligus awal dari sebuah reformasi baru bagi kelangsungan nasib Juventus di masa depan. Tinggal hasilnya, akan lebih baik atau justru makin buruk?

https://youtu.be/Fz1KzBG9eBk

Sumber Referensi : skysports, footballitalia, theathletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru