8 Alasan Mengapa 2010 jadi Piala Dunia yang Paling Ikonik

spot_img

Memang benar, tidak ada Piala Dunia yang terbaik. Setiap edisi Piala Dunia punya keunikannya sendiri-sendiri. Tapi Piala Dunia 2010 adalah sebuah pengecualian. Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan itu dianggap banyak orang sebagai Piala Dunia yang paling berkesan. Dari lagu Waka Waka, Paul si gurita, sampai permainan tiki taka Spanyol yang menyihir mata, semua akan dibahas dalam daftar 8 alasan mengapa Piala Dunia 2010 jadi yang paling ikonik.

Piala Dunia Pertama di Afrika

Afrika Selatan patut berbangga, sebab mereka adalah negara pertama dari benua Afrika yang mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah Piala Dunia. Namun awalnya penunjukan Afrika Selatan sebagai tuan rumah menimbulkan pro-kontra. Pasalnya banyak yang meragukan kesiapan Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Maklum, Afrika Selatan sebelumnya memang dikenal sebagai negara terbelakang yang sarat akan kemiskinan. Sedangkan untuk menjadi tuan rumah gelaran akbar sepak bola dunia ini menelan biaya yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, banyak juga yang mengkhawatirkan faktor keamanan para turis ketika menyaksikan Piala Dunia secara langsung di Afrika Selatan nantinya. Sebab, negara-negara benua Afrika memang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Tapi Piala Dunia Afrika Selatan adalah tentang kesempatan dan harapan, inspirasi dan aspirasi. Afrika Selatan membuktikan mereka mampu menyelenggarakan pesta Piala Dunia yang tidak kalah meriah dari negara Eropa atau benua Amerika. Stadion-stadion yang megah, setra sambutan yang ramah dan aman dari para penduduk lokal terhadap para turis pun mematahkan semua anggapan negatif terhadap Afrika Selatan.

Lagu Waka Waka

Setiap edisi Piala Dunia pasti punya lagu mereka masing-masing. Tapi lagu-lagu Piala Dunia biasanya punya reputasi sebagai lagu yang biasa saja atau bahkan bisa dibilang di bawah standar. Anggapan itu dipatahkan dengan lagu Waka Waka yang dibawakan oleh Shakira. Lagu tersebut jadi lagu Piala Dunia yang paling sukses sepanjang sejarah dengan 15 juta kali diunduh oleh para pendengar di seluruh dunia saat itu.

Namun meskipun mendapatkan banyak respon positif dan menjadi lagu Piala Dunia yang paling dikenal sampai saat ini, lagu Waka Waka tidak terlepas dari kontroversi. Shakira, yang mana adalah penyanyi berkebangsaan Kolombia dirasa kurang cocok untuk membawakan lagu yang bertema Afrika. Banyak yang menyayangkan langkah FIFA yang tidak memilih artis lokal Afrika Selatan untuk membawakan lagu Waka Waka.

Terlepas dari kontroversi itu, lagu Waka Waka terbukti sangat sukses pada saat itu. Lagu tersebut menduduki peringkat 1 billboard Mexico selama lima minggu berturut-turut. Serta menempati posisi puncak billboard di berbagai negara lainnya. Tidak bisa dipungkiri, Waka Waka yang dibawakan Shakira adalah lagu Piala Dunia yang paling ikonik bahkan sampai saat ini. Tidak hanya lagu resmi piala dunia, bahkan lagu berjudul Wavin Flag dari K’NAAN yang merupakan kolaborasi dengan brand Coca-cola juga begitu ikonik di telinga.

Suara Vuvuzela

Selain lagu Waka Waka, ada alunan musik lain yang memeriahkan Piala Dunia 2010. Yaitu suara dari terompet Vuvuzela. Vuvuzela sendiri adalah instrumen tiup yang telah jadi bagian besar budaya sepakbola di Afrika Selatan. Dan warga Afrika tentu dengan bangga membawa budaya tersebut ke panggung Piala Dunia. Meskipun banyak yang tidak suka dengan suara bisingnya.

Suara itu bahkan bisa terdengar sampai ke telinga penonton layar kaca. Beberapa tim bahkan menyalahkan suara bising Vuvuzela menjadi penyebab utama koordinasi para pemain di lapangan jadi terganggu. Karena suara bising nan tidak merdunya itu pula, banyak yang menyarankan untuk melarang penggunaan Vuvuzela di Stadion. Alasanya karena menimbulkan polusi suara.

Tapi bertahun tahun setelah Piala Dunia 2010, kita menyadari bahwa Vuvuzela lah yang membuat gelaran Piala Dunia 2010 begitu unik dan sulit dilupakan. Suara sengak dari Vuvuzela yang dibunyikan sepanjang laga menjadikan ciri khas tersendiri bagi Piala Dunia 2010.

Bola Jabulani

Seperti pada gelaran Piala Dunia yang lainnya, Piala Dunia 2010 juga mengeluarkan edisi bola resmi mereka sendiri. Bola tersebut dikenal dengan nama Jabulani. Dan sepanjang turnamen, Jabulani sudah jadi musuh banyak orang. Bola itu jadi kambing hitam kekalahan tim-tim peserta Piala Dunia.

Fabio Capello, Maradona, sampai kiper Prancis Hugo Lloris tidak menyukai bola tersebut. Mereka berpendapat bahwa desain dan bobot bola Jabulani yang terlalu ringan membuat bola tersebut sangat sulit untuk dikendalikan. Ketika ditendang juga sangat sulit untuk memprediksi kemana arah bola itu pergi. Tapi FIFA bersikeras bahwa Jabulani sudah dibuat dengan memenuhi standar dari FIFA.

Paul si Gurita

Hanya di Piala Dunia 2010, ada makhluk berkaki delapan yang jadi selebriti dadakan karena sepakbola. Paul namanya, ia adalah gurita yang jadi pusat perhatian saat Piala Dunia 2010. Gurita itu punya kemampuan meramal yang luar biasa dari sebuah akuarium di kota Oberhausen, Jerman.

Paul sebenarnya sudah menjalani profesi sebagai peramal pertandingan sepakbola sejak tahun 2008. Ketika itu ia selalu hadir meramal semua hasil pertandingan timnas Jerman di Piala Euro 2008. Saat itu Paul menebak dengan tepat empat dari enam pertandingan Jerman.

Di Piala Dunia 2010, kemampuan meramal Paul semakin meningkat. Ia pun semakin populer karena tidak hanya meramal pertandingan timnas Jerman, tapi juga pertandingan dari tim-tim lain. Paul bahkan berhasil meramal kemenangan Spanyol di partai final melawan Belanda. Namun sayang, kiprah Paul tidak bisa berjalan panjang. Setelah Piala Dunia 2010, Paul dikabarkan meninggal dunia karena usianya yang sudah tua.

Selebrasi Ikonik Tshabalala

Jika mengingat gol Afrika Selatan di Piala Dunia 2010, pasti yang terbayang di kepala adalah gol Siphiwe Tshabalala ke gawang Meksiko. 55 menit setelah peluit pertama Piala Dunia dibunyikan wasit, Tshabalala mencetak gol tendangan roket tepat ke pojok atas gawang.

Selain itu adalah gol di laga pembuka Piala Dunia, selebrasi yang dilakukan tim Afrika Selatan setelahnya juga yang membuat gol itu terasa sangat ikonik. Bersama rekan tim lainnya, Tshabalala melakukan selebrasi dengan berjoget di pinggir lapangan diiringi suara Vuvuzela yang menggema di dalam stadion Johannesburg.

Namun sayangnya di pertandingan tersebut Afrika Selatan hanya mampu meraih hasil imbang. Bafana bafana juga tidak mampu melangkah lebih jauh setelah gagal lolos fase grup. Tapi setidaknya selebrasi itu bisa memberikan kenangan manis untuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Tiki Taka Spanyol

Selain banyaknya hiburan di luar lapangan, Piala Dunia 2010 sendiri menyajikan tontonan yang indah dari tim nasional Spanyol. 2010 adalah puncak permainan tiki taka yang dimainkan oleh tim matador. Ciri khas tiki taka adalah operan pendek, selalu bergerak di sepertiga lapangan depan, membawa bola melalui ruang-ruang sempit, dan tentu saja sambil menjaga penguasaan bola.

Dengan duet Xavi dan Iniesta di tengah lapangan, mereka memberikan kreativitas tak terbatas di lini tengah. Sementara itu mempercayakan urusan mencetak gol ke Fernando Torres dan David Villa di depan, membuat tim Spanyol menjadi tim yang ditakuti.

Gaya permainan tiki taka sudah semakin hilang menjelang dekade 2010 berakhir. Alasannya banyak tim yang sudah punya obat penawar dari tiki taka. Tim Spanyol masih berusaha mencari gaya permainannya sendiri dimana sekarang permainan lambat dan mengandalkan penguasaan bola mulai tergantikan.

Momen dramatis

Yang membuat sebuah edisi Piala Dunia begitu ikonik tentu saja adalah momen dalam pertandingan – pertandingan yang disajikan itu sendiri. Untuk Piala Dunia 2010, punya banyak momen dramatis yang terjadi sepanjang turnamen. Dan momen dramatis yang tersaji di Piala Dunia itu sering kali menguras emosi para penontonnya.

Seperti gol indah Lampard melawan Jerman yang jelas-jelas masuk, tapi dianggap belum melewati garis oleh wasit. kemenangan tipis Spanyol melawan Paraguay yang diwarnai tiga tendangan penalti gagal. Lalu drama tim nasional Prancis yang mengusir Anelka di tengah-tengah turnamen yang membuat geger para pemain les blues. Sampai kedigdayaan Spanyol yang mengangkat trofi Piala Dunia setelah dua tahun sebelumnya menjadi juara Euro 2008.

 

Sumber referensi: Mirror, Joe, Billboard, Pandit

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru