Beberapa waktu yang lalu, Aston Villa mengumumkan bahwa mereka melepas Steven Gerrard sebagai seorang pelatih. Keputusan itu diambil ketika Aston Villa mengalami kekalahan memalukan saat menghadapi Fulham pada pertandingan Liga Inggris. The Villans kalah dengan skor telak 3-0.
Sebetulnya bukan hanya kekalahan itu yang membuat Gerrard dipecat. Tapi rentetan hasil buruk yang didapat The Villans selama dilatih oleh Gerrard. Selama 11 bulan dirinya duduk di kursi kepelatihan klub, Gerrard hanya mampu 13 kemenangan di semua kompetisi. Dan sampai Gerrard di pecat, Aston Villa berada di posisi ketujuh klasemen Liga Inggris dan hanya unggul selisih gol dari zona degradasi.
Kegagalan Gerrard di Liga Inggris sangat disayangkan. Mengingat, dirinya pernah menjadi pelatih yang potensial di Skotlandia bersama Rangers. Niatan untuk balik kampung malah ternodai dengan performa buruknya di Aston Villa.
Prestasi Manis di Rangers
Ketika Gerrard direkrut Rangers sebagai pelatih pada tahun 2018, ia punya tugas yang berat di pundaknya. Rangers saat itu tidak bisa bersaing dengan rivalnya, Celtic dan baru saja menyelesaikan musim dengan hanya duduk di peringkat ketiga klasemen. Tugas Gerrard adalah untuk mengembalikan kedigdayaan klub itu kembali.
Yang dilakukan pertama kali Gerrard bukanlah membeli pemain. Ia merekrut staf-staf kepelatihan yang bisa ia percayai. Baru setelah itu ia mengumpulkan pemain-pemain berbakat baru di penjuru Eropa untuk memperkuat timnya. Dan dari segala proses panjang yang ia jalani bersama Rangers, Gerrard pun bisa menuai kesuksesan di Skotlandia sebagai pelatih.
Proses Gerrard di Rangers memang tidak singkat. Ia butuh waktu tiga tahun untuk bisa meraih kejayaan. Meskipun terhitung waktu yang cukup lama, prestasi yang bisa Gerrard raih tidak bisa dipandang sebelah mata. Di musim 2020/21 Ia berhasil menjuarai Liga Skotlandia sekaligus mengakhiri dominasi Celtic yang sebelumnya menjuarai Liga selama 9 musim berturut-turut.
Tidak hanya itu, gelar tersebut ia dapatkan dengan catatan tak terkalahkan atau invincible selama satu musim penuh. Ia juga menorehkan rekor poin terbanyak di Liga sepanjang sejarah klub dengan 102 poin selama semusim.
Tinggalkan Rangers Untuk Aston Villa
Gerrard mengukirkan prestasi yang luar biasa di Skotlandia bersama Rangers. Ia memberikan sejarah ke klub itu dan membuat Rangers kembali menjadi klub yang ditakuti di Skotlandia. Namun, hasrat dan ambisi Gerrard sangat besar. Begitu besar sampai ia rela meninggalkan kejayaannya bersama Rangers begitu saja. Ia pun pindah ke Aston Villa tak lama setelah ia mempersembahkan gelar untuk Rangers.
Gerrard mengaku bahwa alasan utamanya untuk pindah ke Aston Villa adalah karena klub itu memberikannya tekanan yang nyaman untuk terus berprestasi. Dan ia mengaku siap menghadapi tekanan tersebut karena ia sendiri sudah sering berada di bawah tekanan sejak ia masih menjadi pemain muda. Namun kini ia tahu, tekanan sebagai pelatih di Premier League masih terlalu besar untuknya.


