Setelah kepergian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dari sepakbola Spanyol, La Liga belum menemukan figur baru untuk mendongkrak popularitas kompetisi kasta tertinggi sepakbola Spanyol tersebut. Maka dari itu, La Liga selalu menghasilkan talenta muda yang menarik perhatian di setiap musimnya.
Seperti yang dilakukan Vinicius Junior musim lalu. Meski masih berusia 21 tahun, ia telah menunjukan perkembangan yang luar biasa bersama Real Madrid. Selain mengamankan gelar La Liga, ia jadi pahlawan El Real di final Liga Champions 2021/2022 berkat mencetak gol semata wayang di laga itu.
Musim lalu Vini jadi pemain muda paling disorot selama jalannya kompetisi. Lantas bagaimana dengan musim depan? Apakah Vini kembali akan bersinar, atau lampu sorot akan bergeser ke pemain-pemain muda lain? Berikut daftar pemain muda La Liga yang aksinya menarik untuk dinantikan pada musim 2022/2023
Daftar Isi
Rodrygo
Nama pertama adalah rekan satu tim Vinicius di Real Madrid, Rodrygo Goes. Didatangkan dari Santos pada tahun 2019 lalu, Rodrygo perlahan mulai menunjukan kualitasnya sebagai salah satu talenta menjanjikan yang dimiliki Brazil.
Le premier but de Rodrygo Goes avec le Real Madrid.. et quel but !pic.twitter.com/1I95tYVrdU
— 𝗥𝗼𝗱𝗿𝘆𝗴𝗼𝗙𝗥 🇧🇷🇫🇷 (@RodrygoGoesFR) July 11, 2022
Puncaknya pada musim lalu, ketika Real Madrid berhasil mengawinkan gelar La Liga dengan trofi Liga Champions. Rodrygo berhasil mencetak 4 gol dalam 33 pertandingan La Liga bersama Los Merengues. Tapi, perolehan gol Rodrygo justru kebanyakan adalah di Liga Champions. Pemain berusia 21 tahun itu mencetak 5 gol dalam 11 pertandingan.
Permainannya di Liga Champions membuktikan bahwa Rodrygo sebetulnya memiliki insting gol yang cukup baik, bahkan perolehan golnya lebih banyak dari Vinicius yang hanya mencetak 4 gol. Dengan sedikit polesan dari Carlo Ancelotti, Rodrygo diyakini bakal mempertontonkan permainan yang lebih baik musim depan.
Pedri
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan Pedri selain “gila”. Ia menjadi pemain dengan catatan pertandingan terbanyak dengan mengemas 73 pertandingan dalam satu kalender musim 2019/2020. Itu sudah termasuk penampilannya di Euro 2020 dan Olimpiade di Tokyo.
Selepas dari Tokyo, Pedri langsung tampil di dua partai pembuka Barca di La Liga musim 2021/2022. Sayangnya setelah itu Pedri harus menepi lantaran cedera hamstring. Meski demikian, tak menampik bahwa Pedri ini cerminan filosofi lini tengah Barcelona, ia merupakan pemain serba bisa, piawai menguasai bola dan pandai dalam memanfaatkan ruang di area lawan.
Dia adalah pemain yang cerdas dan berbakat secara teknik. Kecepatan serta akselerasinya sangat efisien sehingga pergerakannya sangat sulit diantisipasi. Kini ia sudah pulih dan memulai pra musim bersama Barca. So, patut dinanti peran apa yang akan ia ambil di bawah asuhan Xavi yang juga seorang mantan gelandang cerdas pada musim depan.
Yeremy Pino
Yéremy Pino dari Villarreal adalah wajah prospek sepakbola Spanyol saat ini. Pemain berusia 19 tahun itu telah memantapkan diri di skuad utama Villarreal musim lalu. Bermain di posisi sayap, ia tampil sebanyak 31 pertandingan di bawah asuhan Unai Emery.
Wonderkid Villarreal, Yeremy Pino tampil luar biasa dengan mencetak 4 GOL ke gawang Espanyol yang sekaligus menjadikan pemain 19 tahun ini pecahkan rekor sebagai pemain yang mencetak 4 gol di LaLiga setelah Lionel Messi pada Februari 2020 lalu! 1 kata untuk Pino? #beINLaLiga pic.twitter.com/uDDgXD6WXq
— beIN SPORTS (@beINSPORTSid) February 28, 2022
Pino juga sempat tergabung dalam tim juara Europa League 2021, saat Villarreal berhasil mengalahkan Manchester United di final. Pino jadi pemain termuda dengan 18 tahun yang berhasil menjuarai kompetisi tersebut.
Setelah musim lalu tampil impresif dengan mencetak 7 gol dan 4 assist, penampilan Pino musim depan tentu sangat dinantikan para pecinta La Liga. Terlebih usianya baru 19 tahun, Ia masih memiliki banyak waktu untuk mencapai potensi maksimalnya bersama Villareal.
Eduardo Camavinga
Real Madrid mendatangkan Eduardo Camavinga dari Rennes sebagai investasi jangka panjang dengan harapan bisa menjadi penerus trio lini tengah Casemiro, Toni Kroos dan Luka Modric yang usianya sudah tak muda lagi.
Meski belum sering tampil 90 menit penuh, Camavinga sudah memberikan beberapa dampak positif bagi lini tengah El Real. Dengan daya jelajah dan agresivitas yang tinggi, Camavinga mampu memberikan rasa nyaman pada lini pertahanan. Ia hampir menguasai setiap inchi area permainannya.
Menjadi cadangan dari trio lini tengah Madrid, Camavinga diberi peran oleh Ancelotti sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Hasilnya? Ia mampu menjalankan peran tersebut dengan baik. Jadi tak heran ia juga mencatatkan 1.226 menit bermain di La Liga.
Aurélien Tchouameni
Penampilan Aurelien Tchouameni musim depan juga sangat dinantikan. Calon tandem Camavinga di lini tengah ini baru didatangkan Real Madrid dari AS Monaco, setelah mengalahkan klub-klub besar lainnya seperti PSG dan Manchester United. Tchouameni jadi rebutan karena ia piawai memainkan peran sebagai gelandang bertahan dan gelandang tengah.
Ketika bermain sebagai gelandang tengah, umpan-umpan menusuknya sulit diprediksi lawan, selain itu ia juga gemar memancing lawan untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Sedangkan ketika memainkan peran gelandang bertahan, ia memanfaatkan kecepatan dan timing sempurna untuk mencuri bola dari lawan.
Musim depan adalah musim pertama Tchouameni di La Liga. Dengan nilai transfer yang mencapai 80 juta euro (Rp1,2 triliun), sudah pasti madridista akan menaruh ekspektasi tinggi pada pemain berusia 22 tahun ini.
Mateus Cunha
Matheus Cunha adalah seorang penyerang yang mampu bermain di segala pos lini serang. Ia mampu beradaptasi dengan peran dan taktik yang berbeda. Hal itu dibuktikan dengan penampilan impresif musim lalu bersama Atletico Madrid.
Meskipun Cunha adalah pemain yang fleksibel, di tangan Diego Simeone, ia lebih sering dimainkan sebagai penyerang tengah. Simeone hanya sesekali menggunakan Cunha sebagai pemain sayap atau second striker.
Striker Atletico Matheus Cunha terpilih jadi pemain terbaik LaLiga pekan 22 kemarin! Seperti apa penampilan penyerang Brazil ini kemarin? Yuk simak cuplikan performanya disini!#beINLaLiga pic.twitter.com/JqGM5b7MAR
— beIN SPORTS (@beINSPORTSid) February 4, 2022
Kekuatan utama Cunha ada pada kekuatan fisik dan kelincahannya dalam menggiring bola. Kombinasi tersebut membuat pemain berusia 23 tahun ini sulit untuk dihentikan. Saat menghadapi lawan di ruang sempit, Cunha memiliki berbagai macam trik untuk melewati lawan dan tekniknya sangat baik untuk pemain seusianya.
Musim lalu, Cunha memainkan 29 laga dengan mencatatkan 6 gol dan 6 assist di liga. Dengan perginya Luis Suarez, Diego Simeone kemungkinan akan menggunakan Cunha untuk menambal lubang yang ditinggalkan Suarez.
Nico Williams
Nico Williams adalah adik dari Inaki Williams. Sama-sama bermain di Athletic Bilbao, Nico adalah pemain sayap kanan yang dinilai memiliki potensi tinggi di kemudian hari. Pemain sayap Los Leones telah menjadi starter dalam 11 pertandingan dari 34 penampilannya musim lalu.
Meskipun ia gagal mencetak gol di La Liga, ia menunjukkan potensi tak terbatas, ia memiliki beberapa keterampilan dribbling yang menarik. Bersama sang kakak, ia bisa menjadi salah satu andalan Athletic Bilbao musim depan.
Meski usianya masih 19 tahun, kecepatan dan keterampilan Nico Williams telah membuatnya menjadi pemain sayap jempolan di usianya. Selain itu, ia juga masuk dalam tim U-21 Spanyol musim lalu. Dengan sedikit polesan Ernesto Valverde, Nico akan memainkan peran penting untuk Bilbao di masa depan.
https://youtu.be/H6dpEBZjtJk
Sumber: Foottheball, Khelnow, Breakingthelines, Libero, Tottalfootballanalys


