Bimbang antara mau bertahan atau tetap tinggal. Pertanyaan yang menjadi dilema bagi diri CR7 sekarang ini. Sudah diobral ke sana ke mari oleh agennya, tapi belum laku juga. Lho kok bisa? Isu Ronaldo mau cabut dari Old Trafford memang menjadi bumbu sedap transfer musim panas kali ini.
Teka-teki ke mana mega bintang ini melanjutkan karirnya pun belum terjawab. Tawaran sih banyak, namun belum satu pun yang nyantol. Apa sih yang menyebabkannya?
¿Alguien quiere pensar en Cristiano? 🥺 pic.twitter.com/A1gJCxh66o
— ESPN Deportes (@ESPNDeportes) July 18, 2022
Daftar Isi
Dari Segi Usia
Ya, yang pasti usia menjadi momok bagi setiap tim untuk merekrut pemain. Seperti diketahui sekarang tren di sepakbola masih didominasi dengan transfer pemain muda yang potensial. Artinya klub-klub sekarang tentu memikirkan prospek jangka panjang mereka dalam memilih pemain.
Sebenarnya untuk kasus Ronaldo ini memang terdapat pengecualian. Sudah berusia 37 tahun, akan tetapi kondisi fisiknya masih terjaga. Sebagai salah satu “GOAT” seperti Messi, performa Ronaldo di usia segitu sebenarnya masih layak untuk berpengaruh dalam klub yang dibelanya. Contoh saja MU musim lalu. Bagaimana jika MU tidak ada Ronaldo?
Meskipun begitu, tetap saja kini keadaannya beberapa klub yang dikaitkan dengannya masih berpikir dua kali untuk merekrutnya. Postur fisik yang masih terjaga serta naluri gol yang masih buas, membuat Ronaldo sebenarnya masih akan cocok berkontribusi di klub mana pun.
HARD WORK 💪🏽 pic.twitter.com/NBxQI0TuL6
— Cristiano Ronaldo (@Cristiano) July 14, 2022
Gaya bermain
Tapi masalahnya, terkadang terletak pada gaya permainannya. Usia memang tak bisa bohong. Untuk bermain 90 menit tiap pekannya memang Ronaldo masih bisa. Akan tetapi, jangan harap Ronaldo akan terus berlari atau menjemput bola ke bawah layaknya pemain umur 20-an.
Nah, model bermain seperti itulah yang harus ditanggung klub yang ingin memakai jasanya musim depan. Ronaldo sekarang hanyalah seorang target man yang lebih sering berada di kotak penalti lawan. Tak khayal gaya bermain seperti itu di era sekarang jarang diminati oleh klub-klub yang punya pelatih dengan taktik modern football seperti sekarang ini.
Contohnya saja Tuchel di Chelsea maupun Nagelsmann di Munchen. Sudah pasti gaya permainan dua pelatih itu tidak butuh pemain yang hanya berdiam diri di kotak penalti lawan. Gaya bermain yang fleksibel dan rajin pressing-lah yang diperlukan. Pemain yang ogah-ogahan berlari dan malas pressing cenderung tidak diminati pelatih-pelatih generasi sekarang.
Di era sepakbola sekarang pun pemain yang cenderung “egois” biasanya akan merusak ritme tim. Klub dan pelatih di era sepakbola modern sekarang ini banyak suka gaya permainan yang tak bergantung pada satu sosok alias lebih mengedepankan kerja tim. Nah, hal inilah yang tentu menjadi batu sandungan bagi Ronaldo. Ketika pemain dengan gaya bermain dan sikapnya di lapangan seperti Ronaldo agaknya sekarang sudah jarang diminati.
Masih dalam konteks gaya bermain. Gaya bermain Ronaldo yang terlalu menjadi “centre of point” bagi tim juga jarang disukai. Sikap Ronaldo yang cenderung dituakan, dihargai dan mempunyai pengaruh keseganan bagi rekan-rekannya di klub sering kali mengganggu sistem kerja permainan. Wajar sih kalau superstar mintanya terus dihargai. Tapi, kalau apa-apa semua bola harus melalui Ronaldo, dan ia juga mintanya terus menjadi starter, itu hanya akan menghambat keharmonisan tim.
Gaji
Tapi yang terpenting dari segala perkara kenapa Ronaldo banyak ditolak klub adalah masalah gaji. Ya, gaji adalah faktor utama yang menghambat Ronaldo mendapatkan klub baru. Gaji CR7 di MU sekarang ini mencapai 500 juta pounds (Rp 8,9 triliun) per tahun. Artinya CR7 masih menjadi pemilik gaji termahal di Liga Inggris sekarang ini di atas pemain macam De Bruyne maupun Mo Salah.
Manchester United has four of the top five highest-paid Premier League players by annual wages. 👀💰
➡️ https://t.co/8M25ywzhaq pic.twitter.com/GbNRaxSlYs
— Boardroom (@boardroom) May 2, 2022
Nah, gaji sebesar itu untuk pemain setua itu mungkin dianggap banyak klub terlalu mahal. Bisa-bisa keuangan klub yang bersangkutan susah bernafas kalau mendatangkan CR7. Bagaimana tak megap-megap, sekarang banyak klub yang sedang berlomba-lomba merestrukturisasi gaji supaya tak kena FFP (Financial Fair Play). Dan sudah barang tentu banyak klub besar Eropa yang masih dalam pemulihan keuangan akibat krisis pandemi yang melanda.
Harga beli Ronaldo sih memang terjangkau, Jorge Mendes kabarnya membandrol kliennya hanya di sekitar nominal 15 juta pounds (Rp 270 miliar). Namun masalahnya soal gaji, negosiasinya mungkin akan alot ketika Ronaldo masih meminta gaji tinggi.
Klub Yang Menolaknya Ronaldo
Dan terbukti, beberapa safari Mendes ke beberapa klub mengalami penolakan. Yang pertama, di mana Mendes bertemu pemilik baru Chelsea, Todd Boehly membicarakan kans Ronaldo untuk gabung. Apa yang terjadi setelahnya? Karena Todd Boehly ambisi ingin tampil di percaturan pemilik Inggris, dirinya sih mau-mau saja jika Ronaldo datang.
Akan tetapi beda dengan Tuchel, bagaimanapun Tuchel lah pelatihnya bukan Boehly. Tuchel mengatakan pada Boehly bahwa Chelsea tidak membutuhkan jasanya dalam tim.
Thomas Tuchel has decided against Cristiano Ronaldo signing, as things stand. Jorge Mendes had talks with Todd Boehly but final decision has always been up to the manager. 🔵 #CFC
Chelsea are now focused on different deals – Tuchel isn’t keen on signing Cristiano. pic.twitter.com/Fa19FcPhNX
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 14, 2022
Sikap jelas Tuchel itu pun konon kabarnya sama dengan sikap Nagelsmann. Pelatih muda Munchen itu beranggapan bahwa Ronaldo juga tidak masuk dalam rencana timnya musim depan. Kabar santernya Munchen akan mendatangkan Ronaldo karena ditinggal pergi Lewandowski.
Bayern manager Nagelsmann: “I saw all rumours on my interest in signing Cristiano Ronaldo, but that’s not true”, told @cfbayern. ⛔️🇵🇹 #MUFC
Nagelsmann follows Kahn and Hasan Salihamidzic in denying CR7 rumours. pic.twitter.com/slAxkyL0Qv
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 16, 2022
Tapi kemudian, Munchen malah menjawabnya dengan memperpanjang kontrak Serge Gnabry yang digadang-gadang akan menjadi suksesor Lewy bersama Mane di Munchen.
Penolakan lainnya datang dari PSG. Klub sultan yang satu ini diharapkan mampu membayar gajinya. Namun kini, PSG sedang berubah secara kebijakan. Bahkan nama-nama bintang seperti Neymar pun kabarnya juga akan diobral. Dan sudah pasti PSG tak butuh jasa Ronaldo.
Kasus penolakan lain terjadi ketika ada tawaran untuk Ronaldo dari klub asal Saudi Arabia yang tak disebutkan namanya. Klub itu disebutkan telah mengajukan tawaran gaji sebesar 275 juta pounds (Rp 5 triliun) per tahun. Akan tetapi hal itu malah ditolak mentah-mentah oleh Ronaldo. Gimana sih Ronaldo ini? Sudah ditolak klub, eh sekarang malah menolak klub.
Ronaldo is set to turn down €275m in wages for the next two seasons from a club in Saudi Arabia, sources have told ESPN 😲 pic.twitter.com/qhSZnJA5y7
— ESPN FC (@ESPNFC) July 14, 2022
Ada juga isunya Ronaldo dikaitkan dengan kembalinya ke Kota Madrid. Tapi bukan Real Madrid melainkan Atletico Madrid. Namun kesulitan finansial, maupun salary cap pasti akan jadi penghalang CR7 ke Atletico.
Kini kita tak melihat Ronaldo ikut tur Manchester United. Posisinya sekarang Ronaldo berada di Kota Lisbon. Ketika terlihat ia berada di Lisbon, langsung dikaitkan kalau ia akan kembali ke klub asalnya dulu, Sporting CP. Tapi hal itu juga dibantah pihak Ronaldo bahwa itu sebagai berita palsu.
Cristiano Ronaldo responds to a rumor that said he could be going to Sporting CP on loan 👀 pic.twitter.com/oRANTweIyi
— ESPN FC (@ESPNFC) July 17, 2022
Jadi, bagaimana sekarang? Sudahlah Ronaldo, kalau tidak ada cocok alangkah baiknya untuk stay di Old Trafford. Sambil membuktikan bahwa sikap ksatria, kesetiaan, dan nilai balas budi ada dalam dirimu.
https://youtu.be/A1s90SEMK1A
Sumber Referensi : si.com, sportskeeda, sportsbrief


