Pada tanggal 30 November hingga 18 Desember kemarin, tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar disibukkan dengan sebuah turnamen besar. Dengan tajuk FIFA Arab Cup 2021, turnamen tersebut diikuti oleh para anggota Liga Arab dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Akan tetapi, muncul sebuah pertanyaan besar. Ajang apa sebenarnya FIFA Arab Cup 2021 ini?
Seperti yang kita tahu, ajang tersebut sangat jarang terdengar di telinga para pecinta sepak bola dunia. Usut punya usut, ternyata FIFA Arab Cup 2021 merupakan edisi kesepuluh dari turnamen tersebut. Namun, jauh sebelum edisi 2021, ajang Arab Cup sangatlah tidak terkenal.
The FIFA Arab Cup trophy 🏆😍
16 countries from MENA region will fight for the trophy, tournament starts on November 30th
Morocco is the defending champion of Arab Cup which was last played in 2012 🇲🇦🏆
The 1st match for @EnMaroc is against Palestine on December 1 pic.twitter.com/CiRp0fHXSm
— 𝗠𝗩𝗡_𝗘𝗡 | 𝗠𝗼𝗿𝗼𝗰𝗰𝗼 𝗙𝗼𝗼𝘁𝗯𝗮𝗹𝗹 🇲🇦 (@MVN_EN) November 22, 2021
Mengenal Lebih Jauh FIFA Arab Cup 2021
Arab Cup digagas oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Lebanon (LFA), George Dabbas pada 1962. Edisi pertama Piala Arab kemudian digelar di Lebanon pada tahun 1963. Setelah itu, Piala Arab kembali digelar di tahun 1964 dan 1966 sebelum mengalami hiatus.
In 1963, Lebanon hosted the first ever Arab Cup.
The Cedars finished third. Tunisia won it.
Levon Altounian scored 5 goals. Joseph Abou Mourad scored 2 goals.
Mardik Tchaparian scored 1 goal.
Robert Chehade scored 1 goal. Michel Saad scored 1 goal.©️Nida Al Watan pic.twitter.com/JktTNtR1BN
— FA Lebanon (@FALebanon) July 30, 2019
Di masa hiatus itu, secara de facto Piala Arab diganti dengan turnamen Piala Palestina dan turnamen pemuda sebelum kembali digelar di tahun 1985. Arab Cup kemudian digelar kembali di tahun 1988, 1992, 1998, dan 2002 sebelum kembali hiatus karena kekurangan sponsor.
Sebelum menggelar edisi kesepuluhnya, Arab Cup terakhir kali digelar pada tahun 2012. Hingga tahun 2012, Piala Arab sudah pernah dimenangkan oleh 5 negara berbeda. Irak 4 kali menjadi juara, diikuti Arab Saudi dengan 2 gelar juara, serta Tunisia, Mesir, dan Maroko yang masing-masing punya 1 gelar juara.
Countries winning the #ArabCup#Iraq (1964, 1966, 1985, 1988#SaudiArabia 1998, 2002#Tunisia (1963) #Egypt 1992#Morocco 2012 #Algeria 2021#FIFAArabCup #FIFArabCup #ArabCup2021 #كأس_العرب2021 #الجزائز_تونس #كاس_العرب_FIFA #كاس_العرب_FIFA_قطر_2021 #كأس_العرب pic.twitter.com/Bv28pw1loE
— Polling Yemen Center (@PollingYe) December 18, 2021
Sebelum edisi 2021, turnamen ini agaknya digelar sesuka hati panitia. Selama 9 edisi terakhir, jumlah peserta Piala Arab selalu berubah-ubah dan pesertanya pun selalu berganti-ganti. Hal tersebut tak lepas dari status Arab Cup yang terbilang sebagai turnamen tidak resmi yang digelar di luar kalender FIFA. Barulah di edisi 2021 ini, Arab Cup terbilang sebagai turnamen resmi setelah digelar di bawah yurisdiksi FIFA dan memakai embel-embel FIFA.
Format dan Hasil Akhir FIFA Arab Cup 2021
Qatar kemudian ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Arab Cup 2021. Dengan masuknya FIFA, turnamen ini kemudian digelar dengan sangat serius. Hak siar TV Piala Arab bahkan dijual ke beberapa negara di luar kawasan para peserta, termasuk Amerika Serikat hingga Indonesia dan Malaysia.
Ajang ini memang terlihat seperti turnamen mini yang dibuat semirip mungkin seperti Piala Dunia. Bahkan trofinya pun dibuat mirip dengan trofi Piala Dunia. Walaupun tajuknya Piala Arab dan pesertanya adalah negara-negara dari Liga Arab di kawasan Asia dan Afrika, tetapi wasit yang ditunjuk memimpin pertandingan berasal dari perwakilan seluruh federasi sepak bola tiap benua.
Karena terbilang resmi, jumlah peserta Piala Arab edisi 2021 juga langsung meningkat drastis. Seluruh 23 negara negara Arab di bawah naungan AFC dan CAF ikut ambil bagian. Ke-23 negara tersebut memperebutkan 16 tempat di babak grup.
Berdasarkan ranking FIFA, sebanyak 9 negara dengan peringkat tertinggi lolos otomatis ke fase grup. Mereka adalah tuan rumah Qatar, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mesir, Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Suriah.
Sedangkan 14 negara lainnya mesti melewati babak kualifikasi terlebih dahulu untuk memperebutkan 7 tiket tersisa. Adapun tim yang kemudian berhasil menyusul lolos ke babak grup adalah Sudan, Oman, Yordania, Mauritania, Lebanon, Palestina, dan Bahrain.
16 tim peserta FIFA Arab Cup 2021 kemudian dibagi ke dalam 4 grup. 2 tim teratas di masing-masing grup akan lolos ke babak gugur.
🇶🇦 The Groups for the UAFA Arab Cup have been drawn.
Six African nations will take part in the tournament. Will be great to watch this reprisal after it last took place in 2012. pic.twitter.com/lDHF0gtOSd
— African Insider (@African_Insider) June 26, 2021
Lalu, bagaimana dengan skuad masing-masing tim peserta?
Meski sudah terbilang resmi dan digelar dengan embel-embel FIFA, mayoritas tim peserta Piala Arab 2021 menurunkan “tim B” mereka yang mayoritas pemainnya bermain di liga-liga lokal di luar Liga Eropa. Itulah mengapa tak ada nama-nama beken seperti Mo Salah, Riyad Mahrez, hingga Achraf Hakimi yang tampil di turnamen akbar negara-negara Arab tersebut.
Setelah melalui serangkaian pertandingan, Aljazair dan Tunisia bertemu di babak final yang digelar di Stadion Al Bayt. Di pertandingan yang digelar pada 18 Desember kemarin, Aljazair keluar sebagai pemenang setelah berhasil menundukkan Tunisia lewat 2 gol dari Amir Sayoud dan Yacine Brahimi di babak tambahan waktu.
Hasil tersebut menjadi gelar perdana Aljazair di Piala Arab. Kemenangan Aljazair makin lengkap setelah Yacine Brahimi terpilih sebagai peraih Golden Ball dan kiper Raïs M’Bolhi terpilih sebagai pemenang Golden Glove.
Adapun penghargaan Golden Boot dimenangkan oleh Seifeddine Jaziri dari Tunisia yang total mencetak 4 gol sepanjang turnamen. Adapun penghargaan Fair Play Award diberikan kepada timnas Maroko.
Algeria have defeated Tunisia 0-2 to win the 2021 FIFA Arab Cup.
Algeria are also the defending African Champions. pic.twitter.com/pjDeLfviT2
— Africa Facts Zone (@AfricaFactsZone) December 18, 2021
Lalu, berapa banyak hadiah yang dikantongi para pemenang dan peraih penghargaan individu?
Sayangnya, setelah menelusuri berbagai sumber, tak ada jumlah yang valid. Tidak jelas berapa hadiah yang diperoleh masing-masing pemenang. Meski begitu, nyatanya Piala Arab edisi 2021 digelar begitu meriah dan diikuti oleh seluruh negara yang tergabung dalam Liga Arab. Lantas, apa yang melatar belakangi hal tersebut?
FIFA Arab Cup 2021 Jadi Ajang Pemanasan dan Uji Coba Jelang Piala Dunia 2022
Selain karena campur tangan FIFA, ajang FIFA Arab Cup 2021 mampu mencuri sorotan karena memang digelar sebagai ajang uji coba menjelang Piala Dunia 2022. Itulah mengapa Qatar yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebanyak 6 venue yang dipakai di turnamen ini merupakan venue yang akan digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Adapun keenam venue yang dipakai adalah Al Bayt Stadium, Al Janoub Stadium, Stadium 974, Al Thumama Stadium, Education City Stadium, dan Ahmed bin Ali Stadium. Kebetulan, keenam stadion tersebut baru selesai direnovasi bahkan bisa dibilang memang baru selesai dibangun sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022 mendatang yang digelar di Qatar.
It’s official ! 🤩 #Albayt Stadium will host the opening match of the FIFA Arab Cup 2021 ™️ on November 30th, 2021🇶🇦🏆. #MOFAQatar pic.twitter.com/ejeUseJzYr
— Ministry of Foreign Affairs – Qatar (@MofaQatar_EN) August 2, 2021
Selain sebagai ajang uji coba venue, FIFA juga menjadikan turnamen ini sebagai ajang uji coba teknologi offside-semi otomatis. Nantinya, teknologi tersebut direncanakan bakal dipakai di Piala Dunia mendatang sebagai alat pendeteksi offside.
“Kami akan memasang kamera di bawah atap setiap stadion. Data pelacakan anggota badan yang diekstraksi dari video akan dikirim ke ruang operasi dan garis offside yang dihitung dan titik tendangan yang terdeteksi diberikan kepada operator pemutaran ulang hampir secara real-time. Operator tayangan ulang kemudian memiliki kesempatan untuk menunjukkannya langsung ke VAR. Di Piala Arab FIFA, Asisten VAR di stasiun offside khusus dapat segera memvalidasi dan mengonfirmasi informasi tersebut,” kata Direktur Teknologi & Inovasi Sepak Bola Johannes Holzmüller dikutip dari FIFA.
Di luar dari agenda FIFA tersebut, turnamen FIFA Arab Cup tahun ini dijadikan oleh beberapa negara peserta, khususnya mereka yang berasal dari konfederasi Afrika sebagai ajang pemanasan jelang bergulirnya Piala Afrika. Selain sebagai ajang pemanasan, beberapa negara Afrika yang akan bertanding di Piala Afrika mendatang bahkan menjadikan turnamen ini sebagai ajang seleksi pemain.
Ya, pada akhirnya turnamen FIFA Arab Cup 2021 tak dapat dibilang sebagai sebuah turnamen yang benar-benar bergengsi. Disebut sebagai ajang invitasi juga tidak tepat, sebab beberapa negara mesti berjuang terlebih dahulu di babak kualifikasi.
Yang pasti, FIFA sepertinya berhasil menaikkan pamor Piala Arab di mata dunia. Namun, masih jadi misteri apakah FIFA akan kembali ikut campur di Arab Cup yang akan datang. Yang lebih penting lagi, apakah turnamen serupa akan kembali rutin digelar atau kembali digelar sesuka hati panitia?
***
Sumber Referensi: Suara, FIFA, FIFA, Al Jazeera.


