Tidak hanya sebagai penanda tim, jersey atau seragam juga menjadi barang jualan klub sepakbola. Bukan hanya dalam bentuk fisiknya yang dijual. Melainkan ruang yang ada di jersey itu juga ada nilai jualnya. Maka dari itu, kita sering melihat jersey sepakbola di bagian depan, lengan, atau belakang pasti ada sponsornya.
Selain sponsor yang terpampang, kesepakatan jersey ini juga berkaitan dengan apparel atau perusahaan yang memproduksi jersey. Tak jarang kesepakatan-kesepakatan itu berbuah keuntungan yang sangat besar bagi klub. Nah berikut kesepakatan jersey paling menguntungkan di sepakbola Eropa.
Daftar Isi
Arsenal (Emirates dan Adidas)
Kesepakatan Arsenal dengan Puma berakhir tahun 2019 lalu. The Gunners kini beralih ke apparel paling terkemuka di Jerman, Adidas. Kesepakatan antara Arsenal dan Adidas terjalin dengan nilai kesepakatan 391 juta dolar atau sekitar Rp5,8 triliun.
Arsenal are on the verge on signing a £300m kit sponsorship deal with Adidas, with Puma’s contract with the club expiring at the end of this season. (Source: Football London) pic.twitter.com/y7VH5u8F1k
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) August 28, 2018
Meski Arsenal sudah meninggalkan kerja sama dengan Puma, tapi untuk kerja sama dengan Emirates Airlines, maskapai penerbangan dari Uni Emirat Arab justru diperpanjang. Belum lama ini Arsenal memperpanjang kontraknya lima tahun dengan Emirates.
Jadi The Gunners akan mendapat uang dari Emirates sebesar 280 juta dolar (Rp4,1 triliun) dalam lima tahun. Angka itu meningkat karena sebelumnya, pendapatan Arsenal dari sponsor hanya di angka 86 juta dolar (Rp1,2 triliun).
Bayern Munchen (Deutsche Telekom dan Adidas)
Raksasa Bundesliga, Bayern Munchen juga tak mau kalah dari Arsenal. Sudah sejak 2015, Die Roten menjalin kesepakatan dengan perusahaan olahraga lokal, Adidas Sportswear.
Yang fantastis, kesepakatan antara Bayern Munchen dan Adidas bisa mencapai 1,07 miliar dolar atau sekitar Rp16 triliun lebih. Selain mensponsori klub, Adidas juga memegang saham Bayern Munchen sebanyak 8,33 persen.
Pada musim 2020-21, Bayern Munchen mendapat gelontoran duit dari kesepakatan itu mencapai 125 juta dolar (Rp1,8 triliun). Tidak hanya dengan Adidas, Bayern Munchen juga menjalin kesepakatan jersey dengan perusahaan telekomunikasi asal Jerman, Deutsche Telekom. Perusahaan itu akan membayar 47 juta dolar (Rp704,3 miliar) per musim kepada Bayern Munchen.
¿Qué significa el símbolo “·T···” en la camiseta de Bayern Múnich?
Deutsche Telekom AG (@deutschetelekom).
La compañía de telecomunicaciones más grande de
Europa, es la marca a la cuál pertenece ese logo.Uno de los patrocinadores principales del club desde hace casi 20 años. pic.twitter.com/RJo47GBXoT
— #AgendaFutbolera 🗓️⚽ (@AgendaFutUY) February 9, 2020
Juventus (Jeep dan Adidas)
Dalam catatan sejarah sepakbola Italia, Juventus menjadi salah satu merek yang paling sukses. La Vecchia Signora sejak 1981 telah bergonta-ganti sponsor. Juve pernah disponsori produsen pemanas dan pendingin udara, Ariston.
Lalu, merangkak pada tahun 2000 hingga 2003, perusahaan sekelas Lotto mulai mensponsori Juve. Lalu pada era modern di tahun 2003 hingga 2015, Juve pernah mendapat kesepakatan sponsor dari Nike.
Namun, sekarang Juventus sudah meneken kesepakatan dengan perusahaan mobil, Jeep dan apparel Adidas. Keuntungan Bianconeri dari kesepakatan keduanya ditaksir sekitar 121 juta dolar (Rp1,8 triliun) per musim. Dan itu akan berlangsung hingga 2024 mendatang.
