Kurang lebih dalam dua minggu lagi, Premier League akan kembali bergulir meramaikan khazanah sepak bola Eropa. Memasuki musim 2025/26, liga berlogo kepala singa itu kedatangan 3 klub promosi, yakni Leeds United, Burnley, dan Sunderland. Dengan kehadiran ketiganya, Premier League semakin penuh laga sarat sejarah dan pertaruhan harga diri.
Sebab, setelah bertahun-tahun tiada, 5 derby lawas akan kembali tersaji di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Laga tersebut menambah panasnya berbagai derby yang sudah berlangsung sejak musim-musim sebelumnya.
Ada derby yang berakar dari rivalitas menjadi klub yang terbaik di Utara Inggris, atau ada juga derby yang bermula dari kemarahan atas kesenjangan sosial antara wilayah Selatan dan Utara Inggris. Lalu, apa saja 5 derby tradisional yang kembali mentas di Premier League musim depan? Benarkah ada derby yang berkesinambungan dengan sejarah peperangan di Inggris?
Daftar Isi
Newcastle United vs Sunderland ( Tyne-Wear Derby)
Kita mulai dengan derby yang satu ini. Bila kita telisik lebih jauh, persaingan antara Newcastle United dan Sunderland dalam balutan Tyne-Wear Derby lebih dari sekadar rivalitas sepak bola belaka.
Kedua klub mewakili kebanggaan berbeda dari dua kota di utara Inggris yang sudah lama berseteru. Bermula dari perang saudara tahun 1600-an hingga ke Revolusi Industri, pergesekan berlanjut ke dunia kulit bundar.
Newcastle United hadir sebagai representasi dari warga Newcastle upon Tyne yang loyal dengan kerajaan, sementara Sunderland FC adalah bentuk kelanjutan perlawanan dari warga Sunderland yang membangkang dari pemerintah di London. Sebab itulah setiap kali bentrok, kedua suporter tak pernah akur dan pasti ada saja kasus kerusuhan yang terjadi.
Dalam sejarah sepak bola Inggris, The Magpies dan The Black Cats pertama kali bertemu di pertandingan resmi yakni di Piala FA pada 1888. Sejak saat itu, kedua klub sudah bertemu sebanyak 157 kali, dengan Newcastle masih unggul dengan 54 kemenangan, berbanding 53 untuk Sunderland.
The Tyne-Wear derby is BACK 🔥
Who else can’t wait for the return of Sunderland vs Newcastle in the Premier League? 🙋♀️🙋♂️🙋 pic.twitter.com/G7MRvqXUSb
— Premier League USA (@PLinUSA) June 18, 2025
Berbicara pertemuan di Premier League, Tyne-Wear Derby terakhir kali terjadi pada musim 2015/16. Kala itu, Sunderland tampil lebih jago dengan menyabet kemenangan 3-0 di kandang, dan seri 1-1 di St James Park. Beda nasib dengan Newcastle yang harus terdegradasi, setelah Rafael Benitez gagal menyelamatkan, sehingga finis di posisi 18.
Kini, setelah 10 tahun berlalu, kedua tim kembali bersua di Premier League. Sunderland yang promosi bersama arahan Regis Le Bris akan menantang Newcastle yang sudah berkembang pesat di bawah komando Eddie Howe. Dengan materi pemain seperti Granit Xhaka dan Simon Adingra, Sunderland bersiap melawan skuad mewah Newcastle macam Bruno Guimaraes dan Alexander Isak.
Manchester United vs Leeds United (Roses Derby)
Kemudian kita beralih ke derby yang identik dengan bunga mawar. Ya, pertemuan Manchester United dan Leeds United merupakan rivalitas yang bermula dari sebuah perang bernama Roses War. Perang yang pecah pada medio 1400-an itu terjadi sebagai pertikaian antara Wangsa Lancaster dengan lambang mawar merah dengan Wangsa York dengan mawar putihnya.
Dendam itu berlanjut ketika era Revolusi Industri bergema di Inggris. Saat itu, Manchester dan Leeds sama-sama identik sebagai kota industri. Manchester terkenal sebagai penghasil kapas terbaik di Inggris, sementara Leeds adalah pengrajin wol bermutu tinggi. Kesamaan identitas sebagai kota pekerja itulah yang melatarbelakangi terbentuknya rivalitas Manchester United dan Leeds United.
Manchester United vs Leeds United pic.twitter.com/aXvwySPCUB
— Man Utd Collectors (@MUFCMemorabilia) July 19, 2025
Tahun 1923 menjadi pertemuan pertama kedua klub di sepak bola Inggris. Sejak perjumpaan perdana di Divisi Dua itu, The Red Devils dan The Peacock sudah beradu sebanyak 113 kali. Manchester masih unggul jauh dengan catatan 50 kemenangan, berbanding 29 kali untuk Leeds.
Khusus untuk Premier League, perlawanan antara kedua klub semakin terasa panas dengan sejumlah kepindahan pemain yang menyeberang. Dari Leeds, ada nama Alan Smith, Rio Ferdinand, hingga Eric Cantona yang membelot ke Manchester. Sementara dari United ada Daniel James yang pindah rumah ke Leeds pada 2021.
Setelah terakhir kali berjumpa pada musim 2022/23 menyusul terdegradasinya Leeds, kedua tim akan kembali adu jotos musim depan. United bersiap menang lagi dengan sejumlah nama baru seperti Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Sedangkan Leeds akan menyiapkan kejutan bersama taktik Daniel Farke.
Leeds United vs Chelsea
Laga yang ketiga ini masih melibatkan Leeds United. Usut punya usut, Leeds sebetulnya juga punya rivalitas berbalut dendam dengan Chelsea. Akar permasalahan dari dendam tersebut berawal dari letupan kekesalan warga Yorkshire, terutama Leeds terhadap kesenjangan sosial di Inggris.
Warga Leeds yang mayoritas buruh pabrik dan pekerja pertanian memandang sinis orang Cockney, sebutan untuk warga London Timur tempat Chelsea berada. Sebab, mereka kerap hidup mewah harta melimpah, sementara warga Leeds hidup di ambang garis kemiskinan. Inilah yang kemudian dibawa ke panggung sepak bola.
Setelah Chelsea dan Leeds United sama-sama terbentuk, keduanya pertama kali tatap muka di Divisi Dua musim 1927/28 yang berakhir dengan kemenangan telak Leeds. Kemenangan itu terus berlanjut, hingga Leeds kini unggul dengan 40 kemenangan, berbanding 38 milik Chelsea. Total keduanya sejauh ini sudah bertanding 108 kali.
🏆 1970 FA Cup Final: Leeds United vs Chelsea.
Peter Lorimer and Charlie Cooke walk off after the 2-2 draw. A proper old fashioned battle in both legs. 👊🏼 pic.twitter.com/9vOqcqVoDm
— The Extreme Football Enthusiast (@ExtremeFootbal4) January 21, 2025
Promosinya Leeds musim ini membuatnya kembali bertemu The Blues, sejak terakhir kali jumpa pada 2023. Sang merak dari Yorkshire memang masih unggul head to head, dan pasti mengincar kemenangan lainnya. Namun, mereka harus berhadapan dengan versi terbaru sang singa kebanggaan London barat yang kini bergelar raja dunia.
Burnley vs Leeds United
Kalau kalian kira pertandingan antar tim promosi Premier League musim depan biasa aja, di situ lo nggak nyampe fren. Sini Mimin kasih tahu. Laga antara Burnley vs Leeds United menyimpan jejak sejarah yang hampir mirip dengan pertemuan MU vs Leeds. Maksudnya, perkelahian kedua klub itu berkenaan dengan konflik antara Lancashire dan Yorkshire juga.
Burnley memang punya rivalitas yang lebih panas dengan Blackburn Rovers, tapi mereka yang berdomisili di East Lancashire juga punya bara api konflik dengan Leeds. Sudah pasti karena Leeds berasal dari West Yorkshire. Pertandingan resmi pertama kedua klub terjadi di Divisi Satu pada musim 1924/25.
LEEDS AND BURNLEY ARE PROMOTED! 🎉👏
Burnely’s 2-1 victory over Sheffield United tonight simultaneously confirms both theirs and Leeds’ status in the 2025/26 Premier League. ✅
Where do YOU reckon both clubs will finish next season? 👀🤔 pic.twitter.com/J6mZ7dtwGM
— talkSPORT (@talkSPORT) April 21, 2025
Berakhir imbang 1-1, pertemuan antara Burnley dan Leeds terus berlanjut hingga 66 kali. Rekor kemenangan masih dipegang oleh Leeds dengan 34 kali, berbanding 19 kali untuk Burnley. Di era Premier League, Burnley dan Leeds terakhir kali jumpa pada musim 2021/22. Terperosoknya The Clarets musim itu membuat perjumpaan di kasta tertinggi terputus.
Sampai akhirnya, kedua klub kompak comeback musim depan. Datang kembali Premier League dengan status pencetak 100 poin di Championship, Burnley dan Leeds sama-sama mempercantik skuadnya. Burnley pimpinan Scott Parker akan tampil berbeda dengan kedatangan Kyle Walker dan Jacob Bruun Larsen.
Sunderland vs Aston Villa
Laga tradisional terakhir yang kembali musim depan adalah Sunderland vs Aston Villa. Berbeda dari laga lain yang bersinggungan dengan konflik kedaerahan, laga ini merupakan pertemuan yang bernuansa nostalgia dari dua klub tradisional tersukses di Inggris. Fyi, The Black Cats dan The Villans adalah penguasa Inggris di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
🏴 Sunderland vs. Aston Villa (1895), by Thomas M.M. Hemy
One of the earliest paintings in the world depicting an association football match, it depicts a corner being taken. Thomas Hemy had a number of other notable football paintings ✍️
‘Sunderland v Aston Villa (1985)’… pic.twitter.com/3MdtW0JwmK
— Forgotten Football Clubs (@_forgottenfooty) November 10, 2023
Bersama Sheffield FC, Sunderland dan Villa adalah rival berat yang bersaing ketat memperebutkan gelar Liga dan Piala FA di era itu. Keduanya bertanding resmi pertama kali pada 1890 dan hingga kini sudah berjalan sebanyak 187 kali. Villa yang berbasis di West Midlands unggul dengan 89 kali menang, sementara Sunderland baru dapat 55 kali kemenangan.
Usai terakhir kali mentas di Premier League pada 2016 karena Villa terdegradasi, keduanya akan temu kangen lagi setelah hampir 10 tahun. Sunderland yang baru promosi, akan berhadapan dengan Villa yang semakin membaik bersama polesan Unai Emery. Well, dari kelima derby ini mana yang akan berlangsung sengit sepanjang musim depan, football lovers?
palatinate.org.uk, manutd.com, 90min.com, lancashiretelegraph.co.uk, rokerreport.sbnation.com


