Liga paling panas sejagad, Liga Premier Inggris sudah melewati gameweek pertama. Ada kejutan, tapi ada pula yang sejatinya sudah bisa ditebak bahkan ketika gameweek pertama kurang seminggu lagi. Meski begitu, tentu saja hasil di gameweek pertama ini patut diperhitungkan.
Mengingat pekan pertama itu menandakan banyak hal. Dan tak jarang, meski baru satu pertandingan, sebuah tim bisa saja disorot. Apalagi jika mereka menyeberangi gameweek pertama dengan tidak mulus. Berikut ini Starting Eleven akan menyajikan semacam review yang terjadi di gameweek pertama, khususnya bagi tim Big Six Liga Inggris.
Daftar Isi
Arsenal
Mari kita mulai dari klub sangat tangguh, Arsenal. Pada gameweek pertama, Tim Meriam London menghadapi lawan yang di atas materai jelas tidak terlalu sulit, yaitu Crystal Palace asuhan legenda Arsenal, Patrick Vieira.
Pada laga pertama, anak asuh Arteta langsung menggebrak di awal. Arteta menitahkan anak asuhnya untuk langsung membuat pertahanan Crystal Palace kocar-kacir. Dengan dipelopori Gabriel Jesus dan Martinelli di lini serang, Arsenal mengobok-obok pertahanan Palace. Meski begitu, beberapa peluang di menit pembuka mentah.
Gol baru tercipta menit ke-20 melalui Gabriel Martinelli. Jelang babak kedua bubar, Marc Guehi menggandakan keunggulan Arsenal lewat gol bunuh dirinya. Skor akhir 2-0. Arsenal mengantongi tiga poin awal.
Pada laga di Selhurst Park itu, ada beberapa pemain Arsenal yang layak mendapat kredit khusus. Oleksandr Zinchenko yang dibeli dari Manchester City bisalah dikatakan sebagai pembelian yang tepat. Zinchenko pada laga itu tampil sangat impresif.
Ia menggiring bola, melakukan tembakan, dan menekel lawan. Pada laga itu, akurasi umpan Zinchenko bahkan mencapai 81%. Tentu akurasi yang sangat baik, apalagi salah satu umpannya itu berbuah assist.
Selain itu, The Athletic menyoroti pemain lain, William Saliba. Pemain kelahiran Prancis itu tampil fantastis di debutnya di Premier League. Ia bermain 90 menit ful, dan memenangi 3 dari 4 kali perebutan bola.
Chelsea
Nasib yang sama menyenangkan juga dialami Chelsea. The Blues meraih kemenangan pertama di laga resmi era Todd Boehly. Meski itu hanya melalui penalti Jorginho di penghujung babak pertama.
Pemain anyar Chelsea, Raheem Sterling mendapat sorotan di laga itu. Dengan formasi 3-4-3, Tuchel memasang Sterling di lini depan, bekerja sama dengan Kai Havertz dan Mason Mount. Pada laga itu, penampilan Sterling sejatinya tidak terlalu mengecewakan.
Ia yang bermain 90 menit, berusaha keras untuk membobol gawang Jordan Pickford. Pemain 27 tahun itu menghasilkan tiga tembakan, tapi ketiganya diblok semua. Meski begitu, dilansir media Inggris, Standard, Tuchel tampaknya senang dengan kehadiran Sterling di skuadnya.
Terlebih Sterling bisa langsung nyetel dengan permainannya. Selain Sterling, Kalidou Koulibaly juga menjadi sorotan. Ia menjadi salah satu aktor yang menyelamatkan gawang The Blues dari kebobolan. Koulibaly paling tidak melakukan 3 kali sapuan. Ia juga memenangi 4 dari 7 kali upaya perebutan bola. Selain itu, Koulibaly juga memenangi 3 dari 5 kali duel udara.
Kalidou Koulibaly makes a winning Premier League debut with Chelsea ⚽ pic.twitter.com/QSrKQUkUb1
— GOAL Africa (@GOALAfrica) August 6, 2022
Marc Cucurella yang masuk jadi pemain pengganti juga tampil lumayan. Itu artinya, Tuchel masih bisa mengandalkan Koulibaly atau Cucurella di beberapa pertandingan mendatang. Dengan catatan, keduanya tidak dibekap cedera.
Liverpool
Jika dua tim London meraih kemenangan, tidak dengan dua klub dari Merseyside. Everton dikalahkan Chelsea. Sementara itu, Liverpool yang harusnya bisa menang melawan Fulham, justru bermain imbang 2-2.
Berbekal trofi Community Shield, Liverpool sejatinya punya keyakinan yang lebih untuk mengarungi pekan pertama Liga Inggris. Apalagi beberapa pemain sudah kembali memperkuat The Kop. Alisson kembali dari cedera. Roberto Firmino masih jadi pilihan pertama, alih-alih Darwin Nunez.
Belum lagi, Liverpool punya catatan mentereng melawan juara Championship itu. Minimal Liverpool selalu bisa mencetak tiga gol ke gawang Fulham di pertemuan sebelumnya. Namun, sayang, yang terjadi justru sebaliknya.
Fulham yang dulu bukanlah Fulham yang sekarang. The Cottagers terbukti jadi lawan yang lebih sulit buat Liverpool. Mereka bahkan bisa mencetak gol lebih dulu lewat aksi Mitrovic yang menerima umpan Tete.
Darwin Nunez baru masuk di babak kedua. Dan ia langsung mencetak gol. Tapi Fulham berhasil unggul lagi lewat Mitrovic pada menit 72. Untungnya, pada menit 80 Mohamed Salah berhasil memaksa pertandingan berakhir imbang.
