Beranda blog Halaman 2

Hilang dari Skuad Real Madrid, Eduardo Camavinga Kemana?

0

Sesuatu yang hilang biasanya bikin geger. Dompet hilang, motor hilang, sampai kemanusiaan yang hilang. Nah, kalau ini bukan barang yang hilang, tapi Eduardo Camavinga, pemain Real Madrid. Saat Los Galacticos berjaya di awal musim. Ketika setiap pemain mulai menggoda hati Xabi Alonso, Camavinga seakan hilang ditelan bumi.

Memang, Camavinga tak sepenuhnya hilang. Kemarin, pemuda yang satu ini masuk di laga melawan Levante. Tapi hanya beberapa menit menginjak rumput. Tak sampai satu sebatan rokok. Para suporter tentu bingung. Ada apa dengan Camavinga? Mungkinkah pemain yang satu ini tak disukai oleh Xabi Alonso?

Cedera April 2025

Waktu ditangani Carlo Ancelotti, Eduardo Camavinga selalu kebagian jatah bermain. Ia selalu diandalkan Don Carlo. Bukan hanya sebagai gelandang, tapi terkadang juga turun ke belakang menjadi seorang full back. Total sang gelandang tampil 34 kali bersama Los Blancos musim lalu. Jumlah laga yang sebenarnya juga tidak bisa dibilang banyak. 

Sayangnya, mendekati akhir musim kemarin, Eduardo Camavinga dihantam cedera saat menghadapi Getafe, sekitar April 2025. Real Madrid lalu memberi pengumuman bahwa sang gelandang menderita cedera pangkal paha yang cukup serius. Otot tendon kiri di pahanya mengalami masalah. Dan kabar buruknya otot tersebut dikonfirmasi robek.

Camavinga terpaksa mengakhiri musim lebih cepat, karena pemulihan cedera otot yang robek tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kehilangan Camavinga saat itu menjadi pukulan telak bagi Los Merengues. Apalagi selang beberapa hari kemudian, Real Madrid harus melakoni final Copa del Rey menghadapi musuh bebuyutan, Barcelona.

Kita tahu akhir dari cerita itu. Real Madrid gagal memenangkan laga. Justru anak asuh Hansi Flick lah yang berhasil membawa pulang trofi Copa del Rey usai membungkam Los Galacticos lewat skor tipis 3-2.

Cedera Lagi Jelang Musim Baru

Musim itu Los Blancos tidak meraih gelar seperti Copa del Rey, Liga Champions, maupun La Liga. Namun, mereka meraih UEFA Super Cup dan FIFA Intercontinental Cup. Don Carlo lalu pergi, bernegosiasi dengan Federasi Sepak Bola Brasil untuk menjadi pelatih tim Samba berikutnya.

Sementara Real Madrid di sisi lain, sudah memesan Xabi Alonso. Bayer Leverkusen, tim yang dilatih Alonso, tak bisa mencegah pelatihnya itu pergi ke Santiago Bernabeu. Sang pelatih memiliki semacam klausul bahwa apabila ada mantan timnya ingin merekrutnya sebagai pelatih, Leverkusen harus melepasnya.

Xabi Alonso pun datang ke Real Madrid dan memimpin latihan jelang Piala Dunia Antarklub. Namun, Eduardo Camavinga tidak terlibat. Sang pemain masih dalam tahap pemulihan akibat cedera yang sudah menumpuk. Sepanjang musim lalu, eks pemain Rennes ternyata menabung cedera. Mulai dari otot, lutut, robekan otot aduktor, hingga hamstring.

Maka dari itu, kita tidak melihat Camavinga ambil bagian di Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Pemain Timnas Prancis itu baru bergabung ke latihan Real Madrid jelang musim dimulai.

Namun sebelum benar-benar terlibat latihan, Camavinga mengalami cedera engkel dan tak bisa ikut berlatih. Ia pada akhirnya tidak masuk ke daftar susunan pemain atau DSP saat Los Blancos melakoni laga pertama melawan Osasuna.

Absen Lagi di Laga Kedua

Setelah laga pertama La Liga itu, Camavinga juga masih belum kelihatan. Saat tim mempersiapkan diri untuk pertandingan kedua melawan Real Oviedo, Camavinga tidak terlihat di Valdebebas. Sang pemain tampaknya masih belum pulih betul dari cedera. Ini membuat semua pihak khawatir. Entah itu fans maupun Xabi Alonso sendiri.

Camavinga yang tak lekas sembuh dari cedera menimbulkan kecemasan di lini tengah. Apalagi Jude Bellingham juga mesti menjalani operasi bahu dan diperkirakan absen hingga Oktober. Sejak ditinggal Luka Modric ke AC Milan, opsi lini tengah Real Madrid pun menyusut.

Musim ini, tim mendatangkan pemain depan seperti Franco Mastantuono dan sejumlah pemain belakang seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras. Namun, Los Blancos tak punya gelandang baru. Ketika Camavinga dan Jude cedera, Alonso cuma bisa mengandalkan Dani Ceballos, Federico Valverde, hingga Aurelien Tchouameni sebagai gelandang tengah.

Alonso Butuh Camavinga, Tapi….

Menurut Xabi Alonso, Camavinga memiliki potensi yang besar. Sang pemain punya kualitas untuk bergabung ke proyek Alonso. Namun mantan pelatih Real Sociedad B itu cukup hati-hati dengan Camavinga yang, selama 12 bulan sudah mengalami lima kali cedera.

Alonso membuat rencana khusus untuk Camavinga. Sang pemain semula direncanakan bakal kembali ke skuad Real Madrid di pertandingan kompetitif, yaitu saat menghadapi Espanyol, 20 September lalu.

Sebelum laga melawan Espanyol, sang pemain dikabarkan sudah kembali ke Valdebebas. Hanya saja, Camavinga tidak berlatih secara tim, melainkan jalani latihan individu alias terpisah. Meski begitu, Xabi Alonso yakin tim medis akan mengizinkan Camavinga bermain di laga melawan Espanyol.

Tapi masalahnya bukan cuma apakah secara fisik Camavinga siap untuk merumput lagi, melainkan apakah sang gelandang kembali ke level tim utama setelah berminggu-minggu tidak merumput. Istilah lainnya match fitness atau tingkat kebugaran seorang pemain dalam olahraga beregu.

Apakah Eduardo Camavinga sudah memiliki match fitness yang cukup untuk diintegrasikan dengan tim? Xabi Alonso mengerti, mengembalikan match fitness bagi seorang pemain yang telah lama cedera dan absen tidak semudah memasak Indomie goreng pakai telur.

“Kami mesti merancang rencana khusus untuk Camavinga. Dia butuh pramusim yang memungkinkannya memulihkan ritme dan kepercayaan dirinya,” kata Xabi Alonso.

Menit demi Menit

Strateginya, menurut Alonso, Camavinga akan dibiarkan tetap berlatih secara individu. Namun juga sesekali dikombinasikan sesi latihan ke dalam tim. Alonso tidak akan memberi banyak menit bermain langsung buat Camavinga.

Kata Alonso, yang terpenting adalah bagaimana Camavinga tiba dalam kondisi terbaik untuk pertandingan-pertandingan penting, tanpa membahayakan pergelangan kakinya. Barangkali sebab itu kita seakan-akan tidak melihat Eduardo Camavinga di skuad Real Madrid.

Berbeda dengan Vinicius Junior yang kini sesekali dimainkan sejak menit awal, Camavinga selalu diparkir oleh Xabi Alonso. Mantan pemain Liverpool itu baru dua kali memainkan Camavinga, dan itu hanya berasal dari bangku cadangan. Di laga melawan Espanyol, 20 September lalu, Camavinga memang dimainkan, tapi cuma satu menit.

Kemarin, saat Real Madrid memberangus Levante 4-1, Camavinga hanya turun sebentar. Ia masuk di babak kedua ketika laga menyisakan delapan menit di waktu normal, atau kurang dari seperminuman kopi.

Menariknya, ketika Camavinga sedang dalam masa pemulihan dan pengembalian match fitness-nya, ini justru dilihat klub lain sebagai kesempatan. Kesempatan untuk apa? Kesempatan untuk membajaknya dari Real Madrid.

Diincar Klub Inggris

Klub-klub Inggris mulai melirik Eduardo Camavinga, seperti tukang kebun yang melihat mangga ranum di pagar tetangga: tangan gatal ingin memetik walau belum tentu diizinkan. Salah satu klub Inggris yang menunjukkan minatnya adalah Manchester United.

Kebutuhan akan gelandang tengah begitu mendesak buat United. Ruben Amorim tak bisa terus mengandalkan Bruno Fernandes untuk bermain agak ke belakang, karena itu sebenarnya mematikan kemampuan sang pemain. Menurut sejumlah laporan termasuk Caught Offside, United mengincar tambahan amunisi lini tengah, dan Camavinga masuk daftar prioritas.

Selain MU, Chelsea dan Newcastle United juga melihat situasi di mana Camavinga jarang dimainkan, sebagai kesempatan untuk membawanya ke Liga Inggris. Mengutip Caught Offside, Chelsea bahkan telah menyiapkan dana khusus untuk memboyong Camavinga. Sementara itu, mengutip Defensa Central, Newcastle sudah berani melakukan pendekatan.

The Magpies menenteng 40 juta euro dan 10 juta euro dalam bentuk bonus untuk menukarnya dengan Eduardo Camavinga. Akan tetapi, hingga narasi ini ditulis, Real Madrid belum sudi melepas gelandang yang pada November mendatang berusia 23 tahun itu.

Eduardo Camavinga memang jarang dimainkan. Tapi itu murni karena cedera. Xabi Alonso juga sudah menegaskan bahwa Camavinga adalah bagian penting dari skuad. Menjualnya, bukan opsi yang akan ditempuh oleh Xabi Alonso. Sekarang, para fans tinggal menunggu comeback-nya Eduardo Camavinga, dan Real Madrid akan makin sulit buat dikalahkan.

Sumber: Madrid-Barcelona, YahooSports, ManagingMadrid, RealMadridConfidencial, Catalunyadiari, beinSPORTS, Jurnas, Fichajes, DefensaCentral, ESPN, Football5Star

https://youtu.be/dqSHGp7ys-U?si=MHQIM6o2zun1rHyV

Ousmane Dembele: Bukti Menikah Bukan Masalah, Tapi Bawa Rezeki

0

Orang sekarang bilang, menikah bikin rambut cepat putih, dompet mengering seperti sungai di musim kemarau. Menikah dianggap tak membahagiakan. Menikah justru bak pemerintah: merepotkan dan kalau memang tidak perlu, lebih baik tidak usah. Tapi Ousmane Dembele mendobrak anggapan tersebut.

Saat Gen Z lain takut menikah karena itu membawa masalah, Dembele menjadi bukti bahwa firman Allah Swt. dalam Surah An-Nur ayat 32 benar belaka. Lihat saja, pemain yang lahir di kawasan kecil di tepi Sungai Seine bernama Vernon ini meraih Ballon d’Or setelah mengikat janji suci pernikahan.

Dembele bahkan melampaui Kylian Mbappe berkat penghargaan tersebut. Bagaimana pemain Timnas Prancis ini menghancurkan kredo “marry is scary” dan mengubahnya menjadi “marry is happy”?

2017-2019, Talenta Menjanjikan yang Dibeli Barcelona

Kita mundur sejenak buat melongok lagi saat Dembele pertama kali tiba di Barcelona pada 2017. Klub Catalan itu mengeluarkan tak kurang dari 105 juta euro untuk mengangkut Dembele. Angka yang turut melahirkan harapan besar sekaligus beban baginya.

Berganti dari balutan kuning ke seragam biru-merah khas Barcelona, Dembele sadar dia sekarang bermain di klub yang lebih besar. Kelindan dengan itu, fans Blaugrana turut menaruh harapan tinggi padanya. Pada mulanya, harapan itu tidak keliru.

Dembele mencetak asis di laga pertamanya melawan Espanyol. Lalu sorak-sorai yang menyebut namanya pun terdengar. Sejumlah media tanpa tedeng aling-aling melabelinya The Next Neymar. Label yang tak diinginkan oleh Dembele itu sendiri. Musim 2017/18, Dembele memang memberi pengaruh.

Pemain yang saat itu masih 20 tahun mencetak empat gol dalam 24 laga. Gelar Copa del Rey dan La Liga pun didapatkannya. Pada musim selanjutnya, Dembele kembali meraih gelar La Liga. Kali ini dikawinkan dengan gelar Piala Super Spanyol. Ia menyelesaikan musim dengan 14 gol.

2019-2021, Periode Sering Cedera

Akan tetapi, Dembele seperti bertemu tembok IKN yang menghalangi laju kariernya saat musim berganti. Hamstring kirinya cedera di pembukaan musim 2019/20. Dembele terpaksa menepi selama lima pekan. Dembele lalu kembali, mencetak gol ke gawang Sevilla pada 6 Oktober musim itu.

Tapi usai itu, Dembele ternyata tidak disenangi oleh penggemar Blaugrana. Marca melaporkan, kelakuan Dembele yang sering begadang bermain video gim, membuat banyak orang resah. Dembele beberapa kali kesiangan dan melewatkan tes medis yang dijadwalkan klub. Tidak mengherankan bila cedera yang jadi kawan.

Tak lama setelah pulih dari cedera pertama, giliran pahanya yang kena. Dembele pun absen selama 10 minggu. Februari 2020, Dembele kembali berlatih, tapi cedera hamstringnya kambuh, dan untuk yang kedua ini, sangat serius. Kenapa? Karena cedera itu mengakhiri musimnya lebih cepat.

Dembele merumput lagi pada musim baru, tepatnya 27 September 2020 melawan Villarreal. Ia masuk sebagai pemain pengganti. Pada 20 Oktober, Dembele menceploskan bola ke gawang Ferencvaros. Tapi di bawah Ronald Koeman, Barcelona musim itu cuma bisa meraih gelar Copa del Rey.

Sementara nahas bagi Dembele. Cedera yang telah jadi “teman ngobrol” itu datang lagi. Untuk kesekian kalinya Dembele diterpa cedera hamstring. Kali ini sewaktu tidak membela Barcelona, melainkan Les Bleus di Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021.

Cedera tersebut sampai membawanya ke Turku, Finlandia, untuk operasi. Dembele pun hilang dari peredaran setelah EURO 2020. Namun saat namanya lenyap, ada kabar membahagiakan datang. Kalian pasti tahu kabar apa itu.

Menikah pada Desember 2021

Ya, Dembele rabi. Pada Desember 2021, diam-diam Dembele melangsungkan pernikahan di Maroko. Ia mempersunting Rima Edbouche, muslimah yang juga orang Prancis namun keturunan Maroko. Dembele dan Edbouche menikah dengan cara-cara tradisional Maroko.

Ini bukan pernikahan seperti di banyak drama Korea, di mana seorang pria kaya menikahi gadis miskin namun cantik. Istri Dembele bukan orang sembarangan. Rima Edbouche seorang influencer dan tiktoker. Pengikutnya di aplikasi yang sering disebut “kandang monyet” itu menyentuh 300 ribu lebih.

Perempuan kelahiran 1999 ini dikenal sebagai influencer khusus busana muslim. Beberapa teman Dembele sebetulnya banyak yang menghadiri pesta pernikahan tersebut, termasuk Dayot Upamecano. Namun tidak ada satu pun pemain Barcelona. Tidak di resepsi, tidak pula di walimatul ursy.

Gacor Setelah Menikah

Kira-kira seminggu setelah menikah, Dembele kembali ke Barcelona. Konon para pemain Barcelona kaget mendengar Dembele menikah. Coba bayangin, ada teman kamu yang menikah tapi nggak ngirim undangan. Nah, kira-kira begitu perasaan punggawa Barcelona. Tapi kita nggak akan bahas lebih lanjut. Biarlah itu urusan Dembele dan rekannya di Barcelona.

Barca toh ketiban untung. Delapan laga dilakoni Dembele setelah menikah, dan dia berhasil mencetak tujuh asis dan satu gol. Performanya cenderung stabil pada musim 2021/22. Dembele bahkan tak lagi cedera. Justru pria kelahiran 1997 ini menyelesaikan musim tersebut sebagai playmaker teratas dengan 13 asis.

Pertanyaan pun muncul. Apa pengaruhnya pernikahan dengan performa di lapangan? Ternyata sebelum gacor lagi di atas lapangan, Dembele lebih dulu gacor di atas ranjang. Tak berapa lama menikah dengan Rima Edbouche, Dembele dikaruniai seorang putri. Segalanya pun berubah setelah Dembele menjadi seorang bapak.

Mathieu Bodmer, mantan pemain PSG yang dekat dengannya bilang, ada perubahan dalam gaya hidup Dembele. Sang pemain mulai sadar akan pentingnya nutrisi dan gizi. Dembele juga mempekerjakan seorang fisioterapis pribadi yang sering memberinya perawatan untuk mencegah cedera.

Menjadi seorang bapak membuka mata dan hati Dembele. Ia mulai hidup sehat dan mempertahankannya. Dembele tak lagi begadang. Ia tak lagi main gim hingga larut malam. Kehadiran sang istri juga rupanya turut memengaruhi kedisiplinannya.

Jika sebelumnya Dembele kerap datang terlambat saat latihan, setelah menikah, dia datang lebih dulu. Malahan saat berlibur, daripada menghabiskan waktu untuk yang tidak penting, Dembele mengisinya dengan latihan. Sayangnya, saat Dembele siap bertarung lagi, Barcelona menjadikannya obat penyakit finansial.

Pergi ke PSG

Padahal Dembele, di sisi lain, ingin bertahan. Ia suka dengan kota itu, terasa nyaman dan personal. Dembele juga menyukai pelatih Xavi Hernandez yang memberinya kepercayaan. Dembele pun sebenarnya diberikan kontrak baru. Namun, kontrak itu tidak seperti upaya untuk membuatnya bertahan, melainkan justru upaya untuk mengusirnya secara halus.

Barcelona tak mau menjamin menit bermain. Sesuatu yang pada akhirnya membuat Dembele memutus kontrak dengan Barcelona. Paris Saint-Germain lalu datang membawa 50,4 juta euro untuk menukarnya dengan Ousmane Dembele. Blaugrana yang belepotan finansial, tergiur menerima tawaran itu.

Pemain yang berjuluk Si Nyamuk ini sepakat bergabung ke PSG. Paris adalah kota gemerlap, berbeda dengan Barcelona. Dan di kota yang romantis ini, Dembele bersinar. Luis Enrique yang sudah mengaguminya kala masih di Barcelona, menjadikan Dembele kelinci percobaan.

Enrique ingin memakai skema false nine saat tiba di Paris, hanya saja tidak tahu siapa orangnya. Dan ketika melihat Dembele, dan Enrique yakin sudah menemukan orangnya. Mengisi peran false nine, Dembele merespons dengan mencetak 27 gol dalam 22 pertandingan di musim dingin 2023/24 serta awal musim semi 2024/25.

Enrique pun mengasuh Dembele seperti merawat keponakan sendiri. Sang pemain kian tajam. Dulu di Barcelona, bahkan Dortmund, Dembele seperti lampu yang sebentar nyala, sebentar redup. Tetapi bersama Les Parisiens, sinar Dembele stabil. Seperti menemukan colokan yang pas, arusnya mengalir tanpa tersendat.

Dembele turut mengembalikan senyum Nasser Al-Khelaifi karena membantu timnya menjuarai Liga Champions. Trofi ini membuat PSG sejajar dengan tim-tim lain yang pernah meraih treble.

Nasser juga tak perlu merutuki Real Madrid lagi siang-malam karena kini, setelah meraih treble, timnya berada di atas Los Galacticos. Dembele juga bikin bos PSG itu tersenyum usai Ronaldinho yang tampil bak aktor Hollywood, menyebut namanya di panggung Ballon d’Or.

Akhir kata, jika Mark Zuckerberg punya Priscilla Chan di sampingnya, Emmanuel Macron punya Brigitte, dan Jokowi punya Iriana, Dembele adalah pria sukses lain yang memiliki perempuan hebat di sampingnya bernama Rima Edbouche.

Sumber: TheAthletic, AthlonSports, Marca, Forbes, Tribuna, MundoDeportivo, MoroccoWorldNews, BBC

Kenapa Spanyol Tak Pernah Keluar dari 10 Besar FIFA?

0

Kalau ada negara yang hobinya nongkrong di peringkat 10 besar FIFA, negara itu adalah Spanyol. Kemarin saja, mereka bukan hanya nangkring di 10 besar, tapi ngetem di posisi teratas untuk pertama kalinya setelah 11 tahun lamanya. Padahal jika kita telisik lagi, Spanyol nggak selalu juara.

Misal saja di Piala Dunia 2022, La Furia Roja tak membawa pulang trofi. Nah, yang jadi pertanyaan, kenapa Spanyol tidak pernah terdepak dari 10 besar FIFA padahal tidak selalu juara? Apa rahasianya?

Atau, justru timnas yang identik dengan warna merah itu sebetulnya pernah terlempar dari 10 besar FIFA? Mari kita bongkar, siapa tahu ada yang bisa ditiru selain gaya rambut Lamine Yamal.

Pernah Turun dari 10 Besar FIFA

Ranking FIFA pertama kali diperkenalkan pada Desember 1992. Setahun berselang, Tim Matador sudah menduduki peringkat lima. Artinya, pada Desember 1993 lah Spanyol untuk pertama kalinya berada di 10 besar. Namun, setahun sebelum EURO 2008, peringkat Spanyol melorot ke posisi 12.

Gelar Piala Eropa yang diraih anak asuh Luis Aragones di 2008 akhirnya menaikkan posisi Spanyol. Malahan terus naik hingga bertahan di 10 besar. Akan tetapi, setelah Piala Dunia 2014, ranking Spanyol justru merosot. Pada Maret 2015, La Furia Roja keluar dari peringkat 10 besar dunia.

Pada waktu itu Spanyol turun di posisi 11, sementara peringkat 10 diambil alih Italia. Yang jadi pertanyaan, kenapa peringkat Spanyol turun?

Gagal Total di Piala Dunia 2014

Alasan pertama karena apa yang terjadi di Piala Dunia 2014. Bisa dibilang Piala Dunia di Brasil adalah salah satu Piala Dunia terburuk La Furia Roja. Kenapa? Karena Spanyol bahkan tidak lolos dari fase grup. Kala itu, Spanyol satu grup dengan Belanda, tim yang mereka kalahkan di edisi sebelumnya.

Selain Belanda, ada Chile dan Australia. Wakil Amerika Selatan dan wakil Asia itu seharusnya menjadi lawan yang mudah bagi La Furia Roja. Tapi Spanyol yang masih dilatih Vicente del Bosque justru bertekuk lutut atas wakil Amerika Selatan. Chile mengalahkan Spanyol dengan skor 2-0 di hadapan penonton yang memadati Maracana.

Sedangkan, Belanda yang tak lagi dilatih Bert van Marwijk malah melakukan sebenar-benarnya balas dendam pada Spanyol. Sakit hati terbalas tuntas setelah di fase grup menghajar Spanyol 5-1. Ya, 5-1 dan satu-satunya gol yang dicetak Spanyol berasal dari titik putih.

Spanyol cuma bisa menang dari Australia. Ini sekaligus Piala Dunia terburuk Spanyol sejak 1998. Tapi apa cuma karena hasil mengecewakan di Brasil yang membuat La Furia Roja melorot rankingnya?

Poin Kadaluwarsa dan Generasi yang Habis

Tidak. Spanyol sebenarnya mendapat banyak poin setelah menjuarai Piala Dunia 2010. Namun, poin yang didapat saat itu kadaluwarsa. Jadi tidak bisa ikut dihitung dengan perolehan poin yang didapatkan setelah itu. Benar, poin FIFA ada masa kadaluwarsanya, yaitu empat tahun.

Sistem poin FIFA sebelum 2018 akan berkurang secara bertahap tiap bulannya. Kalau baru setahun poin yang didapat masih bisa digunakan sepenuhnya. Namun, jika sudah 12 hingga 24 bulan sejak poin didapatkan, bobot poin akan berkurang 50%. Kemudian bobotnya berkurang lagi 30% jika sudah melewati 24 sampai 36 bulan .

Lalu berkurang lagi hanya 20% persen yang dipakai setelah 36 hingga 48 bulan. Ini juga berlaku bukan hanya poin yang didapat di Piala Dunia, melainkan semuanya. Maka dari itu, walaupun Spanyol menjuarai EURO 2012, bobot poin terus berkurang sampai membuat Spanyol terdepak dari 10 besar pada Maret 2015.

Selain poin yang lenyap, generasi Timnas Spanyol saat itu juga mulai dimakan zaman. Para pemain andalan di Piala Dunia 2010 dan EURO 2012 perlahan kehabisan tenaga. Para gelandang seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, maupun Xabi Alonso mengalami penurunan performa.

Itu ditambah gaya main tiki-taka yang sudah ditemukan obatnya. Louis van Gaal yang dikenal oportunis dan suka bermain lebih direct berhasil menewaskan strategi tiki-taka Del Bosque di Piala Dunia 2014. Akan tetapi, Spanyol sanggup kembali ke 10 besar persis sebulan setelah merosot ke posisi 11.

Kembali ke 10 Besar

Hal itu karena negara-negara lain di atasnya mengalami dekadensi. Setelah masuk 10 besar kembali, Spanyol tak lagi turun dari sana. Bahkan hingga narasi ini ditulis. Artinya 10 tahun atau satu dekade Spanyol tidak pernah keluar dari 10 besar pemeringkatan FIFA. Dan tampaknya itu akan bertahan hingga 10 tahun lagi. Lalu pertanyaannya, kok bisa?

Setelah keruntuhan di Piala Dunia 2014, Spanyol coba menstabilkan tim. La Furia Roja tidak cuma mengandalkan pemain-pemain yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan EURO 2012. Para pemain lawas seperti Sergio Ramos hingga Andres Iniesta dielaborasi dengan sejumlah nama baru. Ketika memasuki turnamen akbar seperti EURO 2016, nama-nama baru ikut muncul.

Spanyol bahkan tidak lagi mengandalkan Iker Casillas di mulut gawang karena ada penerusnya, yaitu David de Gea. Sejak gabung Manchester United pada 2011, penampilan De Gea terus menanjak, termasuk mampu menjuarai Liga Inggris musim 2012/13. Hal itu membuatnya bisa menggeser posisi Casillas.

Sementara di lini depan tidak ada lagi nama David Villa atau Fernando Torres. Keduanya digantikan sosok yang lebih mudah seperti Alvaro Morata. Namun, ini bukan hanya soal regenerasi. Di sejumlah turnamen, Spanyol juga kembali ke shiratal mustaqim, jalan yang lurus. Dan yang paling penting: konsisten. Apa buktinya?

Tak Pernah Absen di Turnamen Besar

Spanyol selalu mengumpulkan banyak poin FIFA dari turnamen besar, bahkan sejak babak kualifikasi. Ambil contoh di Piala Eropa 2016. Spanyol yang satu grup dengan Slovakia, Ukraina, Belarus, Luksemburg, dan Makedonia Utara tampil mengagumkan. Mereka mengumpulkan 9 kemenangan dan cuma kalah sekali.

Spanyol lalu melaju ke putaran final dan lolos ke 16 besar, sebelum kalah dari Italia. La Furia Roja memang kalah dari Gli Azzurri di partai tersebut, namun soal konsistensi ikut turnamen besar, Spanyol unggul. Spanyol tak pernah absen di Piala Dunia 2018, EURO 2020, hingga Piala Dunia 2022.

Sementara Italia tidak. Gli Azzurri absen di dua Piala Dunia beruntun, edisi 2018 dan 2022. Bukan hanya dari Italia, Spanyol juga lebih baik dari Belanda yang gagal ke Piala Dunia 2018 dan tak main di EURO 2016. Di edisi itu, Belanda tidak lolos, justru yang lolos adalah Islandia, tim yang memberi kejutan karena bisa sampai ke perempat final.

Jadi boleh dibilang dengan tampil maksimal sejak kualifikasi, Spanyol cukup cerdik mendulang poin FIFA. Poin FIFA di babak kualifikasi turnamen besar seperti EURO maupun Piala Dunia bobotnya lebih besar dari sekadar pertandingan persahabatan. Ditambah sejak 2018, tidak ada penghapusan poin karena FIFA menerapkan sistem Elo.

Mereka juga tidak cuma melaju ke putaran final, tapi konsisten lolos ke babak gugur. Misalnya, di Piala Dunia 2018 dan 2022, Spanyol sukses ke 16 besar. Di Kejuaraan Eropa 2016, Spanyol ke 16 besar, empat tahun setelahnya lolos ke semifinal. Malahan pada edisi 2024, Spanyol meraih gelar EURO keempatnya.

Spanyol Adalah Sumur Bakat

Kenapa Mimin yakin Spanyol akan tetap berada di 10 besar bahkan hingga 10 tahun lagi? Jawabannya karena regenerasi. Spanyol itu sumur bakat yang kapan pun bisa ditimba. Tengoklah kerangka tim ini sekarang yang hampir mirip dengan kekuatan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010.

Ada Martin Zubimendi yang dianggap sebagai The Next Sergio Busquets. Pedro Gonzalez Lopez yang mirip Andres Iniesta. Pedri bukan dari La Masia tapi bermain seperti jebolan La Masia. Mantan pemain Timnas Spanyol, Vicente Engonga malah menyebut Pedri bisa lebih baik dari Iniesta.

Tentu kita juga tak boleh lupa pada Lamine Yamal. Mas Kipli yang bikin Nicki Nicole lupa diri. Yamal ini secara gaya bermain justru mirip Messi atau Neymar. Yamal mengandalkan bakat alami yang itu, bisa bikin pemain lawan patah pinggang. Bola bisa lengket betul kalau sudah di kaki Yamal.

Selain pemain yang beregenerasi, taktik Spanyol juga kian berkembang. Tiki-taka dan penguasaan bola tak ditinggalkan, namun ditambah berbagai sentuhan variatif. Di tangan Luis de La Fuente, Spanyol bermain lebih agresif dengan tekanan dan intensitas yang tinggi. Strategi yang mengantarkan Spanyol ke gelar UEFA Nations League 2023 dan EURO 2024.

Sumber: ESPN, TBSNews, SpanishProFootball, APNews, YahooSports, FIFA, Fox29

https://youtu.be/4D-x8n7711M?si=xUEig7nwGyRmpRJN

KEJAMNYA MOURINHO! Menyingkirkan Dokter Wanita Justru Setelah Merawat Hazard

0

Pekerjaan dokter adalah merawat orang, bukan menanam padi. Tapi coba kamu bayangkan ada seorang dokter yang kehilangan pekerjaannya justru setelah merawat seseorang. Hah, kok bisa? Itu terjadi di dunia sepak bola, dan melibatkan pelatih baru Benfica, Jose Mourinho.

Tak berapa lama setelah membawa Chelsea juara Liga Inggris di periode keduanya, Mourinho menyingkirkan seorang dokter wanita. Bukan karena sebuah kesalahan. Bukan pula karena malpraktek. Tapi justru karena sang dokter merawat Eden Hazard yang merintih kesakitan di atas lapangan.

Bagaimana Mourinho sanggup bertindak kejam semacam itu? Mungkinkah ini karena sang dokter adalah seorang perempuan?

Eva Carneiro Gabung Chelsea 2009

Eva Carneiro, dokter kelahiran Gibraltar bergabung ke Chelsea pada 2009. Tapi baru diangkat jadi dokter tim utama pada 2011. Manajer The Blues saat itu, Andre Villas-Boas yang memintanya bergabung ke tim utama. Ini kesempatan emas yang jelas hanya orang bodoh yang menyia-nyiakannya.

Sejak saat itu, Eva menetap di tim utama. Ia menjadi saksi hidup saat Chelsea bergonta-ganti pelatih dari Villas-Boas, Roberto Di Matteo, Rafael Benitez, hingga Jose Mourinho. Dengan kata lain sang dokter terlibat dalam ketika The Blues merengkuh gelar Liga Champions pertama.

Namun, kenyamanan itu tak bertahan lama. Bekerja di tim sepak bola besar sebagai seorang perempuan, Eva dipaksa untuk menjaga diri berbagai ancaman, termasuk pelecehan. Sebentar, memangnya Eva Carneiro pernah mengalami itu?

Pelecehan pada Eva Carneiro

Pada 2015, Eva Carneiro menjadi sasaran nyanyian seksisme oleh pendukung Arsenal, Manchester United, dan Manchester City. Hal ini menunjukkan betapa sepak bola di negara seperti Inggris sekalipun, masih belum aman bagi pekerja perempuan. Menyusul pelecehan verbal yang tak berhenti yang mengarah ke Eva, Chelsea lalu meminta penggemar tim Inggris tak melakukannya lagi.

Anggota parlemen kala itu, Helen Grant juga menuntut agar pelecehan semacam itu segera diberantas. FA Inggris juga berjanji akan menindak pelecehan yang ditujukan kepada Eva Carneiro. Namun kelompok Women in Football menilai otoritas sepak bola lambat merespons.

Di sisi lain para penggemar yang melihat perilaku seksisme juga tidak berani melapor. Survei menyebut bahwa 89% penggemar sepak bola di Inggris mengatakan bahwa mereka sering melihat perilaku seksisme, tetapi tidak melaporkannya karena khawatir tidak ditanggapi serius.

Soal maraknya kasus pelecehan terhadap perempuan pada akhirnya terus berlanjut di sepak bola Inggris. Kali ini bukan hanya penggemar. Jose Mourinho juga diduga ikut melakukan pelecehan terhadap Eva Carneiro. Benarkah?

Kejadian Eden Hazard

Pelatih kelahiran Setubal, Portugal itu datang lagi ke Chelsea pada 2013. Ini adalah periode keduanya menukangi The Pensioners. Jose Mourinho membawa Chelsea juara Liga Inggris lagi di periode keduanya itu. Gelar di musim 2014/15 adalah trofi Liga Inggris ketiga yang diberikan Mourinho buat Chelsea.

Musim itu, Chelsea juga menggondol Piala Liga. Hubungan Mourinho dan Eva Carneiro baik-baik saja sepanjang musim tersebut. Bau anyir baru tercium setelah musim rampung. The Special One menandatangani kontrak baru di Chelsea pada musim 2015/16. Melihat detail kontraknya saat itu, Mourinho bisa bertahan selama empat tahun di Chelsea.

Musim baru dimulai, Mourinho sudah menciptakan masalah yang tak perlu. Mari simak baik-baik ceritanya.

Chelsea menghadapi Swansea City di laga pertama Liga Inggris musim itu. Pada babak kedua, Chelsea kehilangan Thibaut Courtois yang dikartu merah. Menurut Bung Jose, kartu merah Courtois mengubah jalannya pertandingan. Chelsea terpaksa bermain dengan 10 pemain, dan berarti cuma 9 pemain outfield (di luar kiper).

Di situasi itu, Eden Hazard cedera. Hazard merintih kesakitan di menit-menit akhir. Eva dan kepala fisioterapis, Jon Fearn bergegas ke lapangan untuk merawat Hazard. Tapi tindakan ini bikin Mourinho kesal. Mou berpikir cedera Hazard tak serius, jadi tak perlu ditangani petugas medis.

Dengan masuknya petugas medis, Hazard mesti ditarik keluar untuk sementara, membuat Chelsea hanya bermain dengan sembilan pemain, atau delapan pemain outfield saja. Mourinho yang berhasrat memenangkan pertandingan, geram. Sebab, Chelsea akhirnya cuma meraih hasil imbang.

Pelecehan Mourinho Terhadap Eva Carneiro

Setelah merawat Hazard, Mourinho memaki tenaga medisnya, termasuk Eva Carneiro. Tapi sang petugas kesehatan merasa telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Dalam Law of The Game, petugas medis dilarang memasuki lapangan tanpa seizin wasit. Nah, kala itu bahkan dua kali wasit Michael Oliver memanggil Eva dan Fearn untuk merawat Hazard.

Tapi Mourinho tak peduli. Ia hanya meyakini apa yang ada di pikirannya. Sang pelatih tak berhenti memarahi Eva Carneiro. Malahan, lebih dari itu, Mourinho diduga sampai melakukan pelecehan verbal pada Eva. Mourinho mengumpat dengan menyebut dokter perempuan itu “anak pelacur” menggunakan bahasa Portugis.

Kalau kita flashback ke belakang, ini bukan kali pertama Mourinho melempar umpatan “anak pelacur” di sebuah pertandingan. Pada 2007, ia pernah melakukan hal serupa pada wasit pertandingan, Mike Riley. Lalu, apa yang terjadi berikutnya pada Eva?

Dokter perempuan itu juga kepala fisioterapis tak dilibatkan pada pertandingan Chelsea berikutnya. Tak berapa lama, tenaga medis asal Gibraltar itu mengundurkan diri. Namun, Eva tak lari begitu saja. Ia fight back, menyeret Chelsea dan Jose Mourinho ke meja hijau.

Penyelidikan Terhadap Mourinho, Tapi Dia Dibebaskan

Dugaan pelecehan verbal yang dilakukan Mourinho terhadap Eva Carneiro dilaporkan ke FA Inggris. Tapi Mourinho membantah melakukan seksisme terhadap Eva Carneiro. Menurutnya perkataan filho de puta yang dalam bahasa Indonesia berarti “anak pelacur” yang dilontarkan tidak termasuk merendahkan sang dokter sebagai seorang perempuan.

Setelah berkonsultasi pada ahli bahasa Portugis, FA membebaskan Jose Mourinho dari sangkaan. FA berdalih tidak ada bukti dari rekaman yang menunjukkan Mourinho melakukan tindakan yang seperti dituduhkan padanya. Keputusan ini pun bikin geger.

Banyak pihak mengkritik keputusan itu, tak terkecuali orang yang berada di dalam FA Inggris itu sendiri. Asosiasi Medis FA Inggris misalnya, menyatakan kekecewaan atas keputusan itu. Heather Rabbatts, satu-satunya anggota dewan perempuan di FA mempertanyakan keputusan federasinya tersebut.

Ia mempertanyakan, bagaimana mungkin para pemain dilindungi jika dukungan bagi medis saja terganggu? Kelompok Woman in Football juga yakin Mourinho telah melakukan tindakan pelecehan terhadap Eva Carneiro, setelah berkonsultasi dengan ahli bahasa.

Tapi itu semua tidak mempengaruhi keputusan. Mourinho tetap bebas. Namun, tanpa perlu menunggu lama, Mourinho kena karma. Beberapa bulan setelahnya, Chelsea memecat Mourinho setelah serangkaian hasil buruk. Lantas, bagaimana soal kasus Eva Carneiro dengan Chelsea?

Menuntut Chelsea

Pada Oktober 2015, bersama pengacaranya, Eva Carneiro menyeret Chelsea ke meja hijau. Ia menuntut Chelsea karena diperlakukan tidak layak dengan disingkirkan begitu saja, padahal telah melakukan pekerjaan sesuai aturan. Chelsea menawarkan untuk memberi uang damai 1,2 juta poundsterling atau sekitar Rp23 miliar kala itu.

Tapi perempuan tangguh yang satu ini menolak. Chelsea mesti bertanggung jawab. Singkat cerita, permasalahan dengan Chelsea ujungnya bisa diselesaikan melalui sidang tertutup. The Blues mengakui kesalahannya dan meminta maaf tanpa syarat atas penderitaan yang dialami Eva Carneiro dan keluarganya.

Chelsea mengakui bahwa Eva Carneiro telah melakukan tindakan yang tepat dengan merawat Hazard. Ini mungkin sekadar permintaan maaf. Tapi permintaan maaf dari Chelsea ini penting untuk memulihkan reputasi sang dokter yang sempat dirusak ketika insiden Hazard.

Dokumen-dokumen yang diserahkan ke urusan hukum ketenagakerjaan, mengungkapkan bahwa Chelsea bukan hanya menawari uang damai, tapi juga meminta sang dokter kembali ke tim utama. Namun Eva menolak, kecuali Chelsea menaikkan gajinya 40% menjadi 400 ribu poundsterling per tahun.

Menurut Eva, kenaikan gaji ini wajar karena dirinya sudah berkontribusi pada kesuksesan tim. Tapi Chelsea sepertinya enggan memenuhi tuntutan gaji. Eva pun angkat kaki.

Setelah itu Eva Carneiro tidak lagi menjadi dokter tim sepak bola. Sempat mengoperasikan klinik khusus olahraga bernama Harley Street di pusat kota London, Eva sekarang salah satu pemilik klub semi profesional bernama Lewes FC yang berbasis di Sussex Timur, Inggris Tenggara.

Sumber: CNN, BBC, TheGuardian, BBC, Independent, Goal

https://youtu.be/n70fBvDOzWE?si=411A6TA77qZma0Tv

MU BIKIN MUAK! Bruno Fernandes Siap Minggat?

0

Bau busuk menguar dari Old Trafford. Bangkainya belum kelihatan, tapi siapa pun tahu, sekarang ini, sedikit pemain yang layak dicintai oleh fans Manchester United dengan waktu yang lama. Dari yang sedikit itu, Bruno Fernandes salah satunya. Namun, bagaimana jika Bruno pergi?

Bagaimana jika Bruno Fernandes tiba-tiba tak betah di Manchester United, lalu sepakat untuk keluar dan tak akan pernah kembali? Bagaimana jika Bruno sudah kepalang pusing dengan Manchester United karena tak kunjung sembuh dari penyakit?

Berita buruknya, pertanyaan “bagaimana jika” sebenarnya tak lagi tepat dipakai. Sebab, Bruno Fernandes sudah frustrasi pada Manchester United. Apakah dia benar-benar akan keluar? Itu tinggal menunggu waktu. Pertanyaannya, apakah fans siap ditinggal salah satu pemain terbaik peninggalan Ole Gunnar Solskjaer?

Hampir Keluar di Awal Musim

Bruno Fernandes hampir keluar di awal musim ini. Tawaran dari berbagai klub datang bagai angin musim semi. Yang paling getol dari klub-klub Arab Saudi. Klub-klub dari negara penghasil sahabat nabi dan para tabi’-tabi’in ini menyodorkan kontrak fantastis, tepat sebelum musim kompetisi yang baru dimulai.

Mengutip The Athletic, tawaran menggiurkan itu tidak tertahan di DC Cakung, melainkan beneran sampai ke telinga agen Bruno Fernandes. Mereka ditelepon langsung pihak Arab Saudi. Sang agen tertarik dan memutuskan terbang ke Arab Saudi. Bukan untuk umroh, tapi menindaklanjuti negosiasi yang semula melalui panggilan telepon.

Tidak disebutkan siapa klub yang dimaksud. Telik sandi yang dikirim Starting Eleven Story juga tak mampu melacak siapa yang menghubungi agen Bruno Fernandes. Sang peminat juga tak ingin identitasnya dibocorkan. Jadi, kita sebut saja hamba Allah.

Nah, hamba Allah ini mengajukan proposal yang isinya, Bruno Fernandes akan memperoleh gaji bersih senilai 25 juta euro per tahun atau sekitar 487 miliar rupiah. Ini tiga kali lipat lebih banyak dari gaji yang diterimanya selama berseragam Manchester United. Selain nominal gaji, proposal tersebut juga berisi durasi kontrak, yakni empat tahun.

Selain dari hamba Allah, tawaran juga datang dari Al-Hilal, klub yang diperkuat Yasin Tahlil, eh bukan, maksudnya Yassine Bounou. Al-Hilal mengajukan tawaran senilai lebih dari 92 juta euro untuk membeli Bruno. Jadi, agen Bruno terbang ke Saudi itu ternyata bukan hanya untuk satu tawaran, tapi lebih. Ini namanya sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Katakan Tidak, by Afgan Syahreza

Berbekal tawaran-tawaran menggiurkan tadi, sang agen lalu menemui Bruno Fernandes, dan bilang, “Bro, daripada ente di sini nggak maju-maju, mending ke Arab Saudi gimana?” Sang agen juga menunjukkan angka-angka fantastis yang siapa pun pasti akan tergiur. “Lumayan, gajinya lebih gede daripada di sini. Lagi pula ente bisa sekalian ke Makkah, masa nggak mau?”

Tapi Bruno Fernandes justru teringat lagunya Afgan Syahreza. Dia memutuskan untuk katakan tidak. Tidak untuk hamba Allah yang menawarinya gaji 487 miliar rupiah per tahun, tidak pula untuk tawaran Al-Hilal. Ia tidak mau berselingkuh. Bruno tidak punya keinginan menduakan Manchester United. Sekali MU, tetap MU, demikian Bruno berteriak di dalam hatinya.

Bruno bilang, dirinya bahagia di Manchester United. Pemain asal Portugal ini baru akan pergi jika Setan Merah sendiri yang memintanya angkat kaki. Bruno bahkan dengan pedenya bilang, United tidak akan menyingkirkannya. Apalagi, katanya, ia adalah kapten tim. Di sisi lain, tidak terbesit sedikit pun di hati dan pikiran Ruben Amorim untuk mengusir Bruno Fernandes.

Persiapan musim baru pun berjalan dengan mulus, walau kekhawatiran tetap tertanam di Manchester United. Semuanya kelihatan bakal berjalan baik-baik saja. Manchester United menjuarai Premier League Summer Series. Bruno Fernandes senang bisa mengangkat trofi itu.

Ia tersenyum. Kebahagiaannya terpancar setelah membawa Manchester United meraih gelar untuk kesekian kalinya. Namun, pernahkah kalian berpikir bahwa sejatinya kebahagiaan itu hanyalah sementara?

Musim yang Khas MU

Jika kalian kurang percaya pada kredo tersebut, intiplah nasib MU dan Bruno Fernandes di awal musim ini. Kebahagiaan menyambut musim baru, justru lenyap saat beneran memasuki musim baru. Ini mirip anak sekolah yang semangat mau pertama kali masuk sekolah, tapi setelah beneran masuk sekolah, gusar dan tak bahagia.

Sempat ada harapan di laga pertama melawan Arsenal. Tapi harapan itu bagai garam yang salah tempat. Fans memuja-muja MU karena main cantik. Padahal hasil akhirnya tetap kalah. Mau protes bagaimanapun, kekalahan tetaplah kekalahan. Dikira kalau main cantik, MU seketika bisa diharepin gitu? Kalau sekadar main cantik, suruh saja JKT48 lawan Arsenal. Sudah pasti main cantik.

Nyatanya, setelah kekalahan dari Arsenal, Setan Merah kian menunjukkan identitasnya. Terutama waktu dihajar 3-0 oleh Manchester City. Kekalahan besar di Derby Manchester ini kabarnya bikin semua pemain kecewa, termasuk Bruno Fernandes. Ia mengecam timnya sendiri karena kurangnya kontrol pertandingan. Menurutnya gol-gol City bisa dicegah.

Aduh… udahlah Bruno, yang berlalu biarlah berlalu. Santai saja, masih ada kekalahan-kekalahan lain yang menunggu di depan.

Frustrasi dengan Peran Baru

Komentarnya itu justru makin memperlihatkan rasa frustrasinya pada Manchester United. Penulis sepak bola dari Daily Mail, Chris Wheeler bilang, banyak pemain tidak senang pada taktik Ruben Amorim. Satu di antara sekian pemain yang tidak senang itu adalah Bruno Fernandes.

Sang pemain tak lagi mengemban peran gelandang serang. Ruben Amorim menaruh Bruno Fernandes agak ke dalam, lebih sebagai gelandang tengah bukan gelandang serang. Ini ibarat lampu lalu lintas di kebun pisang. Lampu lalu lintas jelas bermanfaat, tapi kalau ditaruh di kebun pisang, manfaatnya hilang. Paling mentok ia hanya bisa menerangi kebun di malam hari.

Begitulah Bruno Fernandes. Secara naluri, Bruno adalah gelandang serang. Ia bisa lebih kreatif ditempatkan di gelandang nomor “10” alih-alih nomor “8”. Bukan cuma mimin yang bilang, lho. Legenda MU, Paul Scholes juga bilang begitu. Saat bermain Scholes dulu punya peran yang sama dengan Bruno.

Ia adalah gelandang nomor “10”, dan Scholes tahu betul betapa menyebalkannya tugas bertahan untuk pemain yang berposisi sebagai gelandang serang. Menurut Scholes, seorang gelandang serang butuh mengubah mentalitasnya jika ingin bekerja sebagai gelandang tengah. Dan kalian tahu, mengubah mentalitas tak semudah mengubah undang-undang.

Berharap pada Tawaran Arab Saudi Lagi

Rasa frustrasi dan kekecewaan yang menumpuk pada United akan memperbesar peluang Bruno Fernandes keluar dari klub terkutuk itu. Bukan tidak mungkin sang agen akan kembali membujuk Bruno, dengan menenteng tawaran-tawaran yang jauh lebih menggiurkan. Toh, kontrak Bruno juga tidak panjang.

Kontraknya saat ini cuma akan membuatnya bertahan hingga 2027. Tidak ada gelagat untuk memperpanjang kontrak. Tapi bukankah Bruno bilang dirinya bahagia? Bahagia itu kemarin. Besok atau lusa bisa saja berubah. Jika satu tawaran besar masuk ke United, tim itu juga besar kemungkinan tergoda melepas Bruno.

Ini bukan pernyataan Mimin, tapi Mick Brown, mantan kepala pencari bakat Manchester United. Menurutnya, sekalipun Bruno adalah pemain penting di tim, United tidak akan mengesampingkan untuk menjualnya apabila ada tawaran yang luar biasa masuk.

“Bruno memang bahagia di United, tetapi saya pikir banyak hal akan bergantung bagaimana United musim ini,” katanya.

Tawaran masih akan terus berdatangan, terutama dari Arab Saudi. Al-Hilal dan belakangan ini juga Al-Nassr, masih menunjukkan minat pada Bruno. Menurut Brown, tawaran 100 juta euro cukup untuk menggoyahkan iman Manchester United. Lantas, apakah kalau Bruno pergi, MU bisa mendapatkan penggantinya?

Sulit Mencari Pengganti Bruno Fernandes

Sulit mencari pengganti Bruno, sekalipun bukan berarti tidak bisa mendapatkannya sama sekali. Semenjak datang dari Sporting CP pada 2020, Bruno Fernandes dengan cepat beradaptasi. Tak butuh lama untuk tampil memukau dan dicintai fans United.

Bruno salah satu mutiara di tengah keruhnya lautan bernama Manchester United. Dia apel segar di tengah apel busuk yang menumpuk di Old Trafford. Bruno selalu bersama United, suka maupun duka. Ia sosok pekerja keras. Selalu menempa dirinya buat United. Walau dari luar banyak yang menghina, mengkritik, dan mempertanyakan perannya sebagai kapten.

Jika Bruno pergi, United bukan hanya kehilangan kunci permainan, tapi juga nyawa. Kendati begitu kita tak bisa menampik, segala sesuatu ada masanya. Kalau waktunya tiba, Bruno Fernandes akan beneran pergi. Keputusan itu kabarnya akan dibuat setelah Piala Dunia 2026.

Sumber: TheAthletic, TheAthletic, AsiaNetnews, FootballInsider, MEN, talkSPORT, SkySports, TheGuardian

https://youtu.be/ujx4iXCKO0c?si=BDcMoKTx71QMZOPj

Kenapa Vinicius Junior Tak Lagi Disukai di Real Madrid?

0

Bintang sepak bola itu seperti cabe rawit. Kecil tapi kalau salah masuk ke panci sayur, rasanya bisa berabe. Vinicius Junior dulu salah satu cabe rawit paling pedas di Real Madrid. Saat masuk ke lapangan, semua orang memelototinya dan terheran-heran sampai bilang, “Nih bocah berlari seperti maling dikejar hansip, bola lengket banget di kakinya seperti perangko.”

Namun itu dulu. Sekarang Vinicius seperti cabe yang dianggap busuk. Tidak lagi nendang, justru bikin fans pusing tujuh keliling. Bintang Brasil itu tak lagi dielu-elukan seperti musim-musim sebelumnya. Sorak yang datang ke telinganya bukan lagi lantunan pujian, melainkan caci maki.

Vinicius tak lagi dicintai publik Bernabeu. Cinta itu telah pudar, dan yang tersisa boleh jadi adalah kebencian yang sulit dibangun lagi. Tapi benarkah demikian? Apa yang membuat pemain Brasil ini tak lagi disukai di Real Madrid?

Jarang Dikasih Menit Bermain

Vini bukan hanya tak lagi disukai, pelatih baru Los Galacticos juga tak lagi menaruh kepercayaan padanya untuk turun di sebelas pertama. Lihatlah di laga menghadapi Marseille kemarin. Alih-alih menurun Vinicius, Xabi Alonso justru memasang Rodrygo dan Franco Mastantuono sebagai pemain sayap, membantu Kylian Mbappe di lini depan.

Vini baru masuk di babak kedua. Ini menjadi tanda tanya besar. Kenapa untuk laga seperti Liga Champions, Alonso memilih Mastantuono ketimbang Vini? Tidak ada alasan konkret. Hanya Xabi Alonso dan Tuhan yang tahu kenapa begitu. Tapi eks pelatih Bayer Leverkusen ini memberi clue, bahwa ia memilih pemain berdasarkan prestasi bukan reputasi.

Sejak Xabi Alonso datang, menit bermain sayap asal Brasil itu memang menyusut. Alonso mulai menukangi Los Blancos di laga melawan Al-Hilal di Piala Dunia Antarklub 19 Juni lalu, dan sejak saat itu Alonso hampir-hampir tak pernah memberikan menit bermain penuh pada Vinicius.

Sejauh ini hanya sekali Vini main full di rezim Alonso, yakni ketika menghadapi Juventus di Piala Dunia Antarklub 2 Juli lalu. Setelah laga itu menit bermain Vini malah kian menciut, bahkan tak sampai 80 menit. Kenapa jadi begini Vini?

Performa Merosot, Kalah dari Kylian Mbappe

Seperti rupiah yang terus melemah, Vini juga begitu. Sang pemain tampil hebat musim lalu, 16 gol dicetak hanya dalam waktu lima bulan, dari Januari hingga Mei 2025. Akan tetapi boleh jadi Vini lupa membawa performa terbaiknya itu ke musim ini. Jadi, kemampuan, kecepatan, dan determinasinya ketinggalan di musim lalu dan tak seperti dompet ayah, tak ada yang sudi membawakannya.

Terhitung sejak Xabi Alonso melatih, Vinicius cuma mencetak tiga gol dan satu asis. Di saat yang sama beberapa pemain lain kontribusi dan kepercayaan dirinya justru meningkat, termasuk Kylian Mbappe. Mbappe yang dilabeli gagal saat pertama kali datang, justru kini menjadi pemain yang sulit disingkirkan dari skuad.

Xabi Alonso juga bilang, selama nggak masuk angin dan kondisinya prima, Mbappe akan selalu menjadi pilihan. Pernyataan yang sama tidak dilontarkan buat Vinicius Junior. Pemain asal Brasil itu juga semakin ketinggalan karena pemain seperti Arda Guler dan Franco Mastantuono lebih memikat di mata Xabi Alonso.

Bekas pemain Liverpool ini bahkan memuji Mastantuono karena energi positif dan potensinya.  Sementara itu pemuda asal Turki terbukti bisa jadi kawan main Kylian Mbappe. Arda Guler dan Mbappe dapat membangun link-up play yang mengingatkan kita pada Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil. Tapi apa karena ini saja Vinicius Junior dibenci? Rasanya tidak.

Egois dan Perilaku di Luar Lapangan

Vinicius Junior juga sosok yang acap kali dinilai egois. Sepak bola adalah permainan kolektif dan egois, bukan di sana tempatnya.  Penggemar sepak bola rata-rata membenci sikap ini. Vini sering melakukan dribel-dribel dan agresif dalam bermain di atas lapangan. Itu tak masalah sebetulnya. Tapi yang jadi soal, Vini sering mencoba menyelesaikan sendiri peluang.

Vini seolah berambisi terlihat sebagai tokoh utama di Santiago Bernabeu. Hasrat ingin menjadi karakter utama inilah yang membuat tim bergejolak. Dan hal itu rentan menimbulkan konflik. Ambisi semacam ini mungkin sesuai jika Vini bisa dipakai, tapi bukan di Real Madrid tempatnya. Los Galacticos dibangun dengan filosofi yang mengedepankan kolektivitas tim bukan bakat individu semata.

Disamping ego yang besar, perilaku Vini baik di lapangan maupun di luar lapangan membuat darah siapa pun yang melihatnya mendidih. Banyak tindakan Vini yang jauh dari akhlakul karimah. Sang pemain sering menjadikan lapangan sebagai panggung sandiwara. Ia kerap berakting, mendorong lawan, hingga berdebat dengan wasit.

Vinicius juga sering melakukan tindakan provokatif di luar lapangan, seperti mengonfrontasi penggemar. Namun di sisi lain, kita juga perlu melihat bahwa perilaku tersebut juga bisa jadi sebagai bentuk respons Vini terhadap sejumlah pihak yang melakukan rasisme terhadapnya. Rasisme parah yang diterima dari penggemar memang dapat menguras emosi dan memicu reaksi.

Reaksi Vini juga mungkin saja sinyal bahwa perlindungan yang dirasakan terhadap korban rasisme kurang. Padahal rasisme telah menjadi semacam penyakit menahun di dunia sepak bola. Kalau dari segi klub, tingkah Vinicius sedikit banyak merusak marwah Real Madrid, dan beberapa tindakan bisa jadi merugikan tim di atas lapangan.

Diskusi Kontrak yang Alot

Tapi apakah cuma karena itu Vini dibenci? Jelas masih ada lagi. Alasan terakhir ini yang mungkin bisa diterima. Ya, ihwal alotnya mendiskusikan perpanjangan kontrak dengan Vinicius Junior, sampai-sampai Real Madrid hampir frustrasi. Lho, kok bisa?

Jadi begini ceritanya. Januari lalu, Real Madrid berencana menambah durasi kontrak Vinicius. Tawaran itu akan membuat Vinicius bertahan lebih dari kontraknya sekarang yang berakhir pada 2027 mendatang. Los Merengues menaikkan gaji Vinicius. Semula Vini bergaji 17 juta euro per musim, sedangkan di tawaran kontrak yang baru, gajinya naik menjadi 20 juta euro per musim.

Namun, agen Vini meminta kontrak bersejarah yang bisa menyamai nominal yang diterima Cristiano Ronaldo saat di Real Madrid. Mereka meminta gaji pokok, bonus performa, dan bonus perpanjangan kontrak yang nominalnya menyentuh 30 juta euro per musim.

Agen Vini lalu bilang, bila Real Madrid tak mau memenuhi gaji bersih tersebut, sang pemain akan mencari tempat lain. Pihak Vini merasa sang pemain layak digaji sebesar itu mengingat kontribusinya bagi Real Madrid selama ini.

Sempat dikabarkan ada kesepakatan yang tercapai. Akan tetapi belakangan ternyata tidak ada deal sama sekali. Jangankan sepakat, detail kontraknya pun belum difinalisasi. Vinicius tak kunjung mengiyakan tawaran kontrak baru dari Los Blancos. Permintaan gaji yang ingin menyamai Ronaldo jelas tidak masuk akal. Apalagi Real Madrid cukup hati-hati soal gaji.

Los Galacticos bisa saja memenuhi tuntutan gaji tersebut. Namun, bila itu dilakukan, nasib Real Madrid akan seperti Barcelona. Los Blancos tidak mau melanggar aturan batas gaji yang ditentukan. Sekalipun pihak Vinicius mendesak untuk melakukan itu, sebagaimana laporan The Athletic.

Siapa yang tidak kesal dengan sikap begini? Produktivitasnya padahal menurun, tapi Vinicius malah ingin gajinya naik melebih tawaran yang diajukan Los Galacticos. Real Madrid itu sudah berbaik hati menaikkan gajinya 3 juta euro dari gaji semula, lho. Apa kenaikan gaji sebanyak itu masih kurang?

Inilah yang bikin fans makin sebel sama Vinicius. Sudahlah tingkahnya tengil, dia minta naik gaji nggak kira-kira. Kalau di sebuah perusahaan ada karyawan yang kinerjanya jelek dan ngotot naik gaji nggak kira-kira, sangat mungkin dia akan disingkirkan.

Real Madrid sejatinya sudah kepikiran untuk mengusir Vinicius. Mereka akan mencari klub lain yang sudi menampung Vini. Sementara Los Blancos akan mencari pemain lain yang bisa digaji lebih murah untuk menggantikan posisinya.

Gazeta Express mengabarkan bahwa Real Madrid sedang mengincar winger Leicester City, Jeremy Monga yang usianya, baru 16 tahun. Menarik dinanti, apakah Vinicius Junior akhirnya bakal angkat kaki dari Santiago Bernabeu?

Sumber: TheAthletic, TheAthletic, GazetaExpress, beinSports, Fotmob

https://youtu.be/uSrWFKRr7fU?si=cTeyik5tHD8lX0RE

Berita Bola Terbaru 01 Oktober 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Memasuki pekan kedua Liga Champions, Real Madrid menang meyakinkan 5-0 dari sang debutan, Kairat Almaty. Kylian Mbappe jadi pahlawan dengan catatan hattrick-nya. Kemenangan ini pun semakin lengkap dengan dua gol tambahan dari Eduardo Camavinga dan Brahim Diaz. Dengan tambahan 3 poin, Los Merengues berada urutan dua klasemen sementara. Sedangkan Almaty terdampar di dasar klasemen.

Tim Madrid lainnya, Atletico Madrid juga menang besar 5-1 saat menghadapi Eintracht Frankfurt. Gol Atletico dicetak bergantian oleh Giacomo Raspadori, Robin Le Normand, Antoine Griezmann, Giuliano Simeone, dan Julian Alvarez. Sementara Frankfurt hanya membalas sekali melalui aksi Jonathan Burkardt. Kemenangan ini bikin Los Rojiblancos naik ke urutan 6 klasemen sementara.

Dari wakil Italia, Inter Milan menang 3-0 dari Slavia Praha. Lautaro Martinez cetak brace di menit 30 dan 65. Satu gol tambahan datang dari aksi Denzel Dumfries menit 34. Kemenangan ini bikin Inter kokoh di urutan ketiga klasemen sementara.

Mengikuti jejak Inter Milan, Atalanta juga menang 2-1 atas Club Brugge. Tertinggal lebih dulu melalui gol Christos Tzolis menit 38, La Dea bangkit. Di babak kedua, mereka mencetak dua gol yang dicatatkan oleh Lazar Samardzic menit 74 dan Mario Pasalic menit 87. Dengan tambahan tiga poin, Atalanta sedikit naik ke urutan 19.

Hasil kurang memuaskan justru didapat oleh sang juara Europa League musim lalu, Spurs. Anak asuh Thomas Frank ditahan imbang 2-2 oleh Bodo/Glimt. Tertinggal dua gol lebih dulu dari brace Jens Petter Hauge, Tottenham bangkit dan menyamakan kedudukan. satu gol dari Micky Van de Ven dan satu gol dari aksi bunuh diri Jostein Gundersen menghindarkan Spurs dari kekalahan. Meski imbang, Spurs tetap stay di 4 besar klasemen sementara.

Hasil lebih baik diperoleh Chelsea dengan menang 1-0 dari Benfica. Gol bunuh diri Richard Rios jadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Kemenangan ini bikin The Blues naik ke urutan 17 klasemen sementara.

LIVERPOOL SUDAH KALAH, PEMAINNYA PADA CEDERA

Masih dari wakil Inggris, nasib apes justru dialami oleh Liverpool. Setelah menang dramatis dari Atletico Madrid kemarin, kini skuad asuhan Arne Slot dipermalukan oleh Galatasaray dengan skor 1-0. Dilansir ESPN, bukan cuma kalah, Liverpool juga ketiban masalah karena sejumlah pemainnya mengalami cedera. Menurut penuturan Arne Slot, pemain yang mengalami gangguan adalah Alisson Becker dan Hugo Ekitike. Alisson dipastikan akan absen di laga selanjutnya melawan Chelsea. Sedangkan Ekitike akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Sudah jatuh, ketiban tangga ini judulnya.

SEBELUM DIPECAT, AMORIM BERENCANA RESIGN DULUAN

Di tengah rumor pemecatan Ruben Amorim, Manchester United justru dibuat ketar-ketir karena ada kabar yang berkembang kalau sang pelatih akan mengajukan permohonan resign. Dilansir Manchester Evening News, daripada dipecat secara tidak hormat, Amorim mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Jelas, situasi ini menjadi bumerang bagi manajemen klub. Sebab, United belum menyiapkan kandidat pasti untuk menggantikan Amorim. Pihak klub baru di tahap mengkaji siapa saja pelatih yang tersedia di pasar. 

JIKA AKUISISI SPURS, KONSORSIUM INI JANJIKAN VINI DAN PALMER

Bergeser ke London, BBC melaporkan bahwa Spurs telah menolak tawaran akuisisi dari konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha teknologi Amerika, Brooklyn Earick. Ini jadi tawaran ketiga yang ditolak oleh dewan klub. Padahal, menurut cuitan jurnalis Francois Gallardo, konsorsium yang dipimpin Brooklyn Earick akan menawarkan kesempatan yang tak pernah dibayangkan oleh Spurs sebelumnya. Mereka berjanji, jika akuisisi berhasil, mereka akan menggelontorkan dana guna mendatangkan Vinicius dari Real Madrid dan Cole Palmer dari Chelsea. Belum bisa dipastikan apakah konsorsium ini akan mengajukan tawaran lagi atau tidak. 

ARSENAL SIAP JADIKAN SAKA PEMAIN DENGAN GAJI TERTINGGI DI KLUB

Masih dari London, Arsenal kabarnya sedang mempersiapkan proposal untuk pembaruan kontrak Bukayo Saka. Menurut Mirror, Arsenal bahkan bersedia menjadikan Saka sebagai pemain dengan gaji tertinggi dalam sejarah klub. Saat ini, Bukayo Saka menerima gaji sekitar 195 ribu pound per pekan. Kabarnya, kontrak baru ini akan membuat gaji sang pemain naik menjadi 300 ribu pound per pekan. Itu artinya, Saka akan jadi pemain Arsenal pertama yang menerima gaji segitu. Karena gaji tertinggi saat ini dipegang oleh Kai Havertz dengan nominal 280 ribu pound per pekan.

UEFA UMUMKAN TANGGAL BEROPERASINYA CAMP NOU

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol untuk membahas perkembangan status Camp Nou. Dilansir Football Espana, UEFA telah mengumumkan tanggal pasti kapan Barcelona bisa menggunakan Camp Nou yang baru. Menurut laporan, UEFA mengizinkan Barca memakai Camp Nou lagi pada tanggal 21 Oktober 2025. Itu bertepatan dengan pertandingan Liga Champions menghadapi Olympiakos. Namun, semua ini tetap bergantung pada surat-surat izin yang diperlukan. Jika surat izin dari pemerintah setempat belum rilis, ya bisa mundur lagi.

PSG TANPA 4 PILAR UTAMA, BARCA DIUNTUNGKAN?

Masih tentang Barcelona, tim asuhan Hansi Flick akan menghadapi sang juara bertahan, PSG nanti malam. Namun, Barca kabarnya akan jadi pihak yang diuntungkan dalam laga ini. Dilansir Football Espana, selain karena bertindak sebagai tim tuan rumah, Barca juga akan menghadapi PSG yang sedang tidak dalam kondisi terbaik. Kabarnya, PSG berangkat ke Spanyol tanpa membawa empat pilar utama. Empat pemain itu adalah Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Marquinhos. Dengan absennya nama-nama ini, lini depan PSG diperkirakan akan tumpul. 

BRAHIM DIAZ PERTIMBANGKAN HENGKANG DARI MADRID

Sementara itu, dari kubu Real Madrid, ada berita dari Brahim Diaz. Dilansir Real Madrid Confidencial, pemain tim nasional Maroko itu kabarnya sedang mempertimbangkan untuk hengkang pada Januari mendatang. Diaz kurang puas dengan menit bermain yang diberikan Xabi Alonso. Dari lima pertandingan terakhir, Diaz bahkan tak pernah mencatatkan 45 menit bermain dalam satu laga. Ia hanya bermain selama 20 menit atau 13 menit saja. Namun, belum jelas ke mana tujuan Diaz. Sejauh ini, Benfica jadi salah satu klub yang meminatinya.

CANNAVARO JADI KANDIDAT PELATIH TIMNAS UZBEKISTAN

Spanyol sudah, kita beralih ke Italia. Ada legenda sepakbola Italia, Fabio Cannavaro yang kabarnya sedang menjalin komunikasi dengan federasi sepakbola Uzbekistan. Dilansir Daily Sport, Cannavaro bukan sedang mengurus proses naturalisasi. Dirinya dihubungi oleh federasi setempat untuk ditawari jabatan pelatih kepala di Timnas Uzbekistan. Ia adalah kandidat utama untuk posisi ini. Jika Cannavaro bersedia, ia akan memimpin tim Uzbekistan di Piala Dunia 2026 mendatang. 

MILAN BERGERAK UNTUK AMANKAN LEWANDOWSKI

Di sisi lain, AC Milan kabarnya sedang mencari striker baru untuk didatangkan di bursa transfer berikutnya. Dilansir Foot Italia, nama yang masuk dalam radar bukan sembarangan. Milan kabarnya sudah menghubungi agen Robert Lewandowski untuk membahas potensi kepindahan. Karena belum pernah mencoba peruntungannya di Serie A, Lewandowski kabarnya tergoda untuk pindah. Prioritas Milan adalah mendatangkannya secara gratis di akhir musim nanti. Milan sendiri memang punya kebiasaan menampung mengeluarkan potensi terbaik dari striker-striker berpengalaman. Setelah Zlatan Ibrahimovic dan Olivier Giroud, kini Milan menginginkan Lewy. 

SANDY WALSH CEDERA JELANG RONDE 4

Sudah berkeliling Eropa, kini kita kembali ke Indonesia untuk membahas para pemain-pemain tim nasional. Kabar buruk datang dari pemain diaspora, Sandy Walsh. Dilansir CNN Indonesia, jelang menghadapi Arab Saudi dan Irak, Sandy justru mengalami cedera saat membela Buriram United. Sandy menjadi starter saat Buriram menghadapi FC Seoul dalam Liga Champions Asia Elite. Petaka itu terjadi pada menit ke-19. Dalam sebuah bentrokan dengan pemain FC Seoul, Sandy mengerang kesakitan. Dampaknya bek kanan ini ditarik dan digantikan Stojkovic. Hingga kini belum ada informasi pasti cedera apa yang dialami Sandy. Belum diketahui pula separah apa cedera Sandy. 

PSSI CURIGA DENGAN HOTEL YANG DISIAPKAN ARAB SAUDI

Ada keputusan menarik yang diambil PSSI jelang penerbangan ke Arab Saudi. Manajer Timnas Indonesia Sumardji menyebut PSSI menolak akomodasi yang direkomendasikan Federasi Sepak Bola Arab Saudi. Dilansir CNN Indonesia, Timnas Indonesia akan menginap di hotel yang bukan pilihan panitia pelaksana pertandingan di Arab Saudi. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bisa saja ada gangguan-gangguan kecil yang sudah disiapkan oleh tim tuan rumah. Pada intinya PSSI ingin pemain Timnas Indonesia dalam kondisi terbaik sebelum melawan Arab Saudi.

INDONESIA DITUDUH JADI BIANG KEROK DISANKSINYA FAM

Masih soal kisruh kasus pemalsuan data pemain yang dilakukan oleh federasi sepakbola Malaysia. Kabarnya, buntut dari situasi panas ini, publik Malaysia menuding Indonesia sebagai pihak yang bertanggung jawab di balik keluarnya hukuman dari FIFA. Hal ini karena adanya pertemuan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Presiden FIFA, Gianni Infantino di New York. Mendengar hal ini, Erick Thohir pun angkat bicara. Dilansir Liputan6, ketua umum PSSI itu membantah tudingan Indonesia ikut campur dalam pemberian sanksi FIFA terhadap Malaysia. Menurutnya, Malaysia cuma kegeeran saja. Pertemuan itu bukan membahas soal Malaysia, melainkan standarisasi organisasi olahraga Indonesia. 

TRANSFER RANDOM EKS LIVERPOOL, JONJO SHELVEY

Lama tak terdengar, legenda Liverpool, Jonjo Shelvey menggegerkan dunia maya dengan keputusan karirnya yang random. Berstatus tanpa klub usai kontraknya tak diperpanjang Burnley pada musim panas kemarin, kini Shelvey dikabarkan telah sepakat gabung klub Uni Emirate Arab. Menariknya, menurut Talksport, klub yang dipilih Shelvey adalah klub kasta ketiga, bukan kasta tertinggi. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu bergabung klub Arabian Falcon. Klub ini baru di UEA. Baru berdiri pada tahun 2023. Belum jelas berapa durasi kontrak yang disepakati pemain berkepala gundul itu.

HÜRZELER MASUK DAFTAR PENDEK PENGGANTI AMORIM

Setelah kekalahan memalukan Manchester United atas Brentford, rumor tentang pergantian pelatih pun kembali mencuat. Kini, banyak nama-nama baru yang masuk ke daftar pendek pengganti Ruben Amorim. Dilansir The Sun, selain Xavi dan Gareth Southgate, ada nama Fabian Hurzeler yang muncul. Pelatih muda yang menangani Brighton itu telah diapresiasi kinerjanya. Ia muda, berbakat, cerdas, dan dianggap sukses mengatasi transisi Brighton dari Roberto De Zerbi. Selain Hurzeler, pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner juga masuk dalam opsi.

BERNARDO DIPANTAU 3 KLUB ARAB SAUDI

Masih dari Manchester, namun kali ini tentang pemain Manchester City, Bernardo Silva. Setelah dirumorkan ke Juventus, kini Bernardo kembali dikaitkan dengan klub Arab Saudi. Dilansir Talksport, setidaknya kini ada tiga klub Arab Saudi yang memantau kapten Manchester City itu. Mereka adalah Al-Ahli, Al-Qadsiah, dan Al-Nassr. Klub terakhir jadi yang paling favorit. Karena di situ ada Cristiano Ronaldo, rekan senegara Silva. Namun, belum tahu, apakah Silva akan meninggalkan Eropa musim depan. Pasalnya, belum ada sinyal dari sang pemain.

PEP SUDAH PASTIKAN SAVINHO TEKEN KONTRAK BARU

Di sisi lain, Pep Guardiola telah mengkonfirmasi kontrak baru untuk Savinho. Dikutip dari cuitan Fabrizio Romano, Manchester City memang sedang mengusahakan kontrak baru untuk Savinho. Sang pemain pun kabarnya tertarik. Kepastian semakin terlihat saat Pep memberikan kode. “Kami sudah sangat jelas ingin mempertahankannya (Savinho) Mungkin tawaran itu tidak cukup bagus untuk klub,” kata Pep. Sang pelatih pun menunjukkan gestur puas terhadap performa dan fleksibilitas sang pemain di lapangan.

LIVRAMENTO TERANCAM ABSEN LAMA

Kabar buruk malah datang dari Newcastle United. Saat menelan kekalahan dari Arsenal kemarin, Eddie Howe mendapat kabar bahwa salah satu pemain andalannya, yakni Tino Livramento berpotensi absen lama. Dilansir Goal, Livramento terjatuh usai berbenturan dengan William Saliba. Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Karena sang pemain sampai harus ditandu keluar. Seusai laga, Eddie Howe pun menyampaikan kekhawatirannya. Kini, Livramento butuh pemeriksaan lebih lanjut. Jika absen lama, maka ini jadi kerugian bagi Newcastle. Sebab, Tino jadi salah satu pemain paling impresif di Newcastle awal musim ini.

RABIOT KAGET DENGAN STAMINA DAN KECEPATAN MODRIC

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia. Di mana Adrien Rabiot terheran-heran dengan kualitas fisik rekan satu timnya, Luka Modric. Dilansir Football Italia, Rabiot terkejut dengan stamina dan kecepatan Modric di laga melawan Napoli. Rabiot kagum karena Modric masih bisa menampilkan kualitas seperti itu di usianya yang sudah 40 tahun. “Saya tidak tahu bagaimana dia bisa berlari seperti itu selama 90 menit di usia 40 tahun,” kata Rabiot. Selain itu, Rabiot merasa yakin bahwa timnya dalam mood terbaik untuk bangkit usai mengalahkan Napoli dan memuncaki klasemen sementara.

VLAHOVIC KINI MASUK PERTIMBANGAN MUNCHEN

Masih dari Italia, ada Dusan Vlahovic yang kabarnya kini masuk radar Bayern Munchen. Dilansir Foot Italia, Vlahovic masuk dalam daftar pendek sebagai pengganti Harry Kane di masa depan. Munchen kabarnya sudah memberitahu Juve tentang ketertarikannya. Munchen ingin berjaga-jaga, karena Kane punya klausul yang memungkinkannya untuk hengkang di akhir musim nanti. Dengan begini, Vlahovic diharapkan bisa mengisi ruang yang ditinggalkan Kane.

ATLETICO SIAP BERGERAK UNTUK GREENWOOD DI JANUARI

Mampir ke Spanyol sebentar, ada Atletico Madrid yang kabarnya siap menghidupkan kembali minatnya pada Mason Greenwood. Dilansir Football Espana, Atletico kabarnya berpotensi kehilangan Julian Alvarez di musim panas mendatang. Dengan Liverpool, Barcelona, dan beberapa klub lain juga berminat untuk menebusnya. Untuk menambal lubang yang ditinggalkan Alvarez, Diego Simeone menginginkan Greenwood. Kabarnya, Marseille akan mematok harga Greenwood di angka 75 juta euro.

DISANKSI FIFA, LAGA MALAYSIA SEPANJANG 2025 HANGUS

Kembali ke Asia Tenggara, ada update tentang kasus yang menimpa sepakbola Malaysia. Dengan adanya kasus pemalsuan data pemain naturalisasi, laga-laga yang melibatkan tujuh pemain ilegal itu kabarnya akan ditangguhkan. Dilansir CNN Indonesia, jika demikian, maka seluruh laga internasional yang dimainkan Malaysia di tahun 2025 akan hangus. Sebab, sejak awal 2025, Malaysia selalu menggunakan satu atau dua pemain ilegal tersebut. Malaysia akan dianggap kalah WO di laga-laga yang sudah mereka mainkan. Dengan begini, ranking FIFA Malaysia bisa merosot tajam.

JAY IDZES DIPUJI FANS SASSUOLO

Dari Indonesia, ada kabar dari kapten Tim Nasional, Jay Idzes. Akhir pekan lalu, Idzes membantu Sassuolo menang 3-1 dari Udinese. Di laga itu, Idzes mendapat apresiasi dari fans yang menonton di stadion karena performa hebatnya. Dikutip dari Bolasport, Idzes mencatatkan delapan sapuan, empat kali memenangi duel udara, dan membuat 33 operan sukses. Yang lebih keren lagi, Idzes tidak sekalipun melakukan pelanggaran. Dia pun mendapat tepuk tangan penonton dalam beberapa kesempatan. Tanpa perlu bermain kasar, Idzes bisa memikat hati fans.

Berita Bola Terbaru 29 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan Serie A pekan kelima, AS Roma menang 2-0 dari Hellas Verona. Dua gol Roma lahir dari aksi Artem Dovbyk menit 7 dan Matias Soule menit 79. Kemenangan ini bikin Giallorossi merangkak ke urutan 3 klasemen sementara. Sedangkan Verona tertahan di urutan 16 klasemen Serie A.

Di pertandingan lain, AC Milan berhasil mengalahkan Napoli dengan skor 2-1. Milan unggul lebih dulu melalui Alexis Saelemaekers menit 3 dan Christian Pulisic menit 31. Sayangnya Napoli hanya membalas satu gol, melalui penalti Kevin De Bruyne menit 60. Padahal, Milan sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit 57 karena Pervis Estupinan diganjar kartu merah. Kemenangan ini bikin Milan merebut puncak klasemen dari Napoli.

Bergeser ke Spanyol, ada Real Betis yang menang 2-0 atas tamunya Osasuna. Gol Betis dicetak Abdessamad Ezzalzouli menit 19 dan Juan Hernandez menit 38. Hasil ini bikin Betis naik ke urutan enam klasemen sementara.

Di laga lain, Barcelona juga menang 2-1 atas Real Sociedad. Barca tertinggal lebih dulu melalui gol Alvaro Odriozola menit 31. Namun, pasukan Hansi Flick membalikan keadaan melalui Jules Kounde menit 43 dan Robert Lewandowski menit 59. Kemenangan ini membuat Barca tetap di puncak klasemen. Sedangkan Sociedad terjerembab di urutan 17 klasemen sementara.

Spanyol sudah, kini kita beralih ke Premier League. Arsenal berhasil menang tipis 2-1 atas Newcastle United. Tertinggal lebih dulu melalui tandukan Nick Woltemade, The Gunners membalikan keadaan lewat aksi Mikel Merino dan Gabriel Magalhaes di babak kedua. Dengan begini, Arsenal memangkas jarak dengan Liverpool menjadi dua poin saja. 

FABRIZIO KONFIRMASI BAHWA XAVI BERSEDIA LATIH MU

Kabar mengejutkan justru datang dari Manchester United. United in Focus melaporkan bahwa posisi Ruben Amorim di kursi kepelatihan United sudah tidak aman. Meski ada kabar yang mengatakan kalau Ruben tetap mendapat dukungan, kenyataannya telah terjadi pembicaraan tentang siapa yang akan menjadi suksesornya. Menurut laporan, Fabrizio Romano melalui channel YouTube-nya menyampaikan bahwa Xavi Hernandez tertarik dengan kesempatan ini, meski tanpa sepakbola Eropa. Xavi memiliki hubungan baik dengan INEOS. Xavi juga dilaporkan sedang mempelajari dinamika sepakbola Inggris. Dan kini ia sedang menunggu panggilan dari INEOS.

ISAK DIKRITIK, SLOT PASANG BADAN

Performa Alexander Isak di laga melawan Crystal Palace kemarin ternyata mengundang kritik dari sejumlah fans. Mereka tidak puas dengan kinerjanya di lapangan yang kurang greget. Sebagai pelatih, Arne Slot lalu pasang badan. Dilansir Goal, Slot membela sang pemain di hadapan publik. Soal penampilan di bawah standar, Slot mengatakan kalau Isak belum pulih 100%. Kondisinya masih terus ditingkatkan karena ia tak terlibat dalam sesi latihan di pramusim. Maka itu, dalam intensitas tinggi yang memaksa Isak terus berlari, ia cenderung mudah lelah.

PETINGGI CHELSEA TETAP DUKUNG ENZO MARESCA

Ada rumor yang mengatakan kalau Enzo Maresca dalam bahaya usai menelan dua kekalahan secara beruntun di Premier League. Usai dipermalukan Manchester United, Chelsea kembali kalah dari Brighton dengan skor 3-1. Kepemimpinan Enzo pun mulai dipertanyakan. Namun, menurut BBC, petinggi klub tetap mendukung Enzo. Klub percaya bahwa ini hanya sementara. Klub menghargai betul kinerja Enzo musim lalu yang mengembalikan Chelsea ke zona Eropa. Dengan begini, posisi Enzo sebagai pelatih kepala di Chelsea tetap aman.

CARVAJAL CEDERA DAN BAKAL ABSEN LAMA

Dari Inggris, kita menyeberang ke Spanyol untuk membahas Real Madrid. Xabi Alonso kabarnya dalam situasi sulit setelah mendapat kabar kalau bek kanan andalannya, Dani Carvajal mengalami cedera. Dilansir The Athletic, Carvajal diperkirakan akan absen hingga lima minggu setelah mengalami cedera betis saat Real Madrid kalah 5-2 dari Atletico Madrid. Pemain berusia 33 tahun itu ditarik keluar pada menit ke-59 dan klub mengeluarkan pernyataan bahwa Carvajal mengalami cedera pada otot soleus di kaki kanannya. Jelas ini bikin Xabi mumet karena Trent Alexander-Arnold juga belum pulih dari cedera.

ADEYEMI MASUK RADAR BARCELONA

Sementara dari Barcelona, ada kabar kalau klub sedang mempertimbangkan Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund untuk segera didatangkan pada bursa transfer berikutnya. Dilansir Fichajes, Direktur Olahraga Barça, yakni Deco yakin Adeyemi sangat cocok dengan profil permainan La Blaugrana di bawah asuhan Hansi Flick. Masalahnya, Dortmund enggan melepas Adeyemi dengan harga murah. Minimal, 80 juta euro jadi angka yang cukup untuk memboyong sang pemain ke Spanyol.

DITARIK KELUAR PAS LAWAN MILAN, DE BRUYNE SEBEL

Spanyol sudah, kini kita membahas sepakbola Italia. Ada Kevin De Bruyne yang menunjukan gestur tak suka ketika dirinya digantikan pada laga melawan AC Milan. Dilansir Football Italia, De Bruyne jadi pencetak gol Napoli di laga itu. Namun, dirinya ditarik keluar pada menit 73. Pemain asal Belgia itu bergegas keluar saat namanya dipanggil. Ia tak berjabat tangan dengan pelatih dan staf lain. Ia justru terlihat mengatakan sesuatu dengan ekspresi marah. Soal ini, belum ada klarifikasi khusus dari Antonio Conte.

COMO INGINKAN KEPA

Sementara itu, ada Cesc Fabregas yang kabarnya belum puas dengan performa kiper-kipernya. Dilansir Team Talk, Fabregas menekan Como untuk mencari kiper baru lagi di bursa transfer musim dingin mendatang. Kabarnya, nama Kepa Arrizabalaga dari Arsenal muncul sebagai opsi. Fabregas pernah bermain bersama Kepa sewaktu di Chelsea. Dan ia merasa bahwa Kepa cocok dengan kriteria yang dicari. Masalahnya, kontrak Kepa di Arsenal masih tersisa hingga 2028. Sulit bagi Meriam London untuk melepas kiper cadangannya itu di pertengahan musim. Apalagi, jika tak menemukan penggantinya.

INTER SUDAH SIAPKAN BIAYA TEBUSAN UNTUK AKANJI

Inter Milan kabarnya cukup puas dengan kinerja Manuel Akanji. Pemain pinjaman dari Manchester City itu memenuhi ekspektasi sang pelatih. Maka dari itu, mempermanenkannya adalah keputusan mudah. Dilansir Football Italia, Inter kabarnya sudah menyiapkan dana sekitar 15 juta euro untuk menyegel kesepakatan permanen. Inter bahkan tak mau berlama-lama menunggu hingga akhir musim. Jika bisa, Inter akan merampungkan kesepakatan ini pada Januari mendatang.

PECAT BLANC, AL-ITTIHAD INCAR NAMA-NAMA TOP

Mampir  ke Arab Saudi, ada Al-Ittihad yang baru saja memecat pelatihnya, Laurent Blanc. Dilansir Goal, keputusan ini diambil sehari setelah juara bertahan Liga Arab Saudi itu menelan kekalahan 2-0 dari Al-Nassr. Ini jadi kekalahan ketiga Al-Ittihad di musim ini. Memecat Blanc di awal musim dirasa tepat karena manajemen klub menginginkan kebangkitan segera. Al-Ittihad pun bergerak cepat untuk mencari pengganti. Menurut laporan, nama-nama beken mulai dikaitkan dengan posisi ini. Luciano Spalletti dan Sergio Conceicao muncul sebagai opsi. Xavi Hernandez pun masuk dalam daftar. Tapi pelatih asal Spanyol itu kabarnya sedang menunggu telepon dari Manchester.

RONALDO BAKAL MENGHADAPI ROONEY DI RING TINJU?

Masih dari Arab Saudi, mega bintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo diminta untuk terlibat dalam pertandingan tinju melawan mantan rekannya di Manchester United, Wayne Rooney. Dilansir The Sun, Malik Scott, mantan pelatih juara kelas berat Deontay Wilder lah yang menyarankan pertarungan tersebut. “Pertandingan Cristiano Ronaldo vs. Wayne Rooney akan menarik lebih banyak perhatian ke dunia tinju, dan saya mendukungnya,” kata Malik. Dengan adanya pertandingan hiburan ini, dunia tinju akan melahirkan sebuah sejarah. Dan itu baik bagi perkembangan dunia tinju.

TERNYATA TWENTE JEGAL TRANSFER HILGERS KE UDINESE

Karena sudah sampai di Asia, kurang afdol jika kita tak melihat update tentang pemain Timnas Indonesia. Ada update terbaru tentang kisruh Mees Hilgers dengan FC Twente. Dilansir Jawa Pos, Hilgers sebetulnya hampir gabung Udinese di bursa transfer musim panas kemarin. Namun, kesepakatan itu nyatanya tak pernah terjadi. Transfer Hilgers ke Italia gagal bukan karena masalah teknis ataupun nilai kontrak, melainkan karena keputusan Twente. Klub Belanda itu tidak pernah memainkan Hilgers sejak laga uji coba pramusim. Situasi ini membuat Udinese kehilangan kesempatan untuk benar-benar melihat dan menilai kualitas Hilgers secara langsung. Twente mempersulit Udinese dalam menjalankan operasi transfer ini.

MESKI KALAH VERDONK TAMPIL APIK DAN DIPUJI MEDIA PRANCIS

Masih tentang pemain Timnas Indonesia, ada Calvin Verdonk yang kembali menelan kekalahan di pertandingan Ligue 1. Kali ini, Verdonk kalah 1-0 dari Lyon. Meski kalah, Verdonk mendapat pujian dari media lokal Prancis. Dikutip Bolasport, kontribusi Verdonk sejatinya cukup baik dalam fase bertahan maupun menyerang bagi timnya. Menurut Fotmob, Verdonk mendapat rating 7,3. Itu jadi yang terbaik jika dibandingkan dengan seluruh rekan setimnya. Selain itu, Le Petit Lillois.com, media lokal Prancis mengatakan bahwa Verdonk mampu mengunci pemain Lyon, Adam Karabec sepanjang pertandingan. Itu cukup meredam ancaman dari Lyon.

MESLIER PUTUSKAN TINGGALKAN LEEDS JANUARI 

Semakin tersisih dan jadi penghangat bangku cadangan, Illan Meslier memutuskan akan pergi dari Leeds United Januari nanti. Melansir dari Football Insider, Meslier putuskan keluar karena tak ingin berlama-lama jadi kiper cadangan. Sejak kedatangan Daniel Farke, kiper asal Prancis itu menjadi pilihan ketiga setelah Lucas Perri dan Karl Darlow. Dengan kontraknya yang habis akhir musim ini, Leeds dihadapkan dua pilihan. Menjualnya Meslier Januari atau membiarkannya keluar secara gratis di akhir musim. 

BARU GABUNG VILLARREAL, MIKAUTADZE MAU DIREBUT SPURS

Baru saja bergabung dengan Villarreal musim panas lalu, Georges Mikautadze rupanya ingin direbut Tottenham Hotspur. Menurut Caughtoffside, Spurs tampaknya butuh tambahan striker berkualitas karena Dominic Solanke belum konsisten mencetak gol. Untuk itu, tetangga Arsenal itu dikabarkan siap mengajukan tawaran sebesar 60 juta euro untuk mendatangkan Mikautadze. Spurs berani mengeluarkan budget sekian, sambil menunggu Richarlison terjual. Meski demikian, Villarreal masih akan mempertimbangkan apakah bersedia melepas Mikautadze. 

CHELSEA TIBA-TIBA RAMAIKAN PERBURUAN LOCATELLI

Jika sebelumnya didekati oleh tiga klub Inggris, Manuel Locatelli kini kedapatan dipantau oleh satu tim Premier League lain. Mengutip dari TeamTalk, Chelsea tiba-tiba masuk meramaikan bursa pengejaran Locatelli. Klub juara dunia itu bersaing dengan Newcastle United, Aston Villa, dan West Ham yang lebih dulu berminat. The Blues mengincar Locatelli guna menutup lubang di lini tengah. Juventus menganggapnya sebagai pemain penting, namun rela melepas pemain 27 tahun itu  jika ada tawaran sekitar 40 juta euro. 

DIPECAT WEST HAM, POTTER PATAH HATI

Usai menerima surat pemecatan dari West Ham, Graham Potter akhirnya angkat suara terkait nasibnya tersebut. Melaporkan dari The Sun, Potter merasa kecewa dan patah hati atas perlakuan manajemen The Hammers. Eks manajer Chelsea itu sebetulnya masih berharap diberikan kesempatan untuk memperbaiki tim di sisa musim ini. Namun, apa mau dikata, ia sudah ditendang dari kursinya. Saat ini, Potter hanya bisa berharap West Ham bisa lebih baik bersama pimpinan Nuno Espirito Santo.

AGEN ENDRICK TEMUI MADRID MASALAH TRANSFER

Melompat ke Spanyol. Agen Endrick sudah menemui jajaran Real Madrid guna membahas masalah transfer musim dingin nanti. Mengabarkan dari Tribal Football, agen tersebut menyampaikan dari Endrick bahwa dirinya tidak berniat hengkang dari ibukota Spanyol. Pemuda jebolan akademi Palmeiras itu sangat ingin berjuang mendapat tempat di skuat inti Los Blancos. Untuk itu, melalui agennya, Endrick berharap tak dipindahkan Januari. Sebelumnya, Madrid sudah dihubungi beberapa klub yang ingin meminjam Endrick Januari. 

3 PEMAIN SOCIEDAD DIDEKATI TIM PREMIER LEAGUE

Real Sociedad tampak sibuk saat ini setelah tiga pemain kunci mereka mendapat tawaran menggiurkan dari tim-tim Liga Inggris. Melansir dari Fichajes, tiga pemain yang diincar adalah Takefusa Kubo, Brais Mendez, dan Jon Aramburu. Ketiganya menjadi target yang dibidik klub Premier League mulai Januari. Kubo menjadi winger serba bisa yang menuai decak kagum Arsenal. Aramburu menarik perhatian Manchester United. Sementara Tottenham Hotspur membidik Méndez. Sociedad menghadapi dilema untuk melepas atau mempertahankan mereka.

JUVE TENTUKAN KESSIE JADI OPSI MENENGAH

Dari Spanyol, lanjut ke Italia. Sebagai pilihan alternatif untuk gelandang, Juventus  tengah membidik gelandang Al Ahli, Franck Kessié. Mengutip dari Tribal Football, Kessie menjadi opsi lain bila nanti Bianconeri gagal mendapatkan Sandro Tonalli. Juve melirik Kessie karena kontraknya berakhir musim panas 2026. Selain berpengalaman di Serie A, Kessie dijadikan opsi jangka menengah karena lebih murah dan gampang diangkut dibanding Tonali. Kessie sendiri dilaporkan terbuka kembali ke Liga Italia. 

MILAN FOKUS RAYU GOMEZ JANUARI

Pasca gagal mendapatkan Joe Gomez musim panas lalu, AC Milan akan fokus merampungkan kedatangannya Januari nanti. Menurut Calciomercato, Milan awalnya sudah menjalin kesepakatan personal awal dengan Gomez Agustus lalu. Namun, Liverpool memblokir kepindahannya karena cederanya Ibrahima Konate. Milan akan kembali mencoba langkah tegas untuk menyegel transfer secara permanen. Nilai yang akan dikeluarkan Il Diavolo Rosso untuk Gomez berkisar antara 10-15 juta euro. 

BERUBAH PIKIRAN, MUNCHEN SIAPKAN KONTRAK PERMANEN JACKSON

Bergeser ke Jerman. Sempat dikabarkan tak mendapat peluang untuk bertahan lebih lama, Bayern Munchen kini berubah pikiran masalah Nicolas Jackson. Melaporkan dari Yahoo Sports, Munchen diisukan menyiapkan kontrak permanen untuk Jackson. Raksasa Bavaria itu berpotensi menebus harga Jackson yang dipatok 65 juta euro. Sebelumnya, Munchen hanya mau menebus klausul Jackson, jika ia bermain selama 40 laga. Namun, aturan tersebut dirumorkan tak berlaku, sehingga kontrak permanen bisa didapat Jackson lebih mudah. 

PENGAMAT: FAM HARUS NGACA, TUH LIAT CARA INDONESIA NATURALISASI!

Dari negara tetangga Indonesia, Seorang pengamat sepak bola Malaysia, mendesak FAM bersikap transparan soal kasus naturalisasi pemain. Mengabarkan dari CNN Indonesia, Keeshaanan Sundaresan berujar bahwa FAM harus segera memberikan pernyataan resmi ke publik, sehingga tidak ada yang berusaha ditutupi. Ia menilai keterbukaan jujur dari federasi dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan rakyat Malaysia. Selain itu, Sundaresan juga mendorong FAM untuk mencontoh mekanisme naturalisasi yang diterapkan di Indonesia. Di mana bukti garis keturunan, dokumen keluarga, hingga silsilah terbuka untuk publik.