Official: Juventus & FCA have agreed to increase the yearly fixed Jeep sponsorship by €25 million for 2019/2020 & 2020/2021.
At the same time, Juventus & FCA agreed to start negotiations for the renewal of the sponsorship agreement, in advance of the term set out in the contract pic.twitter.com/GnLJnQw8Gt— JuveFC (@juvefcdotcom) October 24, 2019
Barcelona (Spotify dan Nike)
Bagi perusahaan-perusahaan kenamaan, merek Barcelona barangkali cukup menggiurkan di dunia sepakbola. Maka bukan sebuah kemustahilan jika akhirnya perusahaan platform musik, Spotify sampai mau menjadi sponsor mereka.
Selain nama stadion, kesepakatan dengan Spotify juga berkaitan dengan jersey. Spotify dan Barcelona menjalin kemitraan di jersey senilai 57,5 juta euro (Rp873 miliar) per musim. Nilai kesepakatan Spotify jauh lebih banyak dari sponsor lama Barcelona, UNICEF yang dulu hanya 1,5 juta dolar (Rp23 miliar) per musim.
Spotify Barcelona 💙❤💙❤ pic.twitter.com/yQVp7BsrCY
— IQrah 🧠📖 (@iqrah_aliu) July 15, 2022
Namun, jika dibandingkan dengan kesepakatan yang Barca jalin dengan perusahaan asal Jepang, Rakuten berbeda. Karena ketika mensponsori Barcelona, perusahaan perdagangan elektronik itu sanggup membayar 65 juta dolar (Rp975 miliar) per tahun.
Barcelona juga menjalin kesepakatan dengan Nike hingga 2028. Dilansir Marca, merek olahraga itu saat ini membayar Barcelona sebesar 105 juta euro per musim atau setara dengan Rp1,5 triliun lebih.
PSG (Accor Live Limitless dan Air Jordan)
Secara keseluruhan, dalam setiap musimnya Paris Saint-Germain menghasilkan 148 juta dolar (Rp2,2 triliun) dari hasil sponsorship. PSG sendiri punya rekam jejak dalam bekerja sama dengan sponsor dan apparel. Banyak sponsor masuk ke PSG, termasuk Nike.
Pada musim 2021-22, setelah tidak lagi memakai Nike, PSG berganti apparel ke Air Jordan, sebuah perusahaan olahraga yang didirikan pebasket legendaris, Michael Jordan.
The most notable branding deal occured when PSG linked up with Air Jordan in 2018 for a clothing & shoe collaboration, with PSG surpassing 1 million shirt sales in one season. Air Jordan collaborating with PSG over other big clubs in the Nike network catapulted PSG to new heights pic.twitter.com/jIZvNOxn1y
— THFC Cøntatici ⚪🇮🇹 (@KevinRandhawa) July 26, 2021
Air Jordan dan PSG menjalin kesepakatan senilai 80 juta dolar (Rp1,2 triliun) per musim. Selain itu, PSG juga menjalin kerja sama dengan perusahaan hotel asal Prancis, Accor Live Limitless senilai 79 juta dolar (Rp1,1 triliun) per tahun.
Chelsea (Three dan Nike)
The Blues menjalin kerja sama dengan perusahaan jaringan telekomunikasi, Three. Perusahaan tersebut menandatangani kontrak pada tahun 2020. Dikabarkan surat kabar Britania Raya, Mirror, kesepakatan keduanya senilai 40 juta poundsterling (Rp716 miliar).
Sementara itu, Nike yang sudah memproduksi jersey Chelsea sejak 2017 menjadi apparel Chelsea selama 15 tahun, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Adidas. Untuk itu, Nike akan membayar 71 juta dolar (Rp1 triliun) per musim pada The Blues.
Chelsea confirm £900m shirt sponsorship deal with Nike until 2032. £60m/year. Double what Arsenal earn & triple what City earn. [Telegraph] pic.twitter.com/CkqVxuJC7V
— Calcio Direct (@CalcioDirect) May 18, 2017
Manchester United (Team Viewer dan Adidas)
Manchester United menjadi salah satu klub yang hebat dalam menjual brand-nya. Banyak sponsor berdatangan ke Old Trafford. Sebelum yang kita lihat sekarang, Adidas dan perusahaan otomotof Amerika Serikat, Chevrolet sudah mensponsori Setan Merah pada 2014.
Tak main-main, Manchester United bisa mengumpulkan uang sponsor dari keduanya ditaksir sekitar 187 juta dolar (2,8 triliun) per musim. Sebuah nilai kesepakatan sponsor jersey yang fantastis. Sampai akhirnya Chevrolet tak lagi mensponsori Manchester United.
Saya pribadi sebenarnya lebih setuju kalau sponsor Manchester United setelah Chevrolet adalah Bank BRI, Siantar Top, atau Anton Photo. Namun karena yg deal justru Team Viewer, ya wis, nggak papa. Itung2 nostalgia masa lalu waktu masih jaga warnet, pakainya Team Viewer mulu. pic.twitter.com/fSlztWVtEm
— Agus Mulyadi (@AgusMagelangan) March 20, 2021
Musim 2021-22, MU giliran disponsori perusahaan perangkat lunak Team Viewer. Sementara Adidas masih tetap menjadi apparel Manchester United. Setan Merah mendapat keuntungan dari Team Viewer sebesar 60 juta dolar (Rp897,8 miliar) per musim.
Real Madrid (Emirates dan Adidas)
Perusahaan maskapai penerbangan yang sangat masyhur dari Dubai, Emirates juga mensponsori raksasa sepakbola Eropa, Real Madrid. Perusahaan maskapai itu akan membayar 84,1 juta dolar (Rp1,2 triliun) per tahun untuk kemitraan dengan jawara La Liga tersebut.
Real Madrid juga banyak memiliki sponsor, termasuk yang datang dari apparel. Tapi satu yang paling dahsyat adalah kerja samanya dengan perusahaan Adidas. Apparel asal Jerman itu akan membayar 36 juta dolar (Rp539 miliar) per tahun sebagai sponsor kit.
💸 Real Madrid with Fly Emirates is the biggest shirt sponsorship deal in Europe. @Lu_Class_ #rmalive ✈️👕 pic.twitter.com/RlAtkVBtPN
— Madrid Zone (@theMadridZone) July 2, 2022
Namun, pada tahun 2022 para sponsor Real Madrid, termasuk Adidas memperbaharui kontraknya. Khusus untuk apparel sendiri, Adidas akan menaikkannya menjadi 120 juta euro per musim (Rp1,8 triliun) per musim. Itu belum dengan keuntungan penjualan kaos, yang kalau dirata-rata senilai 52 juta euro per tahun (Rp789 miliar).
Jika ditotal dengan sponsor lainnya, kabarnya Los Merengues mulai tahun 2022 akan meraup keuntungan sebesar 3,4 miliar dolar (Rp50 triliun). Hal itu membuat Real Madrid jadi satu yang berharga di antara banyak klub Eropa.
Manchester City (Etihad dan Puma)
Manchester City terkenal sebagai salah satu klub yang kaya. Sebagian besar duitnya berasal dari negara Timur Tengah. The Citizens menjalin kesepakatan dengan perusahaan penerbangan asal Abu Dhabi, Etihad Airways.
Welcome to the metaverse, Man City 🏟
Manchester City has announced a deal with Sony, its new virtual fan engagement partner.
Together, they will recreate The Etihad Stadium in the metaverse, looking to create a global online community where fans can interact. pic.twitter.com/NQFQfaaQDj
— Front Office Sports (@FOS) November 30, 2021
Perusahaan tersebut juga mengambil alih nama stadion. Nah, selain itu, Etihad juga mensponsori jersey Manchester City. Nilai kesepakatannya bahkan mencapai 55 juta euro (Rp836 miliar). Soal apparel, Manchester City tercatat menjalin kerja sama dengan raksasa olahraga asal Jerman, Puma. Manchester City dan Puma menjalin kontrak kit sejak 2019.
Kontraknya akan berlangsung sampai 2029 mendatang, dan Manchester City, menurut laporan Forbes akan memperoleh 650 juta poundsterling atau sekitar Rp11,6 triliun atas kesepakatan tersebut. Kesepakatan yang sangat fantastis untuk sekadar apparel jersey.
https://youtu.be/1HJgNGopH1E
Sumber: Sportsbrowser, 90Min, AllFootballApp, SI, FootyHeadlines, FH


