Catatan Menarik dari Giornata 1 Serie A Italia 2022/2023

spot_img

Musim 2021/2022 jadi salah satu musim terbaik Serie A Italia dalam sedekade terakhir. Usai keberhasilan Internazionale Milano memutus dominasi Juventus di musim 2020/2021, musim lalu scudetto kembali jatuh ke kota Milan. Kali ini, gelar juara jadi milik sang saudara tua, AC Milan.

Milan dan Inter juga menyajikan persaingan sengit semenjak giornata pertama hingga giornata pamungkas. Namun, tak hanya duo Milan saja yang menjadikan Serie A makin kompetitif. Finishnya Juventus di peringkat 4, keberhasilan Fiorentina lolos ke Liga Konferensi Eropa, dan gagalnya Atalanta menembus kompetisi Eropa juga jadi beberapa bukti ketatnya persaingan di Liga Italia.

Persaingan ketat semacam itu sepertinya masih akan terus berlanjut di musim ini. Kekuatan tim yang makin merata dan aktivitas transfer para kontestan Serie A berimbas pada ketatnya persaingan scudetto musim ini.

Giornata 1 Serie A musim 2022/2023 jadi buktinya. Di pekan pertama Liga Italia musim ini, beberapa tim favorit juara langsung tancap gas. Sementara beberapa tim kuda hitam menunjukkan taringnya.

Serie A 2022/2023 Dibuka oleh Kemenangan AC Milan atas Udinese

Serie A Italia musim 2022/2023 dibuka dengan laga sang juara bertahan AC Milan yang menjamu Udinese di San Siro. Di laga ini, Milan yang masih didominasi muka-muka lama menunjukkan mentalitasnya.

Tertinggal gol cepat Rodrgio Becao di menit kedua, anak asuh Stefano Pioli berhasil membalikkan kedudukan lewat eksekusi penalti Theo Hernandez dan gol Ante Rebic. Sayangnya, kedudukan 2-1 tak mampu dipertahankan. Menjelang turun minum, gawang Mike Maignan kembali bobol oleh Adam Masina.

Milan kemudian bermain lebih rapi di babak kedua. Menguasai bola hingga 59%, rossoneri sukses menambah dua gol lewat sontekan Brahim Diaz dan gol kedua Ante Rebic yang mengubah skor menjadi 4-2.

Meski menang, pertahanan Milan di laga ini menunjukkan titik lemahnya. Pemain bertahan Milan terlihat kurang baik dalam mengatasi duel udara. Terbukti dengan 2 gol Udinese yang tercipta dari situasi crossing.

Meski kemenangan atas Udinese merupakan pijakan yang bagus untuk mempertahankan scudetto, tetapi AC Milan mesti tampil lebih solid dan konsisten.

Inter Cuma Menang Dramatis dari Tim Promosi

Sementara itu, di laga lainnya, sang rival sekota Inter Milan juga memperlihatkan mentalitasnya. Bertandang ke markas tim promosi Lecce, runner-up Serie A musim lalu itu mendapat perlawanan sengit dari tuan rumah.

Inter berhasil unggul cepat di menit kedua melalui gol Romelu Lukaku. Keunggulan tersebut lalu sirna di babak kedua usai Lecce menyamakan kedudukan lewat gol Assan Ceesay. Saat laga sepertinya akan berakhir imbang, Denzel Dumfries muncul jadi pahlawan nerazzurri setelah dirinya berhasil mencetak gol dramatis di akhir masa injury time babak kedua.

Meski menang, pelatih Simone Inzaghi mengaku tak puas. Ya maklum, Inter yang musim lalu jadi tim paling produktif di Liga Italia terpaksa harus menurunkan 4 striker sekaligus dan mengubah formasinya dari 3-5-2 menjadi 4-2-4 hanya untuk bisa menang dari tim promosi.

Penyelesaian akhir jadi PR skuad Simone Inzaghi. Pasalnya, di laga ini, Inter mampu menguasai bola hingga 70% dan melepas 19 tembakan. Namun, dari 19 peluang tersebut hanya 2 yang berujung gol.

AS Roma juga Cuma Menang Tipis

Hasil kurang maksimal juga dipetik AS Roma. Roma yang menjalani musim keduanya bersama Jose Mourinho tengah dalam euforia dan optimisme tinggi setelah sukses memboyong beberapa pemain bintang di bursa transfer musim panas. Paulo Dybala, Nemanja Matic, dan Georginio Wijnaldum juga langsung ditampilkan di giornata pertama.

Sayangnya, Roma yang bertandang ke markas Salernitana di giornata pertama Serie A musim ini gagal tampil optimal. Anak asuh Jose Mourinho cuma menang tipis 1-0 lewat gol Bryan Cristante.

Menilik dari skuad yang diturunkan dan statistik yang berpihak kepada Roma, Serigala Ibukota seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Sayangnya, dari 20 tembakan, hanya 5 yang mengarah tepat sasaran dan hanya 1 yang berujung gol. Itupun gol tersebut dicetak oleh seorang gelandang bertahan.

Bungkan Haters, Napoli Menang Besar!

Sementara itu, di laga lainnya, Napoli yang musim ini diragukan pasca ditinggal beberapa pemain kuncinya tampil trengginas di kandang Hellas Verona. Il Partenopei seperti ingin membungkam para hatersnya dengan penampilan garangnya.

Tak tanggung-tanggung, anak asuh Luciano Spalletti menang besar 5-2 atas Hellas Verona. Gol-gol Napoli di laga tersebut dibagi rata oleh Khvicha Kvaratskhelia, Victor Osimhen, Piotr Zielinski, Stanislav Lobotka, dan Matteo Politano.

Skor di laga ini untuk sementara jadi kemenangan terbesar yang tercatat di Serie A musim ini. Mungkin masih terlalu dini untuk menilai, tetapi lewat kemenangan besar atas Hellas Verona, Napoli sepertinya juga ingin menunjukkan kepada pihak-pihak yang meragukan mereka kalau Il Partenopei tak boleh dipandang sebelah mata.

Kemenangan Juventus Tutup Giornata 1 Serie A 2022/2023

Giornata 1 Serie A musim 2022/2023 kemudian ditutup dengan kemenangan besar lainnya yang dicatat Juventus atas tamunya, Sassuolo. Si Nyonya Tua sukses menang telak 3 gol tanpa balas dimana 2 gol diantaranya dicetak oleh sang striker haus gol, Dusan Vlahovic.

Kemenangan Juve tersebut juga diwarnai dengan penampilan apik rekrutan anyar mereka, Angel Di Maria. Di Maria yang main sejak menit pertama tampil memukau dengan kontribusinya sebagai pembuka skor kemenangan Juventus atas Sassuolo dan membuat 1 asis di gol ketiga Juve yang dicetak Dusan Vlahovic.

Penampilan Apik Para Debutan di Giornata 1 Serie A 2022/2023

Akan tetapi, tak hanya Angel Di Maria saja yang langsung bisa mencetak gol di laga debutnya di Serie A. Di giornata pertama Serie A musim ini, ada beberapa pemain anyar yang sukses mencuri perhatian dengan kontribusi golnya di atas lapangan.

Selain Di Maria, Khvicha Kvaratskhelia juga berhasil mencetak gol pertamanya untuk Napoli. Sama seperti Di Maria, winger asal Georgia itu juga sukses mencetak 1 gol dan 1 asis saat membantu Napoli menang besar atas Hellas Verona.

Begitu pula dengan David Okereke. Penyerang asal Nigeria itu juga sukses mencetak gol debutnya sebagai rekrutan anyar tim promosi Cremonese. Sayangnya, kontribusi gol penyerang yang baru direkrut dari Venezia itu gagal membawa timnya menang atas Fiorentina.

Di sisi sebaliknya, Luka Jovic jadi debutan anyar yang sukses mengantar Fiorentina menang dramatis atas Cremonese. Jovic yang didatangkan La Viola dari Real Madrid jadi pencetak gol kedua Fiorentina saat mereka menang tipis 3-2 atas Cremonese.

Situasi serupa juga terjadi dengan Romelu Lukaku. Lukaku yang pulang kembali ke Inter setelah kegagalannya di Chelsea langsung memberi kontribusi di laga comeback-nya. Lukaku sukses mencetak 1 gol saat Inter menang dramatis atas juara Serie B musim lalu, Lecce.

Laga Lecce vs Inter juga jadi panggung bagi rekrutan anyar Lecce, Assan Ceesay. Baru didatangkan secara gratis dari FC Zurich, penyerang asal Gambia itu langsung mencatatkan namanya di papan skor di laga debutnya di Serie A.

Sementara itu, Aleksei Miranchuk yang musim ini dipinjamkan Atalanta ke Torino juga sukses mencetak gol perdananya di kompetisi Serie A. Gelandang serang asal Rusia itu mencetak 1 gol saat membantu Torino menang 2-1 atas tim promosi lainnya, Monza.

Satu rekrutan anyar lain yang juga sukses mencetak gol di laga debutnya adalah Ademola Lookman. Bermain dari bangku cadangan, winger anyar Atalanta yang baru didatangkan seharga 15 juta euro dari Leicester City itu sukses mencetak 1 gol dalam kemenangan 2-0 La Dea atas tuan rumah Sampdoria.

Serie A Menyajikan Banyak Gol di Tiap Giornata

Hal menarik lainnya dari Giornata 1 Serie A musim 2022/2023 adalah fakta bahwa tidak ada hasil imbang yang terjadi. Semua tim yang bertanding saling mengalahkan.

Tujuh tim yang lolos ke kompetisi Eropa musim ini juga seluruhnya memetik poin penuh. Sementara itu, 3 tim promosi, yakni Lecce, Monza, dan Cremonese sama-sama menelan kekalahan.

Fakta menarik lainnya, dalam 10 pertandingan di giornata pertama ini, sudah tercipta 34 gol. Artinya, ada 3,4 gol tercipta di tiap laganya. Ini jadi bukti termutakhir bahwa Serie A Italia adalah liga yang kompetitif dan menyajikan banyak gol di tiap laganya.

Musim lalu saja, tercipta 1.089 gol dalam 380 pertandingan, atau 2,9 gol perlaga. Jumlah ini meninggalkan Premier League yang menghasilkan 1.071 gol atau 2,8 gol perlaga dan La Liga yang hanya menghasilkan 951 gol atau 2,5 gol perlaga di musim lalu.

Laga-laga seru yang terjadi dan banyaknya gol yang tercipta di giornata 1 juga jadi pertanda kalau kompetisi Serie A musim ini bakal berjalan ketat dan sangat menarik untuk diikuti. Jadi, masih mau meremehkan Serie A?

https://youtu.be/WjfHWgr9nnA
***
Referensi: Lega Serie A, Bolasport, Goal, The Guardian, Football Italia.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru