Nama Dinamo Zagreb mungkin tidak setenar FC Barcelona atau sehebat Real Madrid. Mereka juga tak sekaya Manchester City atau bahkan memiliki ribuan sejarah seperti Manchester United. Namun, dibalik segala kekurangan yang dimiliki, klub yang mewakili wilayah Kroasia ini punya banyak sekali butiran mutiara untuk digali. Mereka punya ladang pemain berbakat, yang nantinya bakal mengisi skuad utama, atau mungkin dilego ke klub yang lebih besar, dengan harga yang tentunya besar pula.
Dinamo Zagreb sendiri merupakan klub terbaik di Kroasia. Sejak kompetisi Liga Kroasia dibentuk pada tahun 1992, mereka sudah memenangkan sebanyak 21 gelar yang tersedia. Itu merupakan prestasi yang jelas menakjubkan. Zagreb memang sudah menjadi klub yang memiliki cukup sejarah. Mereka lahir sekitar 109 tahun lalu, dengan nama awal adalah Gradjanski Zagreb.
Kemudian, klub berganti nama menjadi FD Dinamo, Croatia Zagreb, hingga kemudian bernama Dinamo Zagreb sampai saat ini.
Seperti yang sudah dijelaskan, klub tersebut punya sejarah sensasional di kancah sepakbola Kroasia. Selain merajai kompetisi Kroasia, mereka juga telah mengumpulkan sebanyak 15 Piala Kroasia. Tak sampai disitu saja, klub yang bermarkas di Stadion Maksimir juga masih menyandang status sebagai satu-satunya klub asal Kroasia yang mampu memenangkan kejuaraan Eropa. Itu terjadi pada musim 1966/67, ketika mereka berhasil mengalahkan Leeds United di ajang Inter-Cities Fairs Cup.
Meski belum mampu berbicara banyak di kompetisi Liga Champions Eropa, tetap saja, mereka merupakan tim yang sangat layak diwaspadai. Apalagi bila melihat kualitas dari setiap pemain yang dimiliki.
Tidak seperti Manchester City, Paris Saint Germain, atau bahkan Real Madrid, yang banyak mengambil pemain-pemain bintang di belahan bumi manapun, Dinamo Zagreb justru tumbuh menjadi klub sukses dari hasil akademi nya sendiri.
Bicara tentang akademi sepakbola terbaik yang tersebar di seluruh dunia, tentu mata kita akan tertuju pada klub seperti FC Barcelona, Ajax Amsterdam, atau mungkin Sporting Lisbon. Namun dibalik kemewahan akademi terbaik yang tersebar di seluruh dunia, nama Dinamo Zagreb merupakan ladang dari segala bakat yang siap melenggang ke panggung dunia.
Mereka mampu membangun kejayaan hanya dengan mengandalkan bakat muda yang memang sudah ditempa. Mereka tidak mengandalkan kekuatan finansial hanya untuk mendatangkan seorang pemain hebat. Kendati begitu, pemain yang dihasilkan juga tak kalah berkualitas. Mereka semua punya skil mumpuni serta mental yang siap diadu dengan jebolan akademi-akademi hebat lainnya.
Pada mulanya, akademi Dinamo Zagreb dibentuk pada tahun 1945. Pembentukan akademi klub bertepatan dengan era kebangkitan Zagreb yang sebelumnya sempat runtuh dengan nama Gradjanski.
Sebagai klub yang baru lahir kembali, mereka mengusung misi untuk membentuk bibit-bibit pemain muda yang tersebar di wilayah terdekat. Mereka mengerahkan seluruh waktu dan tenaga hanya untuk mencari pemain yang dianggap tepat untuk mengisi barisan skuad di tim utama.
Hasilnya, segala jerih payah dan keringat yang benar-benar diperas, berbuah kebahagiaan. Selama kurang lebih lima tahun, akademi klub yang dikomandoi oleh Mirko Kokotovic telah berhasil memenangkan tiga piala bergengsi, yaitu kompetisi junior di Kroasia, Yugoslavia dan kompetisi lokal Zagreb. Hal itu jelas menjadi penanda kebangkitan klub yang kini dilatih oleh Damir Krznar.
Sejak saat itu, mereka benar-benar fokus dengan pengembangan bakat muda. Akademi klub yang memiliki nama Hitrec-Kacian itu akhirnya menunjuk Branko Horvatek sebagai direktur utama. Mereka memulai sebuah perjalanan panjang yang hebat nan luar biasa, untuk membentuk sebuah akademi yang belum pernah ada di Kroasia sebelumnya.
Salah satu kunci keberhasilan dari hebatnya para pemain yang dimiliki akademi Dinamo Zagreb adalah, mereka memiliki pelatih-pelatih terbaik yang tersebar di seluruh Kroasia. Mereka menjadi tempat terbaik untuk para pelatih, yang ingin memiliki pemain-pemain terbaik pula. Dengan begitu, akademi ini sangatlah dihormati. Banyak anak-anak di Kroasia yang bermimpi untuk bisa menimba ilmu di akademi Dinamo Zagreb.
Tidak hanya menimba ilmu di sana saja, bila para pemain mampu mempersembahkan sebuah prestasi disana, maka itu akan menjadi sebuah kebanggaan yang tak ternilai harganya.
Di dalam akademi Dinamo Zagreb, setidaknya ada beberapa kelompok usia, mulai dari U-8 sampai dengan U-19, dimana pemain yang bertempat di level U-19 akan mengikuti kompetisi UEFA Youth League. Perlu diketahui bahwa akademi Dinamo Zagreb merupakan satu-satunya wakil asal Kroasia yang mengikuti kompetisi yang ditujukan untuk para pemain muda tersebut.
Meski belum pernah mencicipi manisnya trofi di kancah Eropa, akademi Dinamo Zagreb, melalui jenjang usia U-17 dan U-19, sudah mampu merajai kompetisi lokal. Setidaknya, mereka sudah tercatat sebagai juara liga dalam 15 edisi. Maka wajar bila pada medio 2000 an, akademi ini mulai dikenal dunia dan sedikit mendapat perhatian dari banyak pihak.
Bahkan pada tahun 2013, mereka masuk ke dalam daftar enam akademi terbaik di seluruh Eropa, bersama dengan nama-nama seperti Arsenal, Ajax Amsterdam, Bayern Munchen, Inter Milan dan Barcelona. Selain prestasi, munculnya bakat-bakat hebat dari akademi tersebut juga menjadi penilaian, mengapa mereka kayak masuk ke dalam jajaran akademi elit di benua biru.
Dalam menempa bakat-bakat muda yang nantinya akan tersebar di seluruh klub besar Eropa, akademi ini memiliki sistem pelatihan yang cukup menarik. Salah satu perwakilan klub membocorkan bila para pemain di akademi memiliki rutinitas seperti latihan dengan aturan, dan bermain-bermain secara sesuka hati.
Dalam hal ini, para pelatih akan membuka dua lapangan, dimana satu diantaranya akan digunakan oleh anak-anak bermain semau mereka.
Setelah menjalani proses latihan yang menyenangkan itu, para pemain akan digiring menuju sebuah ruangan, dimana mereka kemudian akan diajak untuk menganalisa sebuah pertandingan. Melalui proses ini, para pelatih berharap kalau para pemain memiliki kepekaan untuk menuangkan segala hal yang telah dilihat dalam sebuah praktik nyata.
Romeo Jozak, mantan Direktur Olahraga dan akademi Dinamo Zagreb, mengatakan kalau akademi ini hanya menghabiskan dana sekitar 1 juta euro per tahun untuk mengembangkan segala hal di klub. Berbeda dengan akademi lain, yang kabarnya sampai menghabiskan dana senilai 8 juta euro per tahun untuk memenuhi segala kebutuhan klub, termasuk gaji dan fasilitas lainnya.
“Banyak pujian yang harus diberikan kepada para pelatih. Tetapi kami juga telah menunjukkan perhatian yang baik untuk mengenali banyak bakat. Kami tidak boleh kehilangan pemain bertalenta,”
“Beberapa tahun yang lalu, akademi kami diakui sebagai salah satu dari enam akademi terbaik di Eropa, bersama dengan klub seperti Barcelona, Inter, Arsenal dan Sporting. Kami bekerja dengan anggaran sekitar 1 juta euro per tahun, sementara klub lain menghabiskan hingga 8 juta euro untuk dibelanjakan. ” (via breaking the lines)
Sebagai bukti dari keberhasilan akademi Dinamo Zagreb, selain berhasil memenangi sejumlah gelar, adalah mereka benar-benar mampu menciptakan bakat yang tidak sembarangan. Beberapa alumni akademi tersebut, yang sampai sekarang masih dikenal dunia adalah, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko, Mateo Kovacic, Marko Pjaca, Andrej Kramaric, dan tentunya sang peraih trofi Ballon D’or tahun 2018, Luka Modric.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=d6e55-x-kgA[/embedyt]
Sumber referensi: gantigol, ceritabola, breakingthelines