Imbang tentu bukan hasil yang menguntungkan buat anak asuh Jurgen Klopp. Apalagi jika mereka ingin meraih titel juara. Ingat musim lalu, Liverpool kalah satu angka dari Manchester City.
Dan mereka gagal meraih trofi salah satu faktornya adalah lebih sering bermain imbang daripada pasukan Pep Guardiola. Oh iya, di laga ini, Liverpool harus mengorbankan Thiago Alcantara, yang pada akhirnya dikabarkan cedera hamstring dan harus absen cukup lama.
Tottenham Hotspur
Kabar bahagia justru datang dari klub London yang lain, Tottenham Hotspur. Jika Arsenal hanya mencetak dua gol di laga awal, Spurs sudah mencetak empat gol dari kemenangan 4-1 atas Southampton di rumahnya sendiri. Dengan hasil itu, The Lilywhites kedinginan di puncak klasemen sementara.
Kemenangan besar atas Southampton sedikit banyak membuat kita yakin, jangan-jangan Spurs asuhan Conte memang akan jadi pesaing kuat juara Liga Inggris. Dilansir The Football Faithful, manajer Tottenham Hotspur, Antonio Conte memuji penampilan anak asuhnya.
Meski tertinggal lebih dulu lewat sepakan James Ward-Prowse pada menit 12, Tottenham bisa membalasnya dengan cepat. Ada banyak catatan dari pertandingan itu. Salah satunya, permainan Spurs jauh lebih hidup, tidak hanya mengandalkan Son Heung-Min dan Harry Kane.
Eric Dier’s goal from the stands:
📸 @jonnyhamme pic.twitter.com/GvAgJJYt3Z
— FutbolXclusive (@FutbolXclusive) August 6, 2022
Beberapa pemain kelihatan mencoba menemukan performa terbaiknya. Ryan Sessegnon menciptakan gol pertamanya di Premier League untuk tim. Eric Dier yang setelah tiga tahun tidak mencetak gol, pada waktu itu ia mencetak gol. Kulusevski, rekrutan baru mereka juga sudah menggebrak. Conte memang jitu dalam meramu skuad. Tak hanya itu, ia juga memuji transfer masuk akal Spurs.
Manchester City
Setelah dari London dan Merseyside, kita juga harus menyapa klub dari Kota Manchester. Sebab di sana ada dua tim yang bernasib berbeda. Manchester City sedang sangat bahagia karena menuntaskan gameweek pertama dengan kemenangan meyakinkan, 2-0 atas West Ham.
Meski tidak bermain di rumahnya sendiri, Manchester City tampil seperti biasanya. Yang berbeda barangkali pola permainannya. Karena sudah ada Erling Haaland, pola permainan City mau tidak mau harus melayani Haaland.
Benar saja. Haaland yang dilayani ternyata bisa tampil maksimal. Dua gol City diborong olehnya. Haaland membuka keran golnya pada titik 12 pas. Ia lantas menggandakan keunggulan setelah meneruskan umpan terobosan Kevin de Bruyne.
🅰️ De Bruyne
⚽️ HaalandWe better start getting used to this..pic.twitter.com/nMdrL3hwBc
— 433 (@433) August 8, 2022
Kehadiran Haaland dan penampilan apiknya di laga awal, membuat Pep senang. Karena pemain Norwegia itu bisa menjadi andalan City. Mengingat sebelumnya, Pep tidak memiliki striker seperti Haaland.
Manchester United
Nah, kalau sisi sedihnya ada di Manchester United. Saat Big Six lainnya terhindar dari kekalahan, MU justru mengencani kekalahan. MU harus mengakui keunggulan 2-1 atas Brighton and Hove Albion. Kendati kekalahan ini semestinya bisa dihindari.
Apalagi anak asuh Erik ten Hag bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, apalah hendak dikata. Permainan MU saat itu sangat kacau. Lini tengah mereka mudah dieksploitasi. Fred dan McTominay yang harusnya tampil di panggung Stand Up Comedy, justru diturunkan.
Tak hanya dieksploitasi, lini tengah MU juga mampet. Aliran bola mereka berhasil diredam Graham Potter. Dari situ kelihatan mana pelatih Eredivisie mana pelatih Liga Inggris. Dilansir The Football Faithful, Ten Hag mengakui hasil ini adalah kemunduran bagi timnya.
Melalui Football Daily, legenda Manchester United, Roy Keane menyebut Fred dan McTominay sangat tidak pantas bagi MU. Keduanya tidak akan bisa membuat Manchester United bersaing di papan atas.
🗣 “Fred and McTominay, not good enough. They won’t get Man United competing at the top.”
Roy Keane is not impressed with Manchester United’s midfield pic.twitter.com/JwNI2wNdAt
— Football Daily (@footballdaily) August 7, 2022
Sementara itu, Christian Eriksen rasanya perlu mendapat pujian pada laga tersebut. Sebagai false nine, pergerakannya sangat mobile. Eriksen setidaknya melakukan 59 operan. Persentase akurasi umpannya juga bagus, yaitu 75%.
Ia juga rajin melakukan umpan daerah dan beberapa kali memenangkan perebutan bola. Sementara itu, pemain anyar lainnya, Lisandro Martinez juga lumayan. Ia memenangi 5 kali perebutan bola, dan memiliki akurasi umpan hingga 90%.
https://youtu.be/IxsW58bLhCo
Sumber: SportingNews, ThisIsAnfield, CartilageFreeCaptain, SkySports


