Kekalahan Terburuk dan Paling Memalukan yang Pernah Diderita Ronaldo

spot_img

Di final Piala Eropa 2016 melawan Prancis, Cristiano Ronaldo sibuk memberikan instruksi sekaligus menyemangati rekan-rekannya meskipun dalam keadaan kaki yang terpincang-pincang.

Kemudian di babak penyisihan grup Liga Champions Eropa melawan Young Boys, Ronaldo yang digantikan oleh Jesse Lingard tampak ikut berdiri memberi instruksi di samping pelatih Ole Gunnar Solskjaer ketimbang duduk manis di bangku cadangan. Ronaldo berteriak dan memberikan instruksi dari area teknis pelatih

Baru kemarin Ronaldo dengan penuh trengginas menendang bola yang ada di perut Curtis Jones. Dibantai Liverpool di kandang, CR7 Frustasi dan seakan ingin mengajak ribut semua pemain Liverpool.

Begitulah Ronaldo, ia sangat ambisius apapun lawannya apapun keadaannya ingin selalu menang!

Namun tentunya, kemenangan tidak selalu menjadi hal yang terus mengiringi pertandingan yang dimainkan sang bintang. Ada momen dimana kekalahan juga harus ia relakan.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan menyajikan deretan kekalahan terburuk dan paling memalukan yang pernah diderita Ronaldo. Penasaran seperti apa momen nya? Simak ulasannya berikut ini.

Atletico Madrid 4-0 Real Madrid (La Liga, Februari 2015)

Derby Madrid tepat pada Februari 2015, Ronaldo yang masuk kedalam skuad el Real kalah dengan skor telak 0-4.

Di babak pertama, Madrid gagal menunjukkan respon sempurna harus rela tertinggal dua gol.. Vicente Calderon langsung bergelora ketika skuad asuhan Diego Simeone sudah berhasil menciptakan dua gol melalui aksi Tiago Mendes dan Saul Niguez.

Memasuki babak kedua, lini depan el Real yang diisi trio Bale, Benzema, dan Ronaldo gagal menembus pertahanan Los Rojiblancos. Bukannya memperkecil kedudukan, gawang el Real malah kembali terkoyak lewat aksi Antoine Griezmann pada menit ke 67.

Belum puas dengan skor 3-0, Atletico mampu menutup laga dengan skor yang sangat telak 4-0 usai Mario Mandzukic turut catatkan namanya di papan skor, setelah memanfaatkan umpan yang diberikan Fernando Torres yang masuk menggantikan Griezmann.

Di laga itu, meski Real Madrid mampu membuat 55% penguasaan bola, tercatat hanya ada empat tembakan dengan satu mengarah ke gawang saja yang dilancarkan. Berbeda dengan Atletico, mereka berhasil ciptakan 17 tembakan dimana 8 diantaranya mengarah ke gawang.

Jerman 4-0 Portugal (Piala Dunia, Juni 2014)

Bermain di Arena Fonte Nova, Brasil, laga yang berlangsung di Grup G itu sudah dimeriahkan dengan gol cepat yang dicetak Thomas Mueller pada menit ke 10. Belum cukup sampai disitu, Mats Hummels kemudian sukses gandakan kedudukan Der Panzer pada menit ke 32, untuk kemudian diikuti oleh gol kedua Thomas Mueller pada menit ke 45+1.

Jerman yang mendominasi babak pertama ketika itu dipermudah dengan kartu merah yang diterima Pepe pada menit ke 37.

Di babak kedua, Ronaldo yang ditempatkan sebagai ujung tombak tak mampu berbuat apa-apa. Meski Portugal mampu melepas sebanyak 13 tembakan, tak ada satupun yang berbuah angka. Malah, Jerman kian perkasa dengan gol ketiga yang dicetak Mueller pada menit ke 78.

Dengan kekalahan itu, meski pada akhirnya berhasil memetik satu kemenangan di pertandingan selanjutnya, Portugal tak mampu lolos ke babak penyisihan.

Brasil 6-2 Portugal (Laga Persahabatan, November 2008)

Flashback ke tahun 2008 ketika Ronaldo masih muda tergabung ke dalam skuad Portugal melawan Brasil dalam laga persahabatan.

Danny yang berhasil membuat Portugal unggul pada menit kelima buru-buru dibalas oleh Luis Fabiano pada menit ke 9. Lalu pada menit ke 25, Fabiano sukses membuat Brasil berbalik unggul. Di babak kedua, Maicon dan Luis Fabiano membuat Brasil unggul dengan skor 4-1 sebelum Simao memperkecil kedudukan pada menit ke 62.

Namun tiga menit berselang, Elano kembali membuat Brasil menjauh sebelum Adriano menutup pesta gol Brasil pada menit ke 89.

Hattrick Luis Fabiano sukses membantu Brasil berpesta. Sementara itu, Ricardo Kaka yang tampil sebagai gelandang serang sukses memberikan pelajaran istimewa bagi Ronaldo yang di tahun tersebut berhasil merebut penghargaan Ballon D’or. Meski tidak mencetak gol, Kaka tampil brilian dengan jadi motor serangan tim Samba.

Manchester United 0-5 Liverpool (Liga Primer Inggris, Oktober 2021)

Baru saja terjadi, Manchester United dipermalukan oleh Liverpool dengan skor 0-5 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Inggris. Hasil ini jelas menjadi sejarah, apalagi di sana terdapat nama Ronaldo yang dipulangkan untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah.

Liverpool langsung tancap gas sejak menit awal. Naby Keita yang menerima bola dan berdiri bebas sukses menceploskan bola ke dalam gawang David de Gea. Belum juga laga berjalan seperempat jam, Liverpool sudah mampu menggandakan keunggulan. Kali ini ada Diogo Jota yang catatkan namanya di papan skor.

Sebelum menutup babak pertama, Mo Salah yang jadi bintang sukses ciptakan dua gol untuk membuat skor menjadi 4-0 buat keunggulan Liverpool.

Pada babak kedua, bukannya memperkecil keunggulan, Ronaldo dan Bruno Fernandes yang ditempatkan di lini serang malah gagal temui sasaran. Parahnya, gawang De Gea kembali kebobolan dimana Mo Salah lagi-lagi keluar sebagai bintang.

Dengan kekalahan tersebut, Manchester United terus menjadi bulan-bulanan di sosial media, tak terkecuali Ronaldo yang dianggap kalah telak atas Mo Salah yang sekaligus menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak hattrick di Stadion Old Trafford dalam sejarah kompetisi Premier League.

FC Barcelona 5-0 Real Madrid (La Liga, November 2010)

Pertandingan el clasico biasanya menyajikan momen keras nan ketat dalam setiap edisinya. Akan tetapi, kembali ke tahun 2010, kita disuguhkan dengan sebuah laga klasik yang membuat el Real tampak diajarkan bagaimana cara bermain bola oleh FC Barcelona.

Cristiano Ronaldo yang berada di dalam skuad Los Blancos ketika itu pun tampak lesu dan tidak percaya dengan apa yang baru saja menimpa kesebelasan yang dibelanya. Real Madrid asuhan Jose Mourinho dihajar dengan skor telak 5-0 di Camp Nou. Padahal ketika itu el Real datang dengan rekor 7 kemenangan beruntun di La Liga.

Barcelona hanya butuh waktu sepuluh menit ketika Xavi Hernandez mampu membuka keunggulan. Delapan menit berselang, Pedro berhasil menambah keunggulan Barcelona sebelum menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Di babak kedua, David Villa mengubah keunggulan menjadi 4-0 setelah pada menit ke 55 dan 57 dia berhasil catatkan namanya di papan skor.

Akhir kata, Jeffren mampu memberi pukulan telak kepada kubu el Real, setelah dia mencetak gol kelima Barca pada menit ke 91 usai memaksimalkan umpan Bojan Krkic.

Usai pertandingan, Mourinho tidak mengelak dengan mengatakan bahwa Madrid memang bermain buruk. Dia sadar bahwa kekalahan tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh penggemar sepakbola manapun.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru