Ada pemandangan berbeda di Grup H Piala Dunia 2022. Portugal yang secara di atas kertas diunggulkan, memang terbukti adanya. Langkah mereka mulus dan dipastikan lolos ke babak 16 besar.
Namun di sisi lain, untuk menentukan siapa yang menemani Portugal, harus dilalui dengan partai balas dendam, ulangan perempat final Piala Dunia 2010 antara Ghana vs Uruguay. Pertarungan bertajuk hidup mati mau tidak mau harus dilalui keduanya pada Jumat 2 Desember 2022.
Friday 7pm: Ghana vs. Uruguay
Uruguay must win against their old rivals to qualify for the last 16 of the World Cup.#GHA | #URU | #FIFAWorldCup pic.twitter.com/HetZbdZk5x
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) November 28, 2022
Daftar Isi
Memori Kelam Ghana Di Piala Dunia 2010
Berkaca pada Piala Dunia 2010, tak dielakan unsur dendam pasti membumbui jalannya laga ini. Bagaimana tidak? Kelolosan Uruguay di perempat final Piala Dunia 2010 silam kala melawan Ghana diperoleh dengan cara yang kotor.
Tangan Suarez sengaja menghalau bola yang akan menghujam gawang Muslera, membuat Ghana harus menunda gol tersebut dengan menendang bola melalui titik putih. Namun sayang, Asamoah Gyan tak mampu menyelesaikannya dan Ghana pun harus tersingkir dengan tragis lewat adu penalti.
Bagaimanapun memori kelam itu akan selalu terngiang di benak seluruh publik Ghana maupun dalam diri para generasi pemain Ghana sekarang ini. Unsur dendam otomatis akan terpatri pada setiap jiwa para pemain yang tak rela para seniornya dulu dipermalukan dengan cara yang tak elegan.
It all comes down to Uruguay vs. Ghana on the final match day 👀🍿 pic.twitter.com/pLF0KwEpaK
— ESPN FC (@ESPNFC) November 28, 2022
Menariknya, kini di babak grup Piala Dunia 2022, Ghana dan Uruguay akan bertemu kembali sembari bernostalgia. Namun, nostalgia ini tak akan ada unsur riang. Nostalgia ini justru akan berlangsung sangat panas.
Pasalnya, mereka akan bertemu di partai terakhir fase grup, di mana keduanya harus saling bunuh guna lolos ke babak berikutnya. Terbayang bagaimana tensi yang akan terjadi di Stadion Al Janoub, Al Wakrah nanti?
Ghana Diatas Angin
Kini di Grup H, Portugal yang sudah pasti lolos berada di puncak klasemen dengan 6 poin. Disusul Ghana dengan 3 poin berkat kemenangan dramatisnya atas Korea Selatan 3-2. Kemudian Korea Selatan dan Uruguay masing-masing berada di posisi ke-3 dan ke-4 dengan sama-sama mengoleksi 1 poin.
Portugal lead Group H. Who will join them in the Round of 16?#FIFAWorldCup | #Qatar2022
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 28, 2022
Artinya secara peringkat, Ghana masih di atas angin dan besar peluangnya untuk lolos. Sebab hasil imbang saja melawan Uruguay, akan mengantarkan mereka lolos ke 16 besar. Namun, dengan catatan Portugal akan mulus mengungguli Korea Selatan, atau paling tidak imbang.
Namun kondisi di atas angin pasukan Otto Addo tersebut, tak bisa serta merta aman. Sebab yang dilawannya adalah Uruguay. Tim yang juga ngotot ingin mencetak gol dan meraih kemenangan pertamanya untuk lolos.
Thomas Partey dan kawan-kawan harus tetap menjaga kewaspadaan. Menengok hasil Ghana di dua pertandingan awal, memang banyak perkembangan yang sangat berarti. Mencipta dua gol ke gawang Portugal saja, adalah tanda bahwa wakil Afrika yang satu ini patut untuk diperhitungkan.
Tak heran jika mereka kemudian menang atas Korea Selatan 3-2. Buah perubahan taktik The Black Star oleh Otto Addo berjalan lancar. Setelah tak efektif menggunakan lima bek kontra Portugal, Addo mengubah skemanya. Format 4-2-3-1 dipakai melawan Korea Selatan. Hasilnya permainan Ayew dan kolega lebih cair.
In their first match, they pushed a world class Portugal side all the way in a five-goal thriller.
In their second match, they’ve defeated South Korea in another World Cup classic.
Otto Addo’s Ghana – the entertainers. pic.twitter.com/s2UJ7meBYj
— bet365 (@bet365) November 28, 2022
Tak terduga, setelah kemenangan atas Taeguk Warriors, Ghana sudah mengemas lima gol. Rising Star mereka, Muhammad Kudus terbukti tampil mengesankan. Pemuda Ajax tersebut kini kembali bakal menjadi senjata mematikan bagi Ghana. Dua golnya ke gawang Korea Selatan sudah menjadi bukti.
KUDUS HITS BACK FOR GHANA. 3-2.
AMAZING 🤯 pic.twitter.com/dMV1FY8a1h
— B/R Football (@brfootball) November 28, 2022
Melawan Uruguay nanti, Addo harus mempertahankan The Winning timnya ketika melawan Korea Selatan. Tak usah lagi bertahan menggunakan lima bek. Toh Uruguay tak terlalu dominan dari segi penyerangan. Tinggal bagaimana Addo memperbaiki koordinasi lini belakangnya. Lima gol yang sudah bersarang ke gawang Lawrence Ati-Zigi, harus segera dievaluasi secara serius.
PR Uruguay Yang Kompleks
Lain halnya dengan Uruguay. La Celeste justru di dua pertandingan awal Piala Dunia bak macan ompong. Satu gol pun belum bisa mereka ciptakan. Rekor tak terkalahkan mereka di bawah pelatih Diego Alonso pun tercoreng seketika oleh Portugal.
Esta foto de Diego Alonso describe perfecto lo que se vive en el JUEGAZO entre Portugal y Uruguay 🤯
Pero el gol sigue sin aparecer 👀#Qatar2022 #FIFAWorldCup https://t.co/5lLehBGl0i pic.twitter.com/9HWY1Xp9Qz
— Futbol Picante (@futpicante) November 28, 2022
Melihat apa yang salah dengan Uruguay mungkin terlalu kompleks. Berangkat ke Qatar dengan sebagian pemain tua saja, sudah menjadi pertanyaan. Mereka kini masih mengandalkan generasi macam Suarez, Cavani, Godin, maupun Caceres.
Terbukti para veteran itu sudah habis masanya. Para pemain mudanya yang digadang-gadang seperti Valverde, Bentancur, Pellistri maupun Nunez pun masih belum berkutik. Inilah PR besar La Celeste untuk menghadapi partai terakhir melawan Ghana. Taruhannya bagi mereka sekarang adalah “menang atau pulang”.
Uruguay have to beat Ghana to have a chance of qualifying 👀 pic.twitter.com/YLEAYqbfMa
— GOAL (@goal) November 28, 2022
Diego Alonso harus mengubah cara bermain Uruguay, terutama dari sisi penyerangan. Pola 4-3-3 dengan menggunakan Pellistri dan Nunez sebagai sayap penyerangan ketika melawan Korea gagal ciptakan gol.
Melawan Portugal dengan mengubah pola menjadi 3-5-2 dengan memanfaatkan duet Nunez dan Cavani di depan juga gagal. Untuk menghadapi Ghana yang kuat secara fisik dan kecepatan nanti, Uruguay harus kembali ke pola empat bek.
Mencoba lebih banyak melibatkan Valverde ke penyerangan mungkin saja bisa jadi alternatif serangan. Menambah daya gedor lewat gelandang serang macam De Arrascaeta maupun De La Cruz juga harus dicoba.
Me está decepcionando su Mundial hasta ahora? Si. Ahora, lejos de bajarme del barco de Federico Valverde.
Tiene que jugar lo más cerca del arco rival posible, ahí es donde puede explotar sus características, hasta ahora esta muy contenido y con poco protagonismo.
Última bala. pic.twitter.com/P2ssDbMaGv
— MeteGolEntra (@uruguay_fc) November 29, 2022
Pola tiga bek tak lagi signifikan bagi mereka, ketika sudah harus dituntut hanya untuk mencetak gol sebanyak mungkin dan menang. Jadi, buat apa bertahan sejak awal?
Di partai inilah lini penyerangan Uruguay diuji. Terlebih lini pertahanan Ghana punya titik lemah dengan lima golnya yang sudah bersarang sejauh ini. Tentu saja hal itu harus dimanfaatkan betul oleh Suarez dan kawan-kawan.
Hitung-Hitungan Siapa yang Menemani Portugal ke 16 Besar
Secara hitung-hitungan kini posisinya jelas, Ghana harus menghindari kekalahan, dan Uruguay harus menghindari seri maupun kalah. Keadaan inilah yang membuat partai ini layak untuk ditonton sampai akhir.
Siapa pun nantinya yang akan lolos, akan menjadi runner up grup. Namun jika Korea secara mengejutkan mampu meraih tiga poin atas Portugal, akan mengubah peta persaingan dan otomatis mengancam posisi salah satu dari Ghana maupun Uruguay.
FIFA World Cup Group H scenario explained: How can Uruguay qualify for Round of 16 after loss to Portugal#PORURU #Uruguay #FIFAWorldCup https://t.co/Uw6V36GKkT
— Times Now Sports (@timesnowsports) November 29, 2022
Runner up Grup H ini nantinya akan ditunggu calon lawan berat yakni juara Grup G, yang diprediksi adalah Brazil yang sudah mengoleksi enam poin. Sebuah misi selanjutnya yang teramat berat bagi runner up Grup H ini.
BRAZIL HAVE CLINCHED THEIR SPOT IN THE ROUND OF 16! 🇧🇷 pic.twitter.com/BNjoVrnWom
— ESPN FC (@ESPNFC) November 28, 2022
Namun itu perkara nanti, sekarang apa yang dipikirkan Ghana dan Uruguay adalah menuntaskan partai hidup mati ini dengan paripurna. Rasa sakit Ghana bagaimanapun akan menjadi senjata tersendiri bagi penuntasan dendam 12 tahun silam.
Namun apakah dendam itu bakal segera terwujud? Atau justru Uruguay akan menggunakan segala cara kotornya untuk kembali melukai Ghana? Kalau menurut Football Lovers, siapa nih yang bakal unggul?


