Jimmy Bullard: Pemain Paling Kocak yang Terlupakan

spot_img

Sepakbola Inggris, dikenal sebagai salah satu yang paling digemari di seluruh belahan dunia. Di sana ada banyak sekali manusia yang menggilai olahraga tersebut. Berbagai macam intrik dan sisi lain sepakbola juga dengan mudah kita jumpai di sepakbola Inggris. 

Dimulai dari rivalitas abadi, hingga momen lucu seperti tingkah konyol Louis Van Gaal yang menjatuhkan diri guna memprotes keputusan wasit.

Ngomong-ngomong soal aksi konyol, masih ingatkah kalian dengan Jimmy Bullard? Ya, Pemain yang pernah bermain untuk beberapa klub Inggris ini terkenal dengan aksi-aksi konyolnya yang menghibur penonton di stadion.

Jimmy Bullard

Jimmy Bullard sendiri adalah salah satu pesepakbola paling menghibur dalam sejarah Liga Inggris. Namun, Bullard bukan sekadar bahan lelucon saja, ia merupakan seorang pesepakbola yang sangat berbakat. 

Bahkan Jimmy Bullard sempat dipanggil ke skuad Timnas Inggris era Fabio Capello. Ya, meski tak pernah dimainkan. Ia juga pernah memainkan peran penting di sejumlah klub Liga Inggris.

Tercatat Jimmy pernah bermain untuk klub-klub sekelas Wigan Athletic, Hull City, Fulham, hingga West Ham United. Bullard dikenal sebagai pribadi yang bersemangat di lapangan dan karena kejenakaannya, ia bermain sepak bola dengan tawa sepanjang karirnya. 

Bahkan, selaku mantan pelatihnya di Wigan, Paul Jewel pernah menggambarkan Jimmy Bullard sebagai jantung dan jiwa dari ruang ganti tim. Selama kurang lebih 15 tahun karirnya, Jimmy menjadi seorang badut di ruang ganti lebih baik dari siapa pun.

Tepat di usia 33 tahun, Jimmy Bullard memutuskan untuk pensiun. Sepanjang karirnya, Jimmy memang punya masalah dengan cedera lutut. Kasus terparah adalah ketika ia mengalami cedera ligamen dua kali dalam tiga tahun, pertama di Fulham pada 2006 dan bersama Hull pada 2009.

Memanfaatkan Kesalahan Hull City

Mungkin yang cukup terkenal, kisahnya bersama Hull City. Entah karena selalu menghibur orang atau bagaimana, keberuntungan selalu menghampiri Jimmy. Ketika Hull City datang untuk merekrutnya pada tahun 2009, keberuntungan pun datang. Itu berawal dari salah ketik terkait besarnya upah yang ia dapat dalam kontrak Hull City.

Nilai transfer Bullard saat itu mencapai 5 juta pound atau sekitar Rp91 miliar plus gaji sebesar 40.000 pound atau sekitar Rp731 juta per pekan. Namun, saat Bullard menandatangani kontrak angka gajinya salah.

Dalam kontrak tersebut tertulis bahwa gaji adalah 50.000 pound plus bonus setiap kali turun bermain. Dasarnya Jimmy adalah orang yang jahil dan nyeleneh, tanpa mengkonfirmasi lebih lanjut, ia pun langsung menandatangani kontrak tersebut.

Bahkan, beberapa tahun setelah momen itu, Jimmy sempat menyampaikan kepada The Guardian bahwa ia sangat berterimakasih atas kesalahan Hull waktu itu, dengan tambahan uang itu ia bisa membagi-bagikan uang tersebut.

“Ketika saya menandatangani, saya langsung meniup tinta itu agar segera kering. Dan saya melihat ke bagian bawah, ada tambahan bonus penampilan sebesar lima sampai enam ribu poundsterling.” Ungkapnya kepada The Guardian.

Semakin Jadi Bersama Hull City

Setelah seharusnya berterima kasih kepada Hull City lantaran melakukan kesalahan dalam penulisan gaji, Jimmy malah semakin menjadi-jadi dalam mengeluarkan bahan olok-olok di lapangan maupun luar lapangan.

Bahkan saat sesi pembuatan video walk-on yang biasanya ditampilkan di awal pertandingan guna memperkenalkan pemain-pemain yang berada di starting XI, momen itu tak terlepas dari keisengan Jimmy. Ia dengan lawaknya malah mempermainkan sesi pembuatan video tersebut.

Dari mulai berlagak seperti orang yang ingin ngajak berantem, hingga menggunakan celana pendeknya seperti Almarhum Jojon. Sebelum akhirnya, ia melakukannya dengan serius meski harus sedikit menahan tawa.

Selain itu, ia juga pernah berselebrasi dengan menirukan pelatihnya yang sedang memberikan arahan ketika turun minum. Hal itu terjadi pada laga Hull City melawan Manchester City November 2009.

Ketika Jimmy berhasil mencetak gol melalui titik penalti, ia berlari layaknya mencetak gol di final Liga Champions lalu menyuruh rekan-rekannya duduk melingkar dan ia berdiri di tengah seakan-akan sedang memberikan instruksi menirukan sang pelatih Hull kala itu, Phil Brown. Ada-ada saja si Jimmy ini.

Di Balik Kelucuannya, Ia Ternyata Memiliki Skill yang Mumpuni

Sifat jenakanya di lapangan seakan-akan menenggelamkan stigma bahwa Jimmy merupakan pemain tengah yang cukup berbakat. Bagaimana tidak? Jika Jimmy bukan pemain yang memiliki skill di atas rata-rata, tak mungkin ia menghabiskan 15 tahun di sepakbola dengan mengemas 314 pertandingan serta 39 gol dan 25 assist.

Jimmy cukup terkenal ketika ia membela Wigan Athletic dan Hull City. Meski Jimmy bukanlah gelandang yang memiliki tubuh tinggi kekar bahkan mungkin posturnya tak mencerminkan sebagai pesepakbola. 

Namun, Jimmy unggul di saat pengambilan bola mati dan etos kerjanya di lini tengah, bahkan ia sempat dijuluki The Bulldog karena melihat kinerjanya yang tanpa lelah di lini tengah Wigan.

Bahkan, Jimmy menjadi jantung lini tengah Wigan yang berhasil promosi ke Liga Inggris pada musim 2005/06. Bersama Wigan, Jimmy juga dipercaya untuk mengambil bola mati dan tak jarang ia berhasil mengkonversinya menjadi gol yang indah.

Contohnya saja saat Wigan kontra Oldham pada April 2003. Jimmy berhasil mencetak gol indah dari tendangan bebas yang membuat kiper Oldham terbujur kaku melihat bola milik Jimmy masuk ke gawangnya.

Atau mungkin gol voli yang luar biasa kala Wigan tandang ke Brighton pada Maret 2005. Jimmy yang muncul dari second line, berhasil memanfaatkan bola liar yang memantul dengan tendangan voli tanpa kontrol.

Kehidupan Jimmy Bullard Setelah Sepak Bola

Namun, karir Jimmy berakhir dengan sangat cepat dan dia keluar dari ingar-bingar kasta tertinggi Liga Inggris. Hal itu memaksa publik pecinta sepakbola untuk melupakan karakternya yang menyenangkan.

Sayangnya, masalah lutut menjadi mimpi buruk bagi Jimmy dan akhirnya ia memilih pensiun di tahun 2012. Seketika ia berubah dari pemain tengah tingkat atas menjadi pemain sepakbola yang terlupakan dalam waktu tiga atau empat tahun.

Kini ia beralih profesi sebagai entertainer. Pada tahun 2016 Bullard membintangi acara golf-nya sendiri di Sky Sports yang berjudul Golf Juice yang diselenggarakan bersama dengan DJ Spoony dan Zoe Hardman. Ia juga menjadi pembawa acara sepak bolanya sendiri yang disebut  Jimmy Bullard Kicks Off  di saluran satelit London Live.

Lalu sejak tahun 2017 ia bekerja sebagai presenter acara olahraga Soccer AM bersama Sky Sports. Dengan pembawaannya yang jenaka dan sisa-sisa kemampuan sepakbolanya, Jimmy kerap membuat konten meniru gol-gol paling memorable Liga Inggris atau mungkin tanding freekick dengan James Ward-Prowse.

Sumber: Planetfootball, Punditarena, Thesefootballtimes, The Guardian, Balls

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru