Tim-Tim Kejutan yang LOLOS ke 16 Besar Liga Champions 2023/24

spot_img

Pergulatan fase grup Liga Champions telah tuntas. Beberapa klub tergusur ke Liga Malam Jumat. Ada pula juara Liga Inggris terbanyak tapi justru tergusur di Liga Eropa saja tidak.

Tapi kita tidak akan membahas tim boncos semacam itu. Nyatanya 16 besar Liga Champions musim ini juga masih dipenuhi muka-muka lama. Kebanyakan dari tim-tim yang sudah lolos merupakan langganan 16 besar kompetisi level klub paling dihormati di Eropa tersebut.

Namun begitu, 16 besar Liga Champions musim ini juga memberi kejutan dengan menghadirkan tim-tim yang sudah lama tidak lolos ke sana. Well, siapa saja tim-tim tersebut?

FC Copenhagen

Bayern Munchen melaju ke 16 besar dengan tanpa kekalahan di fase grup. Die Roten menjadi juara Grup A. Siapa yang menemani Bayern Munchen ke 16 besar? Benar, Manchester United. Eh, bukan dong. Tapi FC Copenhagen. Ya, Copenhagen. Bisa dipastikan kamu tidak salah dengar.

Tim ibu kota Denmark itu lolos ke 16 besar usai menempati urutan kedua. Copenhagen mengumpulkan total delapan poin yang uniknya, berasal dari dua kemenangan, dua kekalahan, dan dua hasil remis. Klub berjuluk The Lions itu lolos ke 16 besar hanya dengan mencetak delapan gol saja.

Padahal tim yang gagal ke 16 besar dari Grup A lebih produktif mencetak gol. Galatasaray mengemas 10 gol. Manchester United bahkan mencetak 12 gol. Ironis bukan? Tapi yah, begitulah Liga Champions. Jacob Neestrup dan anak asuhnya cerdik mengejar poin, bukan jumlah gol.

Kesuksesan ini mengulangi musim 2010/11. Waktu itu, Copenhagen lolos ke 16 besar. Saat itu mereka gabung Grup D bersama Barcelona, Rubin Kazan, dan Panathinaikos. Dari segi kekuatan, Barca yang kelak jadi juara musim itu unggul segalanya.

Tim yang dilatih oleh pelatih Norwegia saat ini, Stale Solbakken itu mampu bersaing dengan dua klub lainnya untuk menjadi runner-up mendampingi Blaugrana. Tim yang saat itu diperkuat Thomas Delaney lolos setelah mengoleksi 10 poin.

Sayangnya di 16 besar, Copenhagen dikalahkan Chelsea. Dua gol Anelka di Stadion Parken tidak mampu dibalas Copenhagen. Meskipun mereka juga melakukan perlawanan saat bertandang ke Stamford Bridge. Di 16 besar nanti, musuh yang akan dihadapi Copenhagen adalah juara grup. Akankah langsung tersingkir?

PSV Eindhoven

PSV Eindhoven sudah memastikan lolos ke 16 besar sebelum laga menghadapi Arsenal. Pasukan Peter Bosz mengalahkan sang raja Liga Eropa di Ramon Sanchez Pizjuan lewat skor tipis 3-2. Jadi, laga menghadapi The Gunners hanya menjadi laga penghibur saja.

Di laga tersebut Ricardo Pepi dan kolega berhasil menahan imbang Arsenal. Tim berjuluk de Boeren itu berhasil mengumpulkan total sembilan poin dari enam pertandingan. Hasil dari tiga kali seri, sekali kalah, dan dua kemenangan. PSV cuma terpaut satu poin saja dari RC Lens di belakangnya.

Satu-satunya kekalahan yang diterima PSV terjadi di laga perdana kontra Arsenal. Pasukan Mikel Arteta mencukur de Boeren empat gol tanpa balas. Kekalahan itu tak bikin PSV goyah. Meskipun kemenangan baru didapat di pertandingan keempat kala menghadapi RC Lens.

Ini adalah untuk pertama kalinya PSV lolos ke 16 besar Liga Champions setelah kurang lebih delapan tahun tidak melakukannya. Klub yang dibentuk oleh perusahaan Philips di Eindhoven ini, terakhir lolos ke 16 besar pada musim 2015/16.

Kala itu, PSV asuhan Phillip Cocu lolos ke 16 besar, menyingkirkan Manchester United. Bahkan MU tidak bisa mengalahkan PSV musim itu. Sayangnya, PSV waktu itu dikalahkan Atletico Madrid di 16 besar. Tapi lewat pertandingan yang sangat seru. Atleti ditahan imbang PSV selama 210 menit (dua leg).

Atleti pun harus menang susah payah lewat adu penalti. Musim ini, PSV yang mencetak delapan gol di fase grup, sama seperti terakhir kali lolos ke 16 besar, akan berjumpa juara dari grup lain. Dengan begitu PSV berpotensi bertemu Atletico Madrid lagi.

Real Sociedad

Liga Champions musim ini juga menjadi panggung bagi Real Sociedad. Tim yang sudah sangat lama absen ini justru lolos sebagai juara Grup D. Padahal di sana ada Inter Milan, finalis musim lalu. Ini juga untuk pertama kalinya dalam sejarah, Real Sociedad memenangkan fase grup di Liga Champions.

Kemarin, anak asuh Imanol Alguacil menahan imbang La Beneamata 0-0 yang membuat mereka mematenkan posisi teratas. La Real unggul selisih gol setelah keduanya bermain imbang dalam dua pertandingan. Catatan menarik lainnya, Real Sociedad juga tidak menelan kekalahan di fase grup. Sejajar dengan Bayern Munchen dan Real Madrid.

Sangat jarang Real Sociedad masuk ke 16 besar. Boro-boro 16 besar, mereka saja baru tiga kali tampil di Liga Champions. Terakhir kali mereka lolos ke 16 besar Liga Champions dua dekade lalu. Musim 2003/04, Sociedad lolos ke fase gugur setelah di fase grup finis di belakang Juventus. Sayangnya di 16 besar mereka terjungkal oleh Lyon.

Mereka sebetulnya memiliki kesempatan lolos ke 16 besar pada musim 2013/14. Tapi pada waktu itu Sociedad hanya menjadi juru kunci usai tak memetik satu pun kemenangan di Grup A.

Kini Sociedad punya kesempatan untuk melebihi pencapaian mereka dua dasawarsa lalu. Dengan amunisi seperti Mikel Merino, Sociedad menatap 16 besar. Untungnya mereka juara grup, jadi terhindar dari juara grup lain. Meski yah, ada PSG atau Lazio di sana.

Arsenal

Mungkin ada yang bilang lolosnya Arsenal ke 16 besar Liga Champions musim ini bukanlah kejutan. Apalagi Martin Odegaard dan kolega tergabung dalam grup mudah yang berisi Sevilla, PSV, dan RC Lens. Namun, betapapun mudahnya Grup B, toh The Gunners tidak bisa menyapu bersih seluruh laga.

Mereka memetik empat kemenangan, satu imbang, dan sekali kalah. Arsenal mengoleksi 13 poin. Kekalahan semata wayang Arsenal terjadi saat mereka bertamu ke markas RC Lens. Nah, meski tidak mengejutkan-mengejutkan amat, tapi lolos ke 16 besar merupakan prestasi sendiri bagi Mikel Arteta.

Sang pelatih akhirnya sanggup membawa Arsenal ke fase gugur Liga Champions, setelah kurang lebih tujuh tahun tim ini tidak mencapai ke sana. Pengalaman terakhir Arsenal di 16 besar Liga Champions terjadi musim 2016/17. Waktu itu, Arsenal yang baru ditinggal pensiun Arteta menjuarai Grup A.

Arsenal mengungguli PSG. Namun, malangnya Arsenal harus bertemu Bayern Munchen di babak 16 besar. Munchen sebetulnya tidak superior di fase grup musim itu. Die Roten bahkan hanya menempati posisi kedua di Grup D, kalah dari Atletico Madrid yang jadi juara grup saat itu.

Di 16 besar musim itu, Arsenal diajari main bola oleh Bayern Munchen. The Gunners disikat Die Roten 10-2 di tengah desakan fans yang ingin Arsene Wenger keluar. Well, walau punya pengalaman sepahit pare di 16 besar, tenang, musim ini Arsenal tidak akan menghadapi Bayern Munchen kok. Tapi bisa saja menghadapi PSG, Napoli, atau juara kedua musim lalu, Inter Milan. Gimana, Gooners sudah siap?

Sumber: EuroSport, TSN, APNews, 90Min, FlashScore, Standard

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru