Penandatanganan Robert Lewandowski ke Barcelona menjadi salah satu transfer yang paling mencengangkan musim panas ini. Blaugrana secara mengejutkan bisa mendatangkan salah satu striker terbaik di dunia.
Di sisi lain, ini menumbulkan pertanyaan, mengapa Lewandowski yang sudah begitu luar biasa di Bayern Munchen memilih pindah ke Barcelona? Apa yang diharapkan Lewy dengan bergabung ke klub tuas ekonomi?
Daftar Isi
Kedatangan Lewandowski ke Barcelona
Barcelona mengagetkan banyak orang ketika belanja sporadis di awal musim ini. Tim Catalan yang sedang terhimpit utang di sana-sini, penunggakan gaji, pemotongan upah, sampai harus menarik tuas ekonomi untuk kesekian kalinya, justru mendatangkan para pemain baru.
Dari sekian pemain yang datang ke Camp Nou, Robert Lewandowski jadi yang mengguncang semua orang. Sebab ketika itu, Blaugrana memang sedang terlilit masalah keuangan. Barca harus menstabilkan keuangan dulu agar bisa membeli pemain.
Itu pun belum cukup. Ketika sudah membeli pemain, Barcelona juga harus mematuhi financial fair play. Blaugrana harus mengurangi gaji para pemain supaya para pemain baru bisa didaftarkan. Terlepas dari itu, Barcelona akhirnya bisa mendatangkan bomber Polandia tersebut.
𝐃𝐎𝐍𝐄 𝐃𝐄𝐀𝐋 ✅
Robert Lewandowski officially joins Barcelona from Bayern Munich for €45 million + €5 million in addons. Player signs until 2026. 🇵🇱🤝🔵🔴 #ForcaBarca #FCBayern pic.twitter.com/RtWInxjrVt
— Transfer Core (@Transfer_Core) July 19, 2022
Kendati Barcelona harus menguras kantong mereka sendiri. Untuk mendatangkan Lewy, Barcelona setidaknya harus mengeluarkan kocek 50 juta euro atau sekitar Rp787 miliar. Sebab tawaran sebelumnya, yaitu 40 juta euro (Rp630 miliar) tidak membuat Bayern Munchen sudi melepas Lewy.
Dengan tawaran itu, Die Roten akhirnya luluh dan mau melepas Lewy. CEO Bayern Munchen, Oliver Kahn bahkan bilang tidak bisa menolak tawaran Barcelona. Akhirnya bomber Polandia itu pun pergi ke Camp Nou.
Mengapa Bayern Mau Melepas Lewy?
Berbicara dengan Bild yang juga dikutip Goal, Oliver Kahn mengatakan jumlah yang ditawarkan Blaugrana sangat masuk akal. Meski sebetulnya bukan cuma itu alasan Bayern Munchen melepas Lewandowski ke Barcelona. The Bavarian meyakini bahwa Lewy memang ingin hengkang.
Die Roten juga gerah dengan pemberitaan Lewy yang ingin angkat kaki dari Allianz Arena. Hal itu membuat FC Hollywood akhirnya memutuskan membiarkan Lewandowski pergi ke Barcelona. Lagi pula, Bayern Munchen sudah mendapatkan Sadio Mane.
OFFICIAL: Sadio Mane has joined Bayern Munich from Liverpool!pic.twitter.com/rgiOZDNaBk
— Bet9ja (@Bet9jaOfficial) June 22, 2022
Meski seorang pemain sayap, Mane bisa berperan sebagai penyerang tengah. Jadi, bagi Oliver Kahn dan kolega tidak masalah melepas pemain yang sudah mencetak 344 gol selama berseragam Munchen itu ke Blaugrana.
Banyak Dikritik
Merapatnya Robert Lewandowski ke Barcelona menghembuskan angin kritik dari segala arah. Manajer Bayern Munchen, Julian Nagelsmann menjadi orang yang cukup nyaring melancarkan kritik kepada Blaugrana. Nagelsmann yang kehilangan salah satu pemainnya itu, menuding bahwa aktivitas transfer Barcelona sangat tidak wajar.
Dilansir Mirror, Nagelsmann mengatakan, Barcelona merupakan satu-satunya klub di dunia yang “tidak memiliki uang”, tapi bisa membeli banyak pemain yang mereka inginkan. “Saya tidak tahu bagaimana mereka (Barcelona) bisa melakukannya. Ini aneh dan agak gila,” kata Julian Nagelsmann.
🗣️ “Agak aneh dan agak gila”
Pelatih Bayern Munich Julian Nagelsmann mengomentari kepindahan Robert Lewandowski ke Barcelona sembari antusias menyambut Matthijs de Ligt dari Juventus. 👀#Transfer #BayernMunich #Megabintang pic.twitter.com/ZRbJAj6dAE
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) July 21, 2022
Hal itu sudah ditepis Joan Laporta. Presiden Barcelona itu mengatakan, bahwa mereka yang meragukan timnya soal keuangan hanya tidak tahu saja. Laporta berani mengatakan apa yang disampaikan Nagelsmann hanya mendistorsi kenyataan.
Kritik juga berhembus dari agen senior, Josep Maria Minguella. Ia adalah mantan agen para jugador besar, seperti Maradona, Romario, hingga Lionel Messi. Dilansir Marca sebagaimana dikutip Republika, Minguella mengatakan dirinya sangat mengagumi Lewandowski sejak 20 tahun yang lalu.
No veo ningún medio “barcelonista” que recoja lo que dijo ayer Josep María Minguella en @Laporteriabtv: rumores de que los representantes que movieron a Rakitic se llevaron 2 millones de euros mientras que el Barça sólo ha ingresado 1,5M€. #BartomeuOUT #MociónFCB pic.twitter.com/Uq5vhUwIup
— Aleix García (@AleixG7) September 17, 2020
Minguella juga mengakui bahwa Lewy sangat cocok bermain di Jerman. Sangat disayangkan ia memilih pindah ke Spanyol. Menurut Minguella, pindah ke Spanyol akan mendatangkan banyak masalah bagi Lewandowski. Di La Liga, pemain Polandia itu tidak banyak ruang untuk berkreasi.
Media-media Spanyol juga mengkritik kehadiran Lewandowski di Barcelona. Marca misalnya, yang mengatakan bahwa La Liga berbeda dengan Bundesliga. Lewandowski harus bisa mendatangkan sorak dari banyak orang. Tekanannya pun lebih tinggi.
El Mundo Deportivo juga menyebut sang pemain tidak kohesif dengan anggota skuad lainnya di laga pertama melawan Rayo Vallecano. Pada laga itu, Lewy tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Beresiko untuk Barcelona
Penandatanganan Lewandowski bagi Barcelona juga sebetulnya penuh dengan resiko. Blaugrana membeli Lewy saat usianya pada waktu itu 33 tahun, dan sekarang sudah 34 tahun. Sementara Barcelona mengontrak Lewy dengan durasi empat tahun.
Artinya, Lewandowski akan bertahan di Camp Nou sampai usianya kira-kira 37 atau 38 tahun. Usia yang tidak lagi muda. Barcelona bisa jadi akan kesulitan bila ingin menjualnya lagi. Meski demikian, Presiden Joan Laporta tidak masalah dengan kualitas Lewandowski.
🎬 | Robert Lewandowski with president Joan Laporta. pic.twitter.com/XMZrV6Ew8G
— infosfcb (@infosfcb) July 18, 2022
Betul bahwa Lewy sangat peduli dengan asupan gizi. Istrinya yang menjadi ahli gizi untuknya. Itulah mengapa pada usia sekarang Lewandowski tampak masih sangat bugar. Tapi itu hari ini, kita tidak tahu dua-tiga tahun lagi.
Performa seorang pemain bisa saja menurun. Selain itu, pembelian Lewandowski juga tidak bisa disamakan dengan pembelian pemain muda, katakanlah seperti Ferran Torres. Ferran bisa saja naik harganya setelah dipoles Barcelona.
Ferran Torres has reduced his salary to join Barcelona. It will be around €5.5m gross per season.
— @sport pic.twitter.com/4nV5l917h4
— Barça Universal (@BarcaUniversal) January 3, 2022
Dengan kata lain, pembelian Lewandowski melenceng dari konsep: beli pemain muda, kembangkan, lalu jual dengan harga mahal. Sebagai klub raksasa, klub yang cerdas membeli pemain, Barcelona pasti tahu soal itu. Minimal sadar bahwa Lewandowski bukan aset jangka panjang.
Lewandowski Menanggung Resiko
Meski demikian, Barcelona tidak bisa menyebut dirinya si paling ambil resiko. Sebab Robert Lewandowski, dalam hal ini juga menanggung resiko. Selain soal tekanan yang lebih tinggi, Lewandowski mempertaruhkan reputasinya. Jika tidak bagus, ia akan banyak disorot.
Tapi apalah hendak dikata. Robert Lewandowski tentulah mengerti betul resiko-resiko yang akan ditanggung ketika bergabung ke Barcelona. Termasuk jika kelak gajinya akan disunat ketika Barcelona kembali mengalami krisis finansial.
Hal itu tampaknya tidak menjadi soal. Sebab toh bergabung ke Barcelona memang keinginan Lewandowski. Mantan pemain Lech Poznan itu terpesona dengan Joan Laporta dan Xavi. Membuat gondelan Bayern Munchen tidak digubris dan tetap memilih terbang ke Spanyol.
Lewandowski terus berbicara keinginannya untuk bermain di La Liga. Duel El Clasico menjadi daya tarik Lewandowski. Mantan agen Lewandowski, Cezary Kucharski mengatakan bahwa sang pemain sangat ingin membuktikan dirinya lebih baik dari striker Real Madrid, Karim Benzema.
Tekad itulah yang mendorong Lewandowski bergabung ke Barcelona. Menurut Lewy, Barcelona dan Real Madrid punya level yang sama. Tentu saja di sisi lain, La Liga jelas diuntungkan. Karena duel El Clasico yang mempertemukan Lewandowski dan Benzema jadi daya tarik baru.
Duh, Barcelona…
Dengan begitu Robert Lewandowski telah mempertaruhkan resiko yang akan ditanggung demi Barcelona. Tinggal bagaimana Barcelona tidak menyia-nyiakan pertaruhan Lewandowski. Tapi apakah demikian yang terjadi?
Barcelona kembali gagal untuk melaju jauh di Liga Champions. Pupus sudah kesempatan Lewandowski untuk mengangkat Si Kuping Besar. Di sisi lain, Bayern Munchen melaju. Kesempatan Barcelona untuk menghargai pertaruhan Lewandowski ada di Europa League dan La Liga.
🚨🚨|| Sign shows that FC Barcelona target Youssoufa Moukoko is leaned towards a contract extension rather then leaving for free in summer.✅ pic.twitter.com/DduT9KS37p
— Devesh Bohra (@DeveshBohra) November 6, 2022
Blaugrana masih sangat mungkin menjuarai La Liga. Tapi bagaimana dengan Liga Eropa? Barcelona pasti menghormati Lewandowski, walaupun dengan mencari calon penggantinya. Belum separuh musim, meski masih ada Lewy, rumornya Barca sudah membidik daun muda baru, Youssoufa Moukoko dari Borussia Dortmund.
https://youtu.be/SoRfbmz5Xts
Sumber: GOAL1, GOAL2, ESPN, SI, BR, News18, Mirror, Sportsbrief, Soccernet, Republika


