Tirulah Rodri! Kecerdasan dan Keserderhanaan Adalah Kunci Sukses

spot_img

Tampil selalu rapi dengan jersey dimasukan ke dalam, adalah ciri khas yang menggambarkan pemain bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante. Gelandang bertahan milik Manchester City yang cerdas dan sederhana dalam hidupnya.

Pemain yang katanya “Busquets baru” ini ternyata mempunyai perjalanan yang tak biasa dalam karirnya. Kisahnya bisa sesukses sekarang ini, ternyata sudah tercermin sejak dulu. Terutama sikap pribadinya yang “nggak neko-neko” dalam hidup.

Dididik Di Keluarga Berpendidikan

Rodri kecil sudah dididik di keluarga yang mementingkan pendidikan. Sepakbola hanyalah sebuah hobi bagi Rodri kecil. Sepakbola menjadi nomor dua dalam hidupnya. Sewaktu umur belasan tahun, kisahnya bermain sepakbola sampai ke Atletico Madrid. Asal tahu saja, ia adalah bocah asli kelahiran Madrid.

Di Atletico Madrid, ia sempat bermain bersama dengan Theo Hernandez dan Lucas Hernandez. Namun nasib Rodri berbeda, ia dianggap kurang baik dari segi performa maupun fisiknya untuk menembus tim inti di skuad muda Atletico Madrid. Ia kemudian dibuang ke Villarreal. Keluarganya pun sempat merasa anaknya itu diperlakukan tidak adil.

Namun, bagi orang tuanya sih, tak masalah apa pun masa depan anaknya di dunia sepakbola. Toh ia masih kekeh anaknya itu yang penting menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Masih Kuliah Di Villarreal

Nasib berkata lain bagi Rodri. Ia berkembang secara permainan dan fisik di tim Villarreal junior. Ia bahkan sampai masuk skuad timnas Spanyol U-19. Ia akhirnya bisa menjadi bagian dari skuad La Furia Roja U-19 menjuarai Piala Eropa 2016 silam.

Setelah itu ia perlahan menjelma menjadi salah satu gelandang bertahan masa depan. Terbukti, di Villarreal ia mulai masuk tim senior pada musim 2016/17. Ia menjadi pilihan utama pelatih Villarreal ketika itu, Fran Escriba maupun setelahnya Javier Calleja.

Namun anehnya, seiring dengan masa depannya yang cerah sebagai pesepakbola profesional, Rodri masih saja mementingkan keluarganya. Lewat apa? Ya, lewat pendidikan seperti apa yang dicita-citakan oleh orang tuanya.

Tak heran jika selama hari-harinya yang keras menjadi gelandang bertahan Villarreal, ia tak lupa berkutat dengan rutinitas kampus dan tugas kuliah. Bayangkan, begitu susahnya ia membagi waktu agar kedua dunia berbeda itu mampu ditaklukkannya.

Ngekos Di Kampus

FYI aja, Rodri ini ketika menjadi pemain Villarreal, ia sembari kuliah di Universitas de Castellon yang terletak di Spanyol Timur. Ia menempuh jurusan Manajemen Bisnis di sana. Karena jarak antara rumah tinggalnya di Madrid terlalu jauh dari kampusnya, alih-alih menyewa apartemen mahal, Rodri malah memutuskan untuk tinggal ngekos di asrama milik kampus tersebut.

Sahabat dekat Rodri, Valentine Henarejo mengatakan kepada Marca bahwa semua orang ketika itu kaget, kok bisa pemain klub papan atas Spanyol yang bergaji tinggi masih mementingkan kuliah dan bahkan tinggal di asrama kampus? Orang-orang di sekitar kampus pun terasa janggal melihat pemain inti Villarreal sehari-harinya masih keluar masuk kampus untuk kuliah.

Sahabatnya itu juga menceritakan bahwa Rodri adalah pribadi yang disiplin. Mencuci pakaian sendiri, masak sendiri, dan menjalani kehidupan seperti umumnya orang perantauan yang ngekos.

Tak Punya Sosmed Dan Tak Suka Tato

Selain berkepribadian sederhana dan disiplin, ia tak kepincut dengan gaya hidup glamor seperti rekan-rekannya. Padahal sebagai pesepakbola yang sudah dikenal dan punya gaji tinggi, biasanya akan berubah dari segi gaya hidup.

Namun bagi Rodri tidak, ia tetap membumi. Sikapnya yang tak ingin tampil dan show off di muka publik sebagai seorang bintang pun sudah terlihat sejak dulu. Ya, ia menghindar dari hiruk pikuk dunia media sosial. Ia tak punya akun media sosial untuk menaikkan citra dan eksistensi dirinya sebagai seorang bintang sepakbola.

Tak hanya sikapnya itu, sikap religiusitas dan didikan orang tuanya yang berpendidikan, juga menjadi dasar mengapa ia tak terpengaruh hal-hal negatif. Termasuk sikapnya yang tak suka gaya hidup malam dan bahkan membenci tato.

Mobil Bekas

Begitu pula sikapnya kala memilih tunggangan pribadinya sehari-hari. Bagaimana bisa seorang Rodri yang sudah pindah ke Atletico Madrid pada 2018 dengan gaji yang tinggi, masih mengendarai mobil sederhana merek Opel Corsa?

Alih-alih membeli Lamborghini atau Ferrari, ia lebih memilih membeli mobil bekas yang dibeli dari seorang wanita tua yang ditemuinnya kala mengurus SIM. Sahabatnya Henarejo pun bercerita tentang sikap Rodri yang satu ini.

Ia sudah menasehati Rodri, apa salahnya membeli mobil yang layak dan baru untuk segi keselamatan ketika di jalan? Rodri pun sontak menjawabnya, “Yang terpenting dari sebuah mobil bukannya bertujuan untuk berpindah tempat satu ketempat lainnya? Mobil Opel Corsa itu bisa kok melakukannya.”

Diolah Simeone

Dari berbagai sikapnya yang sederhana dan cerdas di luar lapangan, menular juga di dalam lapangan. Setelah berada di Atletico Madrid, talentanya mulai berkembang sebagai seorang calon bintang.

Tak salah dia diasuh oleh salah satu gelandang bertahan ternama, yakni Diego Simeone. Ia berhasil menjadi pengganti sepadan gelandang senior Atletico Madrid yang hengkang ke Qatar waktu itu, Gabi. Kecerdasan otak serta kedisiplinan yang tertanam pada dirinya, membuat adaptasinya bersama gemblengan keras Simeone bisa cepat menuai hasil.

Ia sudah bisa meraih gelar di Los Rojiblancos walau semusim. Namun dasarnya sikap Rodri, ia tetap low profile dan tak mau dianggap sebagai bintang. Perannya yang senyap sebagai gelandang bertahan vital tim sangat dinikmatinya. Ia lebih nyaman sebagai pemain yang tak terlihat dari pada pemain yang terlalu disorot.

Ditebus Mahal Pep

Berkat satu musim penuhnya yang sukses bersama Atletico, Pep Guardiola pun kepincut. Kecerdasannya di lapangan dan tak neko-neko sebagai pemain disukai oleh Pep.

Dasarnya City yang punya uang segepok, permintaan Pep yang menggebu-nggebu untuk menebus mahal Rodri dari Atletico pun dituruti. Pasalnya, ketika itu Pep masih mencari pengganti gelandang bertahan City yang sudah semakin menua, Fernandinho.

Rodri benar-benar ditebus mahal oleh City sebesar 62,8 juta pounds. Sebuah rekor termahal pembelian City di musim 2019/20. Transfer itu juga sekaligus rekor biaya besar untuk seorang gelandang bertahan.

”Busquets Baru” Pep di City

Sempat terlintas di pikiran kenapa Pep sangat menginginkan Rodri. Dari segi postur, gaya permainan, umpan, pembacaan ruang, sekilas menunjukan bahwa Pep ingin bernostalgia ketika menggunakan Sergio Busquets di pos gelandang bertahan.

Sebutan “Busquets baru Pep” pun sempat melekat, ketika Rodri difungsikan sama seperti Pep memfungsikan Busquets dulu ketika di Barca. Pep tampaknya sangat ingin membuat “Busquets versi barunya” di City.

Di luar itu, sikap Pep yang sering overthinking memikirkan segala detail strateginya, akan sangat mudah diaplikasikan oleh pemain yang cerdas seperti Rodri. Tak heran proses adaptasi Rodri selama ini di City berjalan lancar.

Panen prestasi di City dan karirnya melejit di timnas, membuat dirinya semakin banyak dikenal orang sebagai pemain yang layak disebut bintang. Kisah Rodri ini bisa menjadi contoh positif bagi para pesepakbola muda yang sedang meniti karir.

Selain talenta yang dianugerahi Tuhan, kecerdasan otak dan kesederhanaan dalam hidup bisa menjadi nilai tambah seorang pesepakbola agar bisa cepat berkembang dan sukses. Tirulah Rodri, ia sudah membuktikannya.

Sumber Referensi : thesun, mancity, marca, sportbible, manchestereveningnews, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru