Menjelang musim baru, Chelsea telah melakukan persiapan yang cukup menjanjikan. Meski terhitung tidak membeli banyak pemain, pergerakan Chelsea pada jeda kompetisi saat ini sangatlah patut diwaspadai.
Chelsea yang telah melakukan sejumlah laga persahabatan berhasil menampilkan performa tak mengecewakan. Pada akhir Juli lalu, tim yang bermarkas di Stamford Bridge berhasil mengalahkan Bournemouth dengan skor 1-2. Beberapa hari kemudian, skuad asuhan Thomas Tuchel sukses melibas perlawanan tim sekota, Arsenal dengan skor 1-2.
Di laga tersebut, Kai Havertz dan Tammy Abraham berhasil catatkan namanya di papan skor.
Lalu di laga yang belum lama terjadi, mereka bermain imbang melawan Tottenham Hotspurs. Pemain yang sempat diisukan bakal tinggalkan Chelsea, Hakim Ziyech, tampil gemilang dengan ciptakan dua gol, meski pada akhirnya tim lawan mampu samakan kedudukan.
Daftar Isi
Percaya Diri Bersama Thomas Tuchel
Berada di bawah asuhan Thomas Tuchel memang membuat Chelsea tampil konsisten. Sejak kedatangan pelatih asal Jerman tersebut, performa Chelsea mampu meningkat tajam dengan sejumlah pemain berhasil temui performa gemilang.
Ketika eks pelatih Borussia Dortmund ini datang, Chelsea hanya menempati posisi sembilan klasemen Liga Inggris. Namun, berkat tangan dingin Thomas Tuchel, tim berjuluk The Blues sukses finis di posisi keempat dan menyegel tempat di Liga Champions musim depan. Tidak sampai itu, Tuchel bahkan berhasil membawa Chelsea meraih trofi Liga Champions Eropa.
🔵 Thomas Tuchel’s first trophy as Chelsea manager 🏆✅#UCL | #UCLfinal pic.twitter.com/gJy5dZtuL8
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) May 30, 2021
Lebih lanjut, Thomas Tuchel juga berhasil membawa Chelsea lolos ke partai final Piala FA, setelah di babak semifinal berhasil kandaskan perlawanan Manchester City. Sayangnya, ketika jarak antara Chelsea dengan gelar juara FA tinggal sejengkal, perlawanan yang diberikan Leicester City tidak bisa dihadang, hingga membuat mereka harus merelakan piala ke tangan para penggawa The Foxes.
Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan dari sosok Tuchel adalah, dirinya berhasil membuat pemain seperti Kai Havertz kembali temukan performa terbaiknya. Terlihat sejak kedatangan Tuchel, kepercayaan diri pemain asal Jerman tersebut meningkat. Havertz bisa dimainkan di beberapa posisi tanpa temui kesulitan.
Puncak performa dari sang pemain sendiri terjadi pada laga final Liga Champions Eropa. Dia mencetak satu-satunya gol yang disarangkan Chelsea ke gawang Manchester City. Uniknya, gol tersebut merupakan yang pertama dikemas Havertz di kompetisi Liga Champions Eropa.
Pergerakan Transfer Chelsea di Musim Panas 2021
Dalam menyongsong musim baru, Chelsea juga tak hanya memaksimalkan pertandingan persahabatan yang dimainkan, namun juga dalam kesempatan jual beli pemain demi mengidealkan skuad.
Guna mendapat dana segar di musim panas ini, Chelsea tercatat telah menjual sejumlah pemainnya dengan nilai yang cukup menjanjikan.
Pertama adalah Fikayo Tomori. Bek Internasional Inggris itu resmi dipermanenkan AC Milan usai pada musim lalu dirinya dianggap tampil gemilang bersama tim merah-hitam. Tomori yang sebelumnya hanya berstatus sebagai pemain pinjaman, resmi ditebus dengan nilai sebesar 29 juta euro atau setara 490 miliar rupiah.
Penjualan tersebut menjadi yang tertinggi, yang dilakukan Chelsea pada musim ini.
Selanjutnya ada nama Olivier Giroud yang juga dijual ke AC Milan. Meski pemain asal Prancis tersebut baru saja memperpanjang kontrak, Milan tidak gentar untuk memberi tawaran. Melalui dana sebesar 1 juta euro atau setara 16 miliar rupiah, Giroud resmi berseragam I Rossoneri untuk musim depan.
Jangan lupakan pula transfer Victor Moses, yang kita tahu telah membuat Chelsea mendapatkan dana sebesar 5 juta euro atau setara 84 miliar rupiah. Pemain yang sebelumnya sempat dipinjamkan ke sejumlah klub ini akhirnya resmi dipermanenkan oleh Spartak Moskow.
OFFICIAL | Victor Moses has joined Spartak Moscow on a season-long loan ✍️ pic.twitter.com/Bta5QDtgRh
— Goal (@goal) October 15, 2020
Selanjutnya, ada pemain yang dilepas begitu saja tanpa memberi keuntungan sepeser pun. Mereka adalah Marco van Ginkel yang resmi gabung dengan PSV, Danilo Pantic yang gabung dengan Partizan, Izzy Brown yang dilepas ke Preston, serta Billy Gilmour yang masa peminjamannya diperpanjang oleh Norwich City.
Lalu ada dua nama seperti Willy Caballero serta Jamal Blackman yang kontraknya telah diputus oleh klub.
Untuk pembelian sendiri, sejauh ini Chelsea telah berhasil mendatangkan kiper Marcus Bettinelli dari Fulham. Bettinelli sendiri didatangkan dengan status bebas transfer setelah kontraknya habis pada akhir musim 2020/21.
Kiper tersebut didatangkan sebagai rekrutan pertama Chelsea pada musim panas ini guna memberi persaingan kepada Kepa Arrizabalaga. Ya, kedatangan Bertinelli bisa menjadi dorongan bagi Kepa untuk kembali ke performa terbaiknya, mengingat performa sang kiper dalam dua musim terakhir alami penurunan.
Terbaru, Chelsea dilaporkan telah mendapatkan jasa pemain Inter Milan, Romelu Lukaku. Mereka dikabarkan sepakat mengeluarkan dana sebesar 115 juta euro atau sekitar 1,9 triliun rupiah untuk mendatangkan bintang asal Belgia tersebut.
Kabar yang disampaikan oleh jurnalis terpercaya, Fabrizio Romano, ini sontak membuat geger dunia sepakbola, khususnya para penggemar Inter Milan. Ya, kepergian Romelu Lukaku jelas menjadi kehilangan besar bagi klub asal Italia tersebut. Sebaliknya, mendatangkan Romelu Lukaku tentu menjadi sebuah keuntungan yang akan sangat berguna bagi Chelsea.
Thomas Tuchel memang dikabarkan tengah mengincar seorang penyerang untuk kian mempertajam lini depan Chelsea. Setelah kesulitan untuk mendatangkan Erling Haaland, bidikan yang dialihkan kepada Romelu Lukaku sukses temui sasaran.
Lukaku Berpotensi Jadi Pembelian Terbaik Chelsea
Pembelian Romelu Lukaku yang dilakukan Chelsea banyak menarik perhatian. Banyak yang menganggap bila penyerang yang pernah membela MU ini bakal memberikan banyak keuntungan bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.
20/10 – Romelu Lukaku is the only player in the last 15 seasons to score 20+ goals and make 10+ assists in a single Serie A campaign. Coup. pic.twitter.com/u8DN0dF1tr
— OptaJoe (@OptaJoe) August 12, 2021
Selama dua musim membela Inter, Lukaku sukses memainkan peran yang amat luar biasa. Di musim debutnya, dia berhasil mencetak 34 gol dari 51 pertandingan bersama Inter. Malah dia nyaris membawa Inter meraih gelar juara meski pada akhirnya hanya duduk di peringkat ke dua. Baru pada musim keduanya bersama Inter, penyerang bertubuh gempal ini sukses membawa I Nerazzurri meraih gelar juara Serie A.
Selain berhasil persembahkan gelar, Lukaku juga berhasil mencetak 30 gol dari total 44 pertandingan. Di akhir musim lalu, dia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi tertinggi Italia.
Romelu Lukaku at Inter:
🌟 Serie A Champion
🌟 Serie A MVP
🌟 2020-21: 30 goals
🌟 2019-20: 34 goals
🌟 Fastest ever to 50 Inter goals
🌟 1st ever to score in 10 straight UEL
🌟 7th ever Inter player to score 20+ in consecutive Serie A seasonsWorld class. In bocca al lupo Rom. pic.twitter.com/1x1U4JgNEc
— Adriano Del Monte (@adriandelmonte) August 7, 2021
Dengan kehebatannya, Lukaku bisa dimainkan dalam beberapa peran. Pertama, dia bisa dimainkan sebagai penyerang tunggal, dengan dibantu oleh dua winger. Kemudian, Lukaku juga bisa dimainkan dengan formasi dua penyerang. Bersama Lautaro Martinez selama bermain untuk Inter Milan, Lukaku berhasil menciptakan kombinasi sempurna di lini depan.
Lantas bagaimana formasi paling ideal Chelsea bila terdapat nama Lukaku di dalam skuad?
Prediksi Line Up Chelsea Musim Depan 2021/22
Thomas Tuchel berpotensi meneruskan formasi andalan 4-3-3 miliknya. Di posisi penjaga gawang, nama Edouard Mendy tentu menjadi pemegang tempat utama, mengingat sejak pertama kali didatangkan, kiper berusia 29 tahun ini langsung berhasil tampil mengesankan dan mampu menggeser Kepa.
Kemudian, dua bek yang berdiri di depan penjaga gawang, Rudiger dan Thiago Silva dirasa cukup untuk meredam segala serangan. Sementara dua bek sayap, berpotensi diisi oleh Reece James yang beroperasi di sisi kanan dan Ben Chilwell yang berada di sisi kiri.
Dari lini tengah, duet Jorginho dan N’Golo Kante akan sangat berguna untuk menyalurkan bola dari lini belakang ke lini depan. Selain itu, dukungan yang diberikan Mason Mount sebagai gelandang serang juga akan semakin menguatkan daya ledak Chelsea dari tengah lapangan.
How did we manage to have Kanté, Kovacic and Jorginho in the same squad? Easily three of the best midfielders in the world. #Chelsea #CFC pic.twitter.com/M4yQAycVZa
— Champions of Europe * * (@ChuxEkere) August 7, 2021
Lalu sampailah pada tiga pemain yang akan diandalkan di lini depan. Di posisi winger kiri, Christian Pulisic dinilai bakal memberikan tekanan luar biasa di area pertahanan lawan. Berlanjut ke sisi seberang, performa Kai Havertz yang kian meningkat bisa dimanfaatkan untuk mengisi posisi tersebut.
Kemudian, sebagai peluru utama di lini depan, Romelu Lukaku yang pada musim lalu tampil menggelegar bersama Inter Milan, diprediksi tak akan mengecewakan Thomas Tuchel bila menempatkannya disana.
Sumber referensi: The Sun, 90 min, transfermarkt, bola okezone


