Kepindahan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal ke Barcelona bukan “cerita baru” bagi kedua klub. Selama dua dekade terakhir terdapat belasan pemain yang pergi ke Los Cules dengan berbagai alasan.
Beberapa di antaranya nasibnya justru berubah ketika sudah berseragam Barca. Nah, berikut ini Starting Eleven sajikan 4 pemain beda nasib usai pindah dari Arsenal ke Barcelona.
Thierry Henry (2007)
Langkah Henry untuk hengkang dari Arsenal menghancurkan hati banyak penggemar The Gunners. Setelah delapan tahun di Emirates, Henry memutuskan pindah ke Barcelona. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Arsenal itu menandatangani kontrak empat tahun di Barcelona.
In a rare move, Thierry Henry delivered a goodbye message to the Arsenal fans before leaving for Barcelona on this day in 2007. #afc pic.twitter.com/KjwTKCxDuL
— afcstuff (@afcstuff) June 23, 2021
Selama berseragam Arsenal, pria asal Prancis berhasil mencetak 228 gol dari 376 penampilan di dua periode di London Utara dan memenangkan dua gelar Liga Premier, dua Piala FA, dan dua Community Shield.
Tapi di musim terakhir bersama Meriam London, ia hanya bermain sebanyak 27 kali karena cedera. Barca pun tak ragu datang membawanya ke Camp Nou, meski Henry sudah berusia 30 tahun.
Ada dua alasan mengapa ia memilih pindah ke Spanyol. Pertama, kesamaan gaya bermain dan menginginkan tantangan baru. Bagi Henry, Arsenal dan Barcelona saat itu adalah klub yang memiliki ciri khas bermain short pass dan kebebasan bergerak bagi pemain sayap.
Henry tahu bahwa pemain-pemain berkelas sudah memiliki porsinya masing-masing. Ronaldinho berada di kiri, Samuel Eto’o di tengah, dan Lionel Messi di kanan. Sebagai punggawa anyar, berpenampilan secara apik dan konsisten agar pelatih Barcelona Frank Rijkaard memberi kesempatan bermain.
Kedua, rumor hengkangnya Arsene Wenger dari kursi kepelatihan. Sosok Le Professeur bagi Henry sebagai bapak sehingga memberikan nasihat serta membiarkan anaknya untuk melakukan kreasi dan Pep Guardiola di Barcelona mendorong secara taktis di lapangan.
“Keduanya berjasa dalam karier sepak bola saya,” ungkapnya.
Musim pertama berseragam Blaugrana, Henry dilanda kekecewaan. Alasannya di musim 2007/2008 Barcelona tidak meraih trofi sama sekali. Buntutnya, penyerang Timnas Prancis sempat membuka kemungkinan untuk kembali merumput di Premier League.
Namun, ia mencoba bertahan di musim kedua bersama Barcelona di bawah asuhan pelatih baru Pep Guardiola. Dampak instannya, raihan treble winner oleh klub asal Catalunya. Catatan individu pun ia bubuhkan bersama Lionel Messi dan Samuel Eto’o menjadi trisula yang berhasil mencetak 100 gol di semua kompetisi.
Pria yang mengidolakan Michael Laudrup dan Iniesta berhasil membantu Barcelona meraih 1 trofi Liga Champion, 2 La Liga, 1 Piala Liga, 1 Piala Super Spanyol, 1 Piala Super Eropa dan 1 Piala Dunia Antar Klub. Torehan individunya ciamik dengan pundi-pundi 49 gol dan 27 assist dalam 121 pertandingan.
Cesc Fàbregas (2011)
Sejak Fàbregas meninggalkan Barcelona ke Arsenal sebagai pemain muda yang sedang mencari menit bermain, ia bermimpi akan kembali bermain untuk Barcelona.
Peluang itu ia dapatkan pada transfer musim panas 2011. Gelandang lulusan La Masia meninggalkan Arsenal sebagai kapten klub.
Kedatangannya ke Blaugrana akan menempati pos lini tengah bersama lulusan La Masia lainnya: Xavi, Iniesta, dan Busquets.
Selama tiga musim menghuni Camp Nou, ia hanya memenangkan satu gelar La Liga. Kedatangan Fabregas ke Barcelona tidak lebih baik dari tahun lalu yang memenangkan Liga Champions dan brace La Liga. Catatannya bersama Blaugrana hanya bermain selama 151 kali dengan koleksi 42 gol dan 50 asis.
ON THIS DAY: In 2011, Barcelona signed Cesc Fabregas from Arsenal for £35m.
He made 151 appearances and won six trophies in his three years at the club. pic.twitter.com/1v2Ucp6KFG
— Squawka Football (@Squawka) August 15, 2021
Pria asal Spanyol merasa tidak betah di Barcelona karena mengalami tekanan berlebihan dari suporter untuk menampilkan performa apik karena dirinya produk lokal.
“Para pendukung melihat saya sebagai seseorang yang pernah berada di sini sebagai seorang anak [hilang] lalu pulang ke klub dengan gelontoran uang. Tanpa itu, saya akan dipandang berbeda.” ungkapnya.
Ia lalu memutuskan hengkang ke Chelsea pada transfer musim panas 2014. Di Stamford Bridge, dua kali ia memenangkan Liga Premier yang tidak pernah berhasil diraihnya bersama Arsenal. Sedangkan Barcelona usai ditinggalkannya justru memenangkan treble winner di bawah asuhan Luis Enrique.
Alex Song (2012)
Transfer mengejutkan saat Alex Song pindah dari Arsenal ke Barcelona di musim panas 2012. Penggemar kedua klub akan bertanya kemampuan apa yang dapat ia berikan di Blaugrana?
Sejak pindah dari Arsenal, ia hanya bermain 65 pertandingan di seluruh kompetisi untuk Barcelona. Gaji 19 juta euro tak sepadan dengan performanya yang tak kunjung meningkat. Pada musim panas 2016 manajemen meminjamkannya ke West Ham.
Dalam wawancara sebuah Talk Show pemain asal Kamerun mengakui kepindahannya ke Barcelona hanya perkara penghasilan. Gaji 19 juta euro per pekan alias empat kali lipat dari Arsenal menggiurkan bagi dirinya.
“Saya bertemu direktur olahraga Blaugrana, dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan bermain banyak pertandingan, tetapi saya tidak peduli karena sekarang saya akan menjadi seorang jutawan,” kata Song.
“Ketika Barcelona menawari saya kontrak, dan saya melihat berapa banyak yang akan saya dapatkan, saya tidak berpikir dua kali. Saya merasa istri dan anak-anak saya harus memiliki kehidupan yang nyaman setelah karier saya berakhir,” tambahnya.
Alex Song is one of 28 children in his family, he has 17 sisters and 10 brothers.
A little wonder he made that transfer from Arsenal to Barcelona.. 😂🤣 pic.twitter.com/saRld2GYME
— SportyBet (@SportyBet) May 29, 2020
Dua musim menghuni di klub Catalunya, ia hanya membantu tim memenangkan La Liga pada musim 2012/2013.
Alexander Hleb (2008)
Alexander Hleb meninggalkan Arsenal pada 2008 untuk merumput bersama Barcelona. Keputusannya justru berujung penyesalan karena ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan dan sering dipinjamkan ke klub lain.
“Pergi ke Barcelona adalah keputusan panggilan yang sulit (ditolak), tetapi setelah itu semuanya adalah kesalahan. Saya kehilangan tahun-tahun terbaik saya,” terang pria asal Belarusia.
Selama empat tahun berstatus pemain Barcelona, ia bertualang ke klub-klub non Spanyol. Pada 2009-2010 ia dipinjamkan ke klub Bundesliga Vfb Stuttgart (2009-2010), lalu ke Birmingham (2010-2011) dan Vfl Wolfsburg (Juni-Desember 2011). Tiga klub itu menjadi destinasi atas tersingkirnya dari skuad Blaugrana.
Alexander Hleb played with Van Persie, Fàbregas and Henry at Arsenal before moving to Barcelona where he played with Messi and Henry.
It must have been a bit of a culture shock when he saw Nikola Zigic and Cameron Jerome up front at Birmingham… pic.twitter.com/oETPlZM9bV
— Tom (@TP0wen) May 18, 2020
Bersama Barcelona ia hanya memainkan 36 pertandingan dengan menyumbang 2 assist serta menjadi bagian raihan tiga titel Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions di 2008/2009.
Giovanni van Bronckhorst (2003)
Pemain berdarah Ambon itu pernah membela Arsenal medio 2001-2003. Lalu dilepas dengan status pinjaman ke Barcelona.
Selama masa pinjaman ia berhasil meyakinkan manajemen Barcelona untuk mempermanenkan full back kiri. Penampilan yang mengagumkan di sisi kiri pertahanan Los Cules tak tergantikan hingga 2007.
From 2001–2003, Giovanni van Bronckhorst played for Arsenal. van Bronckhorst went on to make over 60 appearances for the club, scoring 2 goals and helped Arsenal win multiple trophies including the Premier League and the FA Cup before leaving to join Barcelona. pic.twitter.com/Bcf2HXfxKs
— FOOTBALL TRIVIA 365 (@PlayFT365) November 21, 2021
Di Barcelona ia menyesuaikan permainannya menjadi bek kiri dan menjadi legenda Barcelona. Ia menjadi puzzle dalam kemenangan Liga Champions 2005-06.
Uniknya, saat final ia menundukkan klub lamanya Arsenal di final dan menjadi pertemuan pertama kali sejak pergi pergi dari Highbury Stadium.
“Tentu saja, ini spesial [melawan Arsenal]. Partai spesial bagi saya bermain di final Liga Champions dan melawan tim lama. Rasanya memang agak aneh, tetapi saya merasa beruntung berada di pihak yang menang.” katanya usai pertandingan sambil bertukar jersey Arsenal.
Selama di Catalan pemain timnas Belanda berhasil membantu klub meraih trofi, 1 Liga Champion, 2 La Liga, dan 2 Piala Super Cup Spanyol dengan mencatatkan 154 penampilan serta 7 gol dan 18 assist
Kepindahan pemain-pemain Arsenal ke Barcelona rupa-rupa nasibnya. Tidak semuanya mendapatkan nasib mujur dengan bergelimang banyak gelar, ada juga cerita pemain yang tidak berkembang.
Referensi : Sportkeeda, Transfermarkt, AR, BR, PF, GR,


