TIM KEJUTAN yang LOLOS ke 16 Besar Piala Asia 2023

spot_img

Wow, penuh kejutan. Ya, begitulah tajuk Piala Asia 2023 ini. Label tim unggulan dan underdog di ajang ini tak selamanya berlaku. Hal ini membuktikan bahwa ajang ini sangatlah kompetitif. Sesusah apapun kondisinya, naluri heroik ala Asia terlihat di beberapa tim. Bahkan tim debutan, tim yang negaranya sedang konflik, maupun tim yang dipenuhi seabrek masalah, mampu mencatatkan kejutan.

Palestina

Siapa yang tak tahu kondisi negara Palestina? Mayat tak berdosa berjatuhan, negerinya porak poranda, dan tanpa kepastian keamanan. Betapa ngeri dan cemasnya membayangkan bagaimana menjadi warga Palestina tiap harinya. Mungkin itulah yang ada di benak para pemain sepakbola Palestina yang sedang berjuang di Piala Asia 2023.

Namun, Timnas Sepakbola Palestina datang ke Qatar dengan penuh keyakinan dan keberanian. Mereka ingin membuktikan pada dunia bahwa mereka bukan bangsa yang lemah. Meski hanya dianggap negara konflik, gini-gini sudah tampil di Piala Asia sebanyak tiga kali lho, yakni 2015, 2019 dan 2023.

Namun harap maklum, di dua edisi Piala Asia 2015 dan 2019 mereka hanya sampai babak grup. Maka dari itu, melajunya Palestina di Piala Asia 2023 dianggap remeh. Apalagi mereka tergabung di Grup C yang dihuni unggulan Iran, Uni Emirat Arab, dan Hongkong.
Ditambah lagi, kondisi liga sepakbola mereka sedang carut-marut. Musim ini, Liga Palestina sudah resmi dihentikan akibat konflik berkepanjangan.

Namanya saja bangsa yang tak berhenti berjuang, meski dibantai 4-1 di laga perdana melawan Iran, tak membuat mereka menyerah begitu saja. Terbukti Palestina mampu bangkit dan tampil solid kala menahan imbang 1-1 Uni Emirat Arab asuhan Paulo Bento.

Hasil tersebut jadi kunci sekaligus pelecut mereka untuk tampil habis-habisan melawan Hongkong di laga terakhir. Tak diduga, singa dari Kanaan mampu menggilas Hongkong 3-0. Tiga poin penting yang membuatnya lolos sebagai peringkat tiga terbaik dengan koleksi 4 poin.

Penampilan apik dan sumbangan dua gol dari pemain yang berlaga di klub Liga Belgia RSC Charleroi, Odai Dabbag jadi salah satu faktor kemenangan mereka. Ya, ini sejarah bagi mereka. Sungguh malam yang indah bagi rakyat Palestina.

Suriah

Tak hanya Palestina yang negaranya sering dilanda konflik. Suriah juga sering dilanda konflik terutama perang saudara. Hampir mirip dengan Palestina, sudah banyak korban juga berjatuhan akibat perang saudara dan konflik berkepanjangan di Suriah.

Namun di tengah cap negara konflik tersebut, olahraga sepakbola muncul sebagai alat pemersatu. Timnas Suriah bukannya negara yang baru tampil di Piala Asia. Sudah tujuh kali mereka tampil. Namun ya harap maklum, mereka selalu kandas di fase grup. Terakhir di Piala Asia 2019, mereka hanya jadi juru kunci grup.

Kebangkitan sepakbola mereka ditandai dengan arah kebijakan federasi mereka sejak 2022. Penunjukan Hector Cuper sebagai pelatih adalah tonggak awal. Dengan gemblengan mantan pelatih Inter Milan tersebut mereka diharapkan mencapai target masuk Piala Dunia 2026.

Meski Piala Asia ini jadi target sementara, namun mereka tetap tampil apik. Tim yang dibangun pelatih Argentina itu berada di jalan yang benar. Cuper juga mempunyai materi pemain mumpuni seperti pemain keturunan Ibrahim Hessar yang lahir di Argentina, dan juga Pablo Sabbag yang lahir di Peru. Ada juga bek yang bermain di Eropa seperti Aiha Ousou di Slavia Praha.

Terbukti di babak grup, tim berjuluk Elang Qasioun ini mampu mengatasi lawannya seperti Australia, India, maupun Uzbekistan. Australia terbukti hanya bisa menang 1-0, begitupun Uzbekistan bisa mereka tahan imbang.

Kemenangan tipis 1-0 melawan tim Vrindavan akhirnya jadi kunci kelolosan mereka sebagai peringkat tiga terbaik dengan koleksi 4 poin. Ya, ini sejarah sekaligus mimpi bagi rakyat Suriah. Menangisnya Cuper dan reporter Suriah saat kelolosan Suriah ke 16 besar, jadi momen yang paling mengharukan.

Tajikistan

Jika kita mencari kata kunci negara Tajikistan di Google, mungkin hanya akan muncul sebuah negara di Asia Tengah, bekas pecahan Uni Soviet. Tak beda jauh dengan negara pecahan Soviet seperti Uzbekistan, Kazakhstan, maupun Kirgistan.

Namun bagaimana dengan sepakbolanya? Ternyata sepakbola di negeri ini kurang populer. Maklum mereka juga baru masuk AFC di tahun 1993. Dilihat dari ajang yang mereka ikuti juga belum banyak. Di Piala Asia sendiri mereka bahkan belum pernah ikut sebelumnya.

Kelolosan mereka ke Piala Asia 2023 juga sebuah kejutan. Inilah tahun debut mereka. Mereka melaju ke Qatar menyingkirkan negara Asia Tenggara seperti Myanmar maupun Singapura di babak kualifikasi.

Yang jadi menarik, kemajuan sepakbola Tajikistan ini sangat dipengaruhi salah satunya dengan penunjukan pelatih, Petar Segrt. Pelatih Kroasia 57 tahun tersebut baru ditunjuk pada tahun 2022 lalu. Tangan dingin mantan pelatih PSM Makassar ini ternyata mampu mengubah nasib Tajikistan.

Di Piala Asia 2023, pasukan Segrt dihadapkan dengan grup yang dihuni tuan rumah Qatar, China, dan Lebanon. Sebagai underdog sekaligus debutan, membuat anak asuh Segrt tampil tanpa beban.

Namun justru ketahanan fisik dan determinasi tinggi adalah hal yang paling menonjol pada skuad Tajikistan di Piala Asia kali ini. Mereka mampu mengimbangi China tanpa gol, hanya kalah tipis atas tuan rumah Qatar, dan mampu melibas Lebanon di laga terakhir 2-1. Koleksi empat poin yang didapat bahkan menempatkan negeri debutan tersebut sebagai runner up di bawah Qatar. Ya, ini adalah sejarah yang akan diingat seluruh rakyat Tajikistan.

Thailand

Di Piala Asia kiprah negara Asia Tenggara juga jangan disepelekan. Buktinya Vietnam sempat mengejutkan di Piala Asia 2019 lalu dengan melaju hingga babak perempat final. Thailand yang jadi rajanya Asia Tenggara juga harus diwaspadai. Tim Gajah putih bagaimanapun punya amunisi yang mumpuni untuk bersaing di level Piala Asia.

Delapan kali Thailand tampil di ajang Piala Asia. Bahkan di edisi 2019 lalu, mereka juga mampu lolos ke babak 16 besar. Jadi wajar apabila mereka bisa lolos lagi ke babak 16 besar di Piala Asia kali ini.

Namun yang menjadi tak wajar, adalah kondisi sepakbola Thailand dan persiapan mereka yang kurang matang jelang berangkat ke Qatar. Ada beberapa konflik di internal sepakbola Thailand. Mulai dari diberhentikannya pelatih Manu Polking. Kemudian mereka juga kehilangan pilar-pilar pentingnya seperti Teerasil Dangda maupun Chanathip Songkrasin karena cedera.

Penunjukan direktur teknis Matasada Ishi jadi pelatih, juga awalnya diragukan dengan keterbatasan dan waktu persiapan yang mepet. Namun dengan pengalamannya yang panjang di sepakbola Thailand bersama Buriram, membuat Matasada mampu sedikit mengerti kondisi skuad Thailand.

Skuad Thailand tetaplah mumpuni meski tanpa bintangnya. Terbukti racikan teamwork ala Matasada mampu mengejutkan di babak grup. Mereka tak pernah kalah, tak pernah kebobolan, dan mampu lolos sebagai runner up grup dengan koleksi 5 poin. Luar biasa pencapaian Thailand ini, ditengah krisis internal yang melanda. Salut!.

Indonesia

Euforia kini melanda rakyat Indonesia. Rasa bahagia kini menyelimuti publik sepakbola Indonesia yang juga tak mau kalah dengan negara ASEAN lainnya yang bisa lolos ke 16 besar.

Terima kasih Kirgistan, itulah hal pertama yang patut diucapkan oleh rakyat Indonesia atas kelolosannya ke 16 besar Piala Asia 2023. Pasalnya hasil seri Kirgistan melawan Oman 1-1 membuat anak asuh Shin Tae-yong pesta semalam suntuk di Qatar.

Tanpa hasil tersebut, Timnas Indonesia bersiap angkat koper dari Qatar. Namun patut juga untuk diberikan kredit positif terhadap capaian performa Marcelino Ferdinan dan kawan-kawan di babak grup. Berada di grup yang terbilang susah seperti Irak, Jepang, dan Vietnam, kans kita kecil untuk melaju.

Meraup tiga poin berkat satu kemenangan melawan Vietnam, jadi modal apik timnas. Hal itulah yang akhirnya jadi modal kita untuk lolos sebagai peringkat tiga terbaik dengan raihan tiga poin.

Memang banyak evaluasi yang masih kita perlukan. Namun kelolosan ini mengubah semangat juang pasukan Garuda menatap laga berikutnya melawan Australia. Kelolosan ini juga tentu akan jadi sejarah yang akan dicatat rapi sampai kapanpun. Selamat sekali lagi Timnas Garuda. Teruskan perjuanganmu. Kami di sini bangga Padamu!

https://youtu.be/gfr-ggqIuAk

Sumber Referensi : onefootball, suara, detik.com, antaranews, cnnindonesia, jpnn

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru