Babak 8 besar Liga Europa telah usai digelar. Meratanya persaingan membuat laga perempat final Liga Europa musim ini berjalan sangat kompetitif.
Di perempat final 1, RB Leipzig berhasil menghentikan langkah Atalanta. Bermain imbang 1-1 di leg pertama, Die Roten Bullen berhasil menang 2-0 di leg kedua yang digelar di markas La Dea.
Langkah RB Leipzig kemudian diikuti oleh wakil Bundesliga lainnya, Eintracht Frankfurt. The Eagles membuat kejutan dengan menjungkalkan FC Barcelona. Bermain imbang 1-1 di leg pertama, Frankfurt berhasil menang 3-2 saat melakoni laga tandang di Camp Nou.
Di laga perempat final lainnya, West Ham United berhasil mengalahkan wakil Prancis, Lyon. Laga antara tim pembunuh rakasasa itu dimenangkan West Ham dengan keunggulan agregat 4-1.
Sementara itu, tiket terakhir ke babak semifinal jadi milik Rangers FC. Runner-up Liga Europa 2008 itu berhasil menang atas runner-up Liga Europa 2011, SC Braga. Rangers juga mendapat kemenangan tersebut dengan cara dramatis. Kalah 1-0 di leg pertama, pasukan Giovanni van Bronckhorst berhasil membalikkan agregat di leg kedua lewat gol Kemar Roofe di masa extra time.
Then there were 4. #UEL pic.twitter.com/lfqJLPC4lt
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 18, 2022
Hasil pertandingan itulah yang membuat Eintracht Frankfurt, RB Leipzig, Rangers FC, dan West Ham United berhak melaju ke babak semifinal Liga Europa musim 2021/2022. Khusus untuk Frankfurt dan Leipzig, keduanya sukses mencetak sejarah. Sejak peluncuran Liga Europa pada 2009 silam, ini merupakan kali pertama 2 klub Jerman berada di babak semifinal Liga Europa.
Namun, terlepas dari itu, peta kekuatan para semifinalis Liga Europa musim ini sangat berimbang. Ada adu gengsi di antara keempat tim, sebab menilik dari catatan prestasi mereka di Liga Europa, ada potensi untuk munculnya juara baru.
RB Leipzig vs Rangers FC
Berdasarkan hasil undian di babak sebelumnya, semifinal 1 akan mempertemukan RB Leipzig dengan Rangers FC. Ini merupakan pertemuan pertama kedua tim di laga kompetitif. Namun, sebelumnya, kedua tim pernah dipertemukan dalam sebuah laga persahabatan.
Pertemuan pertama Leipzig dan Rangers terjadi pada 15 Januari 2017. Kala itu, Leipzig berhasil menang dengan skor telak 4-0. Akan tetapi, hasil di laga tersebut tak bisa dijadikan patokan, sebab selain skuad kedua tim telah banyak berubah, keduanya juga telah menunjukkan peningkatan yang luar biasa.
Appointed in December when RB Leipzig were 11th in the Bundesliga, Domenico Tedesco has propelled the club into the top-four and through to the semi-finals of the #EuropaLeague
In 21 games he’s accumulated 14 wins and suffered just two defeats, while they’re unbeaten in 13 👏 pic.twitter.com/H8I1V4AtnL
— The Sack Race (@thesackrace) April 14, 2022
Leipzig yang diawal musim ini keteteran tampil bagus setelah ditangani Domenico Tedesco. Dalam 22 laga yang sudah dilakoni Leipzig bersama pelatih anyarnya itu, mereka sudah memetik 15 kemenangan dan baru merasakan 2 kekalahan. Tedesco pula yang membawa Die Rotten Bullen mencapai tahap ini usai tersingkir dari babak grup Liga Champions.
Sementara itu, cerita hampir serupa juga dimiliki oleh Rangers FC. Wakil Skotlandia itu berhasil lolos dari fase grup sebagai runner-up Grup A, tepat setelah berganti pelatih dari Steven Gerrard ke Giovanni van Bronckhorst. Mantan kapten timnas Belanda itu pula yang mengantar Rangers mencapai babak semifinal.
Oleh karena itulah, pertarungan RB Leipzig dengan Rangers FC rasanya sangat patut dinanti. Di kubu Leipzig, Christopher Nkunku adalah pemain yang paling berbahaya. 30 gol dan 19 asis yang sudah ia buat di semua kompetisi adalah bukti betapa berbahayanya gelandang serang asal Prancis tersebut.
Nkunku has been sensational this season 🤩#UEL pic.twitter.com/sY8BQdjv7u
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 19, 2022
Sementara itu, di kubu Rangers, James Tavernier adalah pemain yang wajib diwaspadai Leipzig. Meski berposisi sebagai bek kanan, pemain 30 tahun itu tercatat sudah mengoleksi 14 gol dan 16 asis dalam 50 penampilan. Ia juga jadi top skor Rangers di Liga Europa musim ini dengan torehan 6 gol.
Selain itu, yang membuat pertarungan Leipzig vs Rangers menjadi menarik adalah fakta bahwa kedua tim belum pernah mencicipi juara Liga Europa. Bagi Leipzig, ini merupakan pencapaian tertinggi mereka di kompetisi Liga Europa. Sebelumnya, hasil terbaik yang diraih Die Roten Bullen adalah mencapai babak perempat final di musim 2017/2018.
Sedangkan bagi Rangers, ini merupakan semifinal kedua setelah musim 2007/2008 saat kompetisi ini masih bernama UEFA Cup. Kala itu Rangers menang adu penalti atas Fiorentina sebelum kandas dari Zenit Saint Petersburg di partai final.
Berdasarkan catatan rekor tersebut, Rangers bisa dibilang lebih berpengalaman di Liga Europa. Selain itu, mereka juga sedikit lebih diunggulkan. Sebab, di babak sebelumnya, Rangers berhasil menumbangkan salah satu wakil Bundesliga, Borussia Dortmund.
Namun, Rangers tak boleh merasa di atas angin. Meski Leipzig jauh lebih muda ketimbang mereka, tetapi Die Rotten Bullen pernah mencapai semifinal Liga Champions 2020. Selain itu, peringkat koefisien Leipzig juga lebih baik ketimbang Rangers. Leipzig berada di peringkat 15 UEFA, sementara Rangers berada di peringkat 34 UEFA.
What a week for Rangers! 💪
Through to the Europa League semi-finals… and now into the Scottish Cup final. 🏴🏆#UEL pic.twitter.com/1WeNkFHyda
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 17, 2022
West Ham United vs Eintracht Frankfurt
Beralih ke semifinal kedua. Laga yang mempertemukan West Ham United dan Eintracht Frankfurt juga tak kalah menarik. Pasalnya, kedua tim mencapai babak semifinal usai mengandaskan tim-tim kuat.
West Ham menjadi pemuncak Grup H usai mencatat 4 kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah. Pasukan David Moyes kemudian membuat kejutan dengan mengalahkan Sevilla di babak 16 besar dan menumbangkan Lyon di babak 8 besar.
Catatan lebih mentereng ditorehkan Eintracht Frankfurt. Kemenangan mereka atas Barcelona jelas yang paling mengesankan. Namun, sebelum menjungkalkan Barca, Frankfurt memang sudah tampil impresif di Liga Europa musim ini.
Pasukan Oliver Glasner memuncaki Grup D dengan catatan 3 kemenangan dan tanpa tersentuh kekalahan. Frankfurt kemudian mengandaskan 2 wakil La Liga, yakni Real Betis dan Barcelona di babak berikutnya. Berbeda dengan West Ham, sejauh ini Frankfurt belum pernah kalah di Liga Europa musim ini.
🦅 The only undefeated side left in this competition… #MondayMotivation | #UEL pic.twitter.com/dk2LF3jEa0
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 18, 2022
Catatan tersebut bisa jadi faktor yang membuat The Eagles lebih diunggulkan ketimbang The Hammers. Apalagi, ranking koefisien Frankfurt juga lebih baik ketimbang West Ham. Frankfurt menempati peringkat 28 UEFA, jauh meninggalkan West Ham yang duduk di peringkat 74 UEFA.
Laga antara West Ham United dan Eintracht Frankfurt di semifinal Liga Europa musim ini merupakan pertemuan pertama kedua tim setelah terakhir kali berjumpa di semifinal Piala Winners 1976. Kala itu, kedua tim saling mengalahkan, tetapi West Ham sukses melaju ke partai final usai menang agregat 4-3.
Akan tetapi, memakai patokan laga tersebut jelas sangat salah. Sebab, West Ham yang baru pertama kali melaju sejauh ini di Liga Europa, tak bisa menyombongkan diri di hadapan Frankfurt yang pernah menjuarai Piala UEFA 1980.
Selain itu, ini merupakan semifinal kedua Frankfurt di Liga Europa dalam 3 tahun terakhir. Sebelumnya, The Eagles pernah menginjakkan kakinya di semifinal Liga Europa musim 2018/2019.
Namun, ada satu hal yang bisa jadi harapan West Ham. Mesti mereka adalah tim yang paling tidak berpengalaman di antara semifinalis lainnya, West Ham bisa sedikit berharap dari rekor buruk Frankfurt kala berjumpa dengan tim Inggris.
17 kali berjumpa dengan wakil Inggris di kompetisi Eropa, Frankfurt hanya sanggup meraih 5 kemenangan dan 7 kali menelan kekalahan. Terlebih lagi, tim yang menyingkirkan Frankfurt di semifinal Liga Europa 2019 adalah Chelsea yang kemudian keluar sebagai juara.
West Ham’s European tour continues! ⚒️#UEL pic.twitter.com/3NqI3VFkB2
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 14, 2022
Terlepas dari itu, duel antara West Ham United vs Eintracht Frankfurt bakal jadi pertarungan antara gelandang kreatif kedua tim. Di kubu The Hammers, ada Said Benrahma, Declan Rice, dan Jarrod Bowen yang sudah sama-sama mengemas 3 gol di Liga Europa musim ini.
Sementara itu, di kubu The Eagles, ada Daichi Kamada yang jadi top skor dengan torehan 4 gol. Selain Kamada, ada Filip Kostic yang jadi pemuncak top asis di Liga Europa musim ini dengan sumbang 5 asisnya.
🗣️ “The best game of my career.” – Filip Kostić #UEL pic.twitter.com/8AADZMHEYM
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 15, 2022
Jadwal Semifinal Liga Europa 2022
Berdasarkan jadwal yang sudah dirilis UEFA, laga semifinal leg 1 akan digelar serentak pada 28 April mendatang. Sedangkan leg 2 juga akan digelar serentak pada 5 Mei 2022. Di leg pertama, Leipzig dan West Ham bertindak sebagai tuan rumah, sementara Rangers dan Frankfurt mendapat jatah tuan rumah di leg kedua.
The semi-finals are set! 🤩
🤔 Who’s heading to Sevilla? #UEL pic.twitter.com/1vk29ef0fK
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) April 14, 2022
Jika menilik dari catatan prestasinya, Frankfurt yang pernah menjadi juara dan Rangers yang pernah jadi runner-up jelas berada di atas angin. Namun, jika ditilik lebih dalam, keempat semifinalis punya kekuatan yang berimbang.
Terlebih lagi, ada gengsi yang dipertaruhkan. Sebab, keempat pelatih, yakni Oliver Glasner di kubu Eintracht Frankfurt, Domenico Tedesco di kubu RB Leipzig, Giovanni van Bronckhorst di kubu Rangers, dan David Moyes di kubu West Ham United sama-sama belum pernah mengangkat trofi kejuaraan Eropa sepanjang kariernya sebagai manager.
Menarik untuk dinanti siapa yang bakal melaju ke partai final Liga Europa musim ini yang direncanakan digelar pada 18 Mei 2022 di Ramón Sánchez Pizjuán. Lalu, siapa yang jadi tim favoritmu football lovers?
https://youtu.be/M6d6WJYZRKY
***
Referensi: Bundesliga, UEFA, Sportbible, The Guardian, Eurosport, The Guardian.


