Di sela-sela hiruk pikuk gemerlap Piala Dunia, kabar mengejutkan datang dari Kota Turin, Italia. Tak ada angin tak ada hujan, pemilik Juventus beserta jajarannya mengumumkan secara resmi bahwa mereka serempak mundur dan meninggalkan jabatannya di La Vecchia Signora per tanggal 29 November 2022. Pertanyaannya, kenapa?
Banyak alasan yang muncul, dan pihak pemilik pun juga sudah angkat bicara terkait hal ini. Di sisi lain pengunduran diri ini juga akan berdampak langsung bagi Juventus ke depannya.
Juventus board have decided to resign, including president Andrea Agnelli and vice president Pavel Nedved. It’s the end of Andrea Agnelli’s era as Juve president. 🚨⚪️⚫️ #Juventus
There will be new board and new club structure to be decided in the next months. pic.twitter.com/5QemEMkicH
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) November 28, 2022
Daftar Isi
12 Tahun Juventus Bersama Agnelli
Tak dipungkiri hubungan antara publik Turin dan sebagian besar fans Juve di seluruh dunia dengan keluarga Agnelli yang berjalan hingga 12 tahun lamanya sudah sangat harmonis. Bagaimana pengambilalihan Juventus sejak 2010 oleh keluarga Agnelli ini mengalami perubahan yang amat sangat besar.
“Ci riconosceremo ovunque con uno sguardo: Siamo la gente della Juve!”
Grazie, Presidente #Agnelli 🤍🖤 pic.twitter.com/dHvzDTd6BO
— VecchiaSignora.com (@forumJuventus) November 29, 2022
Publik Turin harusnya berterima kasih atas jasa-jasanya membalikan Juventus dari keterpurukan setelah era Calciopoli. Sejak 2010, Juventus mengalami banyak perubahan di bawah Agnelli, termasuk menstabilkan keuangan tim.
Dari segi prestasi di bawah Agnelli, ada gelar Scudetto sembilan kali beruntun dan dua kali pencapaian final Liga Champions. Dan yang paling utama, Juventus di era Agnelli telah dibangunkan stadion besar nan megah yang tak dipunyai klub-klub Serie A lainnya.
Namun apalah daya, di tengah beberapa masalah beberapa tahun terakhir ini yang melanda Juventus, akhirnya membuat sang pemilik memilih jalan lain bagi keselamatan klub. Mereka memilih untuk meninggalkan klub ini dan menyerahkan tongkat estafet kepada presiden baru.
Sikap pengunduran diri Agnelli ini tiba-tiba terungkap setelah adanya pertemuan darurat para pemegang saham di Continassa, pusat pelatihan Juventus pada Senin malam 28 November 2022 waktu Turin.
⚪️⚫️ #Juventus, il racconto della mattinata di oggi 👇🏻https://t.co/bW7qtRO7KL
— Gianluca Di Marzio (@DiMarzio) November 29, 2022
Agnelli tidak mundur sendirian. Ia mundur bersama bersama sembilan pejabat lainnya. Selain dirinya, ada Wakil Presiden Pavel Nedved, CEO Maurizio Arrivabene, Direktur Klub Laurence Debroux, serta enam direktur independen juga ikut-ikutan angkat kaki.
Khusus untuk Arrivabene ia akan tetap diberi tugas untuk mengawasi pembentukan dewan baru pada rapat pemegang saham berikutnya, yang rencananya akan dilakukan pada 18 Januari 2023. Selain itu, pihak Juventus juga telah menunjuk Maurizio Scanavino sebagai general manajer mereka yang baru hingga presiden baru menjabat.
#SerieA | @juventusfc, chi è il nuovo dg bianconero Maurizio #Scanavino ⚪️⚫️ https://t.co/XteQn9JMeB
— Gianluca Di Marzio (@DiMarzio) November 28, 2022
Alasan Pengunduran Dari Mulut Agnelli
Agnelli sendiri sudah mengumumkan pengunduran masal ini melalui keterangan resmi kepada anggota staf direksi. Keterangan resmi itu salah satunya dikutip oleh Bloomberg. Dalam keterangan resminya itu, Agnelli mengatakan bahwa mundurnya para petinggi Juventus itu karena sedang dalam momen yang sulit.
Juventus Football Club Chairman Andrea Agnelli, along with the football team’s entire board, resigns amid a probe into alleged accountant wrongdoing https://t.co/Yty4z85VBw
— Bloomberg UK (@BloombergUK) November 29, 2022
“Saat tim tidak bersatu, maka itu bisa berakibat fatal. Pada saat itu, Anda harus memiliki ketajaman pikiran untuk membendung kerusakan lebih parah lagi. Kini, lebih baik membiarkan semua orang bersama untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada jajaran baru untuk membalikkan situasi,” itulah bunyi pernyataan resmi langsung dari mulut Agnelli.
Selain itu, kegagalan mereka mewujudkan ambisi untuk berprestasi selama satu dekade terakhir di Eropa, juga disinyalir sebagai alasan di balik pengunduran diri mereka. Bahkan sekarang di kancah domestik, Juventus mulai keteteran dan tidak lagi menunjukkan dominasi seperti yang pernah mereka lakukan dulu.
Namun apakah yang dikatakan Agnelli itu adalah sebuah alasan yang bisa sepenuhnya diterima? Tidak, pasti ada alasan lain yang lebih besar yang menyebabkan pengunduran masal ini.
This is why the entire Juventus board has resigned 👋
— GOAL News (@GoalNews) November 29, 2022
Terkait Kasus Besar
Kejadian pengunduran masal ini saja, bermula dari sebuah rapat umum darurat. Artinya, ada masalah besar di balik ini semua. Dan benar saja, banyak sumber di Turin yang mengatakan bahwa buruknya keuangan klub pada rapat umum tersebut menjadi salah satu faktor.
Tak hanya faktor tersebut. Faktor kasus besar lainnya juga disinyalir menjadi alasan kuat pengunduran masal tersebut. Kini Bianconeri sedang diselidiki atas dugaan transfer mencurigakan dengan nilai yang digelembungkan demi mendapatkan banyak keuntungan.
Penyidik juga telah turun dan memeriksa langsung laporan keuangan mereka terutama pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Juventus juga diperiksa oleh jaksa dan regulator pasar Italia Consob, untuk neraca keuangannya beberapa bulan terakhir ini yang diduga menggunakan akuntansi palsu dan manipulasi pasar. Dalam penyelidikan itu, Juventus disebutkan telah menerbitkan kerugian tahunan sebesar 254 juta euro pada musim lalu.
‼️ la #Juventus ha chiuso il bilancio 2021-2022 con un passivo di 254,3 milioni di euro. E’ il rosso più alto di sempre nella storia del calcio italiano pic.twitter.com/cDn8Y88bML
— Giovanni Capuano (@capuanogio) September 23, 2022
Selain itu, jaksa penuntut umum Turin juga telah turun langsung menyelidiki masalah terkait gaji pemain Juventus. Penyelidikan tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa para pemain Juventus itu tidak merelakan pemangkasan gaji akibat pandemi, akan tetapi hanya melewatkan satu bulan gaji dan kemudian menerimanya kembali berkat perjanjian pribadi dengan klub.
The Italian FA has decided to open an investigation into the allegations that Juventus secretly paid players salaries in the early stages of the COVID pandemic. https://t.co/fMMKHINbQ0 #FIGC #Juventus #Agnelli #SerieA #Calcio
— footballitalia (@footballitalia) November 29, 2022
Agnelli, Liga Super, dan Banyak Musuh
Peliknya beberapa masalah yang dialami Juventus dan Agnelli tersebut, intinya bermuara pada kerugian finansial. Tak dipungkiri sebagai klub besar yang banyak pengeluaran besar beberapa tahun terakhir, keuangannya seketika anjlok. Hal itu terjadi berkat pendapatan yang tak seberapa dikarenakan pandemi, maupun penurunan prestasi.
Agnelli yang berusaha membuat ide baru untuk mendatangkan pundi-pundi uang baru lewat Liga Super pun kini urung terjadi. Arsitek Liga Super ini bahkan kemudian banyak menerima tuahnya atas sikap itu dengan dimusuhi oleh banyak pihak, terutama federasi sepakbola Eropa, UEFA.
Juventus will continue to support the Super League in Agnelli’s absencehttps://t.co/WJaujQRROx
— JuveFC (@juvefcdotcom) November 29, 2022
Beberapa publik Turin pun menyatakan hal yang sama untuk tidak setuju terhadap proyek Agnelli tersebut. Bahkan, tahun lalu berkat isu Liga Super ia sempat berhubungan buruk dengan sepupunya yang juga CEO Exor, John Elkann. Atas dasar beberapa hubungan buruk itulah, sebenarnya kabar soal hengkangnya Agnelli dari tampuk pimpinan Juventus sudah begitu santer terdengar sejak tahun lalu.
John Elkann steps in to wrest control of Juventus Football Club away from a relative, underscoring his role as the dominant figure of the billionaire Agnelli family https://t.co/XpjKQEAZSL
— Bloomberg (@business) November 29, 2022
Siapa Pengganti Agnelli?
Setelah pengunduran masal ini yang terpenting adalah bagaimana kelanjutannya. Siapa presiden Juve berikutnya? Tahun lalu, ada isu bahwa Alessandro Nasi adalah calon kuat penerus Agnelli berikutnya. Alessandro Nasi ini adalah sepupu dari Elkann dan juga Agnelli, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden Exor.
Chi è Alessandro #Nasi, possibile successore di AndreaAgnelli alla guida della #Juve👇https://t.co/xeNtYkXbJw
— Juventus Storia di un Grande Amore (@JuventusUn) November 29, 2022
Kandidat kuat lain pun kini juga mulai terlihat pasca Agnelli Out. Exor, selaku perusahaan induk yang menaungi Bianconeri dilaporkan berencana untuk menunjuk Gianluca Ferrero sebagai pengganti Agnelli. Ferrero ini adalah ketua dewan auditor hukum perusahaan kapal Fincantieri. Ia juga menjabat sebagai wakil ketua bank kenamaan Italia, CDA Banca del Piemonte.
Commercialista e revisore, ma non solo 👀
Chi è Gianluca #Ferrero, il nuovo presidente della #Juventus ➡️ https://t.co/2ljo16VxXp pic.twitter.com/K83ASk1W5i— GOAL Italia (@GoalItalia) November 29, 2022
Siapa pun yang terpilih sebagai presiden berikutnya bagi Juventus, yang terpenting adalah harus segera membenahi keuangan yang sudah kadung carut marut di tubuh La Vecchia Signora. Inilah akhir dari sebuah era kejayaan Juventus bersama Agnelli. Dan ini juga sekaligus awal dari sebuah reformasi baru bagi kelangsungan nasib Juventus di masa depan. Tinggal hasilnya, akan lebih baik atau justru makin buruk?
https://youtu.be/Fz1KzBG9eBk
Sumber Referensi : skysports, footballitalia, theathletic